Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 136 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simons, Jessie Elizabeth
Melbourne: William Heinemann, 1985
940 SIM wt
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rotterdam: Lekturama, T.t
R BLD 940.54 DES
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Molden, Fritz
Boulder: Westview Press, 1989
940.534 36 MOL f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Koblyakov, I.K.
"Buku ini menjelaskan mengenai keterlibatan Uni Soviet selama Perang Dunia II yang berakhir tahun 1945. "
Moscow: Progress, 1976
947.0842 KOB u
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
M. Mossadeq Bahri
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Himawan Soetanto
Jakarta: Prenada Media Group, 2010
940.53 HIM s (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Buchanan, A. Russell
New York: Harper & Row, Publishing, 1964
973 BUC u I
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Husni Mubarok
"ABSTRAK
Skripsi ini menguji teori norma ekonomi Michael Mousseau menggunakan studi kasus Perang Dunia I. Metode yang digunakan adalah congruence test. Sepuluh negara objek yang terdiri dari Serbia, Austria-Hungaria, Rusia, Jerman, Prancis, Inggris, Turki Otoman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat dites terlebih dahulu memiliki norma contract intensive economy (CIE) atau tidak. Empat dari sepuluh negara terbukti masuk golongan negara CIE, yaitu Jerman, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Kemudian, penulis menguji dua hipotesis teori norma ekonomi melalui interaksi keempat negara tersebut di Perang Dunia I. Hasilnya, hipotesis pertama yang menyatakan negara CIE tidak akan saling berperang tidak terbukti dalam pengujian. Sedangkan, hipotesis kedua yang berbunyi negara CIE demokratis tidak akan menyerang negara demokratis lainnya bisa dibuktikan dalam pengujian.

ABSTRACT
The purpose of this research is to test Michael Mousseau’s economic norms theory with First World War as its case study. By using congruence test method, I test ten countries that involved in First World War. They are Serbia, Austro-Hungary, Russia, Germany, France, Great Britain, Turkey Ottoman, Italy, Japan, and United States of America. First, I examine which countries were fulfilling CIE characteristics. Germany, France, Great Britain, and USA passed this test. After that, I have to prove two hypotheses provided by this theory through the interactions of these states. The results show that first hypothesis which stated that CIE countries would be at peace with each other’s comes contrast with the facts. The second hypothesis, which stated that democratic CIE countries would refrain to attack another democratic countries, is well proven through the facts."
2015
S60224
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farid Juliano
"Perang Dunia II sudah terjadi 75 tahun yang lalu. Perang diakhiri dengan kalahnya Jepang dan Jerman. Hingga saat ini masih topik ini terus dipelajari dan diangkat kembali. Salah satunya adalah melalui permainan video. Pengembang permainan tertarik dengan PDII karena selain dari unsur sejarahnya, pengembang tidak perlu menciptakan yang sepenuhnya baru. Pengembang permainan membuat permainan ini sedemikian rupa agar pemain tertarik dengan permainan mereka. Salah satunya adalah Battlefield V campaign The Last Tiger yang dibuat oleh Electronic Arts di California Amerika Serikat. Dalam campaign ini permain dapat bermain sebagai prajurit Jerman dalam tank tiger mereka pada masa PDII. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk melihat tampilan visual dan karakter dari setiap tokoh. Tujuannya adalah untuk melihat penokohan-penokohan dan ideologi-ideologi dari prajurit Jerman PDII pada Battlefield V. Hasil yang ditemukan adalah setiap tokoh memiliki perbedaan tingkatan nasionalisme dan patriotisme. Perbedaan tersebut diperjelas dengan adanya generation gap. Generasi yang lebih tua memegang ideologi-ideologi Nazi lebih banyak dibanding yang muda, mereka juga lebih bijak dalam peperangan. Peperangan juga membuat tentara mendapatkan berbagai sifat-sifat tertentu yang memengaruhi sifat mereka. Disimpulkan bahwa permainan Battlefield V menggambarkan tentara memiliki berbagai tingkat nasionalisme dan mereka adalah orang yang tidak stabil, baik generasi tua maupun generasi muda.

World War II happened 75 years ago. To this day, this topic is still discussed through various media form, one of them is video games. Games developer are interested in WWII not only from its historical factor, but also they do not have to invent something completely new. One of them is Battlefield V, made by Electronic Arts in California, United States. In the Last Tiger campaign, players play the role of Nazi tank commander in WWII supported by his 4 crewmen. This research uses qualitative and descriptive methods to examine each of the character visual and character. The purpose of this research is to understand their visual representation, character, and ideologies from each character in this game. The research found that, each character has their own level of nationalism and patriotism. Their differences are magnified by their generation gap. The older generation has more nationalism and wiser, compared to the younger generation. Because of the war, they have adopted certain traits to be able to survive the war. These made them an emotionally unstable soldier."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Adya Nugraha Fattah
"Skripsi ini membahas mengenai operasi Monsun Gruppe antara tahun 1943-1945. Monsun Gruppe dibentuk oleh Karl Doenitz untuk menyerang kapal dagang Sekutu di Samudera Hindia. Hal tersebut dilakukan karena pertempuran di Samudera Atlantik semakin tidak menguntungkan bagi Jerman. Saat itu, industri Jerman juga mulai kekurangan bahan baku yang penting bagi usaha perangnya. Pada saat proposal ini ditawarkan oleh Jerman pada tahun 1942, Jepang keberatan. Barulah pada tahun 1943 Jepang bersedia menerima proposal Jerman tersebut. Jepang menetapkan Penang sebagai pangkalan Monsun Gruppe. Monun Gruppe diharapkan bisa mengatasi masalah kebutuhan ekonomi dan militer yang dihadapi Jerman.

This thesis will discuss about Monsun Gruppe. Monsun Gruppe was created by Karl Doenitz in order to attack allied shipping in Indian Ocean because allies gradually gaining the upper hand on the Battle of Atlantic. On the other side, there was a raw material shortage for German heavy industry. When Germany proposed a U-boat base in East Indies on 1942, the Japanese was reluctant. It was not until 1943 the Japanese started to reconsider and finally accept german proposal. The Japanese will provide a U-boat base in Penang. Monsun Gruppe expected to alleviate some German economy and military problem."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
S64689
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library