Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dea Aulia
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dividen kas dan share repurchase terhadap market-to-book ratio dengan menggunakan pendekatan aset dan ekuitas pada perusahaan-perusahaan di Indonesia periode 2013-2018. Variabel independen yang digunakan adalah variabel cash dividend dummy antara perusahaan yang membayar dividen dan yang tidak membayar dividen. Variabel independen yang kedua adalah share repurchase dummy antara perusahaan yang melakukan share repurchase dan yang tidak melakukan share repurchase. Variabel kontrol dari penelitian ini berupa size, profitability, leverage, cash holding, tangibility, capital expenditure, research and development expense serta stock price volatility. Dengan menggunakan analisis data panel, penelitian ini kemudian menemukan bahwa dividen kas dan share repurchase memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap market to book ratio of asset dan equity. Temuan penelitian konsisten dengan pecking order theory.

The purpose of this study is to test for the effect of cash dividend and share repurchase to market-to-book ratio using both asset and equity approach on non-financial listed firms in Indonesia during the 2013-2018 period. There are two independent variables; first, the dummy variables between dividend payers and non payers and the other is dummy variable between share repurchasers and non repurchasers. This study also uses controlling variables such as size, profitability, leverage, cash holding, tangibility, capital expenditure, research and development expense, and stock volatility. Using data panel analysis, this study find that cash dividend and share repurchase has significant and negatively correlated to market to book ratio of asset and equity. Based on the finding, the results are consistent with pecking order theory."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fathia Dea Aulia
"Program KB ditetapkan sebagai program pemerintah sejak tahun 1970, awal mulanya program ini hanya fokus pada masalah kesehatan. Namun seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan kesehatan reproduksi, KB selanjutnya digunakan sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Namun berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tertera bahwa cakupan KB di Indonesia baru mencapai 62,5%. Sementara metode yang dipilih oleh masyarakat Indonesia masih didominasi oleh metode kontrasepsi jangka pendek (non MKJP) yaitu sebanyak 80%. Hal ini belum sesuai dengan target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada wanita usia 15-49 tahun di Indonesia dengan menggunakan data SDKI tahun 2017, yang menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 10.813 dari 49.627 wanita usia subur yang memenuhi kriteria : wanita berusia 15-49 tahun, berstatus kawin, dan memakai kontrasepsi. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah anak hidup, indeks kekayaan, pekerjaan, keterpaparan informasi, dan sumber pelayanan KB dengan penggunaan MKJP. Diharapkan agar BKKBN dapat menyebarkan informasi mengenai KB khususnya MKJP melalui media sosial secara lebih masif dan lebih intens

Family Planning program (KB) in Indonesia has been stated as government’s operational plan since 1970. At the beginning of this program, the focus was only on health care purpose. However, along with the increasing number of the Indonesian populations, mother’s death, and the needs of reproduction health, this family planning program has been used as one of the way to suppress the number of population’s growth and the health of mothers and babies. Nonetheless, based on Indonesian health profile data in 2019, it is stating that this program coverage has only reached 62.5% of all the mothers in the age of productive range. Moreover, the method is chosen by the people is dominated by short-term contraception method with the number of 80%. This number has not matched yet with the number of stated target by the government. This study is aiming for the purpose of knowing all the related factors with the usage of Long Acting Reversible Contraceptive (LARC) among the women with productive ages in Indonesia using IDHS’s data in 2017, and using cross-sectional studies design. The sample of the study was 10.813 of 49.672 productive women that fulfill the criteria; in the age of 15- 49, with married status, and using contraception. This study was assisted by chi-square method to analyze the correlation of each variable. The analysis shows that there is correlation between the number of living child, wealth index, occupation, information disclosure, and the source of family planning program services using LARC. It is hoped that BKKBN could broadcast the information about this family planning program (especially LARC) through social media in more massive and intensive way"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library