Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 189608 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sihombing, Dastin Hanes
"Penelitian ini fokus pada evaluasi peran lima aset yaitu Bitcoin, Ethereum, USDT, emas, dan perak sebagai instrumen safe haven dalam menghadapi volatilitas return pada sepuluh indeks saham global selama dua periode krisis besar yakni pandemi COVID-19 dan konflik Rusia-Ukraina. Metode analisis yang digunakan mengombinasikan model GJR-GARCH untuk menangani karakteristik volatilitas asimetris dan respons terhadap shock negatif pasar, serta model dummy quantile guna mengkaji performa aset pada saat pasar mengalami tekanan ekstrem. Hasil analisis mengungkap bahwa USDT sebagai stablecoin menunjukkan kemampuan sebagai safe haven dengan peran protektif yang lemah namun konsisten di hampir semua indeks selama masa krisis. Sebaliknya, Bitcoin dan Ethereum menunjukkan korelasi positif signifikan terhadap indeks saham yang mengindikasikan sifat pro-siklikal dan kurang cocok sebagai aset pelindung nilai. Meskipun emas dan perak selama ini dikenal sebagai safe haven tradisional, tetapi kenyataannya tidak memperlihatkan peran pelindung nilai yang konsisten, khususnya saat diuji dengan model dummy quantile pada periode pasar ekstrem. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas suatu aset sebagai safe haven sangat dipengaruhi oleh jenis krisis, karakteristik spesifik aset, dan kondisi pasar yang menjadi konteksnya. Implikasi praktis dari penelitian ini penting untuk strategi diversifikasi dan manajemen risiko portofolio, terutama dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang kian meningkat.

This study focuses on evaluating the role of five assets, Bitcoin, Ethereum, USDT, gold, and silver as safe haven instruments in managing return volatility across ten global stock indices during two major crisis periods: the COVID-19 pandemic and the Russia-Ukraine conflict. The analytical methods employed combine the GJR-GARCH model to address asymmetric volatility characteristics and market negative shock responses, alongside a dummy quantile model to assess asset performance during periods of extreme market stress. The analysis reveals that USDT, as a stablecoin, demonstrates the capacity to act as a safe haven with a weak but consistent protective role across almost all indices during the crisis periods. Conversely, Bitcoin and Ethereum exhibit significant positive correlations with stock indices, indicating a pro-cyclical nature and a lesser suitability as protective assets. Although gold and silver are traditionally considered safe havens, the results show that they do not consistently perform this role, especially when tested with the dummy quantile model during extreme market conditions. These findings underscore that the effectiveness of an asset as a safe haven is highly influenced by the type of crisis, the asset’s specific characteristics, and the contextual market conditions. The practical implications of this research are significant for diversification strategies and portfolio risk management, particularly in the face of increasing uncertainty in global financial markets."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Rizky Rizqita
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dynamic return spillover antara aset cryptocurrency dan pasar saham ASEAN-5 dengan menggunakan pendekatan Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR). Data yang digunakan berupa data harian selama periode 2018 hingga 2023, yang mencakup masa krisis global seperti COVID-19 dan konflik Rusia–Ukraina. Analisis mencakup tiga aset crypto utama, yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Binance Coin (BNB), serta lima indeks saham dari negara anggota ASEAN-5, yaitu Singapura (STI), Indonesia (JCI), Malaysia (KLCI), Filipina (PSEI), dan Thailand (SETI), dengan data bersumber dari CoinGecko dan Thomson Reuters Datastream. Hasil penelitian menunjukkan adanya return spillover yang bersifat dinamis antara aset crypto dan pasar saham ASEAN-5, dengan intensitas yang meningkat selama periode krisis. Temuan ini mencerminkan keterkaitan yang semakin erat antara aset digital dan pasar keuangan konvensional dalam menghadapi ketidakpastian global. Selain itu, ditemukan bahwa peran aset crypto terhadap pasar saham bersifat tidak konsisten secara keseluruhan, tetapi menunjukkan pola yang relatif stabil sebagai net transmitter terhadap indeks JCI sepanjang periode observasi, serta terhadap indeks KLCI dan PSEI selama konflik Rusia–Ukraina. Sementara itu, terhadap indeks STI dan SETI, peran aset crypto cenderung berfluktuasi antara sebagai net transmitter dan net receiver. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa dynamic return spillover antara aset crypto dan pasar saham dapat menjadi landasan dalam membangun sistem peringatan dini terhadap transmisi risiko lintas pasar di tengah dinamika pasar global.

This study aims to analyze the dynamic return spillover between cryptocurrency assets and the ASEAN-5 stock markets using the Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR) approach. The data employed consist of daily observations from 2018 to 2023, encompassing periods of global crises such as the COVID-19 pandemic and the Russia–Ukraine conflict. The analysis includes three major crypto assets, namely Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), and Binance Coin (BNB), as well as five stock market indices from ASEAN-5 countries, specifically Singapore (STI), Indonesia (JCI), Malaysia (KLCI), the Philippines (PSEI), and Thailand (SETI), with data obtained from CoinGecko and Thomson Reuters Datastream. The results reveal the presence of dynamic return spillovers between crypto assets and the ASEAN-5 stock markets, with intensifying spillover effects during crisis periods. These findings reflect the growing interconnectedness between digital assets and conventional financial markets amid global uncertainties. Furthermore, the role of crypto assets in relation to stock markets is found to be generally inconsistent, yet relatively stable as net transmitters toward the JCI index throughout the observation period, and toward the KLCI and PSEI indices during the Russia–Ukraine conflict. In contrast, the role of crypto assets fluctuates between being net transmitters and net receivers for the STI and SETI indices. This study implies that the dynamic return spillover between crypto assets and stock markets may serve as a basis for developing early warning systems for cross-market risk transmission amid global market dynamics."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Carla Anindya Wijaya
"Ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 mendorong investor mencari instrumen lindung nilai untuk meminimalkan risiko, yang dapat berupa aset lindung nilai atau safe-haven. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengetahui apakah bitcoin, ethereum, dan emas berperilaku sebagai aset lindung nilai dan safe-haven sebelum dan selama pandemi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan melihat pengaruh imbal hasil dan volatilitas pasar saham Indonesia terhadap return dan volatilitas bitcoin, ethereum, dan emas. Penelitian ini menggunakan model regresi linier sederhana dan regresi kuantil pada data harga penutupan harian yang diambil sebelum dan selama COVID-19. Studi ini menemukan bahwa mereka dapat menjadi aset lindung nilai dan safe-haven selama pandemi COVID-19 di Indonesia. Hal ini karena hasil menunjukkan bahwa ada beberapa korelasi yang signifikan antara aset. Hasil penelitian ini dapat membantu investor untuk menentukan aset mana yang dapat menjadi instrumen lindung nilai.

The uncertainty due to the COVID-19 pandemic has encouraged investors to look for value hedging instruments to minimize risk, which can be in the form of hedging assets or safe-haven assets. In response to it, this study aims to find out whether bitcoin, ethereum, and gold can behave as hedging and safe-haven assets before and during the pandemic in Indonesia. This can be done by looking at the effects of yields and volatility on the Indonesian stock market on the returns and volatility of bitcoin, ethereum, and gold. This study uses simple linear regression and quantile regression models on data of daily closing price taken before and during COVID-19. This study finds that they can be hedge and safe-haven assets during the COVID-19 pandemic in Indonesia. The results show that there are some significant correlations between assets. The research results can help investors to determine which assets can be hedging instruments."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alice Megayati
"Skripsi ini membahas pengaruh dari volume perdagangan saham terhadap volatilitas return saham. Saham yang menjadi sampel pengujian di dalam skripsi ini adalah saham yang konsisten masuk ke dalam indeks LQ45 selama 10 periode berturut-turut dari periode 1 Februari 2007 sampai dengan 31 Januari 2012. Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh volume perdagangan yang signifikan maupun yang tidak signifikan dari sampel saham yang dipilih. Pengujian tersebut meliputi uji heteroskedastisitas, uji volatilitas dengan menggunakan EGARCH, uji stasioneritas, dan uji regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informasi mengenai volume perdagangan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap volatilitas return saham pada saham perusahaan yang likuid, namun untuk saham secara keseluruhan yang ada di pasar Indonesia, informasi mengenai volume perdagangan memiliki pengaruh yang belum cukup signifikan terhadap volatilitas return saham.

This thesis is discussing about the impact from trading volume of shares to volatility return of shares. The shares which are to be a sample examination in this thesis is the shares which have consistency in LQ45?s Index for 10 periods continuously from February 1st, 2007 until January 31st, 2012. The examination is include a heteroskedasticity testing, volatility return testing using by EGARCH model, stationerity testing, and regression testing. This results are the information about trading volume has the impacts to volatility return of shares in the all of the company?s liquid of shares, but for the whole shares which are in the Indonesia market of shares, the information about trading volume has not enough impacts to volatility return of shares."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S45243
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Parlian Putra
"ABSTRAK
Penelitian ini merupakan sebuah investigasi empiris mengenai salah satu karakteristik anomali pasar IPO hot dan cold di pasar saham perdana Indonesia: kehadiran hubungan lead-lag yang positif antara return awal IPO dan volume IPO. Periode dimana tinggi dan positifnya return awal dari tahun 1997 sampai tahun 2014 diikuti oleh lebih banyak perusahaan yang go-public di Indonesia. Common good information disebarkan ke pasar pada saat tingginya tingkat return awal, sehingga mempermudah valuasi untuk IPO setelahnya. Oleh karena itu, jumlah perusahaan yang melakukan penawaran meningkat pada periode tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat usaha untuk melakukan manajemen waktu dalam mengambil keputusan go-public berdasarkan kehadiran common-good information ini

ABSTRACT
This research is an empirical investigation that examines one characteristic of hot and cold IPO markets anomaly in Indonesia primary equity market: the emergence of a positive lead-lag relationship between IPO initial returns and IPO volume. High and positive initial return periods from 1997 and 2014 are followed by higher number of firms going public in Indonesia. Common good information is spilled over in the market during high levels of initial returns, easing the valuations for subsequent IPOs. Consequently, the number of initial offerings is raising after those periods. This finding suggests that there is an attempt of timing management in going-public decision based on the presence of this common good information."
2016
S62904
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fahreza
"Penjelasan terbaru terkait book-to-market dilakukan oleh Ball (2020) yang berdasarkan temuannya pada saham-saham di Amerika Serikat menemukan bahwa faktor retained earnings dalam book-to-market yang memberikan book-to-market kekuatan dalam menjelaskan dan memprediksi expected return. Lalu apakah di Indonesia fenomena book-to-market tersebut dapat dijelaskan lewat faktor retained earnings? Penelitian ini menggunakan metode Fama-MacBeth regression dan uji portofolio menggunakan Single Index Model dalam menjelaskan return dan excess return terhadap book-to-market dan retained earnings-to-market. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor retained earnings-to-market dapat menjelaskan average cross section of return. Uji portofolio menunjukkan bahwa faktor retained earnings-to-market memiliki alpha dan excess return yang lebih tinggi dibandingkan book-to-market untuk portofolio equally weighted.

The most recent study regarding book-to-market was by Ball (2020) which based on stocks in the United States found that retained earnings gives book-to-market predictive power in explaining and predicting expected return. Then, can the book-to-market phenomenon in Indonesia be explained through the retained earnings factor? This study tries to explain and compare factors between retained earnings and book value of equity in Indonesia. This study uses the Fama-MacBeth regression method and portfolio test using Single Index Model in explaining returns and excess returns to book-to-market and retained earnings-to-market. The results show that the retained earnings-to-market factor can explain average cross section of returns. The portfolio test shows that the retained earnings-to-market factor had a higher excess return and alpha than book-to-market for equally weighted portfolio."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf;T-pdf;T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Anggy Priansyah
"Ada beberapa tipe anomali yang sudah diteliti di seluruh dunia, sebagai contoh anomali bulanan, anomali pergantian bulan, anomali liburan, dan anomali kalendar keagamaan. Keberadaan anomali ini berlawanan dengan teori hipotesis pasar efisien yang menyatakan bahwa return saham seharusnya tidak dapat diprediksi dan memiliki pola tidak jelas karena harga saham di setiap tanggalnya telah mencerminkan seluruh variabel yang tersedia. Penelitian ini menguji keberadaan anomali kalendar keagamaan yaitu pada bulan Ramadhan di Indonesia pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menggunakan analisis time series dan metode GARCH (p,q) dengan bulan Ramadhan sebagai variabel dummy. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa rata-rata return tidak signifikan berbeda antara bulan Ramadhan dengan bulan lainnya atau dapat dikatakan tidak terdapat anomali bulan Ramadhan di Indonesia.

There are few types of anomalies has been studied around the world, for example monthly effect, turn-of-the month effect, holiday effect, and religious calendar effect. The existence of these anomalies is in contrast to the efficient market hypotesis theory with states that stock returns should be unpredictable and random walk because stock price at any date has reflect all variable information. This study tested the existence of religious calendar anomalies in the month of Ramadhan in Indonesia on the Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), by using time-series analysis and the GARCH (p,q) method with month of Ramadhan as variable dummy. Result from this study found that no significant different mean return between the month of Ramadhan with other month or can be said there is no Ramadhan effect in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S44390
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yosia El Gibort
"Maraknya penutupan berbagai gerai ritel di Asia Tenggara menimbulkan dampak terhadap kondisi finansial emiten ritel, yang juga akan memberi pengaruh pada kondisi finansial investor. Penelitian ini secara spesifik ditujukan untuk menganalisis dampak finansial penutupan gerai ritel terhadap imbal hasil saham dan kinerja keuangan emiten ritel. Pendekatan empiris menggunakan Fama French three-factor model dipilih untuk menghitung imbal hasil abnormal yang disebabkan oleh kejadian ini. Rasio profitabilitas dan nilai pasar relatif digunakan untuk menilai kinerja keuangan tiap emiten. Studi memperlihatkan adanya nilai cumulative abnormal return negatif yang signifikan secara statistik sejak pengumuman hingga hari pertama setelah pengumuman. Cumulative abnormal return dengan nilai negatif terjadi sampai hari kelima setelah pengumuman, akan tetapi sudah tidak signifikan secara statistik. Adapun, kondisi kinerja keuangan emiten ritel sebelum dan sesudah penutupan gerai tidak berbeda signifikan secara statistik.

The spreading news of retail store closure in Southeast Asia brings the impact toward the financial condition of the retail listed companies as well as of the investors’. The specific objective of this study is to examine the financial impact of closing retail outlets on stock return and the financial performance of retail listed companies. Empirical approach is used in this study, using the Fama French three-factor model to calculate stock return that occur due to this event. Profitability and relative market value ratios are used to evaluate the financial performance. An interesting finding from this study is that there is an abnormal and negative return from the closure of retail stores. It is showed by the negative cumulative abnormal return (CAR), that is significant statistically, until the first day after the store closure announcement is announced. The negative abnormal return occurs until the fifth day after announcement that is not significant statistically anymore. However, the financial performances before and after store closure are not different statistically."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sani Qinthara Aprilia
"ABSTRAK
Penelitian ini menganalisa determinan kecondongan tingkat pengembalian (skewness of return) indeks pasar pada beberapa negara berkembang seperti Bangladesh, China, Filipina, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Pakistan, Thailand dan Turki, dengan menggunakan variabel seperti tingkat pengembalian (return), volatilitas tingkat pengembalian (return), kecondongan tingkat pengembalian (skewness of return), volume perdagangan, volatilitas volume perdagangan, dan kecondongan (skewness) volume perdagangan dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya hubungan tidak langsung antar variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode regresi dan vector autoregression (VAR), dan didapatkan hasil bahwa volume perdagangan berpengaruh positif terhadap kecondongan tingkat pengembalian (skewness of return), baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

ABSTRACT
This study analyzed the determinant of the skewness of market return indices in some developing countries such as Bangladesh, China, Philippines, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Pakistan, Thailand and Turkey, by using variables such as the return, volatility of return, skewness of return, trading volume, volatility of trading volume, and skewness trading volume by considering the possibility of an indirect relationship between the variables. This study uses regression and vector autoregression (VAR), and it showed that trading volume has positive effect on the skewness of return either directly or indirectly."
2013
S43952
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farina Zidni Aulia
"Penelitian ini membahas bagaimana pengaruh volume perdagangan saham, frekuensi perdagangan saham, serta order imbalance terhadap volatilitas harga saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Periode penelitian dilakukan selama 4 tahun yaitu 2019-2022 dimana volatilitas harga saham di Indonesia sangat fluktuatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada 23 perusahaan yang tergabung pada indeks LQ45. Penelitian ini menggunakan data panel yaitu perpaduan data time series dan cross sectional. Data yang digunakan merupakan data harian yang kemudian dikonversi menjadi data bulanan yang selanjutnya dilakukan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas harga saham dipegaruhi oleh volume perdagangan, frekuensi perdagangan, dan order imbalance secara serempak dengan nilai adjusted R-square sebesar 0,7807. Volume perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham dengan koefisien regresi 0,00962 dan tingkat signifikansi 0,000. Frekuensi perdagangan saham berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham dengan nilai koefisien regresi 0,004917 dan tingkat signifikansi 0,0000. Order Imbalance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham dengan nilai koefisien regresi -0,005131 dan nilai signifikansi 0,0263.

This research discusses how the effect of
stock trading volume, stock trading frequency, and order imbalance on stock price volatility in companies that are members of the LQ45 index on the Indonesia Stock Exchange. The research period was carried out for 4 years, namely 2019-2022 where the volatility of stock prices in Indonesia was very volatile. The approach used is a quantitative approach with a purposive sampling technique in 23 companies that are members of the LQ45 index. This study uses panel data, namely a combination of time series and cross-sectional data. The data used is daily data which is then converted into monthly data which is then carried out by panel data regression analysis. The results showed that stock price volatility was simultaneously affected by trading volume, trading frequency, and order imbalance with an adjusted R-square value of 0.7807. Trading volume and trading frequency have a positive and significant effect on stock price volatility. Meanwhile, order imbalance has a negative and significant effect on stock price volatility.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>