Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Teks ini berisi teks pelajaran untuk memainkan karawitan berlaras pelog maupun slendro, disertai nama-nama peralatan karawitan, cara untuk menabuh, dan juga notasinya. Dalam naskah tercantum nama L. Soerosoepono 1930 (stempel). Asal koleksi naskah dari RM. Sajid."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
SS.3-KS 52
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Semarang: Intra Pustaka Utama, 2003
780.959 8 INY g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Christ Billy Aryanto
"ABSTRAK
Penelitian Mozart effect telah banyak dilakukan di negara-negara barat, tetapi belum diketahui pengaruhnya pada partisipan di Asia, khususnya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik klasik barat dan musik tradisional Indonesia terhadap kemampuan penalaran spasial mahasiswa Indonesia. 37 partisipan mengerjakan tiga borang tugas spasial setelah mendengarkan Sonata for Two Pianos in D, KV. 448 karya Mozart, musik Gamelan Bali, dan hening selama 10 menit. Mood, arousal, dan kesukaan serta kelaziman terhadap lagu yang didengarkan juga diukur untuk mengetahui apakah hal tersebut memengaruhi skor penalaran spasial. Ditemukan bahwa musik karya Mozart dan musik Gamelan Bali secara signifikan meningkatkan penalaran spasial dibandingkan keadaan hening. Musik karya Mozart diketahui dapat meningkatkan mood dan arousal, sedangkan musik Gamelan Bali hanya meningkatkan arousal saja. Analisis dari kesukaan dan kelaziman lagu menunjukkan musik karya Mozart lebih disukai dibandingkan musik Gamelan Bali, meskipun kedua lagu sama-sama lazim bagi partisipan. Hasil dan saran penelitian akan didiskusikan lebih lanjut untuk mengeksplorasi hasil yang tidak konsisten dari penelitian Mozart effect sebelumnya.

ABSTRACT
Research on Mozart effect have been widely researched in western countries, but it is not known the influence on participants in Asia, especially Indonesia. This study aims to determine the effect of western classical music and Indonesian traditional music on Indonesian students rsquo spatial reasoning abilities. 37 participants did three spatial task rsquo s forms after listening to Sonata for Two Pianos in D, KV. 448 works by Mozart, Balinese Gamelan music, and silence for 10 minutes. Mood, arousal, and liking also familiarity of the songs were also measured to determine whether this affects the score of spatial reasoning. It was found that Mozart music and Balinese Gamelan music significantly improve spatial reasoning compared to the state of silence. Music by Mozart are known to improve mood and arousal, while the Balinese Gamelan music only enhances arousal. Analysis of liking and familiarity of the songs show that by Mozart music is preferred over Balinese Gamelan music, although both songs were equally familiar for participants. Results and recommendations will be discussed to explore the inconsistent results from previous studies Mozart effect."
2016
T47462
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid pertama dari seri tujuh naskah Pakem Langendriyan (FSUI/ST.7-12, satu hilang). Berisi petunjuk gendhing, kandha, pocapan, sabetan, dan lain-lain untuk pertunjukan langendriyan lakon Damarwulan. Teks pada jilid pertama ini mengisahkan penobatan Ratu Ayu Kencanawungu menjadi raja di Majapahit, dilanjutkan dengan pemberontakan Menak Jingga yang tidak setuju dengan penobatan Kencanawungu. Menak Jingga kembali ke Blambangan lalu mengirimkan surat lamaran kepada Ratu Ayu Kencanawungu. Bala tentara Majapahit marah. Adipati Lumajang dan Daha segera menggempur Blambangan. Teks berakhir dengan gugurnya Adipati Sindura dari Daha oleh Menak Jingga. Menurut kolofon (h.1), teks ini disusun atas perintah K.G.P.A. Mangkubumi di Surakarta, mungkin sekitar akhir abad 19. Teksnya mirip dengan versi cetak yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1932, berciri seri no. 821, tetapi cendrung lebih lengkap, terutama dalam teks pocapan. Setelah memeriksa catatan pada halaman judul setiap jilid dalam seri naskah ini, penyunting memperoleh kesan bahwa Balai Pustaka mengambil naskah-naskah ini sebagai sumber acuan pada waktu penyusunan edisi cetak (juga dalam 7 jilid). Catatan tersebut menyebutkan bahwa naskah dipinjam dari Pigeaud, dan disalin oleh Balai Pustaka pada tahun 1931. Pada h.i, terdapat catatan Pigeaud yang menyebutkan bulan Agustus 1926, barangkali sebagai tarikh penyalinan naskah ini oleh staf Pigeaud di Surakarta (?). Di halaman yang sama disebutkan pula bahwa teks ini diterbitkan pada tahun 1929 oleh Balai Pustaka, padahal penerbitannya tahun 1932, seperti tersebut di atas. Masih di h.i, dinyatakan bahwa teks ini adalah Langendiya Jogya, menunjukkan bahwa naskah babon yang disalin di sini diperoleh Pigeaud di Yogyakarta. Keterangan tentang langendriyan pada umumnya lihat Pigeaud: 251-252."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
ST.7-A 2.04
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid kedua dari seri tujuh naskah Pakem Langendriyan (FSUI/ST.7-12). Keterangan selanjutnya lihat FSUI/ST.7. Teks jilid ini berisi kisah penyerangan Ranggalawe ke Blambangan, bersama seluruh balatentara Tuban. Diseling dengan episode Damarwulan mengabdi pada patihLugender. Terjadi pertempuran balantara Tuban dengan prajurit Bugis dan Blambangan. Teks berakhir dengan episode Ranggalawe terdesak dalam pertempuran."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
ST.8-A 2.05
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid ketiga dari seri tujuh naskah Pakem Langendriyan (FSUI/ST.7-12). Keterangan teks pada jilid ini mengisahkan tentang sayembara Patih Lugender untuk membunuh Menak Jingga. Sementara itu tersebar kabar mengenai gugurnya Ranggalawedalam pertempuran. Terjadi pertempuran antara Damarwulan melawan Layang Seta dan Layang Kumitir. Dilanjutkan dengan kisah Damarwulan menjadi penyabit rumput hingga bertemu dengan Dewi Anjasmara. Prajurit Lamongan, Buntaran dan Watangan bertempur dengan Patih Angkatbuta dan Ongkotbuta sampai tertangkap, namun berhasil dibebaskan oleh Menak Koncar. Terjadi pertempuran antara Menak Koncar melawan prajurit Blambangan. Ratu Ayu Kencanawungu memerintahkan Patih Lugender untukmencari Damarwulan."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
ST.9-A 2.06
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid Keempat dari seri tujuh naskah Pakem Langendriyan (FSUI/ST.7-12). Keterangan selanjutnya lihat FSUI/ST.7. Teks jilid ini mengisahkan permintaan Ratu Ayu Kencanawungu kepada Raden Damarwulan untuk membunuh Menak Jingga. Damarwulan menyusup ke dalam istana dan bertemu dengan isteri Menak Jingga. Setelah berhasil mengetahui kelemahan Menak Jingga, Damarwulan mencuri senjata pusaka Gada Wesi Kuning dan membunuh Menak Jingga. Damarwulan kembali ke Majapahit dengan membawa bukti Kepala Menak Jingga, namun dalamperjalanan dicegat Layang Seta dan Layang Kumitir yang kemudian merebut kepalaMenak Jingga dan dipersembahkan kepada Ratu Ayu Kencanawungu. Teks berakhir dengan tewasnya Patih Angkatbuta dan Ongkotbutaoleh prajurit Majapahit."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
ST.10-A 2.07
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid kelima dari seri tujuh naskah Pakem Langendriyan (FSUI/ST.7-12). Keterangan selanjutnya lihat FSUI/ST.7. Teks jilid ini mengisahkan kedatangan utusan Prabu Klanasasi dari Wandan Gupita untuk melamar Prabu Kenya, dan kedatangan Layang Seta - Layang Kumitir yang membawa kepala Prabu Urubesma (Menak Jingga). Lamaran Prabu Klanasasi ditolak Sang ratu memerintahkan Layang Seta dan Layang Kumitir untuk membuntuti utusan Wandan Gupita sehingga terjadi pertempuran. Sementara itu, PrabuKenya mendapat keterangan dari putri tawanan bahwa yang membunuh Menak Jingga adalah Damarwulan. Damarwulan menghadap Ratu Kenya sambil membawa bukti Gada Wesi Kuning milik Menak Jingga. Damarwulan diadu dengan Layang Seta dan Layang Kumitir, akhirnya Damarwulan berhasil mengalahkan mereka berdua. Damarwulan menjadi raja dan menikah dengan Prabu Kenya. Patih Lugender beserta kedua anaknya, Layang Seta dan Layang Kumitir membelot ke Wandan Gupita. Teks berakhir dengan kisah peperangan antara bala tentara Majapahit melawan musuh dari Wandan Gupita."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
ST.11-A 2.08
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Jilid terakhir dari seri tujuh naskah Pakem Langenriyan (FSUI/ST.7-12, jilid keenam hilang. Keterangan selanjutnya lihat FSUI/ST.7. Teks jilid ketujuh ini berisi kisah Prabu Brawijaya yang kedatangan utusan Panji Wulung dari negara Sulebar. Utusan itu dipimpin Panji Kusuma, berniat meminang Dewi Sekati namun telah terdahului oleh Arya Manik Koncar dari daerah Tuban. Akibatnya terjadi pertempuran antara Prabu Brawijaya dengan Panji Wulung. Teks ini berakhir dengan perdamaian antara Prabu Brawijaya dengan Panji Wulung karena menurut Begawan Tunggal Manik, mereka berdua adalah anaknya kakak beradik yaitu ketika Begawan Tunggal Manik berkelana kenegara Sulebar, ia meninggalkan seorang anak dari putri Sulebar."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
ST.12-A 2.09
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Buku ini berisi pertunjukkan langendriya yang diadakan pada malam Ahad tanggal 13 bulan Saban tahun Jimakir 1858. Pertunjukkan ini diadakan dalam rangka upacara tetesan putri dalem Gusti R. A. Sekar Kedhaton Kustiyah. Langendriyan ini merupakan sumbangan dari putra dalem K. P. A. A. Mangkunagara VIII. Langendriya ini mengambil cerita tentang Damarwulan, yang tersusun menjadi 9 (sembilan) adegan."
Solo: Swastika, [Date of publication not identified]
BKL.0670-WY 26
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>