Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Angelica Octavia Kunardi
"Kualitas air Sungai Bengawan Solo saat ini tidak memenuhi baku mutu yang berlaku sehingga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan membangun model prediksi terhadap delapan parameter utama kualitas air, yaitu total fosfat, pH, DO, COD, BOD, TSS, nitrat, dan bakteri koli tinja. Dua metode yang digunakan adalah Random Forest dan XGBoost, dengan dua skenario: skenario awal menggunakan seluruh parameter sebagai input, dan skenario kedua menggunakan parameter terpilih berdasarkan analisis interpretabilitas SHAP. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dengan parameter terpilih menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Secara umum, Random Forest menunjukkan performa lebih baik dibandingkan XGBoost, kecuali pada parameter total fosfat dan bakteri koli tinja. XGBoost lebih mampu menangkap pola interaksi kompleks, namun Random Forest memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat secara keseluruhan. Temuan ini mendukung literatur sebelumnya yang menekankan pentingnya pemilihan fitur dalam meningkatkan kinerja model prediksi kualitas air secara jangka panjang. Selain itu, analisis SHAP juga mengungkap bahwa total fosfat merupakan parameter kunci yang memengaruhi banyak parameter lainnya sehingga perlu mendapat perhatian lebih dalam pengelolaan kualitas air sungai.

The water quality of the Bengawan Solo River currently does not meet established quality standards, potentially leading to adverse health and economic impacts for local communities. To address this issue, this study aims to develop a predictive model for eight key water quality parameters: total phosphate, pH, DO, COD, BOD, TSS, nitrate, and fecal coliform bacteria. Two methods are employed: Random Forest and XGBoost, under two scenarios. The first utilizing all parameters as input, and the second using selected parameters based on SHAP interpretability analysis. The evaluation results indicate that the model using selected parameters yields more accurate predictions. Overall, Random Forest outperforms XGBoost, except in predicting total phosphate and fecal coliform, where XGBoost shows better results. While XGBoost is more effective in capturing complex interaction patterns, Random Forest delivers more stable and accurate predictions overall. These findings reinforce previous literature emphasizing the importance of feature selection in enhancing the long-term performance of water quality prediction models. Furthermore, the SHAP analysis highlights total phosphate as a key parameter influencing several others, underscoring the need for greater attention to its management in river water quality monitoring.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library