Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Abror
"Pengusaha kecil merupakan salah sate asset yang sangat penting dalam kegiatan ekonomi Indonesia, usaha kecil terdapat pada berbagai sektor, nnulai dal./ sektor pertanian sainpai dengan sektor jasa. U.saha keel! yang ada di Indonesia ;nenyehar diseluruh wilapah tanah air, salah satunya di daerah Sutnatera Barat yang dikenal sebagai daerah penghasil entrepreneur-entrepreneur.
Salah sate sektor yang diminati oleh pengusaha keel! di Sumatera Barat teridama di Padang adalah usaha kerajinan seperti sulamanlbodir.Sejalan dengan setnakin berkembangnya pasar dan makin bebasnya perdagangan mendorang usaha-usaha terse but harus bisa bersaing dengan produk yang datang dari luar maupun persaingan di dalam industri sendiri, serta harus hisa memanfaatkan peluang dalam tnemasarkan produknya keluar Indonesia.
Pengusaha slllaman harus semakin hati-hati dalam memasarkan produknya agar !clap hisa bertahan, oleh karena itu dibutuhkan strategi yang lepat agar bisa memenangkan persaingan. Dalam penelitian ini penulis ingin melihat strategi apakah yang lebih disukai oleh pengusaha sulaman dalam menghadapi persaingan. Hal lain yang ingin dilihat adalah kemungkinan adanya perbedaan strategi yang diambil berdasarkan lama {usia}usaha, penjulan serta asset yang dimiliki.
Dari 100 responder yang diteliti ternyata strategi yang lebih disukai adalah strategi cost leadership, yang bersaing dengan biaya terendah. Hipotesis kedua tentang adanya perbedaan yang signii kan terhadap strategi yang disukai berdasarkan jumlah asset, penjualan dan usia/umur usaha ternyata jugs tidak terbukti. Pengusaha cendrung memilih strategi bersaingnya berdasarkan apa yang dilakukan oleh pesaing dan cendrung memilih bersaing melalui harga."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T20193
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Abror
"Dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional dan mutu pelayanan publik di bidang perhubungan dan transportasi, yang bertujuan untuk kesejahteraan Warga Negara Republik Indonesia, maka perlu ditingkatkan pelayanan jasa perhubungan internasional. Dengan demikian perlu diadakan pembangunan Bandara Soekarno Hatta, untuk itu diadakan Pengadaan Tanah Dalam Rangka Perluasan Areal Bandara Soekarno Hatta. Pengadaan Tanah ini banyak mengalami hambatan-hambatan dalam pelaksanaanya. Hambatanhambatan tersebut ada yang ditimbulkan dari masyarakat dan ada juga ditimbulkan dari Pihak PT.(PERSERO) ANGKASA PURA II selaku pengelola managemen Bandara Soekarno Hatta. Tidak adanya sosialisasi hukum larangan untuk mendirikan bangunan baru setelah ijin lokasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang ditetapkan Walikota Tangerang menjadi faktor penghambat Pengadaan Tanah. Kondisi sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi faktor dominan lancarnya pelaksanaan pengadaan Tanah Dalam Rangka Perluasan Areal Bandara Soekarno Hatta. Jadi PT.(PERSERO) ANGKASA PURA II harus melaksanakan sosialisasi ulang adanya larangan untuk mendirikan bangunan baru. Dengan demikian dapat tercapai pelaksanaan pengadaan tanah yang sesuai dengan hukum normatif, sehingga pelayanan publik di bidang perhubungan dan trasportasi dapat tercapai yaitu untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T16473
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Abror
"Die soldering merupakan hasil dari reaksi permukaan antara aluminium cair dengan material cetakan. Karena afinitas aluminium terhadap besi tinggi menyebabkan besi dari cetakan terdifusi kedalam aluminium cair dan membentuk lapisan intermetalik dari fasa biner Fe-Al dan terner Fe-Al-Si di permukaan cetakan.
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari karakteristik yang terdiri dari ketebalan dan kekerasan lapisan intermetalik Al-Fe-Si yang terbentuk selama proses pencelupan dinamis dengan kecepatan 2500, 3000 dan 3500 rpm. Benda uji yang digunakan yaitu baja perkakas H13 normal temper, dicelup pada Al-12%Si dengan temperatur 700 °C dengan penambahan unsur mangan 0.1%Mn, 0.3%Mn, 0.5%Mn dan 0.7%Mn. Dalam penelitian ini, dihasilkan satu lapisan intermetalik untuk setiap pencelupan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan 3000 rpm dengan penambahan 0.5 ? 0.7% Mn adalah yang paling efektif untuk menurunkan ketebalan lapisan intermetalik pada fenomena die soldering. Namun kecepatan dan kadar Mn dalam paduan Al-12%Si tidak memberikan pengaruh langsung terhadap kekerasan lapisan intermetalik yang terbentuk.

Die soldering is the result of reaction between liquid aluminum with surface of die material. Because of the high affinity of aluminum to iron causes iron from the die diffuse into aluminum and form intermetallic layers with binary phase Fe-Al and ternary Fe-Al-Si on the surface of the die.
This study was conducted to find the characteristics of Al-Fe-Si intermetallic layer formed during the dynamic dipping process with speed 2500, 3000 and 3500 rpm. Test specimen used in this study is normal-tempered H13 hot work tool steel, dipped in Al-12% Si with a temperature of 700 °C with the addition of manganese 0.1% Mn, 0.3% Mn, 0.5% Mn and 0.7% Mn. One intermetallic layer was produced for each dyeing in this study.
The results showed that speed of 3000 rpm with the addition of 0.5 - 0.7% Mn is the most effective to reduce the thickness of the intermetallic layer on the die soldering phenomenon. Speeds and levels of Mn addition in the alloy Al-12%Si did not show direct effect on the hardness of intermetallic layer.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S1703
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ryzki Abror
"Seawater Reverse Osmosis (SWRO) merupakan teknologi desalinasi yang paling populer di dunia untuk memenuhi permintaan air bersih yang tinggi. Namun, beberapa masalah dalam operasi SWRO terjadi, yaitu penurunan kinerja membran akibat pencemaran. Pencemaran pada membran umumnya disebabkan oleh salinitas tinggi dan kandungan organik dalam air laut. Oleh karena itu, untuk memenuhi standar kualitas, teknologi pretreatment diperlukan untuk meningkatkan kualitas air dan mengurangi beban kerja SWRO. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknologi pretreatment yang cocok, dengan memeriksa efisiensi penghilangan parameter-parameter dalam air menggunakan membran ultrafiltrasi dan mikrofiltrasi. Dalam penelitian ini, air feed diperoleh dari air laut yang telah diolah. Percobaan menggunakan membran Ultrafiltrasi berukuran pori rata-rata 0,01 mikron polikarbonat track-etched (PCTE) dan membran mikrofiltrasi polikarbonat (PC) berukuran pori 0,2 mikron, masing-masing dengan metode filtrasi dead-end dan nilai fluks konstan pada 60 L/m².jam dan 120 L/m².jam. Pemilihan membran polikarbonat didasarkan pada beberapa keunggulan, seperti daya tahan tinggi dan ketahanan terhadap bahan kimia. Parameter kualitas air seperti kekeruhan, total padatan terlarut (TDS), konduktivitas, oksigen terlarut (DO), zat organik (UV274), dan chemical oxygend demand (COD) diamati untuk menentukan kinerja masing-masing jenis membran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasi membran ultrafiltrasi mampu menghilangkan kekeruhan dan COD dalam jumlah yang tinggi dengan persentase penghilangan masing-masing sebesar 88 ± 4% dan 97 ± 1%. Selain itu, efisiensi penghilangan yang lebih rendah ditemukan untuk DO, TDS, UV274, dan konduktivitas menggunakan membran ultrafiltrasi. Dibandingkan dengan mikrofiltrasi, membran ultrafiltrasi terbukti sebagai pretreatment yang menjanjikan untuk SWRO dengan retensi parameter yang diukur lebih tinggi dan kinerja filtrasi membran yang lebih baik pada fluks 120 L/m².jam.

Seawater Reverse Osmosis is the most popular desalination technology in the world to meet high clean water demand. However, several problems in SWRO operations occurs, namely the decrease in membrane performance due to fouling. Fouling on the membrane is generally caused by high salinity and organic content in seawater. Therefore, to meet quality standards, pre-treatment technology is needed to improve water quality and reduce the workload of SWRO. This study aims to determine the suitable pre-treatment technology, by examining the removal efficiency of parameters in water using Ultrafiltration and microfiltration membranes. In this study, feed water was obtained from treated seawater. The experiment employed an average pore size of 0.01 micron polycarbonate track etched (PCTE) ultrafiltration membrane and 0.2 micron polycarbonate (PC) microfiltration membrane, respectively, with a dead-end filtration method and constant flux values at 60 L/m².h and 120 L/m2.h. The choice of polycarbonate membrane is based on several advantages, such as high durability and chemical resistance. Water quality parameters such as turbidity, total dissolved solid (TDS), conductivity, dissolved oxygen (DO), organic substances (UV274), and chemical oxygen demand (COD) were observed to determine the performance of each membrane types. The results showed that the operation of ultrafiltration membranes able to remove high amount of turbidity and COD with 88 ± 4 % and 97 ± 1 % removal percentage. Moreover, less efficiency removal was found for DO, TDS, UV274 and conductivity employing ultrafiltration membrane. In comparison to microfiltration, Ultrafiltration membrane was revealed as promising pretreatment for SWRO with higher retention of measured parameters and better membrane filtration performance at 120 L/m2.h."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Abror
"Lereng Timur Gunung Gede Pangrango, Sebagai bagian wilayah pegunungan di Jawa Barat, memiliki banyak objek wisata alam, Baik wisata alam umum dan wisata alam minat khusus. Dengan Metode Kualitatif Keruangan Deskriptif untuk mengidentifikasi Fasilitas objek wisata alam menggunakan pengukuran keruangan atas dasar Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ansiari, Menghasilkan pola distribusi keruangan daya tarik menurut klasifikasi daya tarik tinggi, sedang rendah, dan mengukur motivasi wisatawan dengan Preferensi Wisatawan, Status perjalanan, serta kebutuhan wisatawan menghasilkan pola distribusi motivasi. Menghasilkan distribusi motivasi menurut tipe motivasi wisatawan, menjadi pelancong, semi pelancong dan turis. Hubungan antara distribusi keruangan daya tarik dan distribusi keruangan tipe motivasi wisatawan menghasilkan pola keruangan.

The Eastern Slope of Mount Gede Pangrango, as part of the mountainous region in West Java, has many natural tourism objects, both general natural tourism and special interest natural tourism. Using the Descriptive Spatial Qualitative Method to identify the facilities of natural tourism objects by measuring spatial attributes based on Attraction, Accessibility, Amenities, and Ancillary, it results in the spatial distribution patterns of attraction classified into high, medium, and low attraction levels. Additionally, measuring tourist motivation through Tourist Preferences, Travel Status, and Tourist Needs produces motivation distribution patterns. This results in motivation distribution according to tourist motivation types, classified as travelers, semi-travelers, and tourists. The relationship between the spatial distribution of attractions and the spatial distribution of tourist motivation types produces spatial patterns. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanif Abror
"Latar Belakang : Mahasiswa obesitas memiliki jumlah langkah dan tingkat aktivitas fisik lebih rendah dibandingkan non obesitas. Untuk meningkatkan aktvitas fisik perlu diketahui bagaimana persepsi mahasiswa obesitas terhadap latihan fisik. Tesis ini bertujuan mengembangkan kuesioner persepsi latihan fisik dan kemudian mencari hubungannya dengan jumlah langkah dan tingkat aktvitas fisik mahasiswa obesitas Universitas Indonesia
Metode : Tahap pertama adaptasi dan validasi kuesioner HBMSE menjadi kuesioner persepsi latihan fisik, adaptasi menggunakan metode ISPOR, validasi pada mahasiswa menggunakan metode CFA. Tahap kedua studi potong lintang pada mahasiswa obesitas di Universitas Indonesia, persepsi latihan fisik diukur dengan kuesioner persepsi latihan fisik, jumlah langkah diukur dengan pedometer dan tingkat aktvitas fisik diukur dengan GPAQ.
Hasil : Kuesioner persepsi latihan fisik versi Bahasa Indonesia dengan 20 item pertanyaan memiliki validitas (CFI=0,90, TLI=0,92, dan RMSEA=0,06) dan reliabilitas yang baik (Chronbach alpha=0,865). Median jumlah langkah harian mahasiswa obesitas 4829(1812-10958) langkah. Persentase tingkat aktivitas fisik cukup 64%. Analisis bivariat persepsi kerentanan dengan jumlah langkah (r = 0,283, p=0,046).
Simpulan : Kuesioner persepsi latihan fisik memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Terdapat korelasi yang lemah antara persepsi kerentanan dengan jumlah langkah mahasiswa obesitas.

Background: Obese students have a lower stepscount and physical activity levels than non-obese students. To increase physical activity, it is necessary to know how obese students perceive physical exercise. This thesis aims to develop a physical exercise perception questionnaire and then look for its relationship with stepscount and physical activity level of obese students at the University of Indonesia.
Method: The first stage was adaptation and validation of the HBMSE questionnaire into a physical exercise perception questionnaire, adaptation using the ISPOR method, validation in university student using the CFA method. In the second stage of a cross- sectional study on obese students at the University of Indonesia, perceptions of physical exercise were measured using a physical exercise perception questionnaire, stepscounts was measured with a pedometer and the level of physical activity was measured with the GP AQ..
Results: The Indonesian version of the physical exercise perception questionnaire with 20 question items has good validity (CFI=0.90, TLI=0.92, and RMSEA=0.06) and reliability (Chronbach alpha=0.865). The median number of daily steps for obese students is 4829(1812-10958) steps. The percentage of sufficient physical activity level is 64%. There is significant correlation from bivariate analysis of perceived vulnerability with stepscount (r = 0.283, p=0.046).
Conclusion: The physical exercise perception questionnaire has good validity and reliability. There is a weak correlation between perceived vulnerability and the number of steps taken by obese students.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nadjamuddin Abror
"Pengelolaan perubahan pada pengembangan/pembangunan perangkat lunak sangat erat kaitannya dengan pengelolaan konfigurasi. Dalam konsep Rational Unified Process (RUP), pengelolaan perubahan dan pengelolaan konfigurasi merupakan satu kesatuan disiplin yang disebut dengan "configuration and change management" yang dikelompokkan sebagai core supporting workflow. Dalam kerangka pengelolaan konfigurasi dan perubahan ini, RUP memperkenalkan pendekatan Unified Change Management (UCM) untuk diadopsi dalam pengembangan perangkat lunak. Berdasarkan pendekatan UCM ini, fokus pendekatan dilakukan terhadap dua hal yaitu: activity dan artifact. Untuk pengelolaan aktifitas proyek (activity) telah difasilitasi dengan alat bantu Rational ClearQuest, sedangkan pengelolaan terhadap deliverable proyek atau artefak difasilitasi dengan alat bantu Rational ClearCase.
Dalam proyek akhir ini penulis mencoba menerapkan konsep itu dengan penggunaan kedua alat bantu secara bersama-sama. Tujuannya adalah agar didapat gambaran secara jelas mengenai penggunaan dan manfaat kedua alat bantu tersebut dalam kendali perubahan baseline pada proyek pengembangan perangkat lunak. Output proyek akhir ini adalah suatu tutorial atau alat bantu pembelajaran elektronik (computer-based learning) yang diharapkan dapat menjadi panduan bagi para calon pengguna.
Berdasarkan ujicoba yang dilakukan oleh penulis terhadap kedua alat bantu pengelolaan perubahan dan konfigurasi perangkat lunak tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua alat bantu tersebut sangat bermanfaat bagi manajer proyek maupun para anggota Tim dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya bagi kesuksesan proyek. Namun penulis mendapatkan bahwa proses penyiapan lingkungan kerja atau setup terhadap alat bantu Rational ClearQuest cukup sulit bila dibandingkan dengan Rational ClearCase. Penulis mengusulkan agar dalam penerapan Rational ClearQuest sedapat mungkin menggunakan schema baku yang sudah tersedia di dalam sistem daripada melakukan modifikasi-modifikasi yang membutuhkan seorang administrator dengan kemampuan programming. Sementara dari segi penggunaan bagi para user (pengguna sistem), alat bantu Rational ClearCase lebih kompleks dan sulit. Hal ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para calon implementor kedua alat bantu ini untuk mengetahui dimana perhatian yang lebih besar harus diberikan"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
T53969
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Yaqub Al Abror
"ABSTRAK
Penelitian ini mencoba menjelaskan dan mengidentifikasi politik kelompok diaspora sebagai salah satu instrumen politik transnasional. Tulisan ini menggunakan model analisis perbandingan dengan membandingkan dua kasus yaitu politik diaspora Rusia di Latvia dan Estonia. Analisa perbandingan digunakan untuk menjelaskan fenomena politik diaspora Rusia di kedua negara yang memiliki karakteristik sosio-politik yang relatif sama namun menunjukan hasil yang berbeda. Kerangka pemikiran tentang struktur kesempatan politik diaspora digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang membedakan politik diapsora Rusia di Latvia dan Estonia. Penelitian ini melihat struktur kesempatan politik lebih mendukung aktivisme politik kelompok diaspora Rusia di Latvia daripada di Estonia. Selain itu semakin terintegrasinya kelompok diaspora Rusia di kedua negara menyebabkan tereduksinya pengaruh Rusia dan aktivisme kelompok diaspora Rusia di kedua negara.

ABSTRACT
This study tries to explain and analyze diaspora politics one of the transnational political
instruments used by non-state actor. By using a comparative analysis in term of
comparing two cases namely the Russian diaspora politics in Latvia and Estonia.
Comparative analysis is used to explain the political phenomenon of the Russian
diaspora between the two countries which was actually based on the same sociopolitical
characteristics in the beginning but had a different result in common. A
framework of thought for the opportunity structure of diaspora politics is used to
explain and analyze fact or factors distinguish Russian diaspora politics in Latvia and
Estonia. This study sees the political opportunity structure more in favor of political
activism of the Russian diaspora in Latvia rather than in Estonia. Having said that, the
increasingly integrated Russian diaspora in the two countries have led to the reduction
of Russian influence and the activism of Russian diaspora groups in both countries."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library