Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 97 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wawan Kurniawan
"Sains menjadi penting untuk dipahami sebab memberikan gambaran pada level individu maupun masyarakat dalam menjalani kehidupan serta memberikan jawaban pada berbagai hal yang belum terpecahkan. Literasi sains menjadi faktor penting untuk memberikan keyakinan terhadap sains pada individu, akan tetapi selain itu terdapat beberapa hal yang dapat memberi pengaruh pada keyakinan terhadap sains, seperti ideologi politik dan sikap partisan. Di Indonesia, keyakinan terhadap sains tidak selamanya dipengaruhi oleh literasi sains semata. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana efek moderasi yang dimunculkan oleh ideologi politik dan sikap partisan dalam memprediksi hubungan literasi sains dan keyakinan terhadap sains. Terdapat 439 partisipan (217 laki-laki dan 222 perempuan, SD = 10.30). Hasil analisi menujukkan bahwa literasi sains tidak dapat memprediksi keyakinan terhadap sains. Pada hasil analisis moderasi ideologi politik, dimensi religius memperlihatkan hasil signifikan dalam melihat keyakinan terhadap sains yang dimiliki individu. Begitu pun dengan sikap partisan yang memperlihatkan hasil signifikan. Pada ideologi politik, dimensi sosial dan ekonomi tidak dapat memprediksi hubungan literasi sains dan keyakinan terhadap sains. Hanya dimensi religius, yang signifikan dengan korelasi negatif terhadap hubungan literasi sains dan keyakinan terhadap sains.

Science becomes important to understand because it gives a picture of the level of individuals and society in living life and provides answers to various things that have not been solved. Science literacy is an important factor to provide confidence in science to individuals, but besides that, there are several things that can influence beliefs in science, such as political ideology and partisanship. In Indonesia, belief in science is not always influenced by science literacy alone. Therefore, this study aims to see how the effects of moderation raised by political ideology and partisanship in predicting the relationship between science literacy and belief in science. There are 439 participants (217 men and 222 women, SD = 10.30). The results of the analysis show that science literacy cannot predict confidence in science. In the results of the analysis of moderation of political ideology, the religious dimension shows significant results in seeing beliefs in the science of individuals. Likewise, the partisanship shows significant results. In political ideology, the social and economic dimensions cannot predict the relationship between science literacy and belief in science. Only the religious dimension, is significant with a negative correlation to the relationship between science literacy and belief in science."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Urip Santoso
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014
808.066 URI k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Asihanti Setiorini
"Ragam bahasa ilmiah yang digunakan dalam karya tulis ilmiah harus mengikuti kaidah tata bahasa Indonesia dan pedoman ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Tujuan dalam penulisan ini adalah mendeskripsikan ciri-ciri bahasa ilmiah dalam karya tulis ilmiah, khususnya artikel ilmiah, serta melihat implementasi penggunaan tata bahasa Indonesia dalam atikel ilmiah. Analisis penggunaan tata bahasa dalam artikel ilmiah pada tulisan ini dilakukan dengan analisis pustaka. Sebagai alat bantu untuk mendeskripsikan bahasa ilmiah, digunakan kaidah tata bahasa Indonesia sesuai dengan aturan berbahasa yang ditetapkan oleh Pusat Bahasa Indonesia, yaitu Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Standar berbahasa yang perlu diperhatikan dalam ragam bahasa ini meliputi pemilihan kata yang tepat, kalimat efektif, kepaduan paragraf, dan pedoman penulisan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dalam artikel ilmiah, masih dapat ditemui penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan standar aturan berbahasa Indonesia."
Jakarta: Pusat jasa Perpustakaan dan Informasi ( Perpustakaan Nasional RI), 2010
020 VIS 12:1 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Riyan Sanjaya
"Dengan adanya beberapa peraturan tentang kewajiban menulis artikel bagi mahasiswa yang akan lulus serta kewajiban menulis artikel jurnal bagi dosen membuat penelitian pada bidang ilmu tertentu akan semakin berkembang termasuk bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Penelitian ini menggunakan scientometrics karena berkaitan dengan eksplorasi dan evaluasi dalam sebuah jurnal ilmiah. Dengan melihat publikasi, diharapkan penelitian ini dapat mengungkapkan seluk beluk tentang perkembangan keilmuan bidang Perpustakaan dan Informasi (IPI). Tujuan penelitian ini memberikan wacana ilustrasi bagi perkembangan multidisiplin dari Ilmu Perpustakaan dan Informasi serta memperkaya khasanah studi empiris bagi para peneliti yang berkecimpung dalam bidang Ilmu perpustakaan dan Informasi terutama kajian bibliometrika dan saintometrika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa para peneliti banyak berfokus pada bibliometrics, Librarian, academic library dan literasi informasi dalam lima tahun terakhir yang terlihat dari penggunaaan katakunci. Sebanyak 71 Lembaga asal penulis yang terdiri dari berbagai bidang yang tidak hanya bidang perpustakaan. Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Padjajaran menempati unrutan teratas sebagai lembaga yang paling banyak berkontribusi dalam menghasilkan artikel selama 5 tahun berturut-turut. Terdapat 22 Program studi IPI yang berkontribusi dalam Jurnal IPI berperingkat SINTA 2 yang program studi tersebut berada pada 11 lembaga induk yang menaunginya yang terdiri dari 7 Fakultas, 2 Sekolah Vokasi, 1 lembaga pendidikan islam dan 1 Program Pascasarjana. Dari 11 lembaga yang manaungi IPI terlihat bahwa lembaga yang menaugi tersebut mempunyai pengaruh terhadap penelitian bidang IPI.

With the existence of several regulations regarding the obligation to write articles for students who are about to graduate and the obligation to write journal articles for lecturers, research in certain fields of science will grow, including the field of Library and Information Science. This study uses scientometrics because it relates to exploration and evaluation in a scientific journal. By looking at the publications, it is hoped that this research can reveal the ins and outs of scientific developments in the field of Library and Information (LIS). The purpose of this study is to provide an illustrative discourse for the multidisciplinary development of Library and Information Science and to enrich the repertoire of empirical studies for researchers working in the field of library and information science, especially bibliometric and scientific studies. This study uses a descriptive quantitative approach. The results show that researchers have focused a lot on bibliometrics, Librarians, academic libraries and information literacy in the last five years as seen from the use of keywords. A total of 71 institutions from which the author originates from various fields, not only in the field of libraries. The University of Padjadjaran University's Library Science Study Program ranks as the institution that has contributed the most in producing articles for 5 consecutive years. There are 22 LIS study programs that contribute to the LIS Journal with a rating of SINTA 2 whose study programs are located in 11 parent institutions that oversee them consisting of 7 Faculties, 2 Vocational Schools, 1 Islamic Education Institution and 1 Postgraduate Program. Of the 11 institutions that oversee LIS, it can be seen that the institutions that oversee have an influence on research in the field of LIS."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andreas Weber
"This essay examines how local draughtsmen using their visual expertise shaped natural historical knowledge production in colonial Indonesia in the early nineteenth century. The persons at the core of this essay are Tsing Wang Ho and Pieter van Oort, both draughtsmen who worked for the Natuurkundige Commissie voor Nederlandsch-Indië (Committee of Natural History of the Netherlands Indies). By zooming in on the Committee’s fieldwork in Java in the 1830s, this essay highlights that producing scientific drawings of animals and plants was a challenging endeavour. Despite detailed instructions from Europe and the logistical support of the colonial government in Batavia, the success of the Committee’s fieldwork also depended on local visual and natural expertise. By shifting the analytical focus from European draughtsmen and naturalists to local visual and natural expertise, this essay offers readers glimpses on a cross-cultural learning process which, in the long run, reshaped the visual repertoire on which taxonomic and biodiversity research has since then built on."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
909 UI-WACANA 23:1 (2022)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Djoko Rahardjo
"Tujuan tesis ini adalah mengkaji perilaku informasi dosen Universitas Terbuka dan produktivitas karya ilmiahnya, serta keterkaitan antar keduanya. Penelitian survey ekploratif ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data, serta didukung wawancara dan kajian dokumen. Kajian dokumen dilakukan untuk mempersiapkan sampel. Metode sampling yang diterapkan pada penelitian ini adalah sampel acak berstrata di mana sampel yang diperoleh sebesar 61 responden dari populasinya 366 orang dosen.
Untuk memperoleh jawaban penelitian ini, peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap 4 responden dan 2 orang narasumber yang berkepentingan dengan masalah pelayanan informasi di mana data kualitatif ini digunakan sebagai pendukung dalam proses analisis data.
Penelitian ini menggunakan metode analisis CHAID (Chi-Square Automatic Interaction Detection) yaitu suatu metode analisis yang digunakan untuk menelusuri keterkaitan antar peubah respon dan peubah penjelas yang masing-masing bertipe kategorik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (I) tingkat produktivitas karya ilmiah responden per tahun 10,8 angka kredit, sedangkan rasio produktivitas karya ilmiah dan syarat kenaikan jabatan fungsional dosen per tahun diperoleh hasil 0,71. Kurva pada hasil produktivitas tersebut lebih condong ke kiri di mana menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang berada di bawah rata-rata. (2) Terdapat keterkaitan yang nyata antara kebutuhan sumber informasi dengan produktivitas karya ilmiah mereka, di mana responden yang berkategori produktivitasnya tinggi membutuhkan sumber informasi buku dan jurnal ilmiah, sebaliknya yang responden yang berproduktivitas rendah lebih memilih buku referensi dan laporan penelitian. (3) Responden yang kurang produktif memiliki persepsi tentang ketersediaan informasi di lingkungan UT kurang memadai, hal ini merupakan hambatan dalam mendapatkan informasi terutama bagi responden yang memiliki bidang ilmu yang spesifik. (3) Responden yang memiliki rasio kenaikan jabatan fungsional rendah memiliki hambatan kemampuan menelusur informasi di mana beberapa responden beralasan bahwa kesibukan rutin responden cenderung pada masalah-masalah administratif sehingga kekurangan waktu untuk melakukan penelusuran informasi. Namun demikian untuk mengatasi hal-hal tersebut responden memanfaatkan perpustakaan atau sumber lain serta menggunakan layanan jasa kepustakaan yang ada.

The Study of Information Behavior and the Scientific Work Productivity of the Lecturers of the Open Learning University of Indonesia using CHAID Analysis Method "The purpose of the research is to study the information behavior of lecturers of the Open Learning University of Indonesia, their productivity of scholarly papers (sciencetific works), and the relationship between them. Questionnaires and interviews were used to measure the information behavior and the productivity. A number of 61 samples were drawn using stratified random sampling technique.
Documentary study was also conducted for the purpose of sample data classification. Data were analyzed using Chi-Square Automatic Interaction Detection (CHAID) method by which researchers can explore the relationship between response variable and predictors and both of them are categorical variables.
Findings revealed that (1) respondents have generally low in their productivity of scholarly papers per annual and their ratio of lecturer rank promotion. (2) Further, the result showed that respondents' information need was significantly related to scholarly papers productivity, where the higher category of productivity needs monographs and journals, and the lower needs reference books and research reports. (3)The lower category of productivity had a low perception on information availability especially respondents who had specific major, while the lower category in the ratio of lecturer rank promotion had a barrier in seeking information. It can be predicted that it was caused by their job schedule that was more administrative works instead of educative one and also the availability of information sources. So far to resolve the problems, respondents used intermediaries and attended other libraries and sources.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T11594
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulistyo-Basuki
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2002
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Kohar
"Penelitian ini dilakukan untuk membahas masalah pola pcmakaian koleksi majalah ilmiah PDII oleh para peneliti di lingkungan LIPI. Sesuai dengan permasalahan tersebut dirumuskan tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui: tingkat dan perkembangan keberhasilan layanan koleksi majalah ilmiah PDII, kebutuhan majalah ilmiah para penaliti LIPI yang berkaitan dengan cakupan subyek, pola pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII, hubungan antara kepuasan para peneliti LIPI dengan pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII, hubungan antara pangetahuan para peneliti LIPI manganai jasa informasi PDII dengan pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII, dan mengetahui sebaran peneliti LIPI memakai koleksi majalah ilmiah PDII, dan Perpustakaan Puslitbang LIPI.
Untuk mencapai tujuan panelitian tersebut dikemukakan beberapa landasan teoritis berupa: pemakaian sistem informasi, majalah ilmiah, peneliti sebagai pemakai majalah, dan evaluasi pamakaian majalah.
Penelitian ini dilakukan di PDII Jakarta dan Bandung, serta di 17 Puslitbang LIPI di Jakarta, Bogor, Cibinong, Sarpong, dan Bandung, yang malibatkan 712 orang peneliti.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode panelitian deskriptif yang berupaya mengungkapkan informasi faktual mengenai pola pamakaian koleksi majalah ilmiah PDII oleh para peneliti di lingkungan LIPI. Ada tiga instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu: dokumen pasanan fotokopi artikel di PDII Jakarta dan Bandung, Kartu Paminjaman Majalah di PDII Bandung, dan kuesioner. Dari 712 kuesioner yang disebarkan kapada peneliti di lingkungan LIPI, kembali 175 kuesioner, dan yang dapat diolah hanya 173 kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis secara daskriptif.
Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sabagai berikut:
1. Hasil pemeriksaan kuesioner menunjukkan 46,24% responden memakai kolaksi majalah ilmiah PDII, dan hasil pemeriksaan dokumen pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII menunjukkan: tahun 1992 terdapat 14,79% peneliti LIPI, tahun 1993 terdapat 17,60% peneliti LIPI, dan tahun 1994 terdapat 34,97% peneliti LIPI yang memesan fotokopi artikel, dan meminjam majalah ilmiah koiaksi PDII. Jumlah judul majalah ilmiah koleksi PDII yang difotokopi, dan dipinjam oleh peneliti LIPI masing-masing: di Jakarta, tahun 1992, 5,19%, tahun 1993, 5,53%, dan tahun 1994, 15,07%, di Bandung, tahun 1992, 17,26°, tahun 1993, 27,38%, dan tahun 1994, 35,66%.
2. Dari 80 responden yang memakai koleksi majalah ilmiah PDII, pola pemakaiannya adalah: 10% responden membaca/ meminjam majalah dengan frekuensi rata-rata 3,6 kali setiap bulan, 18,75% responden memcsan fotokopi artikel dengan frekuensi rata-rata 2,1 kali setiap bulan, dan 71,25% responden mambaca/meminjam majalah dan mcmesan fotkopi artikiel dengan frekuensi rata-rata 3,6 kali setiap bulan.
3. Melihat peningkatan jumlah peneliti LIPI yang memakai koleksi majalah ilmiah PDII, dan jumlah koleksi majalah ilmiah PDII yang dipakainya dari tahun 1992 sampai dengan 1994, maka perkembangan keberhasilan layanan koleksi majalah ilmiah PD1I bagi para peneliti di lingkungan LIPI terus meningkat.
4. Cakupan subyek majalah ilmiah koleksi PDII yang paling banyak dipakai oleh para peneliti LIPI adalah: subyek engineering di PDII Jakarta , dan subyek teknologi kimia di PDII Bandung. Dengan demikian PDII dapat menyusun prioritas pengembangan koleksi majalah ilmiah yang sesuai dengan kcebutuhan peneliti LIPI.
5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap unsur kepuasan respondan separti: mutu layanan, pensmuan majalah, biaya fotokopi artikel, waktu layanan fotokopi artikel, pemalcaian koleksi majalah ilmiah PDII sebagai cumber layanan fotokopi artikel, dan menfaat pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII berhubungan dengan pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII. Semakin tinggi kepuasan responden, semakin tinggi pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII.
6. Hasil panelitian menunjukkan bahwa: tingkat pangetahuan responden mengenai jasa informasi PDII berhubungan dengan pemakaian koleksi majalah ilmiah PDII. Semakin tinggi pengetahuan responden mengenai jasa informasi PDII, semakin tinggi frekuensi memakai koleksi majalah ilmiah PDII, dan semakin rendah frekuensi tidak memakai koleksi majalah ilmiah PDII.
7. Responden cenderung lebih banyak memakai koleksi majalah ilmiah yang ada di Perpustakaan Puslitbang LIPI tempat mereka bekerja dari pada memakai koleksi majalah ilmiah PDII. Hal ini dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, responden lebih mudah dan dekat untuk menjangkau koleksi majalah ilmiah yang ada di lingkungan tempat bekerja. Kedua, duplikasi koleksi majalah ilmiah Perpustakaan Puslitbang LIPI terhadap koleksi, majalah ilmiah PDII, rata-rata relatif tinggi (19,05%). Responden cukup memakai majalah ilmiah yang duplikasi tersebut di Perpustakaan Puslitbang LIPI tempat mereka bekerja."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ihsan
"Dalam pelaksanaan tugas pokok menegakkan hukum dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat, salah satu tugas yang dilaksanakan Kepolisian RI, adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. penyidikan pada dasarnya merupakan suatu kegiatan pencarian informasi. Informasi yang telah dikumpulkan ini kemudian digolong-golongkan, untuk dilihat segi manfaat dan peruntukannya yang dapat menunjang kegiatan pengungkapan suatu kasus. Selain itu kegiatan penyidikan ditata secara manajerial dan dilakukan dengan melibatkan disiplin ilmu lainnya, guna membantu kegiatan pengungkapan perkara.
Sebagai gerbang awal masuknya kasus pidana umum, penyidik Polri juga harus memahami mengenai pembuktian, kendati pun ketentuan pembuktian lebih ditujukan pada pengadilan tetapi kebanyakan terjadi bahwa yang pertama-tama menemukan bukti sehubungan dengan kejahatan adalah kepolisian dan disamping itu Undang-Undang Hukum Acara Pidana, menyebutkan bahwa tugas penyidikan adalah untuk mencari serta mengumpulkan bukti, yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.
Pasal 183 Undang-Undang Hukum Acara Pidana mensyaratkan minimal 2 (dua) alat bukti yang sah ditambah keyakinan hakim untuk menentukan salah atau tidaknya terdakwa. Berpijak dari ketentuan tersebut, maka penyidik setidak-tidaknya harus mengumpulkan minimal 2 (dua) bukti yang saling bersesuaian dan dari persesuaiannya itu membuat terang suatu tindak pidana.
Semakin canggihnya teknologi, modus operandi kejahatan juga dilakukan secara rapi dan semakin minim bukti yang ditemukan sehingga menyulitkan dalam pengungkapannya. Oleh karena itu, kepolisian juga harus mampu memanfaatkan ilmu dan teknologi dalam penyidikan tindak pidana agar pengungkapan tindak pidana berjalan lebih objektif. Disinilah peranan ahli dalam bidang tertentu yang latar belakang keahliannya ilmu pengetahuan dan teknologi membantu proses penyidikan dan keterangan yang diberikannya juga termasuk alat bukti yang sah menurut Undang-Undang Hukum Acara Pidana."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T16447
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta; Depok: LIPI, 2009
020LIPG001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>