Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 167 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Cobb, Nancy J.
London: Mayfield Publishing, 2000
305.235 COB a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Soraya Salim
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1996
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zakiah Daradjat
Jakarta: Bulan Bintang, 1975
362.299 ZAK p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Paul, Rhea
St. Louis Missouri: Elsevier Mosby, 2012
618.92 PAU l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
London: Sage, 2012
362.7 CHI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Puspita Sari
"Ibu bekerja mempunyai peran pekerja dan ibu rumah tangga termasuk perawatan anak. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang arti dan makna pengalaman ibu bekerja dalam merawat anak usia remaja. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah delapan orang yang ditetapkan dengan metode purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode Collaizzi's.
Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema yaitu motivasi ibu bekerja, manajemen waktu ibu bekerja, kecemasan ibu bekerja terhadap perkembangan anak remaja, pengetahuan ibu mengenai perubahan-perubahan pada remaja, strategi ibu bekerja dalam merawat anak usia remaja, sumber dan bentuk dukungan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk memberikan intervensi keperawatan khususnya bagi perawat kesehatan kerja.

Working mother has a role as a worker and a mother including caring for children. This study aimed to gain an overview of the meaning and significance of the experience of working mothers to take care adolescence. This study used qualitative research methods with a phenomenological approach. A purposive sample of eight participants were involved in the study. Data were collected through in depth interviews. Data analysis used the Collaizzi's method.
The results of the study identified six themes: working mothers motivation, time management working mothers, the anciety of working mothers of the development of adolescence, mother's knowledge about the changes in adolescence, working mother's strategies in caring for adolescence, and the forms and sources of support for working mothers. This result can be used by occupational health nursing to provide nursing intervention.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
T42401
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evi Hidayati
"Pola Pemenuhan Gizi keluarga merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi praktik sarapan pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemenuhan gizi keluarga dengan praktik sarapan pada Mahasiswa FIK UI. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah responden 88 mahasiswa. Analisa data yang digunakan adalah chi square. Hasil menunjukkan ada hubungan bermakna antara pola pemenuhan gizi keluarga dengan praktik sarapan mahasiswa FIK UI dengan p value < 0,05 Pola pemenuhan gizi keluarga meliputi dukungan bantuan, afek, dan afirmasi. Edukasi kesehatan tentang pentingnya gizi sarapan pada remaja perlu dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif.

Family nutrition fulfillment patterns are important things that can influence the practice of breakfast on student. This research is to know about relationship between family nutrition fulfillment pattern with breakfast practices on FIK UI students. This Research using cross sectional study design with 88 student respondents. Data analysis used is chi square. The result shows there is significant relation beetween the family nutrition fulfillment pattern with breakfast practices on FIK UI students with p value < 0.05. Family Nutrition fulfillment Pattern consist of aid support, affect, and affirmation. Health education are importance as preventive and promotive efforts to build awareness nutrition breakfast on student.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
S59837
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Luh Dwi Indrayani
"ABSTRAK
Perkotaan merupakan wilayah dengan karakteristik penduduk modern. Remaja perkotaan menjadi individu yang berisiko mengalami masalah kesehatan karena masa perkembangan di tahap transisi serta pengaruh urban. Perilaku kesehatan cenderung berisiko merupakan masalah akibat penerimaan diri remaja yang kurang. Karya ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada Anak E di keluarga Bapak Sa dengan masalah perilaku kesehatan cenderung berisiko. Implementasi yang dilakukan yaitu optimalisasi menu diet seimbang dan olahraga yang selanjutnya disingkat OMEGA. Evaluasi hasil implementasi yaitu berat badan terkontrol, penerimaan diri remaja meningkat, tingkat kemandirian keluarga berada di tingkat kemandirian IV dan pengaturan OMEGA efektif di keluarga. Rekomendasi untuk keluarga dan perawat komunitas yaitu bermitra dalam mengoptimalkan program yang telah dilakukan disertai evaluasi hasil tindakan melalui OMEGA support group.

ABSTRACT
Urban is an area characterized by modern society. Urban youth are at risk to health problems as the result of their previous developments in the transition phase and the urban influences. Risk-prone health behaviour is a problem due to the lack of self-acceptance adolescents. This paper aimed to describe nursing care of Ms. E, the daughter of family Mr. Sa with the problem of risk-prone health behaviour. The implementation was done with optimization of a nutrition management and exercise, namely OMEGA. The evaluation of nursing interventions showed that the weight was controlled, self-acceptance adolescent increased, the level of independence family was at level of independence IV and effectiveness of OMEGA program. Recommendation for both family and community nurse are being partnered in optimizing program that have been conducted and maintaining the evaluation results of the action by OMEGA support group. "
2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Euis Supriati
"Remaja merupakan kelompok rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Pada masa ini terjadi keinginan besar
untuk mencoba dan mengetahui hal baru. Pornografi merupakan media yang dapat mempengaruhi remaja untuk
berperilaku seksual berisiko. Paparan pornografi dan efeknya pada remaja merupakan masalah serius karena dapat
berdampak pada masalah kesehatan reproduksi remaja seperti kehamilan tidak diinginkan, aborsi tidak aman, penyakit
menular seksual dan HIV-AIDS. Penelitian dengan disain potong lintang dilakukan untuk mengetahui jenis paparan
pornografi, efek yang terjadi serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efek paparan pornografi pada remaja.
Penelitian dilakukan pada 395 responden remaja SMP Negeri dari lima kecamatan di Kota Pontianak yang dilaksanakan
pada Desember 2007-Januari 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,3% remaja SMPN di Kota Pontianak telah
terpapar pornografi dan 79,5% sudah mengalami efek paparan. Dari responden yang mengalami efek paparan, 19,8%
berada pada tahap adiksi. Dari responden yang adiksi 69,2% berada pada tahap eskalasi, dan dari responden yang
eskalasi 61,1% berada pada tahap desensitisasi. Tahap act out telah dialami oleh 31,8% remaja yang berada pada tahap
desensitisasi. Faktor dominan yang mempengaruhi efek paparan pornografi adalah jenis kelamin (laki-laki), kelas (tiga),
waktu keterpaparan (baru) dan frekuensi paparan (sering). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor paling
dominan yang berhubungan dengan efek paparan adalah frekuensi paparan (sering) dengan Odds Ratio 5,02 (95 % CI:
1,39-18,09). Kepada berbagai pihak terkait disarankan agar meningkatkan pemberian informasi secara tepat sasaran dan
profesional, meningkatkan upaya pencegahan melalui kerja sama di tingkat sekolah, serta penelitian lebih lanjut agar
remaja yang sudah terpapar masih bisa acting out secara sehat.
Adolescent is a vulnerable group in reproductive health area. This period is marked by strong desire to try and explore
new things. Pornography is a medium which can influence adolescent toward high risk sexual behaviour. The exposure
to pornographic materials is a serious problem among adolescent since it could have negative impacts such as unwanted
pregnancy, unsafe abortion, sexually transmitted diseases and HIV-AIDS. This cross-sectional study was conducted to
understand various types of pornographic exposures, effects of pornographic exposure, and factors influence the effect.
Study was conducted at five state junior high schools in Pontianak District in 2008 with 395 respondents from
December 2007 to January 2008. The result shows that 83.3 % adolescence has exposed to pornography and 79.5% of
them had experienced the effects of pornographic exposure. 19.8% respondent who experienced the effects of
pornography was in the addiction stage. 69.2% respondent of those in addiction stage was in escalation stage. 61.1%
respondent of escalation stage was in desensitization stage, and 31.8% respondent of desensitization was in act-out
stage. Multivariate analysis shows that there were four variables that have significant relationship to the effect of
pornographic exposure, that is gender (male), grade at school (third), length of exposure (recent) and frequency of
exposure (often). The analysis also shown that the frequency of pornography (often) is the most dominant factor related
to the effect of pornographic exposure among adolescence with Odds Ratio of 5.02 (95% CI: 1.39-18.09). It is
suggested to provide information in a professional way and targeted to the right group; to improve preventive efforts
through collaboration within school, and to study further as to align positively those in the act-out stage."
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat ; Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Famelasari Fitria Ramdani
"

Karies gigi berefek negatif pada aktivitas yang sedang dilaksanakan yaitu dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan produktivitas kerja tidak optimal, misalnya seorang atlet. Faktor resiko utama masalah kesehatan gigi atlet adalah kebiasaan konsumsi makanan atau minuman kariogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko perilaku pencegahan karies terkait kejadian karies pada atlet remaja nasional di Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora (SKO) Tahun 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian menggunakan seluruh populasi yang ada yaitu 50 atlet remaja nasional di SKO Kemenpora. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan karies dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan 64% atlet remaja mengalami karies. Faktor resiko perilaku pencegahan karies yang berhubungan dengan kejadian karies pada atlet remaja nasional adalah frekuensi makanan kariogenik (p-value 0,005) dan sikap terhadap kesehatan gigi (p-value 0,011). Faktor resiko tertinggi terkait kejadian karies pada atlet remaja di SKO Kemenpora adalah makanan kariogenik dengan nilai POR 19,432 (95% CI 2,473-152,687), jadi atlet remaja yang mempunyai frekuensi konsumsi makanan kariogenik tinggi 19,432 kali lebih beresiko mengalami karies dibanding atlet remaja yang mempunyai frekuensi konsumsi makanan kariogenik rendah. Perlu adanya edukasi pencegahan karies dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman kariogenik.


Dental caries has a negative effect on the activity being carried out, which can result in discomfort and not optimal work productivity, for example an athlete. The main risk factor for athletes' dental health problems is the habit of consuming cariogenic food or drink. This study aims to determine the risk factors for caries prevention behavior related to the incidence of caries in national youth athletes at the Kemenpora Special Sports School (SKO) in 2023. The research method uses a quantitative approach with a cross sectional design. The study used the entire existing population, namely 50 national youth athletes at the Kemenpora SKO. Data collection was carried out by caries examination and interviews using a questionnaire, then analyzed univariately, bivariately and multivariately (logistic regression). The results showed that 64% of teenage athletes had caries. Risk factors for caries prevention behavior associated with the incidence of caries in national youth athletes are cariogenic food frequency (p-value 0.005) and attitude towards dental health (p-value 0.011). The highest risk factor related to the incidence of caries in adolescent athletes at the Ministry of Youth and Sport SKO is cariogenic food with a POR value of 19.432 (95% CI 2.473-152.687), so adolescent athletes who have a high frequency of consuming cariogenic food are 19.432 times more at risk of experiencing caries than adolescent athletes who have a high frequency of cariogenic food consumption. low consumption of cariogenic foods. There is a need for caries prevention education by limiting consumption of cariogenic food and drink.

 

"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>