Ditemukan 83 dokumen yang sesuai dengan query
Singapore: Horizon Books, 2007
899.221 32 PRA a
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Vermeulen, Johannes Theodorus
Depok: Komunitas Bambu, 2010
959.822 VER t
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Kieven, Lydia
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2017
294.55 KIE m
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Fitriani
"Sepanjang abad ke-19, seluruh wilayah Keresidenan Priangan merupakan kawasan terlarang (Verboden Kringen) bagi perdagangan opium. Segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan opium, seperti menjual, memiliki, mengimpor dan mendistribusikan opium, diklasifikasikan sebagai kegiatan ilegal. Hal ini justru memicu sejumlah kasus penyelundupan opium. Atas dasar pertimbangan untuk memerangi kasus penyelundupan opium dan atas dasar pertimbangan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan konsumsi opium secara bertahap, serta meningkatkan pendapatan, memasuki awal abad ke-20 Pemerintah Kolonial mengubah kebijakan pelarangan perdagangan opium dengan menghapuskan perdagangan opium. perdagangan opium. status kawasan terlarang (Verboden Kringen) di wilayah Karesidenan Priangan. dan memperkenalkan kebijakan Opiumregie di wilayah tersebut. Dengan adanya perubahan kebijakan perdagangan candu tersebut, candu resmi menjadi komoditas perdagangan yang legal di wilayah Karesidenan Priangan dan telah memberikan sejumlah dampak baik bagi Pemerintah Kolonial maupun masyarakat khususnya di Kota Bandung dalam berbagai aspek.
Throughout the 19th century, the entire territory of the Priangan Residency was a forbidden area (Verboden Kringen) for the opium trade. All forms of opium-related activities, such as selling, possessing, importing and distributing opium, are classified as illegal activities. This has actually triggered a number of cases of opium smuggling. On the basis of considerations to combat opium smuggling cases and on the basis of considerations to reduce or even eliminate opium consumption gradually, as well as increase income, entering the early 20th century the Colonial Government changed the policy of prohibiting the opium trade by abolishing the opium trade. opium trade. the status of a prohibited area (Verboden Kringen) in the Priangan Residency area. and introduce Opiumregie policy in the region. With the change in the opium trade policy, opium has officially become a legal trading commodity in the Priangan Residency area and has had a number of impacts both for the Colonial Government and the community, especially in the City of Bandung in various aspects."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Nensi Yuliyanti Dewi
"Candi merupakan peninggalan arkeologis yang menjadi bukti berkembangnya kebudayaan masa lalu di Indonesia. Penelitian tentang candi memang banyak dilakukan, namun pembahasan mengenai Candi Bhre Kahuripan secara terperinci belum pernah dilakukan hingga sekarang. Oleh karena itu, karya ini bertujuan untuk memaparkan bentuk, gaya bangunan, serta peran Situs Bhre Kahuripan pada masa Majapahit. Candi ditemukan dalam kondisi yang tidak utuh, hanya tersisa bagian batur dengan ukuran 14 x 14 m dengan yoni di tengahnya. Candi di situs Bhre Kahuripan diperkirakan merupakan jenis samkirna dikarenakan bahan pembuatannya lebih dari dua bahan. Baturnya dari susunan batu andesit, sumurannya campuran antara bata dan andesit, serta diatas batu-batu umpak diduga berdiri tiang kayu penopang atap dari bahan yang mudah rusak. Kemudian untuk mengetahui perkiraan bentuk utuh Candi Bhre Kahuripan dilakukan metode analogi atau membandingkan dengan candi serupa yang sudah dapat diketahui atributnya sehingga didapatkan suatu informasi tertentu. Hasil analisis memperlihatkan bahwa Candi Bhre Kahuripan termasuk dalam jenis candi batur seperti yang dikemukakan oleh Agus Aris Munandar, dan memiliki latar belakang agama Hindu Saiwa. Berdasarkan peninggalan yang ada, candi ini berfungsi sebagai tempat pendharmaan sekaligus peribadatan.
The temple is an archaeological relic that is evidence of the development of past culture in Indonesia. Research on temples has indeed been done a lot, but a detailed discussion of Bhre Kahuripan Temple has never been done until now. Therefore, this work aims to describe the shape, style of the building, and the role of the Bhre Kahuripan Site during the Majapahit era. The temple was found in an incomplete condition, only the batur section with a size of 14 x 14m remains with a yoni in the middle. The temple at the Bhre Kahuripan site is thought to be a type of samkirna because it is made of more than two materials. The batur are made of andesite stone, the sumuran are a mixture of brick and andesite, and on top of the umpak it is suspected that wooden pillars supporting the roof are made of easily damaged materials. Then to find out the approximate form of the Bhre Kahuripan Temple, an analogy method was used or compared with similar temples whose attributes could already be known so that certain information was obtained. The results of the analysis show that the Bhre Kahuripan Temple is included in the batur temple type as proposed by Agus Aris Munandar, and has a Saiwa Hindu religious background. Based on the existing relics, this temple functions as a place of pendharmaan as well as worship."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Bossenbroek, Martin
Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2023
959.8 BOS p
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Sindhunata
"Ratu Adil: Ramalan Jayabaya & Sejarah Perlawanan Wong Cilik adalah kisah pergulatan dan perlawanan wong cilik. Karya monumental ini, dengan menggali berbagai literatur penting, mampu menerobos dan menguak kepingan-kepingan sejarah yang terabaikan di Jawa pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Buku ini juga menampilkan kepingan-kepingan sejarah itu dalam goresan kuas Budi Ubrux. Lebih dari lima puluh lukisan yang menggambarkan perlawanan nasib wong cilik ditampilkan dengan memukau. Ratu Adil: Ramalan Jayabaya & Sejarah Perlawanan Wong Cilik adalah harapan yang terus hidup dan terpendam dalam kebisuan wong cilik. Ketika ditanya siapakah Ratu Adil, jagonya berkokok memanggil matahari di pagi hari lalu pergi mengais nasi. Mana yang lebih dahulu terbangun, jagonya atau matahari tiada ia peduli. Ia hanya mau orang mengerti, harapannya adalah matahari, dan jagonya adalah penderitaannya sendiri. Ia percaya Ratu Adilnya tak lain hanyalah manunggalnya penderitaan dan harapan laksana manunggaling kawula lan Gusti, yang membangkitkannya untuk melawan nasib ketika kebebasannya dibelenggu derita yang tak tertanggungkan lagi. Mereka, wong-wong cilik itu bukanlah kalah, mereka hanya menitipkan rahasia penderitaan, tempat tersimpannya harapan akan masa depan di mana ditegakkan negeri ijo royo-royo panjang punjung lohjinawi murah sandang murah pangan, rojo koyo gembira berjingkrak-jingkrak iwen-iwen, itik, ayam, dan banyak pulang ke kandang diiringi sorak: keadilan turun bagaikan embun kesejahteraan mekar bagaikan bunga bakung wong cilik tiada lagi miskin dan papa tertawa ngguyu asuka-suka dengan tawa zaman Kerta jago-jago mereka merdu kokoknya mengusir pilu menghapus rindu hingga menjauh sudah air mata dari bumi yang tiada lagi berduri-duri derita. Selling Point: - Karya monumental Sindhunata - Menampilkan karya-karya Budi Ubrux - Mampu menerobos dan menguak kepingan-kepingan sejarah yang terabaikan di Jawa pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
"
Jakarta: Gramedia Pusaka Utama, 2024
959.802 SIN r
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
"Naskah berisi teks Babad Jenggala, diawali dengan kisah Prabu Dewakusuma disebut juga Panji Rawisrengga hanya ditemani istrinya meninggalkan kerajaan dan tinggal di gua di tengah hutan. Cerita diakhiri dengan peperangan antara Raja Mataram dengan Adipati Pragola dari Pati. Naskah dibeli Pigeaud dari Sinu Mundisura pada 8 JuH1930 dan telah dibuatkan ringkasan dan daftar pupuh. Ringkasan isi dibuat per pupuh dan daftar pupuhnya dicuplikkan pada pertama dan pada terakhir tiap pupuhnya. Baik ringkasan isi (tulisan tangan aksara Latin, dibuat pada bulan Desember 1936) maupun daftar pupuh (ketikan tembusan karbon, dibuat pada bulan September 1930) dikerjakan di Surakarta oleh Mandrasastra (kedua-duanya terlampir)."
SJ.65-NR 101
Naskah Universitas Indonesia Library
"Kronik sejarah bercampur mitos, mulai dari kerajaan Pajajaran sampai Demak. Diawali dengan pengislaman kerajaan Pajajaran; Prabu Siyung Wanara mengutus Patih Mangkupraja mencari bantuan ke Mekah dan Madinah karena akan diserang Majapait (Jaka Suruh bersama Arya Bangah). Cerita berlanjut dengan sejarah kerajaan Majapait hingga kerajaan Demak dengan para walinya. Naskah disalin pada tanggal 8 Sapar, Jumakir 1794 (5 Juli 1865), oleh Kertamenggala (h.i). Pada akhir teks (h.203) terdapat pula informasi yang tidak jelas, kurang lebih merupakan peringatan hari wafatnya Jayaprawaka pada hari Jemuwah Legi, tanggal 4 Idulakir 1793 atau tanggal 5 November 1864. Pigeaud memperoleh naskah ini dari seorang orang Cina (tanpa nama) pada bulan Februari 1928. Ringkasannya dibuat oleh R.M. Suwandi pada bulan Maret 1929 (h.i). Kini ringkasan tersebut tersimpan di koleksi FSUI dengan kode SJ.116 (L 23.09). Keterangan referensi lihat FSUI/SJ.l 19. Daftar pupuh: (1) dhandhanggula; (2) durma; (3) sinom; (4) pangkur; (5) sinom; (6) dhandhanggula; (7) durma; (8) pangkur; (9) kinanthi; (10) sinom; (11) asmarandana; (12) sinom; (13) dhandhanggula; (14) pucung; (15) asmarandana; (16) pangkur; (17) durma; (18) gambuh; (19) jurudemung; (20) asmarandana; (21) durma."
SJ.117-NR 13
Naskah Universitas Indonesia Library
"Teks berupa ringkasan dan petikan pada awal dan akhir setiap pupuh dari naskah FSUI/SJ.117. Ringkasan dibuat oleh R.M.Suwandi pada bulan Maret 1929. Keterangan isi dan bibliografi, lihat FSUI/SJ. 117 dan 119."
SJ.116-L 23.09
Naskah Universitas Indonesia Library