Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 288 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anto Sudharyanto
"Masjid merupakan salah satu bukti peninggalan arkeologi Islam yang menandakan suatu tempat memeluk agama Islam. Masjid Kaliwulu terletak di Desa Kaliwulu, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Masjid Kaliwulu memiliki keunikan yaitu terdapat bangunan pawestren sendiri dan memiliki tiang yang bercabang tiga pada ruang utama. Bedasarkan nilai arkeologi bangunan Masjid Kaliwulu merupakan masjid kuno sesuai dengan ciri-ciri masjid kuno yang telah disampaikan oleh Pijper. Kekunoan ini terlihat pada denah masjid, pondasi, mihrab, atap, dan tembok keliling pada Masjid Kaliwulu. Berdasarkan hasil perbandingan dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan Masjid Panjunan, Masjid Kaliwulu memiliki gaya bangunan yang hampir sama dengan Masjid Panjunan dan bisa jadi Masjid Kaliwulu dibangun pada periode yang sama dengan Masjid Panjunan.

A mosque is one of the evidence of the Islamic archaeology artifact that indicates some people in an area are Moslems. Kaliwulu Mosque is located in Kaliwulu village, Weru subdistrict, Cirebon district. This mosque has a uniquness, it is the pawestren room and three-branched pillars in the main room. Kaliwulu Mosque is an ancient mosque based on Pijper?s characteristics. The antiquites are proved in groun paln, foundation, mihrab, roof, and wall that surround the Kaliwulu mosque. Based on the comparation with The Great Mosque of Sang Cipta Rasa and Panjunan mosque, Kaliwulu mosque has similar architectural style with Panjunan mosque and it can be a verdict that Kaliwulu mosque was built in the same era with Panjunan mosque."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53349
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pranalendro Muliawan
"Media penyimpanan yang digunakan di bank memiliki beberapa variasi diantaranya lemari besi dan Safe deposit box. Penelitian ini mengambil koleksi lemari besi dan Safe deposit box di Museum Bank Mandiri. Koleksi Lemari besi dan Safe deposit box menjadi objek penelitian karena memiliki keunikan dalam pembuatan, penggunaan dan bahan materi media tersebut. Analisa penelitian menitikberatkan pada bentuk, ruang, dan waktu. Penelitian dilakukan dengan observasi, analisis, dan interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis media penyimpanan pada masa kolonial dan untuk mengetahui fungsi dari media penyimpanan tersebut.

Storages which used in bank has several variations including the vault and safe deposit box. This study takes the collection of vault and safe deposit box at the Bank Mandiri Museum. The vault and the safe deposit box was the research object because it has uniqueness in making, using and the resource materials. The main research analysis focuses on form, space, and time. The research was done by observation, analysis, and interpretation. This study intended to find the types of storage media in the colonial period and to find the function of the media."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53419
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gatri Chandraswari
"Penelitian ini mengkaji penyampaian informasi koleksi museum melalui tata pamer yang dapat diterapkan bagi pengunjung berkebutuhan khusus (disabled people). Ada berjuta cara yang dapat dilakukan untuk menginformasikan koleksi arkeologi di museum. Tanpa adanya informasi yang jelas, koleksi tidak akan diketahui maknanya. Pengunjung berkebutuhan khusus menjadi bagian dari penelitian ini. Penelitian dilakukan di Museum Nasional, Jakarta, agar museum ini dapat mengembangkan kembali peran serta di dalam masyarakat, membangun pendidikan nasional Indonesia, serta menyebarkan informasi tentang arkeologi serta kegunaan mempelajari ilmu ini.

This research investigated the conveying of information of the museum's collection through the art of display that is applicable to visitors with a special needs which in case are disabled people. There are millions of ways that can be done to communicate archaeology artifact's information, without clear information then there is no sense. Visitors with special needs becomes part of this research. Research is done on the Museum Nasional, Jakarta, so that museum can redevelop the participation of the people and to raise national education of Indonesia as well as distributing information about archaeology and the use of studying this subject."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53400
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aninda Renata Tiurma
"Preservasi merupakan salah satu bentuk pelestarian benda-benda bersejarah yang mempunyai nilai kebudayaan yang sebagian menjadi koleksi Museum. Koleksi Museum ini sebagai benda untuk mengkomunikasikan informasi yang terkandung dalam benda tersebut. Keaslian benda tidak dapat tergantikan dengan foto ataupun dokumentasi film. Oleh karena itu, preservasi yang merupakan salah satu cara untuk merawat benda tersebut untuk mengurangi pelapukan yang memang sudah dialami oleh benda tersebut. Koleksi yang berada di Museum tidak hanya berada di ruang koleksi, tetapi juga berada di ruanga penyimpanan. Ruang penyimpanan tersebut merupakan salah satu lingkungan koleksi yang harus dijaga pelestariannya melalui standart preservasi yang juga menjadi kewajiban Museum.

Preservation is a form of preservation of historical objects that have cultural values that most them is a collection of the Museum. The museum collection as an object to communicate the information contained in the object. Authenticity of the object can not be replaced with a photo or documentary. Therefore, the preservation of which is one way to treat these objects to reduce weathering that had been experienced by the object. Museum collections are not only located in the collection, but also in the storage room views. The storage space is one of a collection of environmental preservation must be maintained through preservation standards also become a liability Museum."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53096
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Revianur
"Skripsi ini membahas permasalahan mengenai sumber pendapatan kerajaan Bali Kuna pada masa pemerintahan Raja Jayapangus. Sumber pendapatan tersebut didapatkan dari sumber data berupa prasasti. Pada prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus dijumpai bermacam-macam sumber pendapatan kerajaan yang disebut dengan dṛwya haji. Bermacam-macam dṛwya haji tersebut dibayarkan pada bulan-bulan tertentu dengan disertai besaran nilai pembayaran dṛwya haji.

This thesis addressed issues regarding Ancient Balinese royal revenue sources during the reign of King Jayapangus. Source of revenue is obtained from data sources such as inscriptions. In the inscriptions issued by King Jayapangus, it‘s found various sources of kingdom income called dṛwya haji. The assortment of the dṛwya haji paid certain months, accompanied by payment of the value of dṛwya haji. From the King Jayapangus inscriptions, we know that there are various sources of kingdom income."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53447
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dea Andhinta Arianti
"Artikel ini mengenai Thermae, sebuah bangunan peninggalan bangsa Romawi berupa pemandian umum yang dibangun untuk menunjang kehidupan sosial mereka di Roma maupun di daerah jajahannya. Bangunan ini ditemukan di kota Heerlen, provinsi Limburg, Belanda yang dibuat pada abad ke-3 Masehi. Artikel ini membahas thermae di Heerlen yang merupakan sebuah bangunan bergaya arsitektur Romawi dan memaparkan fungsi bangunan ini pada masa pendudukan kekaisaran Romawi di Belanda hingga saat ini. Dalam artikel ini digunakan metode kajian pustaka dan disajikan secara deskriptif disertai dengan analisis data berdasarkan buku-buku arsitektur dan internet. Hasilnya menunjukan bahwa bangunan thermae di Heerlen ini memiliki tata letak struktur bangunan berarsitektur Romawi yang sama dengan thermae pada umumnya di Roma. Pada saat ini thermae di Heerlen ditunjuk pemerintah Belanda sebagai museum peninggalan masa Romawi terlengkap dan terbesar di Belanda.

This article is about the Thermae, a Roman heritage building, a typical Roman public baths were built to support their social life in Rome and in the colonies. The building was found in the city of Heerlen, the province of Limburg, The Netherlands made​​ in the 3rd century. This article discusses about Thermae in Heerlen, which is a Roman style building architecture and describe the function of this building during the occupation of the Roman Empire in The Netherlands today. The method that used in this article is literature review and presented descriptively accompanied by data analysis based on architecture books and the internet. The result shows that building Thermae in Heerlen has a layout with a similar structure of Roman architecture generally in the Roman Thermae. At this time Thermae in Heerlen appointed by the Dutch government as the most comprehensive museum of Roman relics and the largest in The Netherlands.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Medan: Balai Arkeologi Medan, 2014
930.1 ARK
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
New York: McGraw-Hill, 2013
930.1 ARC
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Cottrell, Leonard
Cleveland [Ohio] : World Pub., 1964
930.1 COT d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Istiqomah
"Skripsi ini membahas tentang Kelenteng Tay Kak Sie ditinjau dari segi arsitektural yang termasuk di dalamnya ornamentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi deskripsi bangunan beserta ornamentasi, dimulai dari bagian halaman depan, bangunan utama, dan bangunan tambahan. Deskripsi yang telah dilakukan kemudian di analisis dengan analisis bentuk, analisis khusus, dan analisis kontekstual. Kemudian dari hasil analisis terlihat bahwa dari segi arsitektural, Kelenteng Tay Kak Sie mengikuti aturan-aturan umum yang ditemukan dalam pendirian kelenteng tetapi tidak seluruhnya, begitu pula dengan aturan fengshui. Pada ornamentasi, ornamen yang terdapat pada Kelenteng Tay Kak Sie di bagi ke dalam 3 motif, motif fauna, motif flora dan motif tokoh.

The focus of this study is the Tay Kak Sie Temple (Architectural Orientation). The method is description of building and decorative motifs start from front yard, main building and addition building. After description, then to do analysis from analysis, special analysis, and contextual analysis. The result analysis from architectural side is Tay Kak Sie Temple doing decision to built Chinese Temple but not all of it, and also not doing all decision fengshui. The decorative motifs in Tay Kak Sie Temple are animal themes, plant themes, and shape themes.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S54096
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library