Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 227 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yohanes Fidra
"ABSTRAK
Keagenan merupakan sebuah unit dalam perusahaan pelayaran yang bergerak dalam bidang jasa untuk pelayanan terhadap kapal . kapal principal (perusahaan pelayaran asing) selama berada di dalam pelabuhan. Dasar dari kinerja agen kapal berada pada ETA (Estimate time Arrived) atau perkiraan waktu kedatangan kapal dan ETD (Estimate Time Depatured) atau perkiraan waktu keberangkatan kapal. Setelah kapal berangkat, maka agen kapal harus mempertanggungjawabkan segala pengeluaran atas kapal milik principal yang terjadi selama di pelabuhan dalam bentuk Disbursement. Analisa yang dilakukan adalah mempelajari kinerja dari agen kapal pada saat menangani kapal milik principal di pelabuhan, sistem tarif yang berlaku di dalam pelabuhan hingga pada persoalan pungutan liar, komponen . komponen biaya penyusun Disbursement serta prosedur dalam penyusunan Disbursement. Metode yang digunakan adalah studi lapangan untuk mengetahui secara langsung kinerja dari agen kapal, serta studi literatur untuk memperoleh data acuan yang berhubunagn dengan masalah keagenan kapal. Diharapkan dengan hasil analisa terhadap kinerja agen kapal kemudian pengaruh system tarif dan besarnya pungutan liar yang terjadi di dalam pelabuhan (Pelindo 2 : Tanjung Priok), dapat ditemukan jalan keluarnya untuk mengatasi persoalan yang timbul akibat banyak pugutan liar di pelabuhan yakni dengan implementasi system EDI (Electronic Data Interchange).

ABSTRACT
Agency is about an unit in a shipping company that gave service to all shipment activities (especially to a foreign shipping company) since the ship arrives at the harbour until it departed. The basic principal activities of a shipping agency it leads to an ETA (Estimate Time Arrived) and an ETD (Estimate Time Departure). After a ship is departed from the harbour the shipping agency has a responsibility to all shipment expense from a ship that belongs to a shipping company as long it still in the harbour in a form of a Disbursement Sheet. Analysis that has to be done is to studied the work of shipping agency in handling a ship that belongs to a shipping company, the harbour service cost system, illegal cost problem, unit of disbursement sheet, up to the process of disbursement forming. Method that to be used is learning straightly to the shipping company (as the shipping agency), searching the literature of shipping agency knowledge to find the correct way in solving the shipping agency problem. With the analysis result to the shipping agency activity, the influence of harbour service cost system and the illegal cost on harbour (Pelindo 2 : Tanjung Priok), we can find the right solved to reduce the illegal cost in harbour with the EDI system (Electric Data Interchange)."
2007
S38071
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahadiat Zulfajriansyah Lamid
"Dalam bisnis perkapalan, galangan kapal harus bisa memperkirakan harga kapal secara akurat. Perkiraan harga diperlukan dalam proses penawaran, perubahan pesanan, dan studi penjualan. Banyak pendekatan perkiraan harga yang ada, berdasarkan pada perhitungan dari kapal-kapal yang dibangun sebelumnya, parameter secara keseluruhan, dan analisa fisika. Perkiraan harga merupakan hal yang cukup sulit di dunia perkapalan. Estimator harga bisa saja kekurangan informasi teknis aktual dan mendapat data yang tidak konsisten.
Insinyur perkapalan dan arsitek kapal kebanyakan kekurangan umpan balik dalam konsekwensi harga dari pilihan teknis mereka. Manager sering kekurangan informasi ditandai dari tingkat kepercayaan diri mereka dalam memperkirakan harga dalam pilihan bisnis. Akhirnya, banyak pendekatan dalam memperkirakan harga misterius dan tidak disahkan secara formal (setiap estimator harga mempunyai buku pegangan mereka masing-masing), menyulitkan (memerlukan waktu yang terlalu lama untuk digunakan oleh pembuat pilihan), atau sulit untuk digunakan (kurva yang curam).
Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk menyediakan pendekatan yang sederhana, yang memudahkan untuk insinyur perkapalan, arsitek kapal dan estimator harga dalam memperkirakan harga kapal. Pendekatan dibuat ini berdasarkan pengamatan dan analisa dari data-data yang didapatkan dari berbagai sumber.

In shipping business, shipyards must be able to accurately estimate costs. Cost estimating is necessary for the bid process, for change orders, and for tradeoff studies. Numerous cost estimating approaches exist. They are based on extrapolations from previously-built ships, detailed bottoms-up parametrics, and integrated physics-based analyses. Cost estimating can be frustrating to shipyard personnel. Cost estimators may lack timely technical information and face data inconsistencies.
Ship engineers and naval architects commonly lack feed-back on the cost consequences of their technical decisions. Managers often lack information denoting the level of confidence in cost estimates upon which they must make business decisions. Finally, many approaches to cost estimating are mysterious and not formally validated (each cost estimator has his own black book), complicated (too time consuming to be of use to decision makers), or difficult to use (steep learning curve).
This paper presents an approach that is simple, yet enables instant sharing of cost and technical data among ship engineers, naval architects and cost estimators; gives confidence measures to managers; and is user friendly. The approach is based on several years' development work in support of shipyard engineers, naval architects, and cost estimators.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51016
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Suyadi
"Letak geografis wilayah kerja Lantamal IV/TPI yang sangat strategis, karena terdapat Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan Sea Lines of Trade (SLOT), Sea Lines of Communication (SLOC), dan choke points untuk jalur pelayaran internasional. Selat Singapura merupakan kawasan perbatasan laut RI - Singapura yang memiliki nilai strategis dan terdapat kawasan Outside Port Limits (OPL) atau yang biasa dikenal dengan kawasan Ship to Ship (STS), Traffic Sparation Scheme (TSS), keduanya berada di Selat Singapura dan Perairan kepulauan dan Zona Tambahan. Selat Singapura merupakan jalur laut di kawasan Asia Tenggara dan salah satu jalur laut yang dilalui ribuan kapal dari berbagai negara setiap tahunnya. Hal ini berdampak pada meningkatnya kejahatan transnasional. Meningkatnya jumlah tindak pidana yang terjadi di kawasan perbatasan RI-Singapura menimbulkan ancaman yang dapat mengganggu keamanan negara Indonesia. Tim Lantamal IV/TPI Fleet One Quick Response (F1QR) di bawah komando Danlantamal IV/TPI berhasil menggagalkan dan menangkap beberapa tindak pidana yang terjadi di Selat Malaka dan Selat Singapura. Kerjasama Lantamal IV/TPI dengan penegak hukum dari instansi manapun yang melakukan patroli di perbatasan laut RI-Singapura antara lain: PSDKP, Imigrasi, Polri, Bakamla RI, TNI AL, KPLP, Bea Cukai, sehingga bahwa mereka mampu melaksanakan tugas penegakan hukum dalam mendukung keamanan nasional."
Jakarta: Seskoal Press, 2022
023.1 JMI 10:1 (2022)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Winarsih Imam Subekti
"Penelitian menitikberatkan pada perjanjian pengangkutan melalui laut yang mempergunakan kapal niaga, anatar penumpang dengan perusahaan pengangkutan dimana tiap penumpan diwajibkan memiliki tiket sebagai bukti adanya hubungan hukum antara pengangkutan dengan penumpang. Sesuai dengan sifat dan corak masalah yang akan diteliti maka penulisan ini akan mempergunakan penelitian hukum normatif yang bersifat kualitatif, penelitian hukum empiris sosiologis secara sederhana untuk melihat pelaksanaan perjanjian pengangkutan penumpang dengan analisis deskriptif analitis."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2003
D1125
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dita Ulisanti
"Skripsi ini membahas tentang kebijakan penurunan tarif bea masuk atas impor kapal bagi industri pelayaran nasional untuk meningkatkan daya saing industri pelayaran nasional. Pembahasan berdasarkan latar belakang dikeluarkannya kebijakan, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa latar belakang dikeluarkannya kebijakan ini adalah kebutuhan armada angkutan laut saat ini sedang tinggi, kekurangan armada angkutan laut yang belum bisa dipenuhi kebutuhannya oleh industri galangan kapal nasional, dan demi melaksanakan asas cabotage. Kebijakan ini menghadapi beberapa kendala, yaitu kurangnya sosialisasi kepada pihak-pihak terkait; banyaknya kontrak dengan jangka pendek; kurangnya dukungan pada sektor pembiayaan; banyaknya biaya tambahan dalam mengoperasikan kapal; buruknya kualitas pelabuhan di Indonesia; dan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan kebijakan.

This thesis discusses the policy of tariff reduction on ships for national shipping industry to improve the competitiveness of the national shipping industry. The discussion is based on the background of policy formulation in the tariff on ships and the obstacles in implementing of the policy. This study is a qualitative descriptive research design. The results stated that background given the public policy of tariff reduction on ships are the need for ships is currently high, lack of ships that can not be fulfilled by a national shipbuilding industry, to implement the cabotage principle consistently, and to carry out Presidential Instruction No. 5 Year 2005 about the National Sailing Industry Empowerment and the Law No. 17 Year 2008 about Shipping Industry. The policy of tariff reduction on ships for the shipping industry faces several obstacles, such as short-term contracts, the problems in the financing sector, additional costs in operating the ships, and the problems in the port of Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Khaidir Yusuf
"Dengan mulai meluasnya penggunaan modular floating system dalam aplikasinya sebagai ponton sekaligus sebagai dock, maka kini diperlukan suatu sistem pendukung tambahan yang dapat difungsikan sebagai penambat pada modular floating. Multiple side anchor ini dirancang khusus digunakan untuk multi penjangkaran termasuk penjangkaran dibawah air (bottom anchor) dan tentunya penjangkaran sisi. Alat ini diproyeksikan untuk menahan nilai suatu beban yang mungkin terjadi pada sistem serta di proporsikan dengan baik sehingga materialnya tidak mengalami deformasi plastis selama masa penggunaan.

With start of the widespread use of modular floating system in the pontoon application as well as a dock, so now is required an additional support system that has function as mooring at modular floating. Multiple side anchor is designed spesifically to be used for multiple anchor including anchoring at the bottom level of water (bottom anchor) and thus anchoring the side. This tool is projected to withstand the load that may occur to them, and used properly so that the material does not undergo plastic deformation during the period of use."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S44154
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Slamet Kasiyanto
"Angkutan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera selama ini hanya mengandalkan satu lintasan rute penyeberangan Merak-Bakauheni. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi Pelabuhan Penyeberangan Merak tidak ideal sebagai pelabuhan penyeberangan karena selalu mengalami kepadatan antrean kendaraan yang terus berulang-ulang. Bila kondisi ini (sistem transportasi penyeberangan) tetap dipertahankan, maka akan terjadi kelebihan permintaan. Oleh karena itu, perlu analisis kemungkinan pengembangan rute penyeberangan baru dengan mempertimbangkan keekonomian rute penyeberangan baru. Penelitian ini, mengkaji alternatif lokasi pengembangan pelabuhan penyeberangan Cigading-Kiluan. Rencana pemilihan lokasi pelabuhan, analisis manajemen finansial transportasi pelabuhan baru, analisis keekonomian rute Cigading-Kiluan dibandingkan dengan rute Merak-Bakauheni dan prospek pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Cigading-Kiluan.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rute penyeberangan Cigading-Kiluan dapat dipilih sebagai alternatif penyeberangan baru dimana analisis manajemen finansial rute penyeberangan baru dengan penghematan 39,4% dibandingkan rute penyeberangan Merak-Bakauheni. Sedangkan analisis keekonomian rute penyeberangan Cigading-Kiluan terdiri dari pengembangan kawasan pariwisata, pengembangan kawasan indutri, pengembangan infrastruktur jaringan transportasi dan kesejahteraan masyarakat sehingga keputusan untuk mengembangkan alternatif ini layak secara ekonomis.

Transportation connective of crossing Java and Sumatra Island during time relling on one track Merak-Bakauheni route. In recent years, the conditions are not ideal port of Merak as ferry ports because always had density queue of vehicles that continue over and over. If the condition (crossing transport system) is maintained, there will be over demand. Therefore, the necessary analysis of the possibility of developing a new crossing route by considering economic value of a new crossing route. This research, examines the development alternative of location Cigading- Kiluan ports. Plan of port the site selection, analysis of financial management new port of transportation, economic analysis Cigading-Kiluan route than Merak- Bakauheni route and development prospects Cigading-Kiluan port.
The research concludes that Cigading-Kiluan route can be selected as an alternative new crossing which analysis of financial management a new crossing route to 39.64% savings compared Merak-Bakauheni route. While the economic analysis of Cigading-Kiluan crossing route consist of the development of the tourism, the development of the industry region, the development of transport infrastructure and public welfare so the decision to develop a economically feasible alternative.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44224
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kiki Juniarko
"Kemacetan di rute penyeberangan Merak-Bakauheni sudah sangat sering terjadi sehingga banyak membuat rugi perindustrian dan masyarakat. Namun sampai saat ini belum ada penyelesaian untuk memecah kemacetan tersebut sehingga membutuhkan alternatif penyeberangan baru untuk memberikan solusi mengatasi kepadatan antrean yang sering terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Untuk membuat rute penyeberangan baru ini sangat butuh banyak analisis terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan manajemen saat pengoperasiannya nanti. Oleh karena itu penelitian kali ini akan menganalisis manajemen waktu dan biaya rute penyeberangan baru agar tidak terjadinya kemacetan dan biaya yang mahal untuk rute penyeberangan baru ini. Penelitian ini lebih mengarah kepada kendaraan dengan golongan VIII karena kendaraan golongan ini memiliki beban waktu dan biaya yang lebih ekstra. Kemudian dari penelitian ini didapat hasil yang cukup memuaskan karena rute penyeberangan baru ini memiliki potensi yang sangat menguntungkan dari segi jarak, waktu, dan biaya dari pada rute penyeberangan Merak-Bakauheni.

Route Congestion in Merak-Bakauheni route is very often the case that many make the loss of industry and society. But until now there has been no resolution to break up the congestion and thus require a new crossing to provide an alternative solution to the density of lines is often the case in the port of Merak crossing. To create a new pedestrian route so it took a lot of analysis beforehand to avoid future mismanagement of the time of operation. Therefore, this research will analyze the management time and cost of new crossing routes to avoid congestion and the expensive cost for this new crossing route. This research is more leads to the vehicle with the vehicle group VIII because this group has the burden of time and cost much extra. Then from this research obtained satisfactory results due to the new pedestrian route has potential benefits in terms of distance, time, and cost of the Merak-Bakauheni route."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44228
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Mirzani Akbar
"Kecelakaan kapal ferry ro-ro penumpang yang cukup banyak terjadi saat ini menunjukan adanya suatu kebutuhan untuk meningkatkan standar keselamatan. Organisasi Maritim Internasional (IMO) terus berusaha memperbaiki regulasi yang digunakan untuk mengatur keselamatan pada kapal penumpang. Proses evakuasi pada kapal penumpang merupakan proses yang kompleks. Proses ini bertujuan untuk menyelamatkan seluruh penumpang dari tempat yang mengandung bahaya menuju tempat yang aman. Dengan evakuasi diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan jatuhnya korban jiwa. Perihal yang paling erat hubungannya dengan evakuasi adalah waktu, dimana semakin lama proses evakuasi atau semakin besar waktu evakuasi yang dibutuhkan maka akan semakin banyak jiwa yang terancam. Dalam penelitian ini dianalisa proses evakuasi mulai dari ruang penumpang hingga titik kumpul evakuasi pada kapal penumpang dengan menggunakan metode simulasi. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software Pathfinder yang dapat merepresentasikan proses pergerakan manusia sesuai dengan kondisi yang dikehendaki. Dari proses simulasi ini dibuat beberapa skenario untuk mencari skenario mana yang memiliki waktu teraman yang diperlukan untuk proses evakuasi.

Accident ro-ro ferry passengers are pretty much happening right now that there is a need to improve safety standards. International Maritime Organization (IMO) continues to improve the regulation used to manage safety on passenger ships. The evacuation process on passenger ships is a complex process. This process aims to save all the passengers from the hazards to safety. With the evacuation is expected to reduce or eliminate the loss of life. Subject of the most closely related to the evacuation time, where the longer the evacuation or the evacuation of the time it takes, the more lives are threatened. In this study analyzed the evacuation from passenger to a rallying point on the evacuation of passenger ships using simulation methods. Simulations performed using Pathfinder software that can represent the movement of people in accordance with the desired conditions. From the simulation process is several scenarios to find which is the safety case scenario in terms of processing evacuation on passenger ships."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44240
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ikhwan Kurniawan
"Efisiensi bahan bakar menjadi isu yang sangat penting di masyarakat maupun dalam dunia maritim. Pada sebuah kapal, efisiensi bahan bakar erat kaitannya dengan tahanan kapal, semakin besar tahanan kapal, semakin besar juga konsumsi bahan bakar. Untuk kapal-kapal lambung tunggal seperti kapal selam, pengurangan tahanan kapal dapat dilakukan dengan meningkatkan rasio L/D untuk kapal selam sirkular atau L/B untuk kapal-kapal lambung tunggal lainnya. Akan tetapi untuk kapal selam, besarnya rasio L/D belum tentu membuat tahanan kapal semakin kecil. Semakin panjang lambung kapal, semakin besar tahanan gesek. Semakin pendek lambung kapal, semakin besar tahanan tekan.
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan rasio L/D pada model kapal selam dengan nilai tahanan total terkecil. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap lima model kapal selam dengan rasio L/D masing-masing 5,1; 5,6; 6,0; 6,5 dan 6,8 menggunakan pendekatan komputasi dan eksperimental pada kecepatan 0,65 m/s s.d. 0,98 m/s. Pendekatan komputasi dilakukan dengan menggunakan software Ansys CFX dengan menggunakan model turbulen RNG k-ε. Sedangkan pendekatan eksperimental dilakukan di kolam uji menggunakan load cell untuk mengakuisisi data. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model dengan rasio L/D 6,0 memiliki nilai tahanan terkecil.

Fuel efficiency have became a very important issue in our society and in maritime industry. It is closely related to the ship resistance. When the ship have high resistance, the fuel that it needed is more than the low one. For monohull ships like submarine, the resistance can be reduced by increasing L/D ratio for circular submarine or L/B ratio for another monohull. But on a submarine, increasing L/D ratio is not always make the resistance reduced. Longer hull make friction resistance higher. Shorter hull make pressure resistance higher.
This research are conducted to get L/D ratio with lowest resistance. Five submarine models, having L/D ratio 5.1, 5.6, 6.0, 6.5 and 6.8, are tested using computational and experimental approach at 0.65 m/s until 0.98 m/s of velocity. The RNG k-ε turbulence model is used in computational approach with Ansys CFX solver. In experimental approach, submarine models are tested on towing tank with load cell transducer for data acquisition. The result shows that model with L/D ratio 6.0 has lowest resistance.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46620
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   4 5 6 7 8 9 10 11 12 13   >>