Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 84 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eko Rudi Sudarto
"Tesis ini tentang Pola Pengamanan Swakarsa yang berlangsung di kawasan Pasar Ciputat. Didalamnya mengkaji keberadaan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dilingkungan Pasar Ciputat sebagai upaya warga mendukung terselenggaranya keamanan, ketertiban dan terwujudnya keteraturan sosial di kawasan pasar Ciputat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dengan mengamati setiap gejala yang terwujud dalam kehidupan seharihari dari obyek penelitian atau para petugas pengamanan swakarsa. Metode ini dilakukan untuk dapat melihat dan memahami gejala-gejala yang ada sesuai dengan maknanya dari sudut pandang yang diberikan dan dipahami oleh para petugas pengamanan swakarsa.
Tesis ini menunjukkan bahwa kawasan pasar Ciputat selain terkenal macet juga memiliki pola pengamanan swakarsa yang telah berjalan secara tradisional maupun modem. Sistem pengamanan swakarsa tradisional banyak dilakukan masyarakat sekitar kawasan. Patron klien dan tokoh masyarakat memegang peranan penting dalam mewujudkan terciptanya rasa aman di kawasan pasar Ciputat tersebut. Bentuk pengamanan swakarsa modem di lingkungan atau kawasan pasar Ciputat yang terdapat di beberapa lokasi menerapkan pula hubungan kerja sama dan patron klien. Hal ini terjadi karena pada umumnya anggota satpam yang berada dan bekerja di sekitar kawasan pasar Ciputat adalah penduduk asli sekitar kawasan Ciputat. Dengan kondisi tersebut hubungan sosial berupa saling mengenal secara personal maupun hubungan emosional terjalin cukup lama.
Bentuk-bentuk pengamanan swakarsa yang terwujud dapat diidentifikasikan sebagai berikut; petugas Satpam, petugas pengamanan tradisional seperti Matrik, petugas Parkir, petugas U-turn (Pak Ogah yang bertugas sebagai memandu kendaraan yang akan memutar atau berbalik arah), Preman Pasar, dan Timer (sebagai wasit yang mengatur waktu antrian angkutan umum).
Tujuan utama pengamanan swakarsa balk modern maupun tradisional di kawasan pasar Ciputat tersebut memiliki kesamaan yaitu terciptanya rasa aman, damai dan tertib. Hal tersebut perlu diwujudkan oleh pihak pengamanan swakarsa karena dengan terciptanya kondisi dernikian maka aktivitas usaha akan lancar dan menunjang proses jual beli dan aktivitas kegiatan masyarakat di kawasan pasar Ciputat.
Kedudukan Polsek Metro Ciputat sebagai bagian dari lingkungan sosial adalah melakukan interaksi dengan warga masyarakatnya, instansi terkait dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Hal ini dilakukan kepolisian sebagai wujud community relation dengan anggapan bahwa Polsek tidak dapat berdiri sendiri sebagai bagian dari sistem sosial yang ada. Sedangkan sebagai bagian dari sistem ekonomi adalah menciptakan situasi yang aman di wilayah pawl sehingga kegiatan ekonorni dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari suasana khawatir serta takut yang berdampak bagi kelangsungan kehidupan sehari-hari di pasar Ciputat."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T14921
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nixwanto
"Penelitian ini tentang peningkatan kinerja petugas pengamanan di LAPAS Klas IIA Narkotika Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja petugas pengamanan di LAPAS Klas IIA Narkotika Jakarta dan upaya-upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja petugas pengamanan di LAPAS tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitalif dengan metode deskriptif Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu dilakukan koordinasi antara user dan pemegang kewenangan dalam hal rekrutmen pegawai, diadakan pendidikan dan pelatihan petugas pengamanan yang berkesinambungan, menyeimbangkan dengan tepat dan efektif antara reward and punishment serta dibuat standar kinerja untuk kemudian dibuat penilaian kinerja yang dituangkan dalam standar operasional yang transparan.

This focus of this study is about increasing the work performance of guard prison at Jakarta Narcotics Prison The purpose of this study is to know and study all factur that influence the guard prison performance at Jakarta narcotic prison and how to increase their performance. This research is qualitative. The research suggest I hat in employee recruitment program, the coordination is needed between the user and the holder of the authority. It is also suggested that the management should provide, continuous training and education for guard prison, balanced with appropriate and effective way of reward and punishment system, performance standards for performance assessment, and implement transparent operational standard."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26947
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Herlina Milasari
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26942
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Encup Supriyadi
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26938
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
RR. Dyah Lestari Adityas Ningrum
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2010
T27982
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bramuda Oktariady
"Skripsi ini membahas pemanfaatan RFID di Perpustakaan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI). Masalah yang ada dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan RFID berdasarkan tujuan menggunakan teknologi RFID, alat apa saja yang digunakan, manfaat RFID di Perpustakaan MKRI. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi peningkatan layanan dan keamanan di Perpustakaan MKRI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualiitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah pustakawan yang menggunakan RFID di Perpustakaan MKRI. Sedangkan yang menjadi objek adalah RFID dan peralatan yang berhubungan dengannya yang terdapat di Perpustakaan MKRI. Dengan jumlah informan tiga orang metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan RFID telah memudahkan pustakawan dalam pelayanan dan meningkatkan efektifitas kemanan

This thesis discusses the utilization of RFID in the Library of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia (MKRI). Problems that exist in this research is to investigate utilization of RFID based RFID based on the goal using RFID technology, any tool used, the benefits of RFID in libraries. The purpose of this study is to identify improvements in service and security at the library This research uses a qualitative approach to the type of descriptive research. The subject of this research are librarians who use RFID in the MKRI Library. While the object is to RFID and its associated equipment located in the MKRI Library. With the number of informants three people, methods of data collection was done by interview, observation and literature study. The results showed RFID has eased the librarian in the service and improve the effectiveness of security"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S15039
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Hendra Utama
"[ABSTRAK
Pada proyek pembangunan pengamanan pantai seringkali ditemui masalah yang
dapat menyebabkan kegagalan maupun tidak selesainya proyek tepat pada
waktunya sehingga mengakibatkan menurunnya kinerja waktu pelaksanaan.
Penelitian ini bertujuan menemukan faktor-faktor resiko yang sangat berperan
atau mendominasi sebagai penyebab keterlambatan dengan maksud agar proses
perencanaan, pelaksanaan, penjadwalan proyek konstruksi dapat dilakukan
dengan lebih lengkap dan cermat sehingga keterlambatan sedapat mungkin
dihindarkan atau dikendalikan. Temuan penyebab keterlambatan dikonfirmasikan
dengan menggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada para pemilik proyek
di masing-masing balai, menunjukkan bahwa masalah-masalah keterlambatan
penyerahan lapangan dan perubahan desain merupakan faktor-faktor yang
dominan sebagai penyebab keterlambatan waktu dari sisi pemilik proyek.

ABSTRACT
In the construction of coast protection projects often encountered problems that
can cause a failure or not timely completion of the project, resulting in degraded
performance of implementation time. This study aims to find risk factors that
greatly contributed to or dominated as the cause of the delay with a view to the
planning, implementation, construction project scheduling can be done with a
more complete and accurate so that the delay as much as possible be avoided or
controlled. The findings of the cause of delay confirmed using a questionnaire
distributed to the owners of the project in each of the office, showed that the
problems of delay delivery of the field and design changes are the dominant
factors as the cause of the delay time of the project owner, In the construction of coast protection projects often encountered problems that
can cause a failure or not timely completion of the project, resulting in degraded
performance of implementation time. This study aims to find risk factors that
greatly contributed to or dominated as the cause of the delay with a view to the
planning, implementation, construction project scheduling can be done with a
more complete and accurate so that the delay as much as possible be avoided or
controlled. The findings of the cause of delay confirmed using a questionnaire
distributed to the owners of the project in each of the office, showed that the
problems of delay delivery of the field and design changes are the dominant
factors as the cause of the delay time of the project owner]"
2015
T43649
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riguna Augistha Fazar
"[ABSTRAK
Sebelum Lembaga Informasi Nasional digabungkan menjadi Departemen
Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) pada tahun 2005, banyak pemakaian
dan peminjaman barang milik negara (BMN) yang tidak tercatat dan tidak
terawasi dengan baik. Hal tersebut mengakibatkan banyak BMN ?terutama berupa
barang bergerak? yang hilang. Hingga pada akhirnya Biro Keuangan membangun
Sistem Informasi Manajemen Pengendalian dan Pengamanan Barang Milik
Negara (SIMPP-BMN) pada tahun 2008, dengan tujuan dapat mengamankan
BMN di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun
kenyataannya, hingga kini sistem informasi ini tidak dapat digunakan atau gagal
diimplementasikan. Oleh karena itu diperlukan evaluasi agar kegagalan
implementasi sistem informasi tidak terulang lagi. Berdasarkan penelusuran lebih
lanjut menggunakan Ishikawa Diagram ada tujuh akar masalah yang membuat
sistem informasi ini tidak dapat digunakan. Dari tujuh akar masalah tersebut
diperoleh lima area proses dalam COBIT 5 yang dapat digunakan sebagai pola
solusi. Tiga akar masalah di antaranya karena tidak adanya kebijakan internal
mengenai SIMPP-BMN, tidak adanya mekanisme legal mengenai pengaksesan
database SIMAK-BMN oleh SIMPP-BMN, dan perbedaan platform SIMPPBMN
dengan lingkungan sistem di PDSI. Dari ketiga akar masalah tersebut
diperoleh pola solusi agar kegagalan implementasi sistem informasi tidak terulang
lagi, yaitu diperlukan kebijakan internal tentang penggunaan sistem informasi di
organisasi, diperlukan koordinasi yang dapat diikuti dengan kerja sama di antara
pihak-pihak terkait dan dapat diwujudkan ke dalam POS, dan diperlukan
dokumentasi resmi tentang kegiatan pengembangan sistem informasi.

ABSTRACT
Prior to the unification of the Institute of National Information into Ministry of
Information and Communication Technology (Depkominfo) in 2005, there were
many activities of borrowing and usage of state property (BMN), which were not
appropriately documented and supervised. This resulted in many losses of BMN,
mainly mobile assets. To cope with this issue, the Financial Bureau finally
developed the Management Information System for State Property Control and
Security (SIMPP-BMN) in 2008, in order to safeguard BMN within the Ministry
of Information and Communication Technology. In fact, however, until now this
information system can not be used or failed to be implemented. Therefore, an
evaluation is necessary to prevent implementation failure of the information
system in the future. Further investigation using the Ishikawa Diagram reveals
that there are seven root causes that make this information system useless. From
the seven root causes, five process areas in COBIT 5 are obtained, which can be
used as solution approaches. Three of seven root causes include the absence of
internal policy on SIMPP-BMN, the absence of legal mechanism for access to
SIMAK-BMN?s database by SIMPP-BMN, and the incompatibility of SIMPPBMN?s
platform with the PDSI?s system environment. Based on these three root
causes, the Ministry of Information and Communication Technology requires an
internal policy on use of information system in the organization, coordination
followed by collaboration among stakeholders, and official documentation of
development of information system to prevent implementation failure of the
information system in the future., Prior to the unification of the Institute of National Information into Ministry of
Information and Communication Technology (Depkominfo) in 2005, there were
many activities of borrowing and usage of state property (BMN), which were not
appropriately documented and supervised. This resulted in many losses of BMN,
mainly mobile assets. To cope with this issue, the Financial Bureau finally
developed the Management Information System for State Property Control and
Security (SIMPP-BMN) in 2008, in order to safeguard BMN within the Ministry
of Information and Communication Technology. In fact, however, until now this
information system can not be used or failed to be implemented. Therefore, an
evaluation is necessary to prevent implementation failure of the information
system in the future. Further investigation using the Ishikawa Diagram reveals
that there are seven root causes that make this information system useless. From
the seven root causes, five process areas in COBIT 5 are obtained, which can be
used as solution approaches. Three of seven root causes include the absence of
internal policy on SIMPP-BMN, the absence of legal mechanism for access to
SIMAK-BMN’s database by SIMPP-BMN, and the incompatibility of SIMPPBMN’s
platform with the PDSI’s system environment. Based on these three root
causes, the Ministry of Information and Communication Technology requires an
internal policy on use of information system in the organization, coordination
followed by collaboration among stakeholders, and official documentation of
development of information system to prevent implementation failure of the
information system in the future.]"
2015
TA-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Situmorang, Hendrick
"Tesis ini membahas hasil penelitian mengenai analisis sistem manajemen pengamanan di pusat perbelanjaan ITC Depok pasca meledaknya bom kimia di toilet ITC Depok yang terjadi pada tahun 2015 yang lalu. Sebagai salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi banyak orang, ITC Depok sudah dijadikan sebagai target serangan teroris dengan meledaknya bom jenis kimia di toilet lantai 3. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan lapangan didukung dengan metode wawancara dan menghimpun dokumen terkait. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pusat perbelanjaan ITC Depok pernah mengalami beberapa gangguan keamanan yang terjadi, yaitu: pembobolan toko handphone, terjadi aksi bunuh diri, pencurian helm oleh pasangan suami istri, pencurian 10 potong pakaian, 6 potong celana anak-anak, 5 unit laptop dan 3 buah tas ransel, dan terjadi ledakan bom kimia di kamar mandi pria lantai 3; (2) Selain berbagai gangguan keamanan yang terjadi, pusat perbelanjaan ITC Depok juga menghadapi potensi ancaman gangguan keamanan dan tindak kejahatan, baik kejahatan yang bersifat konvensional terkait dengan kejahatan pencurian dan pengutilan dan potensi gangguan keamanan terkini terkait dengan ancaman bom; (3) Sistem pengamanan yang dilakukan manajemen pusat perbelanjaan ITC Depok pada saat ini menggunakan tenaga Satpam dari perusahaan jasa outsourcing, PT SOS. Pada awal sebelum terjadinya ledakan bom, jumlah Satpam yang bekerja berjumlah 40 orang, namun pasca terjadinya ledakan bom, pihak manajemen menambahkan personel sebanyak 10, sehingga total keseluruhan berjumlah 50 personel. Sistem manajemen pengamanan yang telah dilakukan di pusat perbelanjaan ITC Depok, yaitu: Penggunaan alat metal detector yang dipergunakan bagi setiap pengunjung yang datang, pemasangan kamera CCTV di 60 titik, penggunaan alat borgol dan pentungan bagi setiap anggota Satpam, sistem pencegahan kebakaran dengan dua metode, yaitu otomatis dan manual, serta pemakaian alat komunikasi HT sebagai sarana media dalam memonitor dan menginformasikan kondisi keamanan terkini maupun bentuk gangguan keamanan yang terjadi; (4) Satpam pusat perbelanjaan ITC Depok dalam pelaksanannya mempunyai hubungan kerja dan koordinasi dengan Polres Depok.

This thesis describes the results of research on the analysis of the security management system in the shopping center ITC Depok post of chemical bomb explosion in toilet ITC Depok which occurred in 2015 ago. As one of the shopping centers are crowded with many people, ITC Depok has been used as the target of terrorist attacks by the explosion of a bomb of chemical in the toilet 3 floor. This research was conducted by field observations are supported by interview and collect related documents. Qualitative research results were analyzed descriptively. The results showed that: (1) Shopping center ITC Depok has experienced several security lapses occur, namely: burglary mobile phone shop, an act of suicide, theft helmet by married couples, theft of 10 pieces of clothing, 6-piece pants children, 5 and 3 units of laptop backpacks, and the chemical bomb blast occurred in the men's bathroom floor 3; (2) In addition various to disruption of security occur, the shopping center ITC Depok also face the potential threat of disruption of security and crime, both crimes that are conventionally associated with the crime of theft and shoplifting and potential security issues associated with the latest bomb threat; (3) Security system do the shopping center ITC Depok management currently uses force guard of outsourcing services company, PT SOS. At the beginning before the explosion, the number of guard who worked about 40 people, but after the explosion, personnel management add as many as 10, so that the total amount to 50 personnel. The management system of security that has been done in the shopping center ITC Depok, namely: The use of metal detector used for every visitor who comes, installation of CCTV cameras at 60 points, the use of handcuffs and batons for every member of the guard, fire prevention system with two methods, ie automatic and manual, as well as the use of HT communication tools as a means to monitor and inform the media in the current security conditions and security disturbances occur; (4) Security guard shopping center ITC Depok in practice have a working relationship and coordination with the Depok Police."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   2 3 4 5 6 7 8 9   >>