Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Asha Aulia Anggraini
"Artikel ini membahas mengenai ekspresi takut dan proses pencarian jati diri karakter binatang dalam fabel Rafik Schami yang berjudul Hast du Angst? Fragte die Maus. Topik utama karya sastra Rafik Schami merupakan perwakilan masyarakat imigran di Negara Jerman. Tema keberagaman, minoritas dan mayoritas menjadi sebuah wacana masyarakat multikulturalisme. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari jati diri tokoh utama dari sebuah ketakutan yang ingin dibangun oleh pengarang melalui berbagai karakter binatang yang ada dalam cerita ini. Teori yang digunakan yaitu teori identitas sebagai bentuk pencarian jati diri dan teori multikulturalisme. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa identitas budaya merupakan sebuah proses yang terbentuk melalui pengalaman dan berhubungan dengan konsep multikulturalisme.

This article discusses about fear expression and identity search process of the animal character in Rafik Schami's fable, entitled Hast du Angst? Fragte die Maus. Main topic of Rafik Schami's literature is representative of immigrant communities in Germany. Diversity, minority and mayority theme become a discourse in multicultural society. The purpose of this research is to find the identity of the main character from the fright that wanted to be built by the author through various animal character in this story. This article uses identity theory as a form of identity search and multiculturalisme theory. In this research shows that cultural identity is a process that is formed through experience and associated with the multiculturalism concept.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ferdian Achsani
"Keterampilan berbicara tampaknya masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian peserta didik. Kebanyakan mereka belum terampil dan berani untuk berbicara di depan kelas. Cerita berantai menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik. Hasil akhirnya mengajarkan siswa agar dapat berani dan terampil ketika berbicara di depan. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sekaligus hasil akhir dari penerapan metode cerita berantai pada pembelajaran teks fabel. Penelitian ini dilakukan di kelas VII E SMP Negeri 1 Weru pada bulan Februari, dengan jumlah 29 siswa sebagai sampel data. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamatisiswa ketika berbicara di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode cerita berantai berjalan dengansangat baik. Hasil akhir menunjukkan nilai 80.17. Penerapan metode pembelajaran ini sangat mudah. Tidak membutuhkan waktu persiapan yang lama.

Speaking skills still seem a frightening specter for some students. Some of them aren’t brave and skill to speak in front. Chain stories become one of the learning methods used to improve students' speaking abilities. The final results teach student show to be brave and skilled to speak in front. This descriptive qualitative research is designed to describe the application at once its final results of the chain story method through learning fable texts. This research was conducted in class VII E 1 Weru State Junior High School in February, with 29 students as a data sample. Data collection is done by observing students speak in front class.The results showed that the application of the serial story method approving very well. The final results showed avalue of 89.5. Applying this method of learning is also very easy. It does not require a long preparation time."
ambon: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, 2020
400 JIKKT 8:2 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Woro Retno Mastuti
"Kakawin Manuk Abha (KMA) adalah sebuah teks Jawa Kuno yang ditulis pada awal abad ke-20, di Banjar Munduk, Singaraja (Bali). Teks KMA merrupakan teks label, yang menceritakan tingkah laku, watak dan sifat manusia dengan burung-burung sebagai tokohnya. l okoh utamanya adalah burung Cangak dan Manuk Abha. Dikisahkan, Manuk Abha terbang dari sangkar emasnya di pulau Bali menuju ke pulau Jawa mencari kekasihnya, si Ayam Jago. 1)alam perjalanan pencarian itu, is bertemu Cangak yang mengaku Ayam Jago. Ia juga bertemu dengan bermacam-macam burung dengan berbagai karakter, Sebagai sebuah teks Jawa Kuno muda, persajakan KMA masih mengikuti aturan persajakan kakawin. Hal itu menunjukkan bahwa penulis menguasai teknik persajakan kakawin. Penulisnya tidak diketahui. Ajaran moral yang terkandung di dalamnya antara lain. ajaran tentang kesetiaan, kebohongan, persahabatan, keteguhan hati. Berbagai macam burung juga diindetiiikasi dalam KMA. Misalnya, burung Bangau. Beo. Kpudang, Palatuk, Puler, Prejit, Jalak, dan lain-lain."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1993
T37421
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Fauzia
"Skripsi ini membahas tentangpesan bagaimana sebuah fabel terbitan Balai Poestaka tahun 1939 yang berjudul Piet Pon Bles dapat dipergunakan sebagai alat propaganda politik penguasa pada saat itu. Oleh karena itu perlu tiap unsur yang membangun karya sastra tersebut perlu dikaji satu persatu.
Karya sastra fabel yang berjudul Piet Pon Bles (dikarang oleh Kusrin) ini menarik untuk dijadikan objek penelitian, karena pada umumnya fabel bertujuan untuk memberikan pesan moral melalui ajaran-ajaran yang ada kepada siapa saja yang mendengarnya. Sama halnya dengan fabel, tujuan Balai Poestaka menerbitkan karya sastra adalah untuk memberikan ajaran kepada pembacanya."
2000
S11651
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hariyanto
"ABSTRAK
Tesis ini membahas aksesibilitas perpustakaan perguruan tinggi di lingkungan Universitas Indonesia dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap penyandang disabilitas dalam konteks right based model. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan disain deskriptif Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat aksesibilitas perpustakaan perguruan tinggi dalam melayani penyandang cacat, juga untuk mengetahui pola pemanfaatannya serta kebijakan yang dibuat oleh pemegng kebijakan terkait dengan persoalan ini. Data diambil melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengusulkan agar perpustakaan perguruan tinggi lebih menyediakan akses yang lebih baik lagi dengan menyediakan sarana dan fasilitas yang mendukung aksesibilitas yang adaptable terhadap penyandang disabilitas.

ABSTRACT
The focus of this research was related to the accessibility of the tertiary institution library in served disabled person. The problem disabilities in this case were canried out by using the paradigm approach right based model. The aim of this research of knowing the level accessibility the tertiary institution library in serving the invalid, to know the pattem of the utilization of the library by them, and the policy that was made by stake holder was related to the problem disabilities. This research is qualitative descriptive interpretive. The data were collected by means of deep interview. The researcher proposed the library better improve the accessibility for disabled person that is by providing appropriate facilities with the condition disabilities, also provided technology that adaptive with them."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T26127
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 >>