Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 31 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eddy Djatmiko
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T41201
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusri
"Sepeda lipat adalah salah satu alternatif untuk mengatasi masalah dalam membawa sepeda pada saat tidak dikendarai, sehingga sepeda dapat dilipat dengan ukuran seminimal mungkin tanpa mengurangi ukuran normalnya pada saat akan dipakai. Caranya adalah dengan merubah sistim rakitan rangkanya, yaitu dengan memberi atau memasangkan engsel pada rangka tersebut sehingga bisa dilipat pada saat dibawa dan diasembling kembali pada saat akan dipakai. Engsel dan rangka adalah bagian yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam proses desain, proses asembling dan manufakturnya. Untuk itu harus diterapkan konsep Design for Manufacture dan Assembly (DFMA) pada proses produksinya, yang harus dilakukan dari awal design secara terintegrasi. DFMA merupakan gabungan dari Design for Assembly (DFA) dan Design for Manufacture (DFM). Hal tersebut bertujuan untuk mereduksi waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi produk (waktu disain, manufaktur dan perakitan), sehingga jam kerja mesin, upah tenaga kerja, biaya energi listrik dan lainnya dapat direduksi sekecil mungkin. Dari penerapan DFA pada engsel yang diambil sebagai contoh maka didapat dari disain awal (sepeda yang sudah ada) jumlah komponen adalah 12 buah dengan waktu assembly 72,45 detik dan efisiensi assembly sebesar 41%. Tapi setelah dilakukan pengembangan disain jumlah komponen berkurang menjadi 7 buah, waktu assembly 33,1 detik dan efisiensi assembly 63 % dan bila DFA diterapkan pada seluruh engsel dan rangka maka waktu assembly total sebesar 795,1 detik Melalui pemilihan bahan dan proses didapat bahan untuk rangka adalah pipa baja karbon rendah (Mild Steel) dan untuk engsel dan sambungan lainnya juga dari baja karbon rendah (Mild Steel). Selanjutnya dari penerapan DFM pada proses pembuatan engsel dan rangka maka didapat waktu permesinan bubut 40,6 menit, milling 106,53 menit, press/punch 40,67 menit, bor 13,83 menit, las 15 menit, bending 6 menit, presstool 40,67 menit dan alat-alat bantu lainnya 90 menit. Bila nilai tersebut kalikan dengan harga yang berlaku dan ditambah biaya-biaya lainnya seperti biaya bahan, operator, listrik dan lain-lain, maka didapat harga pabrik sepeda lipat sebesar Rp 565.000,- (lima ratus enam puluh lima ribu rupiah).

Folding bike is one of alternatif to solve the problems of carried the bicycle when we do not ride it, so that the bicycle can be fold in minimal size without lessening the normal size. We can change the assembling system of the frame and attached a hasp at the frame, so that frame can be fold when we carried and can be assembly when we want to ride it. Hasp and frame must be a special attention in the design process, assembly process and manufacture process. So, the Design for Manufacture and Assmbly (DFMA) system must be applied in the production process from the begining of design and that must be integrated each other. DFMA is a combination of Design for Assembling and Design for manufacture. The mentioned aims are to reduce the time required to produce the product (time for desain, manufaktur and assembling) So that, the machine hours, labour costs, energi costs and the other can be reduced. The aplication of DFA to hasp as a sample, old design consist of tweleve parts (compnents), assembling time is 72,45 second and design efficiency (Assembly index) is 41%. After re-design (Desing development) the hasp consist of 7 (seven) parts (components), assembling time is 33,1 second and design efficiency is 63%. If the DFA aplied to whole hasp and frame, teh assembling time 795,1 second. From selection of materials and prosesess, we got a Mild Steel for the tube (Material for frame), for the hasps and the other joint materials. In the aplication of DFM to hasp and frame manufacturing, the machining time for turning is 40,6 minute, milling is106,53 minute, press/punch is 40,67 minute, drilling is 13,83 minute, welding is 15 minute, bending is 6 minute, presstool is 40,67 minute and other supporting tools is 90 minute. If the cost of that value added by other cost like material cost, energy, operator and the other, the manufacturing cost of folding bike is Rp 565.000,-"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
T41193
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Design for Assembly (DFA) adalah salah satu sistem perencanaan perakitan, yang menganalisa desain komponen maupun produk secara keseluruhan, yang dimulai dari awal proses desain hingga menjadi produk yang dapat dipasarkan (marketable). Model perancangan ini bertujuan untuk mendapatkan sejumlah perubahan desain yang secara tidak langsung dapat mengurangi biaya dan waktu, sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan
pengembangan produk vaccine carrierbox dengan mempertimbangkan metode Product Design dan Design For Assembly pada perancangannya. Dari hasil perancangan dan analisa DFA pada produk
vaccine carrier box, didapat total waktu perakitan untuk desain awal adalah sekitar 519 detik dengan nilai efisiensi sekitar 18% sedangkan total waktu perakitan untuk produk redesain adalah sekitar 405
detik dengan nilai efisiensi 24%.

Abstract
Design for Assembly (DFA) is a model of assembling planning system that analyzed component design and overall product from beginning to be a marketable product. DFA is used to simplifie an assembling process and to reduce it?s cost to meet the consumer requirement. This research consist to analyze a design model of vaccine carrier box using the DFA and product design concept to reach a minimum production time and design efficiency.The results show that the assembling time can be reduce from 519 seconds to 405 seconds and the design efficiency increase from 18% to 24%.. This mean that the production cost can be minimize as well as the need of the market competitive."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dery Palgunadi
"Tuntutan industri saat ini mengharuskan sebuah produk memiliki kualitas tinggi, biaya rendah, dan delivery cepat. Upaya untuk mempercepat proses produksi dilakukan pada tahap awal perancangan dikarenakan 70% - 80% dari total biaya produksi ada pada tahap ini. Pada tahap awal perancangan, seorang perancang memiliki kompleksitas dalam menentukan material, design (shape, thickness, size), spesifikasi (kekasaran permukaan, kekerasan), dan komponen. Kesalahan menentukan hal tersebut akan berpengaruh pada handling dan insertion di proses perakitan. Perhitungan kompleksitas perakitan manual digunakan untuk mengetahui pengaruh dari parameter proses perakitan. Pada perhitungan indeks kompleksitas proses perakitan manual yang sudah ada masih ada permasalahan, yaitu adanya penggunaan parameter yang tidak sesuai di dalam pembobotan, diversity, dan proses reorientation yang tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Pengembangan model yang dilakukan adalah perhitungan nilai pembobotan berdasarkan sistem klasifikasi Boothroyd menggunakan metode normalised average, mengubah definisi dari jumlah keunikan pada perakitan manual, serta memasukkan nilai kompleksitas reorientation. Untuk mengetahui parameter yang paling berpengaruh pada perakitan manual dengan menghitung complexity reduction dari variasi parameter shape, size, thickness, dan kekasaran permukaan. Didapatkan nilai diversity pada perhitungan indeks kompleksitas proses perakitan manual adalah 1, serta complexity reduction dari parameter thickness, kekasaran permukaan, size dan shape berturut-turut adalah 0,8%, 0,7%, 0,69%, dan 0,62%. Penelitian ini diharapkan dapat memudahkan perancang untuk melakukan perubahan-perubahan design di dalam perancangan perakitan.

The current demands on industry have the requirement for a product that has a high quality, low cost, and fast delivery. The attempts to speed up the production process are conduct at an early stage of design due to 70% - 80% of total production costs came from this stage. In the early stages of design, a designer has to determine the complexity of the material, design (shape, thickness, size), specification (surface roughness, hardness), and components. Errors, on the effort of determining, will affect the handling and insertion in the assembly process. Asembly complexity calculations is being used to determine the effect of the assembly process parameters. There are many problems in the current modelling assembly complexity, namely the use of parameters that do not fit in the weighting, diversity, and the reorientation process that are not included in the calculation. The model being developt in this study are focusing in the weighting-calculation area based on the Boothroyd’s system classification using normalized average, changing the definition of the uniqueness of the manual assembly, and enter a value reorientation complexity. The purpose is to determine the most influential parameters on manual assembly by calculating the complexity reduction of variation parameter shape, size, thickness, and surface roughness. This study has obtained the value of diversity in the manual assembly process complexity index is 1, and complexity reduction of the parameter thickness, surface roughness, size and shape are respectively 0.8%, 0.7%, 0.69%, and 0.62%. This study is expected to facilitate the designers to make design changes in the stage of design for assembly."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46489
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desmandrianto
"PT. MKM Il memililki enam jalur produksi (machining line) dan tiga jalur perakitan (assembly line). Keenam jalur produksi yaitu crank shaft, cylinder head cam shaft, conneciing rod cylinder block dan intake and exhaust manifold.
Kegiatan pemeliharaan yang terencana dengan baik dan benar akan dapat memperpanjang usia dari penggunaan mesin dan peralatan, sehingga perusahaan akan dapat merencanakan besarnya anggaran biaya untuk pemeliharaan dan juga dapat menekau besarnya biaya pengeluaran untuk perbaikan atau penggantian mesin secara tiba-tiba.
Dalam tugas akhir ini penulis merencanakan pemeliharaan pencegahan yang meliputi perencanaan anggaran dan perencanaan kerja perneliharaan pencegahan untuk mesin-mesin produksi pada jalur permesinan crank shaft cylinder head dan cam shaft.
Dari hasil perhitmgan yang dilakukan, diperoleh bahwa jumlah anggaran yang dibutuhkan sejumlah Rp 168,072,490.
Dalam pembagian waktu kerja dilakukan dengan memperhatikan periode waktu kerja dan posisi mesin pada tata letak mesin agar tiap pekerja tidak menghabiskan banyak waktu untuk berpindah dari satu mesin ke mesin lainnya. Hasil perhitungan untuk perencanaan kerja ini, didapat jumlah optimal empat pekerja dengan tingkat produktivitas 80.76 %. Hal ini berarti bahwa tiap pekerja mempunyai waktu kerja lebih banyak dari waktu menganggur.
"
1996
S36380
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raka Yogaswara
"ABSTRAK
Industri otomotif pada saat ini masih banyak menggunakan proses manual untuk beberapa proses yang membutuhkan tingkat kustomisasi tinggi dan memiliki jumlah tugas yang kompleks dalam jumlah besar. Pada kasus ini, pekerja yang bekerja pada pekerjaan manual secara repetitif, sepeti di lini perakitan, sangat rentan terpapar resiko work-related musculoskeletal disorders WSMDs . Job rotation pada umumnya diadopsi untuk mengurangi dampak resiko ergonomic dan mencapai tingkat produksi yang lebih baik. Namun, pada rencana penjadwalan pekerja, terdapat beberapa faktor manusia yang kritikal yang belum dimasukkan ke dalam perhitungan. Pada tesis ini, penulis mengajukan model mixed integer nonlinear programming yang bertujuan untuk mendapatkan jadwal ergonomic job rotation yang optimal. Resiko ergonomi dievaluasi dengan menggunakan metode OCRA ISO 11228-3:2007 . Selain itu, jadwal istirahat yang muncul antar setiap rotasi dihitung dengan menggabungkan faktor fatigue dan recovery. Jadwal istrihat yang optimal dibutuhkan untuk mengurangi akumulasi kelelahan pada akhir proses produksi. Hasil yang didapatkan menunjukkan keefektifan modal dimana model berhasil membuktikan sebagai salah satu model yang dapat mengurangi dan menyeimbangkan beban kerja fisik diantara para pekerja, seiring dengan tercapainya level produksi yang diharapkan.

ABSTRACT
A lot of automotive industries still using manual process for some process that providing the highest degree of customization and including largest number of complex tasks. In this case, workers that work on repetitive manual tasks, such as assembly lines, are exposed to the risk of work related musculoskeletal disorders WMSDs . Job rotation is usually adopted in order to reduce the ergonomic risk and achieve better production rate. However, in the design of workforce scheduling, there are still some criticcal human factors that haven rsquo t included yet. In this paper, authors propose mixed integer non linear programming models aiming at finding an optimal ergonomic job rotation schedule. The ergonomic risk and its acceptability is evaluated using OCRA method ISO 11228 3 2007 . Moreover, break schedules that appear between each job rotation are calculated by incorporating fatigue and recovery factors. Optimal break schedules is needed to reduce the accumulated fatigue at the end of the process. Results obtained revealed the effectiveness of the models as they proved to be adequate tools to jointly address the reduction and balancing physical workload among workers, which are consistent with required production levels. "
2018
T50788
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ros Silawati
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S35810
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Svetan Ratchet, editor
"This book constitutes the refereed proceedings of the 6th IFIP WG 5.5 International Precision Assembly Seminar, IPAS 2012, held in Chamonix, France, in February 2012. The 15 revised full papers were carefully reviewed and selected from numerous submissions. The papers are organized into the following topical sections: micro processes and systems, handling and manipulation in assembly, tolerance management and error compensation methods, metrology and quality control, intelligent control of assembly systems, and process selection and modelling techniques."
Heidelberg: [Springer-Verlag, ], 2012
e20408846
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Glucksmann, Miriam
New York: Routledge, 2009
331.482 GLU w
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>