Ditemukan 59330 dokumen yang sesuai dengan query
Raditya Dika
"Joni Lennon tiga hari malas keluar kamar setelah diputusin pacarnya: Key. Papanya akhirnya eneg dan nyuruh dia magang di film "Cinta Dalam Kardus". Bikin film punya keajaiban tersendiri. Tapi saking ajaibnya film ini, selama magang Joni jadi ikut mikir kayak si Miko: Apa yang salah antara dia dan mantan-mantannya dan tentu dengan Key.
Buku ini adalah hasil catatan Rock n' Roll, galau, dodol si Joni Lennon selama magang. Plus foto-foto, plus skenario, plus banget deh pokoknya.
Anom Kiskenda adalah penulis lepas yang sehari-hari berkutat dengan tulisan non-fiksi. Karyanya terserak di beberapa publikasi, seperti A-Magz, Jax Magazine, juga Skylar Magazine. Ia gemar fotografi, serta menaruh minat terpendam pada dunia film. Novel Cinta Dalam Kardus adalah karya fiksi pertamanya, dan semoga saja... bukan yang terakhir."
Jakarta: PlotPoint Publishing, 2013
791.437 2 RAD c
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Raditya Dika
"Joni Lennon tiga hari malas keluar kamar setelah diputusin pacarnya: Key. Papanya akhirnya eneg dan nyuruh dia magang di film "Cinta Dalam Kardus". Bikin film punya keajaiban tersendiri. Tapi saking ajaibnya film ini, selama magang Joni jadi ikut mikir kayak si Miko: Apa yang salah antara dia dan mantan-mantannya dan tentu dengan Key.
Buku ini adalah hasil catatan Rock n' Roll, galau, dodol si Joni Lennon selama magang. Plus foto-foto, plus skenario, plus banget deh pokoknya.
Anom Kiskenda adalah penulis lepas yang sehari-hari berkutat dengan tulisan non-fiksi. Karyanya terserak di beberapa publikasi, seperti A-Magz, Jax Magazine, juga Skylar Magazine. Ia gemar fotografi, serta menaruh minat terpendam pada dunia film. Novel Cinta Dalam Kardus adalah karya fiksi pertamanya, dan semoga saja... bukan yang terakhir."
Jakarta: PlotPoint Publishing, 2013
791.437 2 RAD c
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Mahrita Dwi Haryati
"Film komedi romantis Hollywood dikenal tidak ramah terhadap perempuan. Anggapan ini kemudian dipertanyakan ketika tokoh utama wanita pada film The Holiday (2006) berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, yaitu Amerika dan Inggris, meskipun keduanya memiliki masalah percintaan yang serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana produk Hollywood menggambarkan kuasa perempuan Amerika dan Inggris dengan mengangkat isu relasi kuasa dalam hubungan romantis masing-masing tokoh. Dengan menggunakan analisis semiotik visual pada delapan scene yang telah dipilih, penelitian ini menemukan bahwa perempuan Amerika digambarkan sebagai lebih berkuasa daripada perempuan Inggris dalam hubungan romantis meskipun dinamika keduanya serupa.
Hollywood romantic comedy has been known to be unfriendly to women. This notion is questioned when the female leading characters in The Holiday (2006) have different cultural backgrounds, American and British, yet both encounter similar relationship problems. This research aims at finding out how this Hollywood product portrays the power of American and British women using their power in romantic relationships as the main issue. Utilizing visual semiotic analysis in eight selected scenes, the research finds that American woman is portrayed more powerful than the British in romantic relationships although their dynamics of power are alike."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
TEKNODIK 16(2-4)2012
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Yoan Sinar Liniara
"
ABSTRAKArtikel ini membahas tentang pembongkaran mitos P re No l dalam film komedi Le P re No l. Film Le P re No l ini menceritakan tentang petualangan seorang anak bersama seorang pencuri yang menyamar menjadi Le P re No l. Penelitian ini berfokus pada analisis aspek naratif dan sinematografis film untuk memperlihatkan bagaimana mitos P re No l dibongkar, berbasis teori Roland Barthes mengenai mitos dan pemaknaan tanda atau semiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pembongkaran mitos P re No l berupa pergerseran makna identitas P re No l yang terlihat melalui penokohan P re No l, mulai dari kostum penyamaran hingga interaksinya dengan tokoh lain serta bagaimana tokoh P re No l ditampilkan dalam latar.
ABSTRACTThis paper is about the deconstruction of P re No l myth in comedy movie Le P re No l. The movie shows us the adventure of a boy with a thief who disguised himself as Le P re No l. This research focuses on narative aspect and cinematography aspect analysis to show how the P re No l myth is deconstructed utilising Roland Barthes Theory on myth and semiology. The result shows us the deconstruction of P re No l Myth through the alteration of P re No l identity that can be observed in P re No l characterization including his costume to his interaction with other character and also in the scene where he is presented. "
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Desmonda Cathabel Christie
"
ABSTRAKPerfilman Indonesia dalam satu dekade terakhir ini kembali mengalami masa terpopulernya. Salah satu genre yang mendominasi daftar film terlaris adalah film komedi. Comic 8 merupakan salah satu film franchise bergenre komedi terlaris di Indonesia. Salah satu hal menarik dalam film ini adalah pola penggambaran perempuan yang stereotip yaitu dengan tubuh yang seksi dan pola tutur bahasa yang cenderung membungkam eksistensi perempuan dalam perspektif kesamaan gender. Pola penggambaran dan bahasa tutur Film Comic 8 yang menjadikan perempuan sebagai obyek tersebut, dianalisis menggunakan teori The Male Gaze. Teori ini menunjukkan bahwa perempuan disubordinasikan dan dijadikan objek seksual oleh standar perspektif patriarkal dalam tataran psikoanalitik khususnya dalam film Mulvey, 1989 . Melalui penggunaan ldquo;Muted Group theory rdquo; kemudian akan menjelaskan pola bahasa dan narasi yang membungkam perempuan, hal itu karena bahasa yang digunakan adalah bahasa yang dibuat oleh masyarakat patriarkal.
ABSTRACTThe Indonesian film world has been experiencing its most popular time in the last decade. One of the dominating genre of the popular list is comedy, and Comic 8 is one movie that starts out the most successful comedy film franchise in Indonesia. What really worth noting in this movie is the use of stereotypical imagery of women which tends to silence the existence of women, seen through the lens of gender equality. The objectifying image of women is analyzed with The Male Gaze theory in which the theory points out that women are being put in a subordinate position and as a sexual object to satisfy the visuals of men, in the psychoanalytic realm, specifically in films Mulvey, 1989 . The Muted Group theory then explains the sexist language and narrative made by patriarchal society, which leads to the silencing of women West and Turner, 2010 . "
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Farah Salma Azizah
"Dark comedy atau komedi gelap dalam serial animasi sering digunakan untuk menjelaskan atau menyampaikan pernyataan tentang masalah serius sehingga kebanyakan orang dewasa dapat lebih mudah terhubung daripada anak-anak karena orang dewasa adalah audiens target untuk jenis genre ini di dunia produksi animasi. Seringkali genre komedi gelap dalam suatu seri mencakup masalah serius, seperti kematian, kelaparan, dan bahkan dogmatisme keagamaan dalam masyarakat. Dalam Moral Orel (2005-2008), sindiran tentang masalah keagamaan dibangun berdasarkan bagaimana karakter menunjukkan perilaku menyimpang yang bertentangan sebagai seorang pria penganut agama Kristen yang berjuang untuk menjaga nilai-nilai altruistik Kristen sembari menahan nafsu pribadinya. Dengan menerapkan analisis tekstual dan pendekatan psikoanalisis Freud, makalah ini menyimpulkan bahwa karakter Clay Puppington dalam Moral Orel (2005-2008) digunakan untuk menunjukkan dengan cara satir bagaimana seorang individu berjuang untuk menjaga nilai-nilai altruistik Kristen sambil menahan nafsu pribadinya.
Dark comedy in animation series has been frequently utilised to explain or make a statement about serious subjects so that most adults could relate to them more quickly than children because adults are the target audience for this type of genre in the animation production world. Many times, the genre of dark comedy in one series covers serious subjects, such as death, famine, and even religious dogmatism in society. In Moral Orel (2005-2008), a satire on a religious issue is built upon how a character demonstrates a contradicting deviant behavior as a Christian man who struggles to maintain Christian altruistic values while at the same time represses his self-indulgent gratification. Applying textual analysis and Freud’s psychoanalytical approach, this paper concludes that the character Clay Puppington in Moral Orel (2005-2008) is used to show in a satirical way how one struggles to maintain Christian altruistic values while repressing self-indulgence gratification."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Zakiyah Nurunnisa
"Skripsi ini membahas proses tumbuhnya cinta dalam film Indonesia yang berjudul Heart dan Daisy yang merupakan film Korea. Proses tumbuhnya cinta yang dibahas merupakan cinta segitiga yang terjalin pada tiga tokoh utama masing- masing film. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif dan pendekatan psikologi sastra untuk mengetahui sisi psikologi tokoh yang sangat berperan besar dalam proses tumbuh kembangnya cinta dalam cerita kedua film ini. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa kedua film yang sama-sama mengangkat tema cinta segitiga dengan penyajian yang mirip ini tidak ada hubungan saling mempengaruhi karena rasa cinta bersifat universal, bisa dialami siapa saja dan kapan saja.
This research discusses the emerging process of love in Indonesian movie entitled Heart and Korean movie entitled Daisy. The discussed love process is considered as love triangle involving the three main characters in each movie. This research uses descriptive analysis method and literary psychology approach to observe the psychological side of the characters whose role are very important in the emerging process of love in each story. The result of the research shows that the two movies, of which love triangle becomes the main theme, are not related and have no influence to one another. It is because the feeling of love is universal; love can be felt by anyone and it can emerge anytime."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S47556
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Annisa Istiqomah
"Film dapat berisi penggambaran peristiwa sejarah yang terjadi di masa lampau. Salah satu film yang menggambarkan peristiwa sejarah adalah film De Oost. De Oost menggambarkan penjajahan yang dilakukan Belanda di Indonesia pada tahun 1946 di Sulawesi Selatan. De Oost disutradarai oleh Jim Taihuttu dan dirilis pada tahun 2020. De Oost memperlihatkan penjajahan Belanda di Indonesia baik yang dilakukan secara fisik maupun verbal. Penelitian ini berfokus pada kekerasan verbal yang dilakukan oleh para tokoh yang terdapat dalam film De Oost tepatnya yaitu disfemisme. Beberapa dialog dalam film tersebut mengandung disfemisme yang dipicu oleh rasa marah, tidak suka, dan perasaan superior atau dominan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam jenis disfemisme dengan posisi tertinggi pada jenis membandingkan orang dengan binatang dan sumpah serapah. Disfemisme banyak dilakukan oleh prajurit Belanda sebagai pihak penjajah atau penguasa. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa seiring dengan tema film De Oost yakni penjajahan, maka disfemisme yang muncul dalam film De Oost dipicu oleh dominasi kuasa pihak superior yakni prajurit Belanda yang terlihat dalam bahasa yang mereka gunakan sehari-hari.
Films can contain depictions of historical events that occurred in the past. One film that depicts historical events is De Oost. De Oost depicts the Dutch colonisation of Indonesia in 1946 in South Sulawesi. De Oost is directed by Jim Taihuttu and was released in 2020. De Oost shows the Dutch colonisation of Indonesia both physically and verbally. This research focuses on the verbal crimes committed by the characters in De Oost, namely dysphemism. Some dialogues in the film contain dysphemisms triggered by anger, dislike, and feelings of superiority or dominance. This research uses qualitative method with a descriptive analysis approach. This research shows that there are six types of dysphemism with the highest position in the type of comparing people with animals and swearing. Many of the dysphemisms were done by Dutch soldiers as the colonisers or rulers. From the findings, it can be concluded that along with the theme of De Oost, namely colonialism, the dysphemisms that appear in De Oost are triggered by the dominance of the power of the superior party, namely the Dutch soldiers, which can be seen in the language they use daily."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Onis Setiadarma
"This thesis was made in order to prove how a heroic figure in Schindler's List, Oskar Schindler, is deconstructed in his role and also to prove that the definition of a word hero is different in comparison with traditional hero notion. Based on the problem that has been mentioned before, the analysis was made by analyzing the figures and their dialogues inside film. The dialogues that has been chosen is based on consideration that it will support Oskar Schindler's character and his character as a different hero' in a sense."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S14699
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library