Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andreas Josef Ridwan
"Keberadaan cemaran logam berat dalam ikan asin yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar kadmium (Cd) dan timbal (Pb) dalam ikan teri kering dan ikan asin tenggiri yang diperoleh di Muara Angke. Logam berat dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang yang spesifik yaitu 283,3 nm untuk timbal dan 228,8 nm untuk kadmium. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar timbal pada ikan teri kering 0,7151? 0,7158 µg/g berat basah, sementara pada ikan asin tenggiri 0,9412?0,9516 µg/g berat basah. Kadar kadmium pada ikan teri kering 0,1060? 0,1179 µg/g berat basah dan pada ikan asin tenggiri 0,0394?0,0424 µg/g berat basah. Berdasarkan batas aman yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional 2009, ikan teri kering (Stolephorus spp.) dan ikan asin tenggiri (Scomberomorus sp.) melewati batas aman yang ditetapkan.

Abstract
Contamination of heavy metals in salted fish that commonly consumed by Indonesian people may cause various health problems. The study aimed to determine levels of cadmium (Cd) and lead (Pb) in dried anchovy (Stolephorus spp.) and salted mackerel (Scomberomorus sp.) from Muara Angke. Heavy metals were analyzed by Atomic Absorption Spectrometry (AAS) at specific wavelenght, which were 283,3 nm for lead and 228,8 nm for cadmium. This research showed that dried anchovy contained lead 0,7151 to 0, 7150 µg/g wet weight, and salted mackerel 0,9412 to 0,9516 µg/g wet weight. While dried anchovy contained cadmium 0,1060 to 0,1179 µg/g wet weight and salted mackerel 0,0394 to 0,0424 µg/g wet weight. Under the safe limit set by Badan Standarisasi Nasional 2009, dried anchovy (Stolephorus spp.) dan salted mackerel (Scomberomorus sp.) do not pass the safe limit set. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S196
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andreas Josef Ridwan
"Untuk menjamin ketersediaan dan terjangkaunya obat dan perbekalan kesehatan maka diperlukan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang profesional salah satunya adalah apoteker. Apoteker merupakan profesi yang diperkenankan dalam penyediaan obat karena apoteker mempunyai kompetensi dan pengetahuan di bidang obat dan perbekalan kesehatan (Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan, 2007). Mengingat pentingnya peran apoteker dalam menjamin obat dan perbekalan kesehatan maka calon apoteker perlu melakukan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan sehingga calon apoteker memperoleh gambaran nyata tentang peran apoteker di masyarakat secara umum dan di Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan secara khusus, terutama di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library