Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 908 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Junita Elvira
"Latar belakang Kuman patogen yang paling sering diisolasi dari feses anak dengan diare berdarah di negara berkembang adalah Shigella spp. Proporsi shgellosis terhadap diare berdarah berkisar antara 18,3-50%. Namun spektrum klinis shgellosis sangat luas mulai dari diare akut cair, diare berdarah, diare persisten dengan berbagai komplikasi. Sejauh pengetahuan dan penelusuran literatur oleh peneliti, sejak tahun 1985 belum ada penelitian yang menggambarkan besaran masalah dan gambaran klinis shigellosis pada anak balita di masyarakat di Indonesia.
Metode dan subyek: Penelitian ini merupakan studi deskriptif potong lintang dengan populasi terjangkau adalah anak balita (0-59 bulan) dengan diare akut yang berobat di Puskesmas Kecamatan lobar Baru, Senen, Kemayoran, dan Tebet. Setelah mendapatkan persetujuan dari orangtua maka dilakukan anamnesis tentang gejala klinis, ditentukan status gizi dan derajat dehidxasi, serta pada subyek penelitian diambil sampel feses untuk kultur lases. Kultur feses dilanjutkan dengan uji resistensi bila didapatkan Shigelta spp.
Hasil: Sebanyak 475 subyek diare akut diikutsertakan dalam penelitian Hanya ditemukan 12 kasus diare berdarah dengan persentasi 2,5% dari seluruh diare akut. Proporsi shigellosis dari seluruh kasus diare akut pada penelitian ini hanya sebesar 0,6°x,1/12 kasus diare berdarah. Ketiga subyek diare akut dengan Shigelia spp positif, semuanya menunjukkan gejala demam tetapi tidak terdapat muntah. Hanya dua strain yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu Shigella sonnei dan ShigeIla flexneri. Ketiga kuman Shigella spp tersebut resisten terhadap kotrimoksazol, kolistin, dan tetrasildin. Kedua ShigelIa sonnei pada penelitian ini masih sensitif terhadap ampisillin dan amoksisilin, tidak demikian halnya dengan Sliigella flexneri. Ketiga kuman ShigeIta spp tersebut masih sensitif terhadap asam nalidiksat, kloramfenikol, sefiksi n, dan siprofloksasin.
Kesimpulan: Proporsi shigellosis pada anak balita di masyarakat yang didapatkan dari penelitian ini sangat kecil sehingga tidak dapat disimpulkan gambaran klinis shigellosis yang khas pada anak balita dan gambaran pola strain Shigella setempat serta resistensinya."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yeni Suryani
"Industri pulp dan kertas adalah industri yang banyak menggunakan air untuk kegiatan proses produksinya yaitu antara 40-200 m3/ton produk. Untuk memproduksi 1 ton pulp, sebuah pabrik membutuhkan 4-5 m3 kayu. Untuk memenuhi kebutuhan kayu dan menjamin ketersediaan kayu, industri pulp dan kertas diwajibkan mempunyai Hutan Tanaman Industri (HTI) sebelum pabrik beroperasi. Tetapi pada umumnya pihak industri lebih memilih menggunakan kayu dari hutan alam yang lebih murah apabila dibandingkan dengan HTI. Hal tersebut akan menyebabkan meningkatkan laju kerusakan hutan.
Penggunaan bahan baku kayu untuk membuat kertas boros penggunaan air dan beban pencemarannya tinggi. Penggunaan bahan baku kayu untuk bahan baku kertas akan meningkatkan laju kerusakan hutan jika industri tidak memiliki HTI sendiri. Terbatasnya sumber daya alam (air dan kayu) mendorong perusahaan mengubah bahan bakunya dari campuran kayu dan kertas bekas menjadi 100% kertas bekas.
Penelitian ini bertujuan: (1) Mengkaji berapa pohon yang dapat dihemat setelah dilakukan penggantian bahan baku kertas. (2) Mengkaji penurunan beban pencemaran akibat penggantian bahan baku kertas. (3) Menghitung penghematan biaya pengolahan air limbah setelah dilakukan perubahan bahan baku kertas. (4) Mengetahui manfaat lingkungan (pengurangan pencemaran berupa bau dan kekeruhan pada air sungai dan bau pada udara ambien) bagi masyarakat setelah penggantian bahan baku kertas.
Hasil perhitungan menunjukkan terjadi penghematan air dan kayu serta penurunan beban pencemaran dengan dilakukannya perubahan bahan baku dari bahan baku campuran kayu dan kertas bekas menjadi bahan baku 100% kertas bekas. Selain itu juga terjadi penurunan pada biaya pengolahan air limbah dan biaya pembuangan air limbah serta membawa manfaat yang posit-if bagi lingkungan masyarakat sekitar khususnya masyarakat sekitar sungai tempat pembuangan air limbah dad PT. KBT."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2007
T20479
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Many infectious diseases of recent concern, including malaria, cholera, plague, and Lyme disease, have emerged from complex ecological communities, involving multiple hosts and their associated parasites. Several of these diseases appear to be influenced by human impacts on the environment, such as intensive agriculture, clear-cut forestry, and habitat loss and fragmentation; such environmental impacts may affect many species that occur at trophic levels below or above the hostcommunity. These observations suggest that the prevalence of both human and wildlife diseases may be altered in unanticipated ways by changes in the structure and composition of ecological communities. Predicting the epidemiological ramifications of such alteration in community composition will require strengthening the current union between community ecology and epidemiology."
Oxford: Oxford University Press, 2006
614.5 DIS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Makalah ini membahasa tentang peranan perpustakaan dalam mendukung pervasive learning environment
"
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Kusmiyanti
"This research is intended to know the effect of leadership, environment work and motivation to the performance of employee at Akademi Ilmu Pemasyarakatan. The background of this research is many problems that connected with the performance of employee. By this indication, there are many problem that unbalance.
The researcher use Nash?s theory, Gary Yulk?s theory and John D. Miller?s theory to illustrate about leadership, Alex S.Nitisemito?s theory to illustrate about environment work, Abraham Maslow?s theory to illustrate about motivation and Miner?s theory to illustrate about performance. This research method in used is a survey method. The writer use primary and secondary data. Approach which used in this research is the quantitative research an spread closed questioner to 37 respondents.
Before conducting the analysis, a validity test was conducted on all instruments and reliability test. Verified and reliable data then was analyzed further by using correlation test of t test to determine the relation between leadership-performance, environment work-performance, and motivation-performance. As to determine the relation between leadership, environment work and motivation on performance, F test analysis is used.
From the analysis, it can be concluded that between motivation, there is a high coefficient correlation with correlation 0,380. Between environment work and performace, there is a second coefficient correlation with correlation 0,360. Between motivation and performance there is a third coefficient correlation with correlation 0,253."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T 25011
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Morgan Interactive, 1999
333MORE001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Budd, John M.
Chicago: American Library Association, 2005
027.7 BUD c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sitanggang, Ka`Bah D. Yanti
"Tesis ini mengungkapkan besarnya pengaruh masing-masing faktor lingkungan dan faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh paling besar pada perilaku konsumsi sagu, serta meninjau dampak perilaku konsumsi sagu pada lingkungan. Metode yang dilakukan adalah metode survei melalui kuesioner dan interview dengan pendekatan deskriptif kuantiatif. Variabel yang diamati adalah pengetahuan (X1), sikap (X2), keterbatasan bahan pangan (X3), harga bahan pangan (X4), nilai gizi pangan (Xs), dan Dukungan Pemerintah (X6), pada variabel perilaku konsumsi individu (Y). Hasil penelitian memperlihatkan untuk wilayah Jakarta besarnya pengaruhuh masing-masing faktor lingkungan adalah pengetahuan (X1) sebesar 52,9%, sikap individu (X2) sebesar 12,4%, keterbatasan bahan pangan (X3) sebesar 5%, harga bahan pangan (X4) sebesar 17,9%, nilai gizi bahan pangan (Xs) sebesar 7,2%, dan dukungan pemerintah (X6) sebesar 9,9%. Faktor lingkungan yang dominan pada wilayah Jakarta adalah faktor pengetahuan individu. Pada wilayah Papua, pengaruh pengetahuan (X1) sebesar 31,8%, sikap (X2) sebesar 6,2%, keterbatasan bahan pangan (X3) sebesar 66,1%, harga bahan pangan (X4) sebesar 19,1%, nilai gizi bahan pangan (Xs) sebesar 37,8%, dan dukungan pemerintah (X6) sebesar 23,7%. Faktor lingkungan yang dominan pada wilayah Papua adalah faktor keterbatasan bahan pangan. Berdasarkan kajian teori, perilaku konsumsi sagu dapat menjaga kestabilan ketahanan pangan dan menjaga ekosistem lingkungan. Karena tanaman sagu adalah tanaman asli hutan Indonesia yang tersedia cukup melimpah dan dapat tumbuh dilahan marginal basah dan kering. Membudidayakan tanaman sagu berarti menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan lingkungan, sebab tanaman sagu bukan merupakan monokultur. Sagu dapat tumbuh dengan baik bersama tanaman hutan lainnya
This thesis reveals the magnitude of the influence of each environmental factor and the environmental factor that has the greatest influence on sago consumption behavior, and examines the impact of sago consumption behavior on the environment. The method used is a survey method through questionnaires and interviews with a quantitative descriptive approach. The variables observed were knowledge (X1), attitudes (X2), limited food ingredients (X3), food prices (X4), nutritional value of food (Xs), and Government Support (X6), on individual consumption behavior variables (Y) . The results show that for the Jakarta area, the magnitude of the influence of each environmental factor is knowledge (X1) of 52.9%, individual attitudes (X2) of 12.4%, food limitations (X3) of 5%, food prices (X4 ) of 17.9%, the nutritional value of food (Xs) of 7.2%, and government support (X6) of 9.9%. The dominant environmental factor in the Jakarta area is the individual knowledge factor. In the Papua region, the effect of knowledge (X1) is 31.8%, attitude (X2) is 6.2%, limited food ingredients (X3) is 66.1%, food prices (X4) is 19.1%, the value of food nutrition (Xs) of 37.8%, and government support (X6) of 23.7%. The dominant environmental factor in the Papua region is the factor of food shortages. Based on theoretical studies, sago consumption behavior can maintain food security stability and protect environmental ecosystems. Because sago plants are native to Indonesian forests, they are abundantly available and can grow in wet and dry marginal lands. Cultivating sago plants means maintaining the sustainability of forest ecosystems and the environment, because sago palms are not a monoculture. Sago can grow well with other forest plants."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anies
Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006
363.7 ANI m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Soraya Christina
"Lingkungan demikian penting bagi manusia dan perlu dilestarikan untuk menjaga kelangsungannya. Tanggung jawab pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama termasuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Media massa merupakan salah satu alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian lingkungan. Diperlukan media yang representatif dan dekat dengan generasi muda seperti radio guna membangun kesadaran dan kepedulian mereka akan lingkungan hidup.
Radio mahasiswa seperti RTC UI FM sebagai media dalam ?Green Campus? Universitas Indonesia tidak memiliki program yang membahas tentang lingkungan hidup. Radio mahasiswa sebagai radio komunitas sering dilupakan sebagai wadah penyebar informasi lingkungan hidup karena jangkauan siarannya yang terbatas. Padahal informasi tersebut seharusnya menjadi salah satu materi siaran radio tersebut, karena wacana yang dikembangkan dalam siaran radio dapat mempengaruhi cara berpikir akademisi dan akan mempengaruhi masyarakat sekitarnya.
Earth Spotlight dirancang untuk menjadi sebuah program di RTC UI FM yang fokus membahas isu lingkungan hidup di setiap edisinya. Tujuan program tersebut adalah untuk memberi pengetahuan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan lingkungan hidup.

Environment is essential for human kind and it is important to maintain its sustainability. The responsibility to ensure the sustainability of the environment lies in the hand of human beings, including the young generation. Mass media is one of the means that are effective to promote environmental sustainability. Media plays an important role to promote young generatrion?s awareness and representative media such as radio can be utilized to address this purpose.
Students radio such as RTC UI FM as one of the media in the ?Green Campus? University of Indonesia doesn?t have a special programme to address the environmental issues. Actually, information about environmental issues can be developed into a radio programme, because the discourse can influence the way academic society and the community think and act. Students radio as an example of community radio is often forgotten to be utilized as a means of communicating information about environmental issues because of its limited coverage.
Earth Spotlight is designed to be a programme in RTC UI FM that will focus on environmental issues in each of its episodes. The purpose of this programme is to share knowledge and promote awareness and eco-friendly lifestyles towards the environment."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   3 4 5 6 7 8 9 10 11 12   >>