Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Marini
"Stroke iskemik akut merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang membutuhkan penatalaksanaan cepat dan tepat. Pengetahuan perawat gawat darurat sangat krusial untuk mengoptimalkan penanganan fase akut stroke guna mencegah kecacatan dan meningkatkan outcome pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan perawat IGD tentang penatalaksanaan keperawatan pada pasien stroke iskemik akut di RS X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 86 responden melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas isi menggunakan Content Validity Index (CVI) dan memperoleh nilai S-CVI/Ave sebesar 0,99 dan S-CVI/UA sebesar 0,98, menunjukkan validitas sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki pengetahuan pada kategori sedang (47,7%), diikuti kategori kurang (26,7%) dan baik (25,6%). Karakteristik perawat seperti pendidikan, masa kerja, level PK, serta frekuensi memperoleh informasi secara mandiri maupun melalui seminar dan pelatihan menunjukkan kecenderungan berkorelasi positif terhadap tingkat pengetahuan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan program pelatihan dan penyediaan akses informasi berbasis bukti untuk mendukung kapasitas klinis perawat gawat darurat dalam menangani stroke iskemik akut.

Kata kunci: Stroke iskemik akut pengetahuan perawat, gawat darurat, tatalaksana keperawatan.


Acute ischemic stroke is a neurological emergency that requires prompt and accurate nursing management. The knowledge of emergency nurses plays a crucial role in optimizing early stroke treatment to prevent disability and improve patient outcomes. This study aimed to describe the knowledge level of emergency department nurses regarding nursing management of patients with acute ischemic stroke at Hospital X. A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was used, involving 86 emergency nurses selected through total sampling. The research instrument was a knowledge questionnaire that underwent content validity testing using the Content Validity Index (CVI), resulting in an S-CVI/Ave of 0.99 and an S-CVI/UA of 0.98, indicating excellent content validity. Findings showed that most nurses had moderate knowledge (47.7%), followed by low (26.7%), and good (25.6%) knowledge levels. Nurse characteristics such as education, years of experience, clinical ladder level (PK), and frequency of obtaining information independently or through seminars and training tended to correlate positively with knowledge levels. The study recommends enhancing structured training programs and increasing access to evidence-based information to strengthen the clinical capacity of emergency nurses in managing acute ischemic stroke.

Keywords: acute ischemic stroke, nurse knowledge, emergency care, nursing management"

Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hafizh Irfan Zufar
"Keadaan gawat darurat adalah keadaan yang tidak dapat diprediksi dan apabila tubuh atau jiwa kita sendiri yang menjadi taruhannya, tidak dapat dipungkiri bahwa kita pasti mengharapkan penanganan yang optimal, cepat, serta tepat. Hal ini tidak lepas dari peran para petugas parameds yang terlibat secara langsung dari segala proses penanganan pasien, dari mulai pertama kali ditemukan hingga diangkut ke ambulans. Salah satu proses yang paling penting atau paling krusial ialah proses saat pertama kali ditemukannya pasien oleh petugas paramedis. Penanganan pada proses inilah yang paling menentukan keadaan pasien pada hari-hari berikutnya. Faktor ergonomi baik ergonomi fisik maupun ergonomi kognitif tidak dapat dilepaskan dari pembahasan ini. Ergonomi fisik serta ergonomi kognitif memiliki peranannya masing-masing pada diri petugas paramedis. Pada saat penanganan awal ditemukannya pasien, alat-alat serta obat-obat darurat untuk penanganan pasien, dan seluruh obat-obat dan alat-alat tersebut semuanya terkumpul dalam tas paramedis. Tas paramedis menjadi suatu perlengkapan yang sangat membantu serta cukup sering berinteraksi dengan petugas, karena memang fungsinya mengangkut seluruh alat-alat serta obat-obatan petugas paramedis. Dalam perancangan tas paramedis adalah suatu hal yang perlu bagi perancang untuk memerhatikan domain ergonomi fisik serta kognitif untuk efisiensi dan efektifitas pekerjaan petugas paramedis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tas yang biasa dipakai pada Rumah Sakit X, dengan metode Posture Evaluation Index (PEI) dan NADI Model, berdasarkan hasil evaluasi akan diperoleh design guidelines untuk merancang prototype tas yang baru. Hasil penelitian ini adalah nilai PEI, Design Guidlines, dan perbandingan prototype tas yang baru dengan tas yang lama.

Emergency state is an unpredictable state and could happen anytime, and if our life is on the line, we can't help ourselves but demanding an optimum, quick, and accurate treatment. This can't be separated from paramedic or emergency responder role which they involved in all emergency treatmen's process, from the first time the patient is found, to mobilization to the ambulance. The most crucial process of this treatment is when they find the patient for the first time, this process will determine the next treatment, and the patient's condition in days forward. Ergonomic factors both physical and cognitive, can't be segregated from this discussion. Both physical and cognitive ergonomic has their own role in paramedics. These two domains play bigger role when the paramedics find the patients for the first time, since this process is the most crucial process as mentioned earlier. In this process, all drugs and medicine tools are stored in one bag, the emergency response bag. Emergency response bag become a very helping equipment and also the one with the most interaction with the paramedic. In designing an emergency response bag, it is necessary to pay attention to both cognitive and physical ergonomic domain for efficiency, and effectiveness of paramedics' work. This study aims to evaluate an emergency response bag that has been used by Hospital X, helped with Posture Evaluation Index (PEI) and NADI Model, based on the evaluation, it will produce design guidelines for designing new prototype of emergency response bag. The result of this study are: PEI Score, design guidelines for designing new prototype, and comparisons of the current emergency response bag and the new prototype."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 >>