Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 566 dokumen yang sesuai dengan query
cover
F.X. Harsono
Magelang, Jawa Tengah: Langgeng Gallery, 2009
709.598 HAR s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Seoul: Korean Overseas Information Service, [197-]
709.519 KOR (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Buku yang berjudul "Essential history of art" ini berisikan tentang pergerakan seni dunia Barat. Buku ini berisikan tentang penjelasan mengenai seni dan artis-artis Barat serta karyanya."
London: Parragon, 2000
R 709 ESS
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Yogyakarta: Kanwa, 2014
700.94 MEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
JANTRA 15(9-10) 2010 (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fairina Wulandari
"Skripsi ini menjelaskan mengenai eksistensi sebuah kelompok pertunjukan kesenian tradisional di Desa Nunuk, Indramayu yaitu Egin Ayu. Sebuah kelompok kesenian tradisional seperti Egin Ayu merupakan bagian dari budaya masyarakat Indramayu yang dinamis. Selain menghadapi masyarakat sebagai sebuah kelompok seni pertunjukan, Egin Ayu juga merupakan sebuah kelompok sosial yang terdiri dari anggota-anggota yang memberi pengaruh terhadap eksistensi Egin Ayu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara in-depth interview dan observasi untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa dan tindakan-tindakan terkait dengan upaya para anggota Egin Ayu dalam mempertahankan eksistensinya. Terjadi penyesuaian atau adaptasi dalam bentuk kesenian yang Egin Ayu tampilkan. Penelitian ini juga ingin melihat motivasi dari para anggota kelompok seni Egin Ayu terkait dengan tindakan.

This thesis explains the existence of a traditional performing arts group in a village called Nunuk in Indramayu, named Egin Ayu. A traditional performing arts group like Egin Ayu is a part of Indramayu people’s culture that is dynamic. Aside of confronting people as a traditional performing arts group, Egin Ayu is also a social group that consists of members that affect the existence of this group. Datas are collected through in-depth interview and observation to explain events and acts connected to members’ efforts to maintain Egin Ayu’s existence. Adaptation occurs in the form of the arts the group performed. This research also want to see motivations related to the actions of the members of Egin Ayu.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S57987
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Unsur utama tari Janger adalah menari dan bernyanyi mengikuti irama. Namun di Desa Bengkala, Buleleng Bali, tari Janger dibawakan oleh warga tuna rungu (kolok). Mereka tergabung dalam kelompk kesenian (skaa) Janger Kolok. Keunikan komunikasi nonverbal tersebut menarik peneliti untuk mengamati bagaimana teknik komunikasi digunakan nonverbal serta ingin mengetahui misrepresentasi yang timbul dari komunikasi nonverbal tersebut. Membedah rumusan masalah tersebut, maka peneliti menggunakan teori kinesik dan teori simbolik dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi. Dari metode penelitian tersebut ditemukan bahwa symbol bahasa isyarat desa Bengkala merupakan ciptaan warga kolok yang tersusun lama, menjadi kesepakatan warga desa setempat dan digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Teknik komunikasi saat latihan menggunakan model peraga dan teknik melempar batu oleh pelatih sebagai tanda “salah” yang telah menjadi kesepakatan bersama (legisigns). Dari porses latihan hingga pementasan, pesan kinesik penari kolok adalah sikap bahagia, berminat dan responsif. Saat pementasan, penari berpatokan pada arahan dari pemain kendang yang memberikan aba-aba tangan kanan ke atas. Dari tiga babak, penanda (signifier) dilihat dari aba-aba tangan kanan ke atas, sedangkan pertanda (signified) berarti “mulai”. Dalam garapan tari Janger kolok terdapat kontinuitas adegan. Setiap adegan 1 adalah tanda untuk bersiap-siap dan akhir adegan ditandai dengan gerakan laki-laki menunduk dan menghembuskan nafas.
"
SWISID 2:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Juniator Tulius
"This paper examines some significant elements of the pig story (tiboi sakkoko). This tale contains crucial information about the collective identity, ancestors and historical events affecting particular Mentawai kin-groups. As families do not preserve their culture and traditions in written form, storytellers of kin-groups have narrated the pig story from generation to generation so as to preserve it carefully. In the course of time, storytellers establish particular ways of telling their stories so as to remember the content and plot of the stories easily. Through the pig story, members of kin groups also recollect their ancestral place of origin and plots of ancestral lands. The role of human memory is indispensable to recalling all these important elements. Therefore, this paper analyses memories of the past of different family generations. To achieve its aims, this paper also evaluates the roles of family stories in the culture and traditions of Mentawai society."
Faculty of Humanities University of Indonesia, 2016
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ardela Maesyaroh
"Ondel-ondel sebagai kesenian Betawi telah mengalami perkembangan dari kesenian arak-arakan rakyat menjadi ikon kota Jakarta. Unsur pendukung kesenian ondel-ondel tetap eksis dan berkembang adalah dengan adanya sanggar. Sanggar Beringin Sakti sebagai salah satu kelompok kesenian ondel-ondel yang sudah aktif dari sebelum tahun 1970-an memiliki peran besar dalam mengembangkan ondel-ondel. Berbeda dengan penelitian sebelumnya karya Joko Susanto yang hanya berfokus kepada komposisi musik yang digunakan Sanggar Beringin Sakti.
Fokus penelitian ini adalah peran Sanggar Beringin Sakti dalam mengembangkan ondel-ondel di Jakarta mulai dari terbentuknya hingga lahirnya anak sanggar terakhir dari Sanggar Beringin Sakti. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Pada tahapan heuristik, mengumpulkan data berupa wawancara dengan pemilik Sanggar Beringin Sakti, artikel jurnal, surat kabar dari Perpustakaan Nasional RI, dan buku.
Hasil penelitian ini adalah Sanggar Beringin Sakti menjadikan ondel-ondel sebagai ikon kota Jakarta yang aktif melaksanakan berbagai kegiatan seperti acara perfilman kesenian, pembukaan acara atau perayaan khusus kota Jakarta, dan menampilkan ondel-ondel dalam bentuk cendera mata dan boneka penerima tamu, selain itu Sanggar Beringin Sakti mampu mengembangkan ondel-ondel dengan menjadikan sanggar sebagai tempat belajar dan regenerasi dengan melahirkan anak-anak sanggar yang aktif dan eksis sesuai pakemnya di masa modern saat ini.

Ondel-ondel as a Betawi art has developed from a folk art procession to become an icon of the city of Jakarta. The supporting element of ondel-ondel art that still exists and develops is the existence of a studio. Sanggar Beringin Sakti as one of the ondel-ondel art groups that has been active since before the 1970s has played a major role in developing ondel-ondel. This is different from the previous research by Joko Susanto, which only focused on the music composition used by Sanggar Beringin Sakti.
The focus of this research is the role of Sanggar Beringin Sakti in developing ondel-ondel in Jakarta from its formation until the birth of the last studio child of Sanggar Beringin Sakti. This study used the historical method with four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. At the heuristic stage, collecting data in the form of interviews with the owner of Sanggar Beringin Sakti, journal articles, newspapers from the National Library of Indonesia, and books.
The result of this research is that Sanggar Beringin Sakti made ondel-ondel as an icon of the city of Jakarta which actively carried out various activities such as art film events, opening special events or celebrations for the city of Jakarta, and displaying ondel-ondel in the form of souvenirs and dolls for the receptionist. Beringin Sakti is able to develop ondel-ondel by making the studio a place for learning and regeneration by giving birth to studio children who are active and exist according to the standards in today's modern times.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yogyakarta: Narasi, 2017
306.47 SEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>