Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 72 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Iwana Zarly Afiqoh
"Perbankan syariah merupakan salah satu instrumen keuangan syariah yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Banyak penelitian terdahulu yang menjelaskan tentang kualitas layanan yang ada dalam perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan dimensi yang terdapat dalam CARTER model untuk menganalisis kualitas layanan yang ada dalam perbankan syariah. Penelitian ini mengumpulkan data sebanyak 200 responden yang selanjutnya diolah menggunakan aplikasi Lisrel 8.8. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa service quality memiliki hubungan yang signifikan terhadap customer satisfaction dan attitudinal loyalty secara tidak langsung. Selain itu juga, variabel customer satisfaction juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap attitudinal loyalty serta berhasil menjadi variabel mediasi antara hubungan service quality dengan attitudinal loyalty. Peneliti juga menemukan bahwa religiosity dapat menjadi variabel moderasi yang tepat untuk menambah kekuatan hubungan antara customer satisfaction dan attitudinal loyalty naasabah pada perbankan syariah

Islamic banking is one of the Islamic financial instruments that is widely used by the people of Indonesia. Many previous studies have described the quality of services in Islamic banking. This study uses the dimensions contained in the CARTER model to analyze the quality of services in Islamic banking. This study collected data of 200 respondents which was then processed using the Lisrel 8.8 application. In this study it was found that service quality has a significant relationship with customer satisfaction and attitudinal loyalty indirectly. In addition, the customer satisfaction variable also has a significant relationship to attitudinal loyalty and has succeeded in being a mediating variable between the relationship between service quality and attitudinal loyalty. Researchers also found that religiosity can be the right moderating variable to increase the strength of the relationship between customer satisfaction and attitudinal loyalty of customers to Islamic banking."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Issa Hamadou
"The aim of this investigation is to look at the effect of the Islamic banking system on the economic growth of D-8 countries as well as their relationship and the causality direction. Annual report time series data were used from 2010–2021. Islamic Banking Financing (IBF) was used as a representation of the Islamic banking sector, while Foreign Direct Investment (FDI), Gross Fixed Capital Formation (GFCF), Gross Domestic Product (GDP), and Trade were used to represent the economic sector. The econometric tools used are the panel unit root test, panel test of cointegration, and the causality test of Granger. The findings showed that, in the short and long run, Islamic banking and economic growth have a positive connection in D-8 countries. Moreover, there is bi-directional causality. That means, there is a two-way causality starting from the growth sector to Islamic banking and Islamic banking to economic growth. It is also discovered that, in the short run, investment (GFCF) and trade activities have an affirmative influence on the development of Islamic banking. Increasing investment formation will thus successfully subsidize the expansion of the Islamic banking segment of D-8 countries. However, the main policy implication is that governments of the D-8 countries can support economic growth by expanding the finance sector through additional liberalization measures. It is recommended to include another variable that is currently not used, such as the quality of the institutions, and moreover, to apply other statistical tools such as ARCH and GARCH to look at profound relationships."
Depok: UIII Press, 2022
297 MUS 1:1 (2022)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Sodik
"Environmental degradation is a global concern for businesses, requiring consistent effort to maintain sustainable environmental practices. Environmental sustainability is a crucial issue of concern to everyone, an increasing proportion of people are paying attention to various environmental issues in all parts of their lives, including in the context of Islamic banking. This research aims to develop and test a contextual framework for studying customer intentions in adopting sustainability Islamic banking activities and services. The study uses the Theory of Planned Behavior (TPB) model, adding new constructs to the main variables, such as trust, environmental consciousness, and perceived environmental outcomes. The survey collected data from 198 customers of Islamic banks in Indonesia, with the PLS-SEM modeling technique used to test the research model. The results show that perceived behavioral control is a significant influence on behavioral intentions, while attitude and subjective norms have no significant effect on behavioural intentions. Environmental consciousness significantly affects perceived environmental outcomes, which, in turn, significantly affect trust as well as behavioural intentions. Other statistical results find that environmental consciousness can affect behavioral intentions when mediated by perceived environmental outcomes. Overall, this study has theoretical and managerial implications and offers directions for future research on environmentally sustainable Islamic banking."
Depok: UIII Press, 2023
297 MUS 2:2 (2023)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Acep R. Jayaprawira
"PT. Bank Syariah Muamalat Indonesia (BMI) adalah bank swasta pertama di Indonesia yang beroperasi berdasarkan sistem syariah. Didirikan pada tahun 1991 dengan lebih dari 800.000 pemegang saham, baik perorangan maupun lembaga, dengan demikian BMI adalah public company tetapi tidak listed di bursa efek.
Krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak tahun 1997 hingga kini, telah menimbulkan cukup banyak kesulitan pada sektor keuangan khususnya perbankan di Indonesia. Sebagai akibat memburuknya kinerja keuangan, antara lain mengalami negative spread, banyak bank dan ribuan debiturnya berada dalam pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Tidak sedikit yang harus menghentikan aktivitas operasionalnya karena harus di-merger atau bahkan dilikuidasi. BMI termasuk diantara bank yang mampu bertahan dalam bahkan tidak dilikuidasi. BMI termasuk diantara bank yang mampu bertahan dalam badai krisis ini tanpa Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sama sekali, sehingga tidak berada dalam pengawasan BPPN.
Penelitian produktivitas dilakukan untuk dapat melihat kinerja suatu lembaga atau perorangan yang dimulai melalui suatu proses pengukuran produktivitas. Adalah cukup menarik untuk mengukur produktivitas sebuah bank syariah, sebagai salah satu dasar untuk mengevaluasi kinerjanya, yang terbukti berhasil bertahan bahkan berkembang di era krisis ini.
Masalahnya adalah, model pengukuran yang khusus bagi bank syariah belum pernah dikembangkan. Model pengukuran produktivitas yang telah dikembangkan saat ini umumnya berorientasi atau dilator belakangi sistem manufaktur. Demikian pula dengan Model Value Added yang dikembangkan oleh Asian Productivity Organization, namun model ini cenderung bersifat fleksibel dan dapat diterapkan pada sektor jasa non keuangan. Khusus untuk sektor keuangan dan perbankan, lebih khusus lagi perbankan syariah, perlu dikembangkan model pengukuran yang merupakan modifikasi terhadap Model Value Added dimaksud."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T3310
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faisal Saleh
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungannya antara faktor syariah, bauran pemasaran (produk, harga, lokasi, promosi, SDM, proses, fisik); karyawan, dan investor terhadap loyalitas nasabah bank syariah.
Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan teknik analisa deskriptif statistik dan korelasi Kendal tau (r) terhadap 100 responden sebagai sampel populasi penelitian (nasabah bank Muamalat Indonesia cabang Sudirman), disimpulkan bahwa variabel independen yang memiliki korelasi signifikan pada level 0,01 adalah Syariah (0,352), Produk (0,308), Harga (0,232), Promosi (0,343), SDM (0,268), dan Proses (0,317), sedangkan yang signifikan pada level 0,05 adalah Lokasi (0,172), Fisik (0,189), dan faktor loyalitas karyawan (0,191). Semua variabel tersebut bertanda positif yang menunjukkan bahwa peningkatan variabel-variabel tersebut akan meningkatkan juga loyalitas nasabah. Sedangkan variabel loyalitas investor menunjukkan korelasi yang tidak signifikan dengan loyalitas nasabah.

This research aims to evaluate the factors that correlation affects to decision in customers loyalty of Islamic Banking (Bank Muamalat Indonesia branch Sudirman). The factors that being tested represent 10 aspect of analyses as follows syariah aspect, product aspect, price aspect, promotion aspect, place aspect, people aspect, physical evidence aspect, process aspect, employee loyalty aspect, and investor loyalty aspect.
With using 100 questionnaires distributed to customers of Islamic Banking in Bank Muamalat Indonesia branch Sudirman and using kendal tau model, the results of the research indicates variables that correlation decision of customers loyalty significantly level of 0,001 are Syariah aspect (0,352), Product aspect (0,308), Price aspect (0,232), Promotion aspect (0,343), People aspect (0,268), and Process aspect (0,317). The significantly correlation level of 0,005 are place aspect (0,172), physical evidence aspect (0,189), and employee loyalty aspect (0,191). There are aspects with sign positive to correlation and effect the influencing aspects of customers loyalty to use the Bank Muamalat Indonesia. The investor loyalty aspect is no correlations siqnificantly with decision of customer?s loyalty."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T 15188
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Mediadianto
"Perkembangan bank syariah yang sangat pesat ternyata belum sesuai harapan yang diinginkan. Ada berbagai faktor penyebab dari masih kecilnya peran perbankan syariah dalam industri perbankan nasional, salah satunya adalah faktor efisiensi kinerja perbankan syariah. Efisiensi perbankan menjadi sangat penting bagi bank-bank itu sendiri untuk dapat melihat tingkat kesehatan dan melihat kinerja perbankan itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi bank syariah dan konvensional di Indonesia dengan menggunakan metode statistik non parametrik : Data Envelopment Analysis (DEA). Data bank yang akan digunakan adalah 3 Bank Umum Syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Mega Indonesia, dan 3 Bank Umum Konvensional, yaitu Bank Artha Graha Intemasional, Bank Ekspor Indonesia, Bank Swadesi. Pemilihan bank konvensional sebagai pembanding disesuaikan dengan aset yang dimiliki BUS yang diteliti. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik bank (BankSize, profitabilitas, kekuatan pasar, dan modal) terhadap efisiensi.

Although Islamic Banks has got a rapid growth but it actually hasn't met the hope. There are many factors that causing small role of Islamic banking in the national banking industry. One of the factors is the efficiency performance of Islamic banks. Banking efficiency playing an important role for those banks to evaluate their healthy rate and their operating performance.
This research will measure efficiency rate of Islamic and Conventional banks using Data Envelopment Analysis (DEA) method. The data are from 3 Islamic banks, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Mega Indonesia, and 3 conventional bank, Bank Artha Graha Internasional, Bank Ekspor Indonesia, and Bank Swadesi. Those conventional banks are chosen because they have equal assets with researched Islamic banks. This research also wants to know the relations of the bank characteristics (Banksize, Profitabilty, MarketPower, and Capital) with the efficiency score."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2007
T20768
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ridwan
"Skripsi ini membahas pengindonesian istilah-istilah perbankan syariah yang digunakan oleh Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Muamalat Indonesia (BMI). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa diperlukan adanya penyempurnaan kaidah pengindonesian istilah yang tertuang dalam PUPI yang diatur oleh Pusat Bahasa, terutama penyerapan istilah dalam perbankan syariah yang mayoritas bersumber dari bahasa Arab. Permasalahan lainnya adalah sejauh mana aturan-aturan kaidah pengindonesiaan tersebut digunakan dalam masyarakat, khususnya para pelaku parbankan syariah.

This thesis is concerned with Indonesianization terms of Islamic banking which is used by in database of Bank Syariah Mandiri (Sharia Bank Mandiri) and Bank Muamalat Indonesia (Muamalat Bank). This research is qualitative descriptive interpretive. The researcher suggests that it is necessary to make refinement the rules of Indonesianization term that is contained in Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) made by The Pusat Bahasa (Indonesian for Language Center), especially for absorption term of Islamic banking which is almost derived from Arabic. The other problems are how deep the rules of Indonesianization term is used in the society, specifically for the principals of Islamic banking."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S10940
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Cesar Cahyo Purnomo
"Perbankan syariah merupakan bank yang berdasarkan prinsip bagi hasil. Prinsip bagi hasil tidak hanya membagi pada saat terdapat keuntungan, namun juga berbagi bila terdapat kerugian. Dengan dikeluarkannya Undang-Undang 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, menyebabkan perbankan syariah dipaksa untuk mengikuti sistem penjaminan nasional yang terdapat pada Undang-Undang 24 Tahun 2004. Penjaminan yang dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan terhadap perbankan syariah meliputi giro, tabungan dan deposito baik yang menggunakan prinsip wadi?ah ataupun mudharabah. Penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan dapat menghilangkan jati diri perbankan syariah sebagai bank yang menerapkan sistem bagi hasil. Dalam tulisan ini penulis ingin memaparkan kajian terhadap Penjamin yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan terhadap perbankan syariah dan meneliti lebih dalam bagaimana pengaruh penjaminan uang nasabah oleh Lembaga Penjamin Simpanan terhadap perbankan syariah dalam sistem ekonomi syariah.

Islamic banking is a bank based on profit sharing principles. The principle of sharing not only split when there is profit, but also to share when there are losses. With the release of Act 24 of 2004 on Lembaga Penjamin Simpanan, prompting the Islamic banking system to follow the national safeguards contained in the Act 24 of 2004. Guarantee by LPS Islamic banking including checking, savings and time deposits using either the principle or mudaraba wadi'ah. Guarantee by LPS can eliminate identity as an Islamic banking system of banks that apply for the results. In this paper the author describes a study of the Guarantor LPS on Islamic banking and examine more deeply how the effect of ensuring clients 'money' by LPS of Islamic banking in the Islamic economic system."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S61
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muhammad Kamil Pasha
"Akad yang paling banyak dipakai dari pembiayaan di bank syariah adalah akad murabahah. Produk pembiayaan yang menggunakan akad murabahah ditemukan pada hampir setiap bank syariah di Indonesia, baik yang diberikan oleh bank syariah kepada nasabahnya yang merupakan masyarakat pada umumnya, maupun kepada nasabahnya yang sekaligus merupakan pegawai dari bank syariah itu sendiri seperti yang terjadi di Bank Syariah X. Hal yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kesesuaian pembiayaan pegawai pada Bank Syariah X dengan ketetuan yang berlaku di Indonesia, selain itu penulis juga mengangkat masalah mengenai potensi kerugian yang dapat terjadi dalam pembiayaan murabahah pegawai tersebut. Penelitian dalam tesis ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, kemudian penulis analisis dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat ketidaksesuaian dalam pembiayaan murabahah pegawai Bank Syariah X dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia baik dalam Surat Edaran Bank Syariah X perihal Pembiayaan Pegawai maupun dalam klausula akad murabahah. Di samping terdapat potensi kerugian yang dapat terjadi dalam pembiayaan murabahah pegawai di Bank Syariah X berupa kerugian finansial yang disebabkan oleh lemahnya pengawasan, ketidaktelitian atau kurang telitinya para pihak terhadap isi akad, kelemahan ketentuan dalam Surat Edaran perihal pembiayaan murabahah pegawai Bank Syariah X, lemahnya pengikatan agunan, dan kurangnya koordinasi antara unit kerja tempat pegawai penerima pembiayaan bekerja terkait adanya pegawai yang berhenti dari dinas bank.

The most widely used contract of financing in Islamic banks is murabaha contract. Financing products that use the murabaha agreement is found in almost every Islamic bank in Indonesia, kindly provided by Islamic banks to their customers who are the people in general, and to the customers who is an officer of the Islamic banks themselves as was the case in Islamic Banking X. The issue in this research is how to finance the suitability of an employee at Islamic Bank X with the provisions laid down in force in Indonesia, in addition, the authors also raised concerns about the potential loss that may occur in the employee murabaha financing. The research in this thesis using normative legal research methods, and then is analyzed using descriptive analytic method. In this study it was found that there is a mismatch in the financing murabaha Islamic Bank employee X with applicable regulations in Indonesia, both in the Circular Letter concerning Islamic Bank Financing Employee X and the murabaha contract clause. In addition there are potential losses that may occur in the financing murabaha Islamic Bank X employees in the form of financial loss caused by weak oversight, inaccuracy of the parties to the contract contents, weakness provisions in Circular Letter concerning financing murabaha Islamic Bank employee X, weak binding collateral, and lack of coordination between the receiver unit where employees work related to the financing of an employee who quit the bank official.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2014
T42136
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>