Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 212 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Budi Cahyadi
"ABSTRAK
Karbondioksida dan metana merupakan gas-gas yang sangat mempengaruhi pemanasan global seperti efek rumah kaca. Selain itu pada beberapa sumber cadangan gas alam di Indonesia seperti di Natuna, kandungan CO2 dalam gas alam terbilang sangat tinggi (71,2%). Hal ini menjadi kendala pemanfaatannya untuk keperluan industri. Salah satu usaha unmk mengatasinya adalah reaksi reformasi CO2/CH4 agar diperoleh gas sintesis (CO + H3). Katalis Ni/Al2O3 banyak dipakai untuk reaksi reformasi-reformasi CO2/CH4. Tetapi kendala yang timbul adalah masalah deposit karbon dan deaktivasi katalis.
Katalis 10% wt Ni/Al2O3 dengan penambahan lithium dibuat dengan cara impregnasi basah dan dikarakterisasi dengan metode BET dan FTIR Preparasi katalis dibedakan dalam bebarapa metode. Kandungan Li dalam katalis metode 1 sampai 3 sebesar 5% sedangkan metode 4 divariasikan penambahan Li. Katalis metode 1 dilakukan dalam dua langkah. Langkah pertama Li diimpregnasikan ke y-A1203 kemudian dikalsinasi. Pada langkah ke dua, Li/y-Al2O3 dari langkah 1 ditambahkan Ni. Katalis matode 2 juga dilakukan dalam dua langkah namun sekuensial penambahan Li dan Ni kebalikan dari metode 1. Metode 3 dan 4 dilakukan dalam satu tahap dengan penambahan Li dan Ni secara simultan. Perbedaannya terletak pada pengadukan sonilikasi pada metodc 4. Uji aldivitas dilakukan pada reaktor unggun tetap dengan rentang temperatur 600-900°C dan rasio CO2/CH4 1 - 3.
Ternyata luas permukaan katalis berkurang secara signifikan setelah penambahan lithium. Luas permukaan setelah dilambahkan 1% Li sebesar 49.04 ml/gram dan semakin menurun sampai 4.05 ml/gram setelah penambahan 10% Li.
Katalis yang dihasilkan dari variasi melode didapatkan bahwa konversi CH4, dan CO2
metode 1 dan 3 relalif lebih tinggi dibandingkan dengan metode 2. Selektivitas CO dan H2 metode 2 lebih besar dibandingkan metode 1 dan 3 pada rentang temperatur 600-900°C. Konversi CH4, dan CO2. Semakin kecil seiring dengan penambahan variasi lithium. Penambahan 1% Li memiliki konversi CH4 dan CO2 71.8 % dan 68.1% semakin menurun secara signifikan menjadi 17.255 dan 20.16% setelah penambahan 10% Li pada temperatur 800°C dan rasio CO2/CH4 1. Penambahan 1% Li ternyata belum mampu meningkatkan stabilitas Katalis Li/y-Al2O3 pada temperatur 800°C."
2000
S50847
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Suryanetti
"ABSTRAK
Salah satu alternatif yang cukup prospektif untuk mereduksi gas CO2 adalah dengan reduksi fotokatalitik terhadap gas CO2 (atau dalam bentuk larutan karbonatnya) dengan TiO2 sebagai katalis semikonduktor dan sinar ultra violet (UV) sebagai sumber energi fotonnya. Kelebihan dari metode ini diantaranya tidak memerlukan reduktan Hg, energi panas yang tinggi, dan tekanan tinggi.
Pada penelitian ini ingin didapatkan kondisi operasi yang optimal untuk menghasilkan laju pembentukan produk yang tinggi. Kondisi opreasi yang divariasikan adalah konsentrasi reaktan, berat katalis, pH dan penambahan EDTA dengan konsentrasi yang berbeda. Katalis yang digunakan adalah katalis TiO2 dalam bentuk serbuk yang dipreparasi dengan bahan awal TiCl4. Reaktor yang digunakan adalah reaktor fotokatalitik dengan sistem batch dengan aliran gas nitrogen dan CO2. Produk diambil setelah 5 jam dan dianaiisa dengan Gas Chromatography dengan detektor FID (Shimadzu Model GC-SA) yang dilengkapi dengan kolom propak-Q, dengan nitrogen sebagai gas carrier.
Produk yang didapatkan setelah analisa adalah metanol, etanol dan aseton, dengan produk terbanyak adalah metanol. Kondisi optimum yang diperoleh adalah pada konsentrasi KHCO3 1 M dengan berat katalis 0,5 gr - 1 gr. pH optimum yang diperoleh adalah dalam keadaan asam yaitu pada pH 4, sedangkan untuk penarnbahan EDTA belum didapatkan hasil yang optimum.

"
2001
S49132
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farida
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S49134
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anom Sulistiyo
"ABSTRAK
Katalis serbuk TEOZ terutarna yang terdiri dari struktur anatase memiliki aktivitas cukup tinggi dibandingkan katalis-katalis lainnya. Untuk menghasilkan katalis TiO2 dengan aktivitasnya cukup tingggi ditentukan dari metode preparasi katalis tersebut. Pada penelitian ini dilakukan penambahan SiO; pada katalis Ti02 yang, dimaksudkan untuk menambah luas permukaan katalis, sehingga dlharapkan aktivitas katalis akan bertambah. Berdasarkan penelitian-penelitian yang, telah dilakukan sebelumnya, metode sol-gel merupakan salah satu metode yang cukup prospektif untuk menghasilkan katalis film TiO2 yang aktif.
Jumlah presentase anatase yang lebih besar merupakan salah satu Faktor yang sangat mempengaruhi aktivitas katalis tersebut.
Fotokatalis semikoduktor serbut dan Elm TiO2-SiO2 dipreparasi dengan metode sol-gel dengan menggunakan bahan awal Ti(OC3H7)4 dan Si(OC2H5)4. Preparasi serbuk dan film TiO2-SiO2 menggunakan etanol sebagai pelarut. Kemudian sampel hasil preparasi dikalsinasi dengan temperatur 400°C, 500°C, 600°C dan 800°C selama 2 jam. Serbuk hasil preparasi dikaralcterisasi dengan FTIR, BET, XRD, Kemudian katalis serbuk dan film TiO2-SiO2 ini diuji aktivitasnya untuk mereduksi C01 dalam fotorealctor batch
Hasil karakterisasi FTIR dan XRD untuk sampel TS-15 (100% TiO2, kalsinasi 500°C) dan TS-48 (30% SiO2, kalsinasi 800 °C) didapatkan hasil serbuk fasa anatase (100%
anatase), sedangkan sampel TS-18 (100% TiO2, kalsinasi 8O0°C) didapatkan hasil serbuk fasa rutile (100% rutile). Hasil karakterisasi BET menunjukan bahwa salupel TS-4 (30%SiO3) memiliki luas permukaan yang paling, besar dibandingkan sampel lainnya hal ini dipengaruhi oleh jumlah penambahan SiO2 pada tiap sampel yang berbeda. Makin tinggi presentase penambahan SiO2 pada tiap sampel maka luas permukaan katalis makin besar dan semakin banyak Fasa anatase.
Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa serbuk katalis dengan presentase anatase semakin besar memiliki aktivitas yang, lebih tinggi, sedangkan untuk katalis film menunjukkan bahwa penambahan SiO2 akan menghalangi sinar UV untuk sampai ke permukaan katalis film, sehingga pembentukan hole e- akan terhambat. Katalis serbuk dengan jumlah penambahan SiO2 30% memiliki akrtivitas paling tinggi dibandinglgan katalis-katalis serbuk lainnya, sedang, katalis film yang, dilapisi dengéll TiO1 l00% memiliki aktivitas lebih tinggi dibandingkan yang, dilapisi dengan jumlah penambahan SiO2 30%. Berdasarkan hasil uji aknivitas tersebut diketahui bahwa faktor-Faktor yang mempengamhinya antara lain metode preparasi, luas permukaan dan struktur kristal (anatase dan rutil).

"
2001
S49019
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vanny Endritasari
"Alumina aktif (Al3O;) merupakan Salah satu jenis desiccnnr yang banyak digunakan unluk mengadsorp uap air pada gas, karena memiliki struktur yang kuat, luas permukaan besar (200-400 mg/g), Lidak mudah terdaklivasi oleh senyawa organik, dan dapat diregenerasi pada temperatur relatif rendah (250-350°C). Pada penelitian ini dilakukan proses Bayer unluk mcnghasilkan alumina aktif dari bauksit Bintan dcngan langkah ulama preparasi bijih bauksit, ekstraksi aluminium hidroksida (Al(0l-l)3), presipitasi aluminium hidroksida, dan kalsinasi aluminium hidroksida agar terbentuk alumina aktif.
Salah satu faktor yang mempcngaruhi kualilas dan kuantitas dari aluminium hidroksida clan alumina aktif adalah temperatur presipitasi. Oleh sebab itu dalam pcnelilian ini dilakukan variasi temperatur presipitasi.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa aluminium hidroksida berbcntuk kristal bayer-ire pada tcmperatur presipitasi 27°C (temperatur kamar) dan berbcntuk kristal gibbsite pada temperarur presipiiasi 80°C Diantara kedua temperalur tcrsebul bayerile dan gibbsire yang lerbcntuk memiliki Lingkal kristalinitas yang lebih rendah, dimana semakin rcndah tingkat kristalinitasnya, jumlah aluminium hidroksida yang lerpresipilasi semakin banyak, dan puncaknya tcrdapal pada lempcratur prcsipilasi 60°C, dimana % ckstraksi aluminium hidroksida dari bauksil mencapai 87.03%
Alumina aktif yang memenuhi kritcria sebagai desiccrmr bcrdasarkan luas permukaannya dihasilkan dari kalsinasi lerhadap aluminium hidroksida yang dipresipitasi pada temperatur kamar, 40°C dan 80°C, dimana ketiga alumina aklif tersebut bcnurut-tumt memiliki luas permukaan sebesar 349,3 ml/g, 2502 ml/g dan 234.7 m2/g, dengan % ekstraksi bemirul.-lurut sebesar l6,38%, 36,4% dan 25,9%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S49288
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wenny Halim
"Permasalahan tambak udang di Indonesia saat ini cukup menyita perhatian Pemerintah. Hal ini dikarenakan kerugian yang ditimbulkan akibat penolakan ekspor udang ke berbagai negara Asia dan Amerika cukup besar dan banyak pemilik tambak mengalami kebangkrutan. Salah satu faktor penolakan tersebut adalah terdapatnya Salmonella dalam tubuh udang yang diekspor. Salmonella merupakan salah satu bakteri patogen yang dapat membahayakan manusia. Pada penelitian ini, penulis mencoba menerapkan teknologi ozon dan sinar UV terhadap bakteri Salmonella typhimurium pada air tambak udang. Namun, sebagai referensi, penulis juga menerapkan kedua teknologi ini pada air danau UI yang mengandung Salmonella typhimurium. Penelitian dilakukan dengan variasi waktu disinfeksi dan laju alir air yang masuk ke dalam proses disinfeksi. Dari hasil penelitian, data yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin kecil laju alir air yang masuk ke dalam proses, semakin kecil pula bakteri yang terdapat dalam sampel setelah proses. Dari data penelitian tersebut, waktu disinfeksi gabungan ozon-sinar UV paling efektif adalah 5 menit. Penerapan teknologi ozon-sinar UV pada air tambak udang menunjukkan penurunan bakteri setelah proses cukup signifikan yaitu dari jumlah awal 5,1x106 menjadi 4x103 pada laju alir sebesar 0,39 L/menit; 8,2x104 pada laju alir sebesar 0,48 L/menit; dan 1,4x104 pada laju alir sebesar 0,5 L/menit.

Recent years, there is a problem in Indonesia's aquaculture especially on prawn's pond. This become a serious problem because of a presence of Salmonella typhimurium in prawn's body that make rejection of prawns' export to Asia, Europe and United States and this cause a great lost income for prawns' owner. Salmonella is one of pathogen bacteria that can harmfull to human. In this research, I try to apply ozone and UV light technology to disinfect Salmonella typhimurium in that pond's water. Besides that, I also apply this two technologies in UI lake water that contain Salmonella typhimurium, as reference. This research is done by varifying disinfection time and circulation rate to disinfection process. From results that I get in this research, show the smallest the circulation rate to process, the smallest the bacteria contain in water after disinfection. For disinfection using ozone and UV light, the effective time from the various time that have been done is 5 minutes. For applying ozone and UV light on pond's water shows that there has been significantly decreased in total bacteria from 5,1x106 to 4x103 for circulation rate of 0,39 L/minute; 8,2x104 for circulation rate of 0,48 L/minute; and 1,4x104 for circulation rate of 0,5 L/minute."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S49719
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Dita Agretta
"ABSTRAK
Indonesia merupakan salah satu pengekspor hasil ikan terbesar di Asia. Namun
belakangan ini timbul masalah yang menjadi tantangan ekspor komoditi udang
Indonesia yaitu adanya dugaan bakteri patogen yang terkandung di dalam udang. Dari
hasil pegujian BPPMHP 1997 dari kombinasi ikan nila dan udang positif mengandung
Salmonella. Salmonela typhimurium sangat berbahaya bagi tubuh manusia selain dapat
menyebabkan penyakit tipus, bakteri ini juga dapat menyebabkan kematian. Pada
penelitian ini penulis mencoba meneliti cara untuk mengolah air. Air yang digunakan
sebagai sampel dalam penelitian ini adalah air danau UI. Penyinaran dengan
menggunakan sinar Ultraviolet (UV) dan sinar Infrared (IR) adalah proses utama
dalam proses pengolahan air yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui efektivitas kinerja sinar Ultraviolet (UV) dan Infrared (IR) dalam
pengolahan air untuk membunuh bakteri Salmonella thypimurium. Parameter yang
diukur adalah jumlah kandungan mikroorganisme yang ada dalam air. Dalam
penelitian ini dilakukan 3 variasi laju alir yaitu: 6,55mL/s; 7,98 mL/s; dan 9,13mL/s
dengan penyinaran sinar UV, IR serta konfigurasi sinar UV dan IR.
Dari hasil penelitian untuk masing-masing laju alir diperoleh hasil mikroorganisme
yang ada dalam air danau akan mengalami penurunan pada laju alir 6,55mL/s dan akan
mengalami kenaikan pada laju alir 7,93 mL/s. Hal ini menunjukkan bahwa pad laju alir
yang kecil mikroorganisme cendrungan akan mudah dibunuh dengan penyinaran UV,
IR atau konfigurasi UV dan IR. Dari hasil perbandingan proses pengolahan air yang
digunakan, diperoleh bahwa konfigurasi sinar Ultraviolet (UV) dan sinar Infrared (IR)
memiliki Efektivitas yang paling baik jika dibandingkan dengan menggunakan
penyinaran sinar Ultraviolet dan sinar Infrared (IR) tanpa konfigurasi. Jumlah bakteri
setelah dilakukan proses penyinaran dengan konfigurasi UV dan IR
8,8 x 106; 1,0 x 105; 1,2 x 107 dan 4,5 x 106."
2007
S49718
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ekky Rizkiyadi
"Metil asetat sebagai pensuplai gugus alkil direaksikan dengan trigliserida dari minyak jelantah dalam reaktor batch. HPLC digunakan untuk menganalisa reaktan dan produk. Hasil penelitian ini menunjukkan Candida rugosa mampu mengkonversi 75% rantai asam lemak dari trigliserida minyak jelantah menjadi biodiesel yang dihasilkan menggunakan biokatalis dalam bentuk tersuspensi pada kondisi biokatalis sebesar 4% wt substrat, rasio mol minyak/alkil sebesar 1:12 selama 50 jam reaksi. Uji stabilitas menunjukkan bahwa biokatalis terimobilisasi ini masih memiliki aktivitas untuk tiga kali siklus reaksi. Uji efek inhibisi diperoleh % yield terbesar 28.30% untuk lipase tersuspensi sedangkan untuk uji variasi diperoleh % yield terbesar 26.49% pada temperatur 50ºC untuk lipase tersuspensi. Model kinetika berbasis Michaelis Menten mampu menggambarkan reaksi ini dengan ditandai hasil fitting yang cukup memuaskan dengan data hasil eksperimen.

In this reaction, methyl acetate is reacted with triglyceride from fried palm oil in batch reactor. The reactants and products were analyzed using HPLC. The result showed that Candida rugosa lipase can convert 75% fatty acid from triglyceride in Fried palm oil to biodiesel under the condition of 4% wt of the biocatalyst concentration, oil/alkyl mole ratio equal to 1:12 in 50 hour reaction. Stability test indicate that the activity of the immobilized biocatalyst still remain after three reaction cycles. The maximum yield of methyl ester for inhibition test was 28.30% achived from lipase in suspension form and the maximum yield for temperature variation test was 26.49% gained in temperature of 50ºC from lipase in suspension form. Kinetic model based on Michaelis Menten mechanism can describe this reaction with comparing experiment data result to fitting data result."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S52202
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Witta Kartika Restu
"Dimetil eter (DME) diproduksi dengan dua metode: (1) metode tidak langsung yang memiliki dua langkah prosedur, pembentukan metanol dari gas sintesis dilanjutkan dehidrasi metanol dan (2) metode langsung yang memiliki satu langkah prosedur yaitu proses pembentukan dimetil eter secara langsung dari gas sintesis. Sintesis langsung dimetil eter dari gas sintesis secara termodinamika lebih berprospek karena memiliki konversi yang lebih tinggi dan secara ekonomi memiliki biaya operasi yang rendah. Penelitian ini bertujuan membuat katalis bifungsi dengan karakteristik kristalinitas tinggi dan luas permukaan besar dengan aktivitas yang tinggi. Katalis yang digunakan adalah logam Cu-Zn sebagai katalis sintesis metanol dan Zeolit Alam Malang teraktivasi (HZAM). Metode preparasi katalis yang digunakan adalah kopresipitasi-sedimentasi dan sol gel-impregnasi. Dilakukan variasi temperatur kalsinasi pada 350, 500, dan 600°C. Pengujian terhadap zeolit alam teraktivasi yang dihasilkan adalah dengan menggunakan karakterisasi BET untuk mengetahui luas permukaan dan karakterisasi XRF untuk mengetahui rasio Si/Al di dalamnya. Pada katalis bifungsi dilakukan karakterisasi BET, XRD, dan XRF. Katalis bifungsi beroperasi pada kondisi tekanan 20 bar dan temperatur 220_C. Hasil uji aktivitas katalis terbaik yaitu pada katalis dengan metode kopresipitasi sedimentasi, menunjukan konversi CO sebesar 34% (% mol), selektivitas dimetil eter sebesar 55% (% mol), dan yield dimetil eter sebesar 19% (% mol).

Dimethyl ether produced using methods (1) Indirect method, synthesis and dehidration of methanol (2) Direct method, synthesis dimethyl ether from syngas. It has higher conversion thermodynamically and lower operating cost. This research aims to make a bifunctional catalyst with some characteristic such as high crystalinity, high surface area, and high activities. Catalyst consists of Cu-Zn metal as synthesis methanol catalayst and activated natural zeolite as dehydration catalyst. Method using in preparation catalyst is coprecipitation sedimentation and sol gel impregnation. Variation is done in calcinations temperature, 350, 500, and 600°C. Activated natural zeolite characterized by BET to know surface area and XRF to know Si/Al ratio. Bifunctional catalyst characterized by BET surface area, XRD, and XRF. Operation condition of bifunctional catalyst is 20 bar and 220°C. Best catalyst activity, catalyst with coprecipitation sedimentation method show CO conversion 34% (% mole), dimethyl ether selectivity 55% (% mole), and yield dimethyl ether 19% (% mole)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51826
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Susilowati
"Dalam Penelitian ini ingin diketahui keefektifan proses kombinasi fotokatalisis dan adsorpsi dengan TiO2 dan zeolit alam Lampung (ZAL). Alat yang digunakan berbentuk kotak dilengkapi dengan lampu UV-A, panel aluminium berlapis TiO2-ZAL, dan kipas penyedot. Panel aluminium dikombinasikan dengan fotokatalis TiO2 dan adsorben ZAL melalui metode penyemprotan.
Hasil pengujian kinerja alat penangkap nyamuk menunjukkan bahwa panel yang dilapisi TiO2-30% ZAL memberikan kondisi yang maksimal untuk menarik nyamuk dan mendegradasi gas asetaldehida dan toluena. Kombinasi proses yang mengintegrasikan fotokatalisis dan adsorpsi sangat menjanjikan untuk diterapkan pada alat perangkap nyamuk fungsi ganda ini.

This study wanted to know the effectiveness of the combination photocatalysis and adsorption with TiO2 and Lampung's natural zeolite. The instrument used is a box equipped with UV-A light, TiO2-Lampung's natural zeolite coating aluminum panels, and the suction fan. Aluminum panels was combined with TiO2 photocatalysis and Lampung's natural zeolite adsorbent through spraying methods.
The results of performance from testing tool in catching mosquitoes showed that TiO2-Lampung's nature zeolite coated panles gave the maximum condition in attracting mosquitoes and degrading acetaldehyde and toluene gas. The combination of photocatalysis and adsorption which is integrated is very promising to be applied on the mosquito double trap functioned tool.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51714
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   3 4 5 6 7 8 9 10 11 12   >>