Ditemukan 1447 dokumen yang sesuai dengan query
Tan, Ngoc Chau
Paris: Unesco, 1972
301 TAN p
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Cammack, Paul Anthony
London: Leicester University Press, 1997
330.122 CAM c
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Ary Noorjannah
"Istilah permukiman kumuh sering didengar dalam berbagai bidang dan terus dibicarakan ditengah perkembangan perekonomian dan pergolakan mayarakat Indonesia yang Iabil saat ini. Pada bidang Arsitektur permasalahan permukiman kumuh tidak lepas dari pemasalahan Tata Kota. Permukiman kumuh bertambah dan berkembang dengan ciri dan karakter yang berbeda dengan permukiman perkampungan atau permukiman elit, bagaimana mengidentitikasi kawasan kumuh tersebut, bagaimana dengan kehidupan bermukimnya dan perkembangan persebarannya dalam ruang kota Jakarta.
Keterlibatan pemerintah dalam menangani permukiman kumuh telah dimulai sejak di keluarkannya Inpres No 5 /1960 mengenai permukiman kumuh. Kebijakan apa saja yang dibuat dan seberapa berpengaruhnya hal tersebut terhadap penyelesaian permasalahann pemukiman kumuh di Jakarta.
Dalam kebijakan penanganan permasalahan permukiman kumuh, pemerintah rnengharapkan peran semua pihak. Sehingga keberhasilan strategi dan program yang di jalankan juga tergantung keberhasilan tiap-tiap pelaku dalam melaksanakan peranannya. Hingga saat ini permukiman kumuh di Jakarta makin bertambah jumlahnya dengan kwalitas kekumuhan yang buruk. Keterbatasan pemerintah dalam hal ini telah di sadari sehingga mengubah peranannya hanya sebatas pemberi tugas bukan pelaksana, dapatkah arsitek menjawab tantangan dan mengambil peran tersebut."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S48288
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Eko Hin Ari Pratama
"Di Indonesia implementasi secondary market pada lembaga penyiaran swasta televisi secara tidak langsung telah terjadi dalam bentuk pengalihan saham perusahaan sehingga Ijin Penyelenggaraan Penyiaran IPP yang didalamnya terdapat alokasi spektrum frekuensi radio ikut berpindahtangan. Dampaknya terjadi monopoli dan broker spektrum frekuensi radio, tidak ada manfaat untuk pemerintah dan membatasi pemilik modal yang potensial. Ini terjadi karena belum ada regulasi yang mengatur secondary market pada lembaga penyiaran swasta televisi di Indonesia. Oleh karena itu pada penelitian ini diharapkan menghasilkan usulan model implementasi secondary market pada lembaga penyiaran swasta.Dalam penelitian ini usulan model secondary market diperoleh dengan benchmarking implementasi secondary market di Amerika Serikat, Australia, Guatemala dan Selandia Baru. Untuk menentukan parameter penilaian dilakukan Indepth Interview dengan stakeholder dalam industri penyiaran. Selanjutnya untuk memberikan penilaian yang rinci dan sistematis terhadap potensi dampak dari usulan model dan mencapai tujuan yang diinginkan dari aspek manfaat, biaya dan efeknya maka dianalisa menggunakan metode Regulatory Impact Analysis RIA .
Dalam penelitian ini diperoleh 3 usulan model secondary market yaitu model status quo tidak ada secondary market , model secondary market dengan mekanisme langsung dan model secondary market dengan mekanisme melalui badan pengawasan independen. Setelah dinilai dari aspek biaya dan manfaat dengan metode Plus-Minus Implication PMI didapatkan hasil model 1 mendapatkan nilai -10, model 2 mendapatkan nilai -2 dan model 3 mendapatkan nilai = 8, sedangkan dengan metode Multi Criteria Analysis MCA didapatkan hasil model 1 mendapatkan nilai 129, model 2 mendapatkan nilai 239 dan model 3 mendapatkan nilai = 180.Hasil analisis RIA terhadap 3 usulan model secondary market, usulan 3 dipilih sebagai opsi terbaik berdasarkan keunggulan penilaian dari parameter penataan spektrum frekuensi, pengendalian spektrum, kompetisi dan transparansi yang dapat mencegah monopoli spektrum frekuensi radio serta dari sisi konten yang isinya lebih beragam dengan adanya pengawasan dari badan independen dalam proses secondary market.
Secondary market has been implemented in Indonesia television private broadcasting institutions indirectly by stock acquisition including Ijin Penyelenggaraan Penyiaran IPP and allocation of radio frequency spectrum. The impacts is spectrum monopoly and no benefit for government. This happens because there are no regulations governing the secondary market in Indonesia television private broadcasting institutions. Therefore, this research is expected to produce proposal of secondary market implementation model at private broadcasting institution .The proposed secondary market model obtained by benchmarking the implementation of secondary markets in the United States, Australia, Guatemala and New Zealand. To determine the assessment parameters conducted Indepth Interview with stakeholders in the broadcasting industry. To provide a detailed and systematic assessment of the potential impact of the proposed model and to achieve the desired objectives from the aspects of benefits, costs and effects it is analyzed using the method of Regulatory Impact Analysis RIA. This research proposed 3 secondary market model that is status quo model no secondary market , direct secondary market model and secondary market model through independent agency. After assessed from cost and benefit aspect with Plus Minus Implication PMI method, the result of model 1 get value 10, model 2 get value 2 and model 3 get value 8, whereas with Multi Criteria Analysis MCA method model 1 get value 129, model 2 get value 239 and model 3 get value 180.After analyzed by RIA method, the secondary market model through independent agency choosed as the best option based on the superiority of the assessment of frequency spectrum arrangement parameters, spectrum control, competition and transparency that can prevent the radio frequency spectrum monopoly as well as from a more diverse content side with the supervision of independent bodies in the secondary market process"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
T48357
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Ode Pramoedya
"
ABSTRAKGenerasi millennial yang mendominasi sebagian besar penduduk Indonesia saat ini menjadi subjek penelitian yang menarik bagi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku unik millennial dan melakukan segmentasi pasar dari sudut pandang bauran pemasaran, personality, dan lifestyle akan keputusan pembelian kendaraan. Metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan In Depth Interview terhadap 8 responden dan menyebarkan kuesioner secara online dan offline kepada 300 responden lainnya dengan Snowball Sampling. Terdapat 18 faktor yang terbentuk dari hasil dari Factor Analysis yang kemudian diolah menggunakan Cluster Analysis yang menghasilkan tiga segmen untuk Honda Jazz dan empat segmen pada Toyota Yaris. Ditemukan perbedaan antar kelompok pada setiap merek dalam hal peran pengambilan keputusan, demografi, pertimbangan bauran pemasaran, personality dan lifestyle. Penelitian ini memberikan tambahan pengetahuan terkait dengan segmentasi konsumen, khususnya untuk generasi millennial di negara berkembang seperti Indonesia.
ABSTRACTCurrent Indonesia rsquo s dominating generation which called millennial has attracting marketing practice. This study aims to analyse their unique behavior and perform a market segmentation from point of view 7Ps marketing mix, personality, and lifestyle on buying their car buying decision. For this purpose, research method of qualitative and quantitative were applied with In Depth Interview of 8 respondents and deeper data collecting from Snowball Sampling for 300 respondents through offline online questionnaire. Factor Analysis of the data identified 18 factors which further analysed using Cluster Snalysis. The Cluster Analysis revealed three types of millennial Honda Jazz and four types on Toyota Yaris. Significant differences were found between groups in each brands in term of decision making role, demographic, marketing mix consideration, personality and lifestyle. This study provides new insights regarding customer segmentation, especially for millennial generation in developing country such as Indonesia."
2018
T50396
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Hilling, David
London: Routledge, 1996
338.091 724 HIL t (1)
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Due, John F.
Baltimore: John Hopkins Press, 1970
336.271 DUE i
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Ross, Harold
Geneve: United Nations Research Institute for Social Development, 1972
658 ROS m
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Young, E.M.
London: Routledge, 1997
363.8 YOU w
Buku Teks Universitas Indonesia Library
King, Felicity Savage
Oxford: Oxford University Press, 1995
641.109 172 KIN n
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library