Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Merenstein, Gerald B.
Philadelphia: Mosby, 2002
618.920 1 MER h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
St. Louis : Elsevier Mosby, 2012
618.04 MAT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Explains how to assess, plan, provide, and evaluate care for pregnancy, delivery, recovery, abnormal conditions, and newborn care. Features more than 65 of the most common and high-risk care plans for nursing care using the nursing process approach, this text includes NIC interventions, discussions on collaborative problems, key nursing activities, signs and symptoms, and diagnostic studies. --From publisher description."
Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning, 2016
610.73 MAT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Durham, Roberta F.
Philadelphia, Pennsylvania : F.A. Davis, 2014
618.2 DUR m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tiara Nurjanah
"Flebitis merupakan komplikasi umum dari pemasangan Peripheral Intravenous Catheter (PIVC) yang dapat memperpanjang masa rawat inap dan meningkatkan biaya perawatan, terutama pada pasien newborn di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian flebitis pada newborn di NICU. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan case-control. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis dan Visual Infusion Phlebitis Scale (VIPS). Teknik simple random sampling digunakan untuk memilih 114 sampel dari populasi newborn yang pernah terpasang PIVC di NICU RS Universitas Indonesia (RSUI) periode Januari 2024 hingga April 2025. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia kronologis, usia gestasi, PMA, jenis kelamin, diagnosis medis, ukuran PIVC, durasi pemasangan, jenis cairan, dan pemberian obat dengan kejadian flebitis (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara lokasi insersi PIVC dengan kejadian flebitis (p = 0,008), di mana vena metakarpal menunjukkan risiko tertinggi. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam evaluasi klinis dan pengambilan keputusan terkait manajemen akses vena untuk meningkatkan keselamatan pasien di NICU.

Phlebitis is a common complication of Peripheral Intravenous Catheter (PIVC) insertion that can prolong hospitalization and increase healthcare costs, particularly among newborns in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). This study aims to identify the factors associated with the incidence of phlebitis among newborns in the NICU. A quantitative analytical observational design with a case-control approach was employed. Data were collected retrospectively from medical records and assessed using the Visual Infusion Phlebitis Scale (VIPS). A simple random sampling technique was used to select 114 samples from the population of newborns who had undergone PIVC placement in the NICU of Universitas Indonesia Hospital (RSUI) between January 2024 and April 2025. The analysis revealed no significant association between phlebitis and variables such as chronological age, gestational age, postmenstrual age (PMA), gender, medical diagnosis, PIVC size, catheter duration, type of fluid, and medication administration (p > 0,05). However, a significant association was found between PIVC insertion site and phlebitis incidence (p = 0,008), with the metacarpal vein showing the highest risk. These findings are expected to support clinical evaluation and decision-making regarding vascular access management to enhance patient safety in the NICU."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
A. Ratgono
"Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia angka kematian bayi masih tinggi, tahun 1980 sebesar 96 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan pada tahun 1986 adalah 70 per 1000 kelahiran hidup. Pada kedua hasil diatas, tetanus neonatorum merupakan penyebab urutan kedua (+ 20%) kematian bayi di Indonesia. Dalam upaya penurunan angka kematian bayi di Indonesia, penanggulangan tetanus neonatorum merupakan prioritas penanganan scat ini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang merupakan resiko pada tetanus neonatorum, dengan lokasi penelitian di Kabupaten Tangerang. Hasil-hasil penelitian diharapkan sebagai sumbangan pemikiran untuk pengelola program maupun pengambil keputusan dalam kegiatan penanggulangan tetanus neonatorum.
Metode penelitian dengan pendekatan epidemiologis, yaitu desain kasus kontrol. Kasus adalah penderita tetanus neonatorum yang pernah dirawat di RSU Tangerang periode April 1988-Oktober 1989, sedangkan kontrol adalah bayi yang telah melewati masa neonatal, alamat/tinggal sesuai alamat kasus, dibatasi pada wilayah RT. Jumlah kontrol 2 kali jumlah kasus. Tidak dilakukan penjodohan (matching) pada penelitian ini.
Faktor faktor yang diteliti adalah 1) karakteristik ibu, meliputi umur, pendidikan, dan urutan kelahiran bayi, 2) keadaan sebelum persalinan meliputi periksa kehamilan, imunisasi TT, 3) pertolongan persalinan dan 4) perawatan tali pusat, mengenai obat tali pusat dan tenaga yang melakukan perawatan tali pusat tersebut. Berdasarkan hasil dari analisa hubungan dan analisa lanjut dengan menggunakan analisa regresi logistik ganda, faktor faktor yang merupakan resiko adalah:
1. Ibu yang tidak mendapatkan imunisasi tetanus toksoid pada waktu kehamilannya, dengan nilai OR sebesar 3,9.
2. Penggunaan bahan yang mengandung tepung /abu untuk perawatan tali pusat, dengan nilai OR sebesar 3,2.
Disamping faktor resiko diatas didapatkan pula hasil penelitian lainnya, berupa keadaan atau situasi yang melatar belakangi dari faktor resiko diatas yaitu:
-pengetahuan ibu mengenai imunisasi TT, kegunaan dan jumlah suntikan yang diperlukan masih rendah (36%).
-Hampir 50% ibu hamil pernah kontak dengan dukun selama masa kehamilannya.
-Obat tali pusat yang mengandung tepung/abu proporsi tertinggi digunakan oleh ibu / keluarga lain {25%), dukun tidak terlatih (19%) dan dukun terlatih {18%).
-Perbedaan resiko antara dukun tidak terlatih dan dukun terlatih dibandingkan dengan tenaga kesehatan baik dalam pertolongan persalinan maupun perawatan tali pusat adalah kecil (pertolongan persalinan OR 4,2 dan 3,1 , perawatan tali pusat OR 4,5 dan 3,4).
Peneliti mengajukan saran untuk penelitian lebih lanjut mengenai efek proteksi imunisasi TT (sera konversi) termasuk terhadap berbagai obat yang digunakan untuk perawatan tali pusat. Sedangkan yang bersifat operasional adalah upaya cakupan imunisasi TT dan evaluasi terhadap metoda pelatihan dukun."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: W.B. Saunders, 2000
618.202 31 COR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Gorrie, Trula Myers
Philadelphia: Saunders, 1998
618.2 GOR f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: Walter Klwer , 2008
618.920 1 MAN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
St. Louis: Elsevier, 2005
618.920 1 ASS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>