Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 137646 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sirait, Habel Abraham Benefiel
"Penelitian ini mensimulasikan dampak kebijakan Average-Inflation Targeting (AIT) di Indonesia menggunakan model DSGE Keynesian Baru Dua Agen (TANK DSGE). Studi ini membandingkan AIT dengan kerangka Inflation Targeting (IT) standar dalam menghadapi demand dan supply shock. Hasil simulasi menunjukkan bahwa AIT cenderung meningkatkan volatilitas output setelah demand shock karena penyesuaian suku bunga yang lebih lambat. Sebaliknya, IT memberikan stabilisasi lebih cepat melalui respons kebijakan yang agresif. Namun, AIT lebih efektif saat menghadapi tekanan deflasi atau cost-push shock, karena memungkinkan pengetatan yang lebih bertahap tanpa mengorbankan kredibilitas inflasi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas AIT bersifat kontekstual. AIT memberikan fleksibilitas lebih dalam menghadapi gangguan pasokan, tetapi berisiko memperburuk volatilitas jangka pendek dalam siklus yang didorong oleh permintaan. Oleh karena itu, pilihan kebijakan inflasi perlu disesuaikan dengan jenis guncangan yang dominan di perekonomian.

This thesis examines the macroeconomic effects of adopting Average Inflation Targeting (AIT) in Indonesia using a Two-Agent New Keynesian DSGE model. It is motivated by recent deflationary episodes and vulnerability to global trade shocks. The model compares AIT with standard Inflation Targeting (IT) under both demand and supply disturbances. Simulation results indicate that AIT leads to larger and more persistent output deviations after demand shocks due to slower policy adjustments. In contrast, IT stabilizes the economy more quickly through stronger interest rate responses. However, AIT is beneficial during deflation or cost-push shocks, allowing gradual tightening while maintaining inflation credibility. The findings suggest AIT’s effectiveness in Indonesia depends on the nature of the shock. AIT offers flexibility and supports output during adverse supply conditions. Yet, it may also worsen short-term volatility in demand-driven downturns. Therefore, the choice between AIT and IT should consider the dominant macroeconomic environment and trade-offs between output stability and inflation control."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirait, Habel Abraham Benefiel
"Penelitian ini mensimulasikan dampak kebijakan Average-Inflation Targeting (AIT) di Indonesia menggunakan model DSGE Keynesian Baru Dua Agen (TANK DSGE). Studi ini membandingkan AIT dengan kerangka Inflation Targeting (IT) standar dalam menghadapi demand dan supply shock. Hasil simulasi menunjukkan bahwa AIT cenderung meningkatkan volatilitas output setelah demand shock karena penyesuaian suku bunga yang lebih lambat. Sebaliknya, IT memberikan stabilisasi lebih cepat melalui respons kebijakan yang agresif. Namun, AIT lebih efektif saat menghadapi tekanan deflasi atau cost-push shock, karena memungkinkan pengetatan yang lebih bertahap tanpa mengorbankan kredibilitas inflasi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas AIT bersifat kontekstual. AIT memberikan fleksibilitas lebih dalam menghadapi gangguan pasokan, tetapi berisiko memperburuk volatilitas jangka pendek dalam siklus yang didorong oleh permintaan. Oleh karena itu, pilihan kebijakan inflasi perlu disesuaikan dengan jenis guncangan yang dominan di perekonomian.

This thesis examines the macroeconomic effects of adopting Average Inflation Targeting (AIT) in Indonesia using a Two-Agent New Keynesian DSGE model. It is motivated by recent deflationary episodes and vulnerability to global trade shocks. The model compares AIT with standard Inflation Targeting (IT) under both demand and supply disturbances. Simulation results indicate that AIT leads to larger and more persistent output deviations after demand shocks due to slower policy adjustments. In contrast, IT stabilizes the economy more quickly through stronger interest rate responses. However, AIT is beneficial during deflation or cost-push shocks, allowing gradual tightening while maintaining inflation credibility. The findings suggest AIT’s effectiveness in Indonesia depends on the nature of the shock. AIT offers flexibility and supports output during adverse supply conditions. Yet, it may also worsen short-term volatility in demand-driven downturns. Therefore, the choice between AIT and IT should consider the dominant macroeconomic environment and trade-offs between output stability and inflation control."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sanjoyo
"Macroeconomic untuk Kebijakan Moneter di Indonesia. Disertasi ini mencoba untuk mengembangkan dan mengestimasi Model New Keynesian Small Macroeconomic (NKSM) untuk kebijakan moneter di Indonesia. Model ini berlandaskan pada simple dynamic stochastic general equilibrium yang memfokuskan pada suku bunga nominal sebagai instrumen kebijakan moneter untuk stabilisasi harga. Aspek pengembangan model ini adalah dengan memperhatikan defisit fiskal yang diwakili oleh rasio hutang pemerintah terhadap GDP. Parameterisasi model yang digunakan yaitu dengan Generalized Method of Moments dan teknik kalibrasi (algoritma Gausse-Siegel) untuk perarnalan tiga tahun ke depan. Hasil pengujian koelisien model adalah sangat signifikan yang menunjukkan bahwa model NKSM valid untuk Indonesia. Dari hasil simulasi model yaitu kenailcan rasio hutang pemerintah terhadap GDP sebesar 3% pada tahun 2009 akan meningkatkan output gap secara sementara selama 3-4 kuartal dan secara bersarnaan menimbulkan crowding out. Dampak crowding out menimbulkan inflasi yang lebih kecil dari baseline, sehingga respon sulcu bunga nominal lebih kecil dari baseline.

This dissertation attempts to develop and estimate New Keynesian Small Macroeconomic (NKSM) Model for monetary policy in Indonesia. This model based on the simple dynamic stochastic general equilibrium that focuses on the nominal interest rate as a monetary policy instrument for price stabilization. An aspect of the development of this model is to consider the fiscal deficit represented by the ratio of govemment debt to GDP. Parameterizes of the model is used the Generalized Method of Moments and calibration techniques (algorithms Gausse-Siegel) to forecast next three years. Results testing hypotesis of model?s coefficients is very significant that indicates that the model NKSM valid for Indonesia. 'lhe results of the simulation model, namely the increasing debt to GDP ratio of 3% in the year 2009 will increase the output gap during the 3-4 quarter and while at the same time cause crowding out. The impact of crowding out cause inflation lower than baseline, so the response of nominal interest rate is smaller than baseline."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
D961
UI - Disertasi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Faris Abdurrachman
"Topik stimulus fiskal berbasis uang saat ini menjadi semakin penting dalam diskur- sus akademik akibat relevansi kebijakan topik tersebut yang semakin signifikan. Studi-studi lampau yang menggunakan model DSGE New Keynesian menemukan bahwa stimulus fiskal berbasis uang lebih efektif (fiscal multiplier lebih besar) jika dibandingkan dengan stimulus fiskal berbasis utang. Namun, literatur yang ada saat ini belum menganalisis dampak stimulus fiskal berbasis uang dalam konteks negara berkembang, di mana resesi yang disebabkan okeh pandemi COVID-19 se- makin meningkatkan signifikansi stimulus fiskal berbasis uang sebagai alat untuk menaikkan kapasitas fiskal. Studi-studi sebelumnya juga belum menambahkan pe- ran intermediasi keuangan dalam model, yang mungkin memiliki pengaruh besar terhadap dampak stimulus fiskal dalam rezim fiskal yang berbeda. Dengan men- gacu pada Gali (2019) dan Kirchner & van Wijnbergen (2016), saya memban- gun sebuah model DSGE New Keynesian dengan perekonomian tertutup dan pe- nambahan peran intermediasi keuangan. Model tersebut dipakai untuk memband- ingkan dampak makroekonomi dari kebijakan stimulus berbasis uang dan dampak makroekonomi dari kebijakan stimulus berbasis utang. Saya menganalisis efek ter- hadap berbagai variabel makroekonomi dalam kedua rezim fiskal yang berbeda tersebut ketika terjadi COVID-19 shock. Parameter dalam model disesuaikan de- ngan konteks COVID-19 dan Indonesia. Hasil dari skripsi ini menunjukkan bahwa stimulus fiskal berbasis uang lebih efektif dibandingkan stimulus fiskal berbasis utang. Inflasi yang dihasilkan juga tidak jauh lebih tinggi dengan signifikan. Hasil dari skripsi ini juga memiliki relevansi dalam persoalan terkait kesesuaian penggu- naan stimulus fiskal berbasis uang sebagai alat kebijakan di negara berkembang.

The topic of money-financed fiscal stimulus (MFFS) has become increasingly salient in academic discourse given its increasing policy relevance. Previous studies utilizing the New Keynesian DSGE framework generally find that MFFS is indeed more effective (i.e has a higher fiscal multiplier) than debt-financed fiscal stimu- lus (DFFS). However, the literature has yet to analyze the impact of MFFS in the context of an emerging country, where the recession caused by the COVID-19 pan- demic has increased the significance of MFFS as a tool to increase fiscal capacity. Additionally, previous models have yet to include the role of financial intermedi- ation, which may have significant influence on the effects of fiscal stimulus un- der different regimes. Building upon Gali (2019) and Kirchner & van Wijnbergen (2016), I construct a closed economy New Keynesian DSGE model with financial intermediation to compare the macroeconomic effects of MFFS with the effects of debt-financed fiscal stimulus DFFS. I analyze the path of various macroeconomic variables under the two different fiscal regimes when a COVID-19 shock is imposed on the economy. Parameters are set in line with the Indonesian and COVID-19 con- text. The results of this thesis indicate that MFFS is indeed more effective than DFFS with a marginal trade-off of only moderately higher inflation. The results also shed light into the viability of MFFS as a policy tool in emerging countries."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faris Abdurrachman
"Topik stimulus fiskal berbasis uang saat ini menjadi semakin penting dalam diskursus akademik akibat relevansi kebijakan topik tersebut yang semakin signifikan. Studi-studi lampau yang menggunakan model DSGE New Keynesian menemukan bahwa stimulus fiskal berbasis uang lebih efektif (fiscal multiplier lebih besar) jika dibandingkan dengan stimulus fiskal berbasis utang. Namun, literatur yang ada saat ini belum menganalisis dampak stimulus fiskal berbasis uang dalam konteks negara berkembang, di mana resesi yang disebabkan okeh pandemi COVID-19 semakin meningkatkan signifikansi stimulus fiskal berbasis uang sebagai alat untuk menaikkan kapasitas fiskal. Studi-studi sebelumnya juga belum menambahkan peran intermediasi keuangan dalam model, yang mungkin memiliki pengaruh besar terhadap dampak stimulus fiskal dalam rezim fiskal yang berbeda. Dengan mengacu pada Gali (2019) dan Kirchner & van Wijnbergen (2016), saya membangun sebuah model DSGE New Keynesian dengan perekonomian tertutup dan penambahan peran intermediasi keuangan. Model tersebut dipakai untuk membandingkan dampak makroekonomi dari kebijakan stimulus berbasis uang dan dampak makroekonomi dari kebijakan stimulus berbasis utang. Saya menganalisis efek terhadap berbagai variabel makroekonomi dalam kedua rezim fiskal yang berbeda tersebut ketika terjadi COVID-19 shock. Parameter dalam model disesuaikan dengan konteks COVID-19 dan Indonesia. Hasil dari skripsi ini menunjukkan bahwa stimulus fiskal berbasis uang lebih efektif dibandingkan stimulus fiskal berbasis utang. Inflasi yang dihasilkan juga tidak jauh lebih tinggi dengan signifikan. Hasil dari skripsi ini juga memiliki relevansi dalam persoalan terkait kesesuaian penggunaan stimulus fiskal berbasis uang sebagai alat kebijakan di negara berkembang.

The topic of money-financed fiscal stimulus (MFFS) has become increasingly salient in academic discourse given its increasing policy relevance. Previous studies utilizing the New Keynesian DSGE framework generally find that MFFS is indeed more effective (i.e has a higher fiscal multiplier) than debt-financed fiscal stimulus (DFFS). However, the literature has yet to analyze the impact of MFFS in the context of an emerging country, where the recession caused by the COVID-19 pandemic has increased the significance of MFFS as a tool to increase fiscal capacity. Additionally, previous models have yet to include the role of financial intermediation, which may have significant influence on the effects of fiscal stimulus under different regimes. Building upon Gali (2019) and Kirchner & van Wijnbergen (2016), I construct a closed economy New Keynesian DSGE model with financial intermediation to compare the macroeconomic effects of MFFS with the effects of debt-financed fiscal stimulus DFFS. I analyze the path of various macroeconomic variables under the two different fiscal regimes when a COVID-19 shock is imposed on the economy. Parameters are set in line with the Indonesian and COVID-19 context. The results of this thesis indicate that MFFS is indeed more effective than DFFS with a marginal trade-off of only moderately higher inflation. The results also shed light into the viability of MFFS as a policy tool in emerging countries. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rudi Purwono
"Perubahan (kenaikan) harga minyak internasional mempunyai dampak ekonomi yang besar pada negara pengimpor minyak ncto. Untuk melihat pengaruh perubahan harga minyak internasional pada perekonomian domestik maka diperlukan model yang mampu menangkap perilaku pelaku ekonomi yang mempunyai ekspektasi terhadap setiap perubahan. Sementara model makro ekonometri struktural tidak dapat digunakan untuk pembentukan kebijakan karena mengandung Lucas Critique. Disertasi ini menganalisis pengaruh perubahan harga minyak internasional pada variabel makroekonomi dan respon kebijakan moneter di Indonesia dengan menggunakan model Dynamic Stochastic General Equilibrium, Model makroekonomi ini adalah berdasarkan mikroekonomi dalam New Keynesian tradition. Model memasukan minyak untuk konsumsi rumah tangga dan faktor input dalam produksi, Parameter dalam model diestimasi melalui metode Bayesian dengan teknik simulasi Markov Chain Monte Carlo (MCMC). Metode ini mengkombinasikan prior information dan data historis. Parameter estimasi menunjukkan karakteristik perekonomian Indonesia. Perilaku rumah tangga dipengaruhi oleh cukup tingginya tingkat habit persistence dalam konsumsi, rendahnya clastisitas penawaran tenaga kerja, rendahnya elastisitas substitusi konsumsi produk minyak dan produk non-minyak, dan rendahnya elastisitas substitusi konsumsi barang-barang domestik dan barang-barang luar negeri. Produsen Iebih sering melakukan pengaturan harga ulang dibanding pengaturan kembali upah optimal dengan tingkat penyesuaian terhadap inflasi periode lalu untuk upah lebih besar daripada harga. Elastisitas substitusi tenaga kerja dan minyak dalam produksi dan elastisitas permintaan barang domestik kc luar negeri mempunyai nilai yang rendah. Selanjutnya, respon kebijakan moneter berupa interest rate reaction function (Taylor rule) menghasilkan parameter estimasi yang sesuai dengan Strategi kebijakan Bank Indonesia. Walaupun penelitian ini memiliki keterbatasan, model ini masih mampu memberikan simulasi impulse response untuk menjelaskan perilaku dinamis perekonomian dan menggambarkan mekanisme transmisi pengaruh perubahan harga minyak internasional di Indonesia.

The change (increase) of intcmational oil price causes immense economic impact to net oil-importer countries. In order to observe the influence ofthe change of international oil price in domestic economy, it is necessary to use a model which can contain the behavior of the agents who have expectation to every change. However, the model of structural macro econometric cannot be applied to construct policy for thc reason that it contains Lucas Critique. This dissertation analyzes the influence of the change of international oil price to the variables macroeconomic and the response of the monetaiy policy in Indonesia, using the model of Dynamic Stochastic General Equilibrium. This macroeconomic model is based on the microeconomic foundation in New Keynesian tradition, The model includes oil for household consumption and input factor in production, The parameter in the model is estimated by using Bayesian method with Markov Chain Monte Carlo (MCMC) simulation techniquc. This method combines prior information and historical data. Estimation parameter describes the characteristics of Indonesia's economy. The household behavior is affected by the moderately high level of habit persistence in consumption, the low elasticity of labor supply, the low elasticity of substitution between oil and non-oil consumption goods, and the low elasticity of substitution between domestic and Foreign consumption goods. Producers tend to instantaneously make pricing adjustment more fiequent than making wage re-optimizadon by way of amendment amount to the past inflation period for wage higher than price. The elasticity of substitution between labor and oil in production, and the elasticity of demands for domestic goods hom foreign countries are low. Subsequently, the response of the monetary policy in form of interest rate reaction function (Taylor rule) results the estimation parameter which is suitable to the policy strategy from Bank Indonesia. Despite the imperfection of this study, the model can still give impulse response simulation to explain dynamic behaviour of economy and to illustrate the transmission mechanism for the influence of the change of international oil price in Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
D960
UI - Disertasi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tumang, Yurina M.`
"This paper focuses on intellectual property protection in the pharmaceutical sector which has assumed significant value for its socio-economic relevence, especially on the rate of medicine prices.Since 1994, attention has focused on WTO's Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual property rights 9TRIP's) as the most far reaching international instrument ever negotiated on intellectual property rights. An important critical issue of the TRIP's Agreement relates to patent. The TRIP's Agreement requires universal paten protection for any invention in any field of technology. This essential targets pharmaceuticals, which many countries had previously excluded from patent protection.
All WTO members must amend their patent legislation,whitin a limited time or transition period. Many studies of the TRIP's patent system will have a great impact on the health sector and may negatively affect national drug prices availability of essential medicines and pharmaceutical technology.Given the fact that Indonesia is a member of the World Trade Organization, it has to abide the mandates set forth in the TRIP's Agreement. Indonesia has adopted patent law in undang-undang (UU) no 14 tahun 2001, Which agrees with the TRIP's Agreement.
This study will analyse the impact of patent on the rate of medicine prices produce by the European Union pharmaceutical industry in Indonesia. In conclusion this analysis of the implication of patent for the pharmaceutical industry in Indonesia is just the begining point for a continous process. Whith engoing change in the structure on the economy, regulations and patent laws, further study and action will be necessary.Above all, government attention is extremely important to ensure progresive development. National authorities should have a clear vision for this industry and understand the repercussion to national health in thr future if nothing is done. The provision and revision of pharmaceutical policies should not only be in a accordance with existing general industry standards and international commitments, but also be ensuring improvement in the quality of life for the Indonesian people as a whole."
2006
JKWE-II-1-2006-57
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tumang, Yurina M.`
Depok: Sekolah Kajian Strategik Global Universitas Indonesia, 2005
T23022
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Klein, Lawrence R.
London: Macmillan, 1966
330.156 KLE k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ryan Nur Habibyanto
"Total Hip Replacement merupakan salah satu operasi yang dilakukan untuk memperbaiki sendi pada bagian pinggul yang terkena penyakit, kecelakaan, kelainan tulang, dan penyakin bawaan. Ukuran tulang pada setiap etnis atau koloni pada setiap negara atau suatu daerah berbeda satu dengan yang lain. Penelitian tentang setiap ukuran tulang pada setiap etnis tersebut sangat diperlukan untuk mendapatkan desain yang sesuai dengan etnis tersebut. Desain dengan ukuran tulang orang Indonesiapun dibuat dan dilakukan simulasi. Proses simulasi yang berfungsi untuk mendapatkan data dari desain hip prosthesis dengan ukuran tulang orang Indonesia yang terbilang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tulang orang Eropa maupun Amerika. Proses simulasi yang telah disesuaikan dengan standar American Standard Testing and Material ASTM dan International Organization for Standarization ISO tentang Finite Element Analysis. Dari hasil simulasi tersebut didapatkan desain yang sesuai dengan tulang ukuran orang Indonesia dan ketentuan yang harus diperhatikan dalam melukan desain hip prosthesis orang Indonesia.

Total Hip Replacement is one of the surgeries performed to repair joints in hip affected by disease, accidents, bone disorder, and congenital disease. The size of the bones in each ethnic od colony in each country or region is different from one another. Research on each bone size in each ethnic group is very needed to get a design that suits to that ethnicity. Indonesian bone size design was made and simulated. Function of simulation process to get data from hip prosthesis design with Indonesian bone size that smaller than European and American bone size. The simulation process have been adjusted to American Standard Testing and Material ASTM and International Organization for Standarization ISO about Finite Element Analysis. From the simulation result, it was found that design was in accordance with the bone size of Indonesian people and the provisions that must be considered in designing hip prosthesis for Indonesian people."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>