Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 84 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ida Hotmaulinawati
"Naskah pelajaran membaca telah ada sejak abad XIX. Hal ini terbukti dengan adanya naskah Melayu berjudul Teka-Teki Terbang. Naskah ini adalah naskah tunggal yang hanya terdapat di Indonesia dan disimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah Teka-Teki Terbang disimpan dengan kode W 224. Naskah pelajaran membaca digunakan untuk melatih keterampilan berbahasa. Penggunaan naskah tidak dibatasi dengan golongan tertentu. Naskah pelajaran membaca dapat digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Salah satu kelompok yang menggunakan naskah pelajaran membaca adalah orang Belanda. Mereka diwajibkan belajar bahasa Melayu sebelum ditugaskan di Nusantara. Naskah Teka-Teki Terbang terdiri dari empat bagian. Bagian pertama merupakan rangkaian kata yang terdiri atas dua kata. Bagian kedua merupakan kalimat yang terdiri dari tiga kata. Bagian ketiga terdiri atas empat kata. Bagian terakhir terdiri atas lima kata dan terus berkembang hingga menjadi wacana. Penelitian lebih lanjut terhadap naskah pelajaran membaca selain Teka-Teki Terbang perlu diadakan supaya dapat diteliti struktur teks pelajaran membaca abad XIX"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S10945
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dien Rovita
"Penelitian ini membahas masalah kemilikan dalam bahasa Melayu, khususnya kemilikan dalam naskah Hikayat Sri Rama, Hikayat Muhammad Hanafiyyah, dan Sejarah Melayu. Penelitian ini secara umum bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan konstruksi frase nomina milik (FNM) yang terdapat dalam bahasa Mclayu. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pelapisan, penanda, dan ciri-ciri semantis pemilik yang terdapat di dalam konstruksi FNM tersebut, serta menjelaskan jenis kemilikan dalam bahasa Melayu.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam data ditemukan beberapa pola kostruksi FNM, yang memiliki beberapa kesamaan yaitu (1) tersusun atas satuan termilik diikuti satuan pemilik (kecuali konstruksi yang mendapat penanda empunyaÂ?satuan pemilik diikuti satuan termilik) dan (2) satuan termiliknya dapat berupa nomina, frase I. e nomina milik, dan frase bukan milik, sedangkan satuan pemiliknya dapat berupa nomina, frase nomina milik, frase nomina bukan milik, dan pronomina. Dalam analisis juga dapat disimpulkan bahwa konstruksi FNM dapat tidak mengandung pelapisan, mengandung satu tingkat pelapisan, dan dua tingkat pelapisan.
Dalam konstruksi FNM ditemukan beberapa penanda yaitu penanda Â?nya, daripada, pada, kepada, oleh, empunya, dan yang empunya. Berdasarkan analisis ciri semantis terungkap bahwa satuan termilik dan pemilik dapat berupa nomina bernyawa dan tak bernyawa. Penelitian ini juga mengungkapkan jenis kemilikan pada konstruksi frase nomina milik bahasa Melayu. Berdasarkan jenis kemilikan keteralihan/ketakteralihkan dan kebernyawaan terungkap jenis kemilikan tak bernyawa tak teralihkan, tak bernyawa teralihkan, bernyawa tak teralihkan, dan bernyawa teralihkan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2007
T37413
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulistyo-Basuki
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Rayvaldo
"Bahasa Melayu Manado adalah bahasa kreol yang terbentuk dari proses pidginisasi dan kreolisasi dari berbagai bahasa, salah satunya adalah bahasa Belanda. Proses pembentukan tersebut menciptakan bahasa Melayu Manado yang mengandung banyak sekali kata serapan dari bahasa Belanda. Penelitian ini membahas mengenai perubahan bunyi yang ada pada kata serapan bahasa Belanda dalam kosakata Bahasa Melayu Manado yang berawalan dengan huruf V. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan paparan mengenai perubahan bunyi yang terjadi pada kosakata bahasa Belanda yang berawalan V, yang diserap dalam bahasa Melayu Manado, dilihat baik dari bunyi kosonan atau vokal yang terdapat pada kata-kata tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan korpus berupa seluruh kata berawalan V yang terdapat dalam kamus bahasa Melayu Manado dengan mencermati perubahan bunyinya berdasarkan sistem tulisan fonetis International Phonetic Alphabet. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 39 kata serapan berawalan V yang ditemukan, terdapat enam jenis perubahan bunyi, yaitu perubahan frikatif labiodental bersuara [v] menjadi frikatif labiodental tak bersuara [f], perubahan frikatif velar tak bersuara [x] menjadi plosif velar tak bersuara [k], perubahan frikatif velar tak bersuara [x] menjadi frikatif glottal tak bersuara [h], getar alveolar [r] menjadi lateral alveolar bersuara bersuara [l], vokal panjang menjadi vokal pendek, serta vokal schwa [?] menjadi vokal hampar tengah depan kendur [?]. Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena adanya perbedaan sistem pelafalan serta perbedaan fonologi pada masing-masing bahasa.

Manado Malay is a creole language that has developed through the processes of pidginization and creolization from various languages, one of which is Dutch. This formation process has resulted in Manado Malay containing numerous loanwords from Dutch. This research discusses the sound changes that occur in Dutch loanwords found in the vocabulary of Manado Malay, specifically focusing on words that begin with the letter "V". The aim of this study is to provide an overview of the sound changes that take place in Dutch loanwords absorbed into Manado Malay that begin with the letter “V”, both consonants and vowels.. This research adopts a qualitative descriptive approach, using a corpus consisting of all the "V"-initial words found in the Manado Malay dictionary, while observing the sound changes based on the International Phonetic Alphabet. The results of the analysis indicate that out of the 39 identified loanwords beginning with "V", six sound changes were found: the change of voiced labiodental fricative [v] to voiceless labiodental fricative [f], the change of voiceless velar fricative [x] to voiceless velar plosive [k], the change of voiceless velar fricative [x] to voiceless glottal fricative [h], the change of alveolar trill [r] to voiced alveolar lateral [l], the change of long vowels to short vowels, and schwa [?] becoming open-mid front unrounded vowel [?]. These changes occur due to differences in pronunciation systems and phonology between the respective languages."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   4 5 6 7 8 9 >>