Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
David Natanael
"Chalcopyrite merupakan deposit bijih tembaga terbanyak di muka bumi. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan Chalcopyrite yang cukup banyak. Namun proses pengolahan Chalcopyrite yang ada saat ini relatif memerlukan teknologi yang modern dan mahal, seperti penggunaan teknologi smelting. Hal tersebut mengakibatkan industri pertambangan kecil tidak bisa mengolah bijih Chalcopyrite tersebut.
Pada penelitian ini dilakukan beberapa percobaan meliputi penggabungan metode pirometalurgi dan hidrometalurgi. Bijih Chalcopyrite di roasting pada suhu 850 oC selama 0, 10, 20, dan 30 menit, kemudian bijih tersebut di leaching menggunakan asam sulfat 2 Molar. Chalcopyrite yang diroasting tersebut diuji dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan Energy Dispersive X-Ray (EDX) untuk mengetahui perubahan fasa dan perubahan kadar Cu setelah roasting. Selain itu pengujian Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) dilakukan untuk mengetahui Cu yang terlarut saat leaching, dengan H2SO4 2 Molar selama 5 hari, terhadap bijih yang telah diroasting.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan fasa CuFeS2 menjadi Cu2S dan Fe2O3. Bijih Chalcopyrite yang diroasting 30 menit memiliki kelarutan Cu yang paling tinggi pada pregnant leached solution (PLS) dibandingkan sampel yang lain.
Chalcopyrite is the larget copper ore deposits in the earth. Indonesia is one of countries that has enough reserves of chalcopyrite. However, the existing processing of Chalcopyrite is relatively requiring a modern and expensive technology. This resulted a small mining industry could not process the chalcopyrite ore. This study was conducted by a few experiments that include of combining pyrometallurgical and hydrometallurgical methods. Chalcopyrite ore was roasted at 850 oC for 0, 10, 20 and 30 minutes, then the ore was leached by sulphuric acid at 2 molar. The roasted chalcopyrite was tested by X-Ray Diffraction (XRD) and Energy Dispersive X-Ray (EDX) to analyze the changes of phase and the changes of Cu levels after roasting. Besides of that, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) testing was performed to determine Cu levels that dissolved after the leaching of the roasted ore with H2SO4 at 2 Molar for 5 days. The results showed that CuFeS2 phase change into Cu2S and Fe2O3. The roasted chalcopyrite with 30 minutes roasting time have the highest solubility of Cu in the pregnant leach solution (PLS) than the other samples."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S1937
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
David Natanael
"Penggunaan Load Balancing pada aplikasi E-Voting memberikan hasil performa yang effisien untuk hasil test GET (download) dan hasil yang tidak effisien untuk hasil test POST (upload). Dengan menggunakan Load Balancing, angka yang diperoleh untuk throughput sebesar 750kbps. Pada test POST membutuhkan proses read dan write, throughput yang diperoleh kurang dari 2kbps. Pengukuran POST mendapatkan hasil yang tidak efisien dikarenakan penggunaan content server secara virtual (3 server pada satu machine). Algoritma Least Current Request menunjukkan performa terbaik dibandingkan dengan 3 algoritma lainnya, yaitu Least Response Time, Weighted Round Robin, dan Weighted Total Traffic. Kinerja Load Balancing tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah paket data yang diakses, tetapi juga proses request apa yang dilakukan. Solusi terbaik adalah, Load Balancing diimplementasikan dengan menggunakan mesin yang memiliki spesifikasi yang tinggi pada database server dan setiap server pada server farms tidak dijalankan secara virtual.
The use of Load Balancing in the E-Voting application gives an efficient result for the GET (download) test, and an inefficient one for the POST (upload) test. Using Load Balancing, the resulting throughput is 750 kbps. The POST test needs read and write processes, making the resulting throughput less than 2 kbps. The POST test obtained inefficient results because the uses of content server virtualy (3 servers in one machine). Least Current Request algorithm shows the best performance compared to the other three in the measurement, which are Least Response Time, Weighted Round Robin, and Weighted Total Traffic. The performance of Load Balancing not only influenced by the numbers of data packet accessed, but also by the request process. The best solution is to implement Load Balancing on a high specification system on the server database, with no virtual machines for the servers"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46517
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library