Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 194 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wiliam-de Vries, Dede
Bogor: Center for International Forestry Rsearch (CIFOR), 2006
305.3 WIL g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Niken Wulandari Ratnaningsih
"Kemampuan yang dimiliki oleh perempuan untuk melahirkan, demikian juga dengan keahlian mengurus rumah tangga, telah dijadikan suatu penanda untuk membedakan laki-laki dan perempuan. Hal ini lalu dijadikan alat untuk mengidentifikasi identitas dan pribadi peermpuan sebagai individu. Kapasitas yang dimiliki perempuan terkait dengan peran domestiknya juga sering dikaitkan dengan karakter perempuan yang cenderung tidak kompetitif dan berbagai persepsi lainnya yang bersifat merendahkan. Penilaian ini kemudian dianggap sebagai suatu yang alamiah Dalam hal ini, alam dijadikan alat legitimasi utuk mempertahankan status quo bahwa perempuan itu inferior. Mengingat alam berada di luar kendali manusia, maka tidak ada yang dilakukan untuk mengubah sesuatu yang bersifat alamiah. Kapasitas reproduksi perempuan semakin mendekatkan perempuan dengan peran dan fungsi domestiknya dalam kehidupan rumah tangga dan dijadikan alat untuk menentukan peran dan kedudukan perempuan secara sosial di dalam masyarakat. Skripsi ini membahas masalah identifikasi dan representasi perempuan terkait dengan peran mereka sebagai ibu atau istri dalam suatu relasi domestik khususnya dalam lingkup masyarakat patriarkal.

Womens ability to bear and suckle children, as well as to maintain the household, has been seen as not only marking out their difference from men, but also as generating within women a distinctively female identity and personality. Women_s reproductive capacity is also linked with character traits of nurturance, lack of competitiveness, and so on. Nature is frequently invoked to account for womens difference from men, but also to set up a natural link between bearing a child and bringing up that child. Women_s reproductive capacity, therefore, is seen to determine their proper social roles. Nature in this sense is a powerful legitimating tool for maintaining the status quo. Since nature is outside of human control, this type of argument suggests, there is nothing that can be done to alter it. Thereby motherhood is still largely as a given fact rather than as the possible outcome of specific social processes because it is often seen as a natural outcome of biologically given gender differences. This thesis is concerned with the identification, representation of women with motherhood, with the links made between being a woman and being a mother or a wife doing domestic activities within the household, especially in the male dominated culture."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S14973
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ebrey, Patricia Buckley
New York: Routledge , 2003
305.409 51 EBR w
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Angelia Sun Putri
"Penelitian ini bertujuan untuk menggali hubungan antara cinta, yang terdiri dari komponen intimacy, passion, dan commitment, dengan orientasi masa depan pada hubungan romantis (FTORR), yang terdiri dari pencarian hubungan permanen dan fokus masa depan. Partisipan dalam penelitian ini adalah dewasa muda (N=120) yang sedang berpacaran diberikan skala triangular cinta (Sternberg, 1987) dan skala FTORR (Öner, 2000b).
Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara cinta dengan orientasi masa depan pada hubungan romantis. Hal ini berarti bahwa individu dengan kadar cinta yang tinggi cenderung mencari hubungan yang relatif permanen. Sebagai hasil tambahan dari penelitian, lama berpacaran juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan orientasi masa depan. Implikasi hasil penelitian adalah dewasa muda dapat mengembangkan setiap komponen cinta sehingga dapat mengarah pada pembentukkan hubungan jangka panjang yang lebih baik.

The aim of this study is to examine the correlation between love, consist of intimacy, passion, and commitment, and future time orientation of romantic relationship (FTORR), consist of permanent relationship seeking and future relationship. The partisipant of this study are young adults (N=120) who are in romantic relationship were given The Sternberg Love Scale (1987) and FTORR Scale (Öner, 2000b).
Results indicated a significant correlation between love scale with its component and FTORR scale. It means individuals who have higher love scores tend to seek more permanent relationship. In addition to the results, duration of the relationship has a significant correlation with FTORR. In order to have better long-term relationship, individuals should do effort to enrich their component of love.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2010
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Butler, Pamela E.
San Francisco: Harper & Row, 1981
155.333 BUT s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Khairan
"Kebijakan Daerah Operasi Militer (DOM) terhadap Aceh mulai tahun 1989 s.d. 1998 sebagai sebuah strategi Pemerintah Republik Indonesia untuk menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM), telah menimbulkan mala petaka yang berakibat luka dan kedukaan bagi rakyat Aceh. Akibatnya tidak kurang dari 8.344 orang meninggal dunia, 575 orang hilang, 1.465 orang istri menjadi janda, 4.670 orang anak yatim, 298 orang cacat seumur hidup dan 34 orang perempuan diperkosa. Kekerasan seksual merupakan goncangan yang luar blasa yang teijadi di Aceh sepanjang sejarah perjuangan rakyat Aceh (ketika masih sebagai sebuah bangsa yang berdaulat), belum pemah terjadi dan kenyataan ini terlalu menyakitkan bagi rakyat Aceh. Karena faktor budaya, korban merasa malu dan rendah diri dalam masyarakat. Ada kecenderungan korban merahasiakan kekerasan seksual yang dialaminya. Disisi lain, pada umumnya mereka perempuan yang berpendidikan rendah, cenderung tidak mempunyai ketrampilan khusus dan juga berpenghasilan rendah serta hidup dalam kemiskinan. Ada perempuan korban yang merasa malu melaporkan diri kepada pihak yang berkompeten. Selain rasa malu, para korban juga sulit menjangkau ibu kota kecamatan untuk melapor kejadian yang mereka alami, karena situasi konflik terus berlangsung dan juga jarak yang harus ditempuh ke kecamatan relatif jauh. Yang menjadi fokus masalah di sini adalah bagaimana Persepsi korban tentang dirinya sendiri, interaksi mereka dengan orang lain, dan cara mereka melihat masa depannya sendiri.
Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui Pendekatan kualitatif yang perempuan bertujuan untuk memahami pengalaman korban perempuan dengan meneliti persepsi dirinya interaksi dengan orang lain dan cara korban melihat masa depannya Sendiri, agar dapat dijadikan landasan dalam membuat program untuk membantu perempuan korban kekerasan seksual. Informan penelitian diperoleh pada dua kecamatan yaitu kecamatan Peureulak dan Julok yang dilakukan pada bulan Februari s.d. Maret 2001 dan dilanjutkan pada bulan Juni 2001. Informan penelitian yang dijadikan kelompok kasus sebanyak 7 orang. Penelusurannya dilakukan dengan tehnik Snow Ball, dengan karakteristik informan; perempuan gadis (belum menikah), perempuan berkeIuarga (menikah) dan perempuan janda. Kemudian dilengkapi derigan 4 Informan annya yang dinggap dapat memperjelas informasi yang diperoleh. Metode pengambilan informasi dilakukan dengan pengamatan terlibat terhadap kelompok kasus dilengkapi dengan wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang dilabelkan sebagai orang yang menyimpang dari norma yang berlaku tergantung proses terjadinya tindak kekerasan seksual itu sendiri. Reaksi masyarakat terhadap korban dapat berupa positif atau negatif. Secara umum peran keluarga, orang dekat korban dan tokoh agama ikut berpengaruh terhadap korban dalam mengembalikan cara pandang korban terhadap dirinya sendiri, interaksi dengan orang lain dan cara melihat masa depannya sendiri setelah korban mengalami tindak kekerasan seksual. Pada umumnya korban masih melihat dirinya sendiri sebagai orang yang berguna setelah Iingkungan memberikan reaksi simpati terhadap korban. Lalu dari interaksi antara korban dengan Iingkungannya, muncul kembali semangat meraih masa depan dengan kemampuan yang dimiliki korban. Hal ini menunjukkan bahwa modal sosial masyarakat Aceh signifikan ikut mempengaruhi persepsi diri korban. Di sisi lain, secara umum perempuan korban kekerasan seksual di Aceh mempunyai mental yang tangguh, hal ini ditandai oleh data lapangan dengan tidak ditemukan satu orangpun korban yang bunuh diri akibat diperkosa. Ada kecenderungan signifikan hal tersebut berhubungan dengan budaya Aceh yang melarang seseorang bunuh diri karena itu adalah salah satu dosa besar dalam Agama (Islam). Pembinaan korban relatif sulit dilaksanakan, jika situasi keamanan masih rawan. Oleh karena itu untuk melakukan pembinaan yang sustainable melalui pernberdayaan, korban memerlukan situasi keamanan yang kondusif. Memberikan bantuan kepada korban adalah baik. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan program konkrit yang dilaksanakan yaitu: membuat pusat-pusat rehabilitasi mental pada tiap Puskesmas - Puskesmas Pembantu oleh psikolog (ahil Jiwa) dan menghidupkan kembali pengajian tradisional secara reguler dan konsultasi personal dalam dimensi keagamaan terhadap korban dengan memanfaatkan pesantren. Membuat pusat rehabilitasi Personal/community dalam rangka kesinambungan (sustainabelity) melalui pelatihan sesuai bakat, minat dan prospek bahan baku yang ada di desa korban (people centered development). Kemudian membantu melakukan pangsa pasar untuk pemasanan produk secara berkelanjutan. Bagi korban yang tidak mempunyai keterampilan khusus, dibimbing dengan memberikan modal usaha tradisional (misalnya beternak)."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T3648
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
F Sinta Mira W
"ABSTRAK
Analisa Transaksional (Transactional Analysis) sebagai konsep yang
diutarakan oleh Eric Berne di awal tahun 1960-an merupakan konsep yang
menitikberatkan pada pola-pola perilaku. Studi Berne mengintegrasikan motivasi
yang tidak disadari, transaksi interpersonal, dan pola-pola perilaku yang berulang.
Dalam setting terapi perkawinan, Analisa Transaksional menawarkan suatu
pendekatan yang terintegrasi untuk memahami dan mengatasi konflik perkawinan
(Magran, 1981 ).
Permasalahan yang terjadi dalam perkawinan sebagian besar terkait
dengan masalah komunikasi. Dalam hal ini, pola interaksi yang didominasi oleh
sikap negatif dan berbagai penyelesaian masalah dengan cara-cara negatif disebut
sebagai distres dalam perkawinan.
Salah satu bentuk transaksi dalam perkawinan yang sering terlihat pada
pasangan yang bermasalah adalah transaksi yang sifatnya tersirat (Ulterior).
Transaksi Ulterior ini adalah jenis transaksi yang merupakan landasan terjadinya
games. Dalam Berne (1964) games dikatakan sebagai transaksi yang sifatnya
masuk aka! (komplementer), namun mengandung unsur tersirat, dan memiliki
basil akhir yang diprediksi (pay off). Berne ( 1964) juga menjelaskan tentang
berbagai jenis games yang biasa te!jadi dalam lingkup perkawinan.
Dalam penelitian ini, analisa games berupa gambaran tentang jenis-jenis
games· yang biasa dimainkan oleh pasangan, proses terjadinya, tujuan, dan
dampaknya. Selain itu, untuk melengkapi gambaran yang diperoleh, penelitian ini
juga memberikan gambaran tentang pola interaksi pasangan selama ini, ego state
yang dominan berperan dalam interaksi, dan isi pesan script yang dimiliki.
Dari interview terhadap 3 orang subyek yang mengalami distres dalam
pemikahannya dengan berbagai latar belakang permasalahan, diperoleh jenis-jenis
games yang biasa dimainkan yaitu : 'See What You Made Me Do', 'Now I Got
You, You S.O.B ', 'Harried', 'Comer', 'Look How Hard I've Tried', dan' Uproar'.
Kesernua games ini memang merupakan games yang biasa terjadi dalam lingkup
perkawinan. Tujuan dari games tersebut sebagian besar adalah untuk
menyalahkan pasangan (membuat pasangan berada da!am posisi Not Ok), kecua!i
pada Harried yang membuat posisi diri Not OK.
Dari paradigma transaksi juga terlihat kecenderungan menyalahkan
sebagai bentuk ego state Orang Tua, memiliki pesan tersirat yaitu berisi berbagai
kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa disampaikan selama ini. Misalnya
kebutuhan untuk dipuji, untuk didukung, untuk tidak ditinggalkan, untuk
dimaafkan, dan sebagainya.
Dampak dari games ini pun nampaknya semakin memperburuk
permasalahan yang ada. Pada 2 orang subyek, suaminya pergi dari rumah karena
permasalahan yang dihadapi ini. Bahkan saat penelitian ini dilakukan, ketiga
subyek sudah memiliki rencana untuk mengajukan cerai ataupun berpisah dari
suaminya.
Keterhatasan pada penelitian ini adalah data yang diperoleh hanya dari
sudut pandang istri. Sedangkan analisa games akan semakin baik jika diperoleh
data dari kedua pasangan. Semakin baik lagi jika dilakukan dalam setting terapi
perkawinan, sehingga hasil akhir yang diperoleh pun bisa berupa konseling untuk
mengatasi games yang dimainkan ini."
2005
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Fatmawati
"Penelitian ini berlatarbelakang pada fenomena kekerasan terhadap perempuan, yang akhir-akhir ini semakin marak dibahas. Salah satu kekerasan terhadap perempuan adalah kekerasan terhadap perempuan pekerja seks komersial (PSK). Akibat dari kckcrasan yang diaiaminya, sangat rnungkin tirnbul dampak baik secara fisik maupun psikologis yang dapat mempengaruhi cara PSK tersebut bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu peneliti mencoba untuk melihat kecenderungan berperilaku PSK yang memiliki pengalaman kekerasan dalam hidupnya melalui media Hand Test.
Penelitian ini dilakukan terhadap 30 orang perempuan PSK, berusia 15 - 35 tahun, dengan menggunakan data sekunder yang, didapat dari Bagian Klinis Dewasa Fakultas Psikologi Unrversitas Indonesia.
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa perempuan pekerja seks memiliki respon yang tinggi pada kategori interpersonal, affection, dependence, aggression, environmental, active, withdrawal, description, dan failure untuk skor kuantitatif. Memiliki respon yang tinggi pada kategori automatic phrase, UTIIII, dau repetition untuk skor kualitatif."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2003
T38173
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Risha Melissa
"Inisiasi Menyusu Dini merupakan gerbang utama menyukseskan pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan ibu tentang menyusui menjadi faktor penting untuk membentuk perilaku menyusui ibu. Ibu hamil mulai mendapatkan informasi mengenai inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif dalam pelayanan Antenatal Care, sehingga terbentuk motivasi ibu untuk dapat memberikan ASI pada satu jam pertama. Penelitian deskriptif korelatif cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dengan motivasi ibu untuk melakukan inisiasi menyusu dini di RS Tugu Ibu, Depok. Teknik purposive sampling digunakan pada 48 responden dengan kriteria ibu hamil berusia 18 sampai 40 tahun dan usia kehamilan pada trimester II dan III. Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dengan motivasi ibu untuk melakukan inisiasi menyusu dini (r: 0,136, p value: 0,356, α: 0,05). Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada tenaga kesehatan agar mampu memberikan konseling antenatal termasuk edukasi tentang inisiasi menyusu dini pada ibu hamil.

Early breastfeeding initiation is a success gateway for mother to provide an exclusive breastfeeding. Maternal knowledge about breastfeeds was an important factor to maternal breastfeeding behavior. Pregnant woman begins to get the information about early breastfeeding initiation in Antenatal Care (ANC), it will form a motivation to provide breastfeeding started within the first hour. The purpose of this descriptive correlation cross sectional research was to identify the correlation between pregnant women’s knowledge about early breastfeeding initiation and her motivation to initiate breastfeeding early in Tugu Ibu Hospital, Depok. Purposive sampling technique was being used that including a total of 48 participants, which characteristics are pregnant women around 18 until 40 years, and pregnancy stage II and III. The result of this study using Spearman correlation test showed there was no significant correlation between pregnant women's knowledge about early breastfeeding initiation and her motivation to initiate breastfeeding early (r: 0,136, p value: 0,356, α: 0,05). This study provided recommendations to the health care provider to give antenatal counseling that including an education about early breastfeeding initiation for pregnant woman.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S56312
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Smith, Martin Cruz, 1942-
"A poor fisherman named Cenzo comes across a girl's body, floating in the lagoon. He carries her into his boat and soon discovers that she is very much alive, and very much in trouble. Born to a wealthy Jewish family who has been captured and deported by the Nazis, Guilia is on the run after she was found hiding in a local hospital. Cenzo decides it's the right thing to do to help her escape, never anticipating an innocent act of chivalry would quickly turn to love as the two grow closer."
New York: Simon & Schuster, 2016
813.54 SMI g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>