Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Carey, Peter
Jakarta: Komunitas Bambu, 2017
364.1323 PET k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
St. Lucia: University of Queensland Press, 1988
823 CAR o
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
St. Lucia, Qld: University of Queensland Press, 1981
823.3 CAR b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
St. Lucia ; Queensland: University of Quesland Press, 1985
791.437 2 CAR b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
Depok: Komunitas Bambu, 2015
959.827 CAR a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
Depok: Komunitas Bambu, 2016
959.8 CAR k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
"Meskipun tidak berlangsung lama, masa pendudukan Inggris di tanah Jawa (1811-1816) menandai pergolakan sejarah yang penting dalam sejarah Indonesia. Sayangnya, tidak banyak sumber tertulis mengenai pandangan orang Jawa sendiri akan masa yang singkat tetapi penuh gejolak itu. Sampai sekarang, sedikit sekali catatan mengenai pandangan orang Jawa mengenai hubungannya dengan dan budaya kolonial Inggris pada zaman itu. Sebaliknya, banyak tulisan dari perspektif Inggris yang membahas periode ini, khususnya tokoh besar seperti Sir Stamford Raffles (1781-1826).
Namun, Babad Bedhah ing Ngayogyakarta (1816), sebuah babad berupa buku harian milik seorang pangeran senior di Keraton Yogyakarta, Pangeran Aryo Panular (1771-1826), memberikan wawasan menarik akan masa tersebut. Dalam hal penulisan, bentuk yang dipilih sang pengarangnya pun amat langka: berupa puisi Jawa tradisional alias macapatan. Pangeran Panular yang juga pakde Pangeran Diponegoro ini mengawali babadnya di tengah-tengah serangan Inggris ke Yogyakarta pada pagi buta 20 Juni 1812 dan mengakhirinya pada Agustus 1816.
"
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2017
959.82 CAR i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
"Dalam kurun waktu 11 minggu setelah penahanan Diponegoro pada 28 Maret 1830 di Magelang, setiap percakapan dengan sang Pangeran dicatat oleh tiga perwira militer Belanda yang ditugaskan untuk mengawal perjalanannya ke pengasingan di Sulawesi. Percakapan keempat, yang jauh lebih singkat, ditulis oleh putra bungsu Putra Mahkota Belanda, yang di kemudian hari diangkat menjadi Raja Belanda, Willem II (bertakhta 1840–49), Pangeran Hendrik (1820–79)—pada saat memegang jabatan letnan satu di Angkatan Laut Belanda—di Fort Rotterdam, Makassar, 1837. Percakapan dengan Diponegoro berisi catatan dari semua perbincangan itu. Ditulis secara terus terang, menawan, dan blak-blakan, untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan ditempatkan dalam konteks sejarah. Sebagai sumber penting untuk setiap biografi Pangeran Diponegoro, catatan-catatan ini dibuka dengan sebuah esai biografis yang menyelami posisi “orang luar di dalam” empat perwira yang bercakap-cakap dengan sang Pangeran."
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2022
923.5 CAR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2024
809.933 522 CAR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Carey, Peter
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2024
809.933 522 CAR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>