Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 208 dokumen yang sesuai dengan query
cover
H.M. Ridho Ma`roef
Jakarta: Karisma Indonesia, 1986
362.293 RID n
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ryan Prasetyo
"Kejahatan terkait narkotika bukan hal yang baru terjadi di Indonesia, salah satunya terjadi di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung. Tingginya angka prevalensi narkoba mendasari diperlukannya sebuah program turunan P4GN. Desa bersih narkoba muncul sebagai bentuk P4GN dalam ruang lingkung wilayah desa atau kelurahan dengan melibatkan Unsur BNN, Kepolisian, Pemerintah Daerah, serta masyarakat. Data-data sekunder dalam penelitian ini digunakan sebagai unit analisis. Penulis melihat proses pembentukan Desa Bersinar dengan melibatkan BNN, Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan masyarakat sebagai bentuk multi-agency anti-crime partnerships dalam pencegahan, pemberatasan, peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Crimes related to narcotics are not something new in Indonesia, one of which occurred in the jurisdiction of Polresta Bandar Lampung. The high prevalence of drug abuse underscores the need for a derivative program, namely P4GN. Drug-free villages emerge as a form of P4GN implementation within the scope of village or sub-district areas, involving elements of Badan Narkotika Nasional (BNN), police, local government, and community. Secondary data in this research are utilized as the unit of analysis. The author views the process of forming Desa Bersinar, involving BNN, police, local government, and community, as a manifestation of multi-agency anti-crime partnerships in the prevention, eradication, control, and mitigation of the circulation and abuse of narcotics."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wiwin Nur
"Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah lembaga pemerintahan yang bertugas dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia. Pada prosesnya, Pusat Penelitian, Data, dan Informasi (Puslitdatin) BNN bertanggung jawab dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Namun dalam praktiknya, terdapat kerentanan pada sistem SPBE di BNN sehingga banyak insiden serangan keamanan informasi yang terjadi seperti 6 juta serangan yang masuk ke Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) BNN pada 30 Agustus 2023 s.d 6 September 2023. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan manajemen keamanan informasi pada Badan Narkotika Nasional (BNN) berdasarkan panduan Peraturan BSSN Nomor 4 Tahun 2021 dan standar ISO/IEC 27001:2022 sehingga organisasi dapat mengidentifikasi kendali risiko keamanan informasi SPBE dan kebijakan SPBE yang diperlukan untuk memastikan tercapainya prinsip kerahasiaan, integritas, ketersediaan, keaslian, dan kenirsangkalan guna meminimalkan kerentanan dan ancaman keamanan informasi pada Puslitdatin BNN. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang menggunakan metode kualitatif dengan merujuk pada pedoman Peraturan BSSN Nomor 4 Tahun 2021 dan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2022. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara 4 narasumber, Focus Group Discussion (FGD) dengan 3 pelaksana teknis SPBE, dan studi dokumen organisasi. Penelitian ini menghasilkan suatu rancangan kebijakan keamanan SPBE yang disusun berdasarkan penetapan ruang lingkup, penetapan penanggung jawab, perencanaan, dukungan pengoperasian, evaluasi kinerja, dan perbaikan berkelanjutan. Rancangan kebijakan keamanan SPBE ini dapat digunakan sebagai panduan dan prosedur pelaksanaan keamanan informasi pada Puslitdatin BNN.

The National Narcotics Agency (BNN) is a government agency responsible for the Prevention and Eradication of Drug Abuse and Illicit Trafficking (P4GN) in Indonesia. In the process, BNN's Research, Data and Information Center (Puslitdatin) is in charge of managing information and communication technology (ICT). However, in practice, there are vulnerabilities in the SPBE system at BNN that have led to many incidents of information security attacks such as 6 million attacks that have entered the BNN Electronic Based Government System (SPBE) on August 30, 2023 to September 6, 2023. This research aims to design information security management at the National Narcotics Agency (BNN) based on the guidelines of BSSN Regulation Number 4 of 2021 and ISO/IEC 27001: 2022 standards in order for organizations to identify SPBE information security risk controls and SPBE policies needed to ensure the achievement of the principles of confidentiality, integrity, availability, authenticity, and non-repudiation to minimize information security vulnerabilities and threats to the BNN Puslitdatin. This research is a case study research with qualitative method that refers to the guidelines of BSSN Regulation Number 4 of 2021 and the ISO/IEC 27001: 2022 framework. The data collection process was carried out by interviewing 4 IT employees, Focus Group Discussion (FGD) with 3 SPBE technical staff, and organizational document study. This research produces a draft SPBE security policy that is structured based on determining the scope, determining role and responsibility, planning, operating support, performance evaluation, and continuous improvement. This draft SPBE security policy can be used as a guide and procedure for implementing information security at Puslitdatin BNN.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yogyakarta: Pustaka Mahardika, 2011
345.023 UND;345.023 UND (2);345.023 UND (2);345.023 UND (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
H. Hadiman
Jakarta: Bersama, 1999
613 HAD n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Suherman
"Narkoba bukan benda asing di negeri kita sebab banyak pihak baik pemerintah, LSM dan lembaga pendidikan telah mempublikasikan bahaya narkoba. Namun anehnya masih banyak orang khususnya remaja dan pelajar yang terjebak dan tanpa sadar memakai narkoba untuk kemudian menjadi pecandu narkoba. Hal demikian terjadi pada Andi-Hen-Indra-Wulan-lta, mereka mahasiswa Universitas X di Banten. Penulis ingin mengetahui bagaimana pengaruh narkoba terhadap prestasi belajar.
Penelitian memakai data kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kasus Andi-Heri-Indra-Wulan-Ita. Kelima orang tersebut adalah pemakai narkoba, mereka merupakan teman satu kelompok yang selalu bersarna-sama balk di dalam maupun di luar kampus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andi-Heri-lndra-Wulan-Ita menjadi pengguna narkoba setelah melakukan proses pembelajaran sosial mengenai pemakaian narkoba. Pertama, Kasus mempelajari narkoba karena bujukan teman kelompok. Kedua, terjadi komunikasi intensif dalam kelompok inti (Audi-Heri-Indra-Wulan-ita). Ketiga, Kasus memberi frekuensi, durasi, prioritas, dan intensitas yang Iebih besar terhadap narkoba dibandingkan perhatian mereka terhadap prestasi belajar. Disamping itu, lingkungan sosial yang bersikap antipati dengan memberi cap pecandu narkoba pada Kasus, telah mendorong Kasus memposisikan diri sebagai pecandu narkoba yang sebenarnya. Terdapat perbedaan penting antara sebelum dan sesudah Kasus menjadi pengguna narkoba.
a. Indeks prestasi menurun, Indeks Prestasi Kasus sebelum memakai narkoba adalah baik. Setelah menjadi pemakai narkoba indeks Prestasi mereka menjadi berkurang.
b. Kegiatan kampus berkurang. Sebelum memakai narkoba Kasus banyak mengikuti kegiatan kampus dan di luar kampus. Setelah memakai narkoba Kasus tidak aktif lagi dalam organisasi kemahasiswaan.
c. Interaksi sosial berkurang. Setelah memakai narkoba, interaksi sosial antara Kasus dengan lingkungan sosial menjadi kurang harmonis.
Dengan demikian, narkoba memberi pengaruh negatif terhadap prestasi belajar."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T11560
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ikah Rohilah
"Peredaran narkotika di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin marak. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional tahun 2006, saat ini ada sekitar 3.256.000 jiwa dengan estimasi 1,S% penduduk Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena pemakai penyalahgunaan narkoba kebanyakan adalah remaja. Misalnya di Kabupaten Kuningan Jawa Barat (sebagai tempat penulis melakukan penelitian) dari tingkatan umur, usia pelaku penyalahgunaan narkoba paling banyak berkisar antara 16-25 tahun yaitu sekitar 45%. Sedangkan dari segi status pelaku, siswa SLTA menempati urutan kedua terbanyak (30%) setelah pengangguran (45%). Siswa SLTP menempati urutan ketiga terbanyak yakni sekitar 15% (BNK, 2006).
Kenyataan ini tentu mcnjadi ancaman bagi generasi muda Indonesia. Belum lagi, bahwa narkotika hanyalah satu dari beberapa zat berbahaya bila disalahgunakan, di samping alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya, seperti putau, ganja, shabu-shabu, ekstasi dan pil BK.
Dari sudut pandang agama, penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan perbuatan yang diharamkan karena semua zat yang disalahgunakan itu termasuk khamr atau zat yang difermentasikan yang memabukkan dan mengaburkan pikiran, sehingga membuat penggunanya kehilangan kontrol diri. (QS.Al-Maidah [5]: 90-91).
Terkait dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara religiusitas dengan sikap penyalahgunaan NAPZA, hubungan antara kontrol diri dan sikap terhadap penyalahgunaan NAPZA, dan hubungan antara religiusitas dan kontrol diri secara bersama-sama dengan sikap terhadap penyalahgunaan NAPZA.
Subyek dalam penelitian ini adalah remaja usia 15 s.d. 17 tahun (usia pendidikan menengah) yang dalam ilmu psikologi dikategorikan dalam kelompok remaja pertengahan berjumlah sebanyak 122 orang. Penelitian dilakukan terhadap siswa-siswa kelas XI SMAN 2 Kuningan Jawa Barat. Peneliti menetapkan sampel 53% dari populasi yang berjumlah 231 siswa.
Dari metode analisis data yang digunakan adalah dengan teknik korelasi product moment dari Pearson dan analisis regresi sebagai analisis tambahan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mempunyai hubungan negatif yang kuat terhadap sikap penyalahgunaan NAPZA sebesar 63,1O%, sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

The spread of narcotic in Indonesia is growing luster in this last decade. Based on the data of Badan Narkotika Nasional per year 2006, the user of narcotic deviation of Indonesian people is approximately 3.256.000 inhabitant with 1,5 % estimation of all. This condition even worse for the teenagers are the major users. As what happened at Kuningan district, West Java, (the place wherein the writer doing her observation), most of the users are the age between 16 up to 25 years old or around 45 %. From the subject user, the students of senior high school are the second rank of all (30%) after unemployment (45 %). Junior high school students are the third rank of all or around 15 % (BNK, 2006).
This fact is the threat for the Indonesian young generation. More ever, the narcotic is only one part of dangerous essence to use, beside alcohol, psychotropic, and many other additives such as rice wine, shabu-shabu, ecstasy pill, and BK pill.
From the religion point of view, narcotic deviation using, alcohol, psychotropic and many other additives (NAPZA) is the proscribed action, for the all mentions are including to khamr term or the femtented drunk and mind vague essence, that make the user lost of control (Q.S. Al-Maidah (5); 90-91).
Concerning to that, the aim this research is to examine the relationship between religiosity with the narcotic deviation manner, relation between self control with the narcotic deviation manner, and the relationship between religiosity and self control all together with the narcotic deviation manner.
The subjects of this research are the teenagers age 15 up to 17 years old (age of middle education level) as in psychological term are in the category of middle teenager group, their amount is 122 persons. The research was applied to student of SMAN 2 grade XI, Kuningan, West Java. The researcher consider the sample 53 % from the student population, it is 231 persons.
The applied method of data analysis is correlation technique product moment of Pearson and regression analysis as the addition to the result which indicated that the two variables has the negative sturdy relationship to the manner of additive using up to 63,10 %, the restof that was iniluenced by many other factors.
"
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17571
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Yusran
"Penyalahgunaan obat terlarang di kalangan remaja/pelajar dewasa ini merupakan masalah yang sangat kompleks, karena tidak hanya menyangkut remaja atau pelajar itu sendiri akan tetapi juga ada hubungan dengan berbagai faktir yaitu keluarga, lingkungan tempat tinggal , lingkungan sekolah serta aparat hukum baik sebagai faktor penyebab, pencetus maupun yang menanggulangi. Orang tua murid sebaiknya memiliki pengetahui tentang penyalahgunaan obat terlarang yang dapat terjadi pada anggota keluarganya. Oleh karena itu tujuan dari survei adalah untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan orang tua murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) tentang jenis, bentuk,cara penggunaan serta ciri-ciri fisik pengguna Narkotik, Alkohol dan Zat adiktif lainnya (NAZA). Survei ini menggunakan rancangan deskriptif analitik yang bersifat cross-sectional untuk mengukur tingkat pengetahuan orang tua murid SLTP tentang NAZA di empat sekolah terpilih di Depok Jawa Barat. Pengetahuan orang tua murid terhadap jenis, bentuk, cara penggunaan dan ciri-ciri fisik anak pengguna NAZA seperti minuman keras, obat sedatif seperti diazepam (pil BK), nitrazepam (mogado,) dan flunitrazepam (rohypnol), jenis cannabis seperti ganja/mariyuana, jenis opiat (heroin/putaw), jenis amfetamim seperti ekstasi/shabu-shabu) serta jenis kokain ternyata masih sangat rendah. Dari sekitar 33.3% orangtua murid hanya mengetahui paling banyak 2 dari 6 jenis NAZA tersebut. Ditemukan 26.5% orangtua murid yang tidak tahu bentuk minuman keras, 49.6% tidak tahu bentuk dari obat sedatif, 44.4% tidak tahu bentuk dari jenis cannabis, 62.4% tidak tahu bentuk dari jenis opiate, 57.3% tidak tahu bentuk dari jenis amfetamin dan 75.2% tidak tahu bentuk jenis kokain. Sebanyak 13.1%, 57.3%, 57.6%, 44.4%, 2.6%, 68.7% dan 78.8% berturut-turut tidak mengetahui cara penggunaan minuman keras, obat sedatif, cannabis, opiat, amfetamin dan kokain. Sebagian besar responden tidak mengetahui ciri ciri fisik anak pengguna NAZA dengan baik, sedangkan besar orang tua murid memperoleh informasi tentang NAZA melalui media majalah/koran atau televisi disusul dengan melalui penyuluhan dan seminar. Pihak sekolah perlu bekerjasama dengan orang tua murid dalam menanggulangi masalah NAZA dan melakukan intervensi melalui multimedia yang ditujukan kepada orang tua.

Junior high school student?s parents knowledge about narcotics, alcohol and addictives in Depok 2002. At present drug abuse is a major issue among teenagers/students. It does not only involve teenagers/students it selves, but also their families, the neighborhood, the school environment, law enforcement as main factors as well as anticipators. Parents should have knowledge about drug abuse among family members. Therefore the aim of this study is to obtain information of the junior-high school parents on knowledge about drugs, alcohol and addictives i.e. type of drugs, appearance of drugs, the way using drugs and the physical individual characteristics of drug users. The study was conducted in selected schools of Depok, West Java. The analytic descriptive cross-sectional method was used to measure the level of knowledge of the parents. The level of knowledge of the parents on alcoholic beverages, sedative group such as diazepam (BK tablet), nitrazepam (mogadon) and flunitrazepam (rohypnol), cannabis (ganja / marijuana), opiate (heroin / putaw), amphetamine (shabu-shabu, ecstacy) and cocaine. The parents did know at the most, two kinds of drug among six. Among them 26.5% did not know about alcoholic beverages and 49.6% about sedative group. Of the parents 44.4%, 62.4%, 57.3%, 75.2% did not know about the different appearances of cannabis, opiate, amphetamine and cocaine type respectively. A total of 13.1% , 57.3%, 57.6%, 44.4%, 62.6%, 68.7% and 78.8% did not know how to use alcoholic beverages, sedative group, cannabis, opiate, amphetamine and cocaine Most parents did not know well the physical, individual characteristics of drug users. Information about drugs was obtained from magazine, newspaper or television, followed by counseling and seminars. Schools should cooperate with parents to overcome the problem of NAZA and knowledge of parents should be improved through multimedia."
Depok: Pusat Penelitian Keluarga Sejahtera Universitas Indonesia, 2003
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Besral
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran potensi penularan HIV dari pengguna NAPZA suntik ke masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil survei Surveilans Perilaku di Jakarta tahun 2000 yang dilaksanakan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia. Metode yang digunakan untuk perhitungan potensi penularan disasarkan pada konsep probabilitas. Penularan HIV dari penggunaan NAPZA suntik ke masyarakat umum dapat terjadi jika pengguna NAPZA suntik melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
Pada hasil penelitian didapatkan bahwa potensi penyebaran HIV dari pengguna NAPZA suntik ke masyarakat umum sangat besar. Dari 27.300 pengguna NAPZA suntik di DKI (tahun 2000) akan ada 1.062 - 3.368 kasus baru HIV per tahun atau akan ada 389 - 1.245 kasus baru HIV per tahun per 10.000 pengguna NAPZA suntik. Untuk meminimalkan potensi penyebaran HIV dari pengguna NAPZA suntuk ke masyarakat umum perlu dilaksanakan beberapa informasi dan edukasi mengenai dampak buruk NAPZA dan HIV/AIDS mengurangi peredaran NAPZA kampanye kondom dengan cara meningkatkan akses pengguna NAPZA terhadap kondom dan peningkatan peran aktif masyarakat dalam pemberantasan NAPZA serta menerima bekas pengguna NAPZA yang telah sembuh tanpa diskriminasi.

The Potential Spreading of HIV from IDUs to the General Population. The objective of this study was to know the magnitude of potential spreading of HIV from the Intravenous Drug Users (IDUs) to the general population. This study analyzed secondary data from the Behavioral Surveillance Survey in Jakarta year 2000 conducted by the Center for Health Research,University of Indonesia. The method of computation was based on the concept of probability. The HIV could spread to the general population if the IDUs have had sexual act without using condoms.
The result of the study showed that potential spreading of HIV from the IDUs to the general population was very high. A total of 27,300 IDUs in DKI Jakarta (year 2000) will produce 1.062-3.368 HIV new cases per year, or equivalent with 389 - 1.245 HIV new cases per year per 10.000 IDUs. To minimize the potential spreading, it is suggested to conduct some strategies e.g. using sterile syringes, detoxification, education information and communication about harmful effects of drugs and AIDS, reducing and localizing the distribution of drugs, campaign of condom use, increasing of community participation to prevent illegal drug use and well coming without any discrimination ex-IDUs who has been recovered."
Depok: Universitas Indonesia, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Nuryanti
"Penelitian ini dilakukan karena adanya jumlah peningkatan jumlah kasus narkoba yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Penanganan permasalahan narkoba merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Badan Narkotika Nasional sebagai focal poin dalam penanganan masalah narkoba di Indonesia telah menetapkan Surat Keputusan No: Skep/92/XII/2004/BNN tentang Strategi Nasional P4GN yang dapat dijadikan pedoman/acuan bagi instansi pemerintah dan organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang narkoba dalam melakukan upaya-upaya P4GN dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia bebas narkoba 2015.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Strategi Nasional P4GN pada instansi anggota BNN dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi dalam implementasi Strategi Nasional P4GN pada instansi anggota BNN. Penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner ke 28 (dua puluh delapan) instansi anggota BNN, yang memberikan jawaban atas kuesioner tersebut ada 16 (enam belas) instansi anggota BNN, dan melakukan wawancara mendalam kepada informan kunci yaitu Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian Biro Umum Sekretariat Lakhar BNN, Direktur Pengawasan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, dan Staf Direktorat Jenderal Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif (gabungan). Teori yang digunakan untuk melakukan analisis data yaitu teori George C. Edward III yang terdiri atas variabel komunikasi, variabel sumber-sumber, variabel sikap/kecenderungan, variabel struktur organisasi, teori Donald S. Van Meter dan Van Horn yaitu variabel hubungan antar organisasi, serta ditambah dengan variabel pelaksanaan program. Hasil penelitiannnya menunjukkan bahwa kebijakan Strategi Nasional P4GN telah dikomunikasikan dengan baik kepada petugas/pegawai yang menangani bidang P4GN pada instansi anggota BNN, begitu juga dengan sumbersumber, sikap, struktur birokrasi, hubungan antar organisasi, dan pelaksanaan program juga dilaksanakan dengan sangat baik dan mendukung atas implementasi kebijakan tersebut pada instansi anggota BNN. Namun demikian dalam imlpementasi kebijakan tersebut masih terdapat beberapa hambatan yang dihadapi.

This study was conducted since there had been a significant increase in drug cases from year to year. Dealing with drug problems is the responsibility of the society as a whole. The National Narcotics Board as the focal point related to drug problems in Indonesia has issued a Decree No.: SKEP/92/XII/2004/BNN on the National Strategy in the Prevention and Eradication of Drug Abuse and Illicit Trafficking as a reference for government agencies, including social organizations in the prevention and eradication of drug abuse and illicit trafficking as a realization of a Drug-free Indonesia in 2015.
The purpose of the study is to know how the National Strategy on the Prevention and Eradication of Narcotics, Psychotropic Substances and other Addictive Substances is implemented at the Member agencies of BNN. Also to identify the obstacles encountered related to the implementation. The study is conducted through distribution of questionnaires to 28 Member agencies of BNN, but only 16 responded to the questionnaire; in depth interviews were also conducted on key informants, i.e. Heads of Organization and Personnel Divisions, Bureau of General Affairs, Secretariat of the BNN Executive Office, Director of the National Agency of Food and Drugs, Republic of Indonesia, Staff of the Directorate General of Immigration, Department of Justice and Human Rights. Data analysis was made through a combination of the quantitative and qualitative methods. The theory applied here is the theory of George Edward III, consisting of variables of communication, resources, attitudes/trends, organizational structure, including the theory of Donald S. Van Meter and Van Horn related to the variable on inter-organizational relation, and added with a variable on program implementation. The outcome of the study shows that the policy on the National Strategy related to the Prevention and Eradication of Drug Abuse and Illicit Trafficking has been well communicated to the officials of the related Member agencies of BNN dealing with the prevention of drug abuse; in addition, resources, attitudes, structure of bureaucracy, inter-organizational relations, as well as program implementation were carried out very well and supported. However, there are still obstacles that are encountered in the implementation of the national strategy."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T 25472
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   2 3 4 5 6 7 8 9 10 11   >>