Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 108526 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Roro Pradnya Palupi
"Permintaan global terhadap nikel yang terus meningkat menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen utama nikel dunia. Pulau Halmahera, Maluku Utara, memiliki potensi endapan nikel laterit yang tinggi karena tersusun oleh kompleks ofiolit. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona profil laterit dan membangun model geologi endapan nikel sebagai dasar estimasi kadar sumberdaya daerah penelitian. Data yang digunakan berupa data sekunder seperti collar, survey, assay, foto core, serta data logging sebagai penunjang validasi. Metode yang diterapkan yaitu analisis statistik univarian dan estimasi dengan metode ordinary kriging menggunakan unsur Ni sebagai fokus utama. Hasil analisis menunjukkan pengaruh signifikan topografi terhadap ketebalan endapan. Daerah dengan kemiringan lereng landai (0–8°), terutama di bagian tengah, selatan, dan tenggara, menunjukkan ketebalan zona limonit dan saprolit yang tinggi karena pelapukan dan akumulasi material yang lebih stabil. Sebaliknya, lereng curam (>16°) di barat laut dan timur laut memiliki endapan tipis akibat erosi. Domain geologi terbagi menjadi tiga, yaitu domain limonit, saprolit, dan bedrock. Zona mineralisasi mencakup domain limonit (densitas 1,6 gr/cm³) dan saprolit (1,5 gr/cm³). Klasifikasi sumberdaya menghasilkan tiga kategori kelas yaitu terukur, tertunjuk, dan tereka. Hasil klasifikasi dengan menggunakan cut off grade 1% yang menghasilkan kadar rata-rata Ni 1,21% dan jumlah volume 1,472,188 m3 dan tonase 2,355,500 ton pada domain limonit. Sementara, pada domain saprolit menghasilkan kadar rata-rata Ni 1,39% dan jumlah volume 7,736,094 m3 dan tonase 11,604,141 ton. Kategori terukur menandakan daerah penelitian memiliki tingkat keyakinan geologi yang tinggi untuk membuktikan kandungan mineral dan kemenerusan kadar, sehingga daerah penelitian memiliki potensi sumberdaya sebagai pertimbangan kegiatan penambangan.

The increasing global demand for nickel has made Indonesia one of the world's major nickel producers. Halmahera Island, North Maluku, has a high potential for laterite nickel deposits because it is composed of an ophiolite complex. This study aims to map the laterite profile zone and develop a geological model of nickel deposits, providing a basis for estimating the resource content of the study area. The data used are secondary data such as collars, surveys, assays, core photos, and logging data as validation support. The methods applied are univariate statistical analysis and estimation using the Ordinary Kriging method, with the Ni element as the primary focus. The results of the analysis show a significant effect of topography on the thickness of the deposits. Areas with gentle slopes (0–8°), especially in the central, southern, and southeastern parts, show a high thickness of limonite and saprolite zones due to weathering and accumulation of more stable materials. In contrast, steep slopes (>16°) in the northwest and northeast have thin deposits due to erosion. The geological domain is divided into three, namely the limonite, saprolite, and bedrock domains. The mineralization zone includes limonite domains (density 1.6 gr/cm³) and saprolite (1.5 gr/cm³). Resource classification produces three class categories, namely measured, indicated, and inferred. The classification results using a cut-off grade of 1% produced an average Ni content of 1.21% a volume of 1,472,188 m3 and a tonnage of 2,355,500 tons in the limonite domain. Meanwhile, the saprolite domain produced an average Ni content of 1.39% a volume of 7,736,094 m3, and a tonnage of 11,604,141 tons. The measured category indicates that the research area has a high level of geological confidence to prove mineral content and continuity of content so that the research area has resource potential as a consideration for mining activities."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rifqy Irfanto
"Cadangan nikel laterit di nusantara tersebar pada wilayah Indonesia bagian tengah karena berasosiasi dengan jalur ultramafik. Pulau Pakal yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara menjadi salah satu daerah dengan prospek nikel laterit yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi batas antar zona laterit Pulau Pakal menggunakan korelasi metode resistivitas dengan konfigurasi Wenner dan data bor. Metode resistivitas digunakan untuk mengukur nilai tahanan jenis batuan laterit yang kemudian akan dikorelasikan dengan data bor untuk meningkatkan akurasi analisis yang akan dilakukan. Pengolahan data resistivitas dilakukan menggunakan perhitungan matematika inversi 2-D untuk menghasilkan penampang true resistivity 2-D. Selain itu dilakukan pengolahan data bor yang kemudian akan menghasilkan model penampang bor pada lintasan pengukuran. Hasil penelitian ini adalah integrasi penampang dari batasan antar zona laterit yang ditentukan berdasarkan respon resistivitas lintasan dan informasi litologi yang dihasilkan dari analisis unsur kimia pada data bor. Penampang integrasi lintasan 19 menunjukkan adanya perbedaan dalam menentukan batasan zona limonit dan saprolit berdasarkan nilai resistivitas dan data bor. Terdapat asosiasi air yang cukup signifikan pada zona limonit lintasan 19 yang membuat respon resistivitasnya menjadi lebih rendah daripada zona saprolit. Sebaliknya, penentuan batasan zona saprolit dan bedrock pada lintasan tersebut justru menunjukkan korelasi yang cukup baik. Penampang integrasi lintasan 20 menunjukkan korelasi yang baik antar respon resistivitas dan data bor di mana penentuan batasan zona laterit keduanya berada di kedalaman yang relatif sama.

The lateritic nickel reserves in the archipelago are distributed in the central part of Indonesia due to their association with ultramafic belts. Pulau Pakal, located in North Halmahera Regency, North Maluku Province, is one of the areas with good lateritic nickel prospects. This study aims to identify the boundaries between lateritic zones in Pulau Pakal using the correlation of resistivity methods with the Wenner configuration and borehole data. The resistivity method is used to measure the resistivity values of laterite rocks, which are then correlated with the borehole data to improve the accuracy of the analysis. The processing of resistivity data is done using 2-D inversion mathematical calculations to generate 2-D true resistivity sections. Additionally, the borehole data is processed to create a borehole cross-sectional model along the measurement path. The result of this study is the integration of cross-sections indicating the boundaries between lateritic zones, which are determined based on the resistivity response along the profile and lithological information obtained from the chemical analysis of the borehole data. The integration cross-section of profile 19 shows differences in determining the boundaries between the limonite and saprolite zones based on resistivity values and borehole data. There is a significant water association in the limonite zone of profile 19, which causes its resistivity response to be lower than that of the saprolite zone. Conversely, the determination of the saprolite and bedrock boundaries in that profile shows a fairly good correlation. The integration cross-section of profile 20 shows a relatively good correlation between resistivity response and borehole data, where the boundaries of both lateritic zones are at a similar depth."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Charleeta Tesalonika Unu
"Penelitian ini berisikan pemodelan dan estimasi sumber daya nikel laterit di wilayah Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Sumberdaya nikel laterit, tercipta melalui proses pelapukan batuan ultramafik, dianalisis menggunakan metode Ordinary Kriging (OK). Metode OK digunakan dengan tujuan menangani distribusi data dengan korelasi spasial yang kuat. Analisis geostatistik melibatkan data collar, survey, assay, logging dari 169 titik bor dengan spasi bor 50 meter, 100 meter dan 150 meter. Data tersebut dimanfaatkan untuk membuat model geologi wireframe dan blok model tiga dimensi, mencakup zona mineralisasi yaitu zona limonit dan saprolit. Densitas untuk zona limonit adalah 1,58 gr/ cm3. Densitas untuk zona saprolit adalah 1,56 gr/ cm3. Klasifikasi sumberdaya dibagi berdasarkan jarak spasi bor dengan menggunakan cut off grade 1% untuk zona kelas terukur. Estimasi untuk zona limonit menunjukkan kelas terukur dengan tonase basah 4,2 juta ton dan kadar Ni 1,34%, kelas tertunjuk dengan tonase basah 2 juta ton dan kadar Ni 1,22%, kelas tereka dengan tonase basah 4,1 juta ton dan kadar Ni 1,23% dengan nilai CoG 1% Ni. Sementara itu, zona saprolit menunjukkan kelas terukur dengan tonase basah 1,6 juta ton dan kadar Ni 1,7%, kelas tertunjuk dengan tonase basah 1,2 juta ton dan kadar Ni 1,49%, kelas tereka dengan tonase basah 3,1 juta ton dan kadar Ni 1,33% dengan nilai CoG 1% Ni. Kelas terukur menandakan pada daerah penelitian memiliki tingkat keyakinan geologi paling tinggi untuk membuktikan sebaran kadar dan kandungan mineral dan telah memenuhi syarat kelayakan ekonomi untuk ditambang.

This study presents the modeling and estimation of laterite nickel resources in the Langgikima area, North Konawe, Southeast Sulawesi. Laterite nickel resources, formed through the weathering of ultramafic rocks, were analyzed using Ordinary Kriging (OK). Ordinary kriging method was applied to handle datasets with strong spatial correlation. The geostatistical analysis utilized collar, survey, assay, and logging data from 169 drill holes spaced at intervals of 50 meters, 100 meters, and 150 meters. These data were used to develop a geological wireframe model and a three-dimensional block model covering the mineralized zones, specifically the limonite and saprolite zones. The bulk density for the limonite zone is 1.58 gr/cm³, while the saprolite zone has a density of 1.56 gr/cm³. Resource classification was determined based on drill spacing, using a cut-off grade of 1% for the measured category. The estimation results for the limonite zone show a measured class with 4.2 million wet tons and 1.34% Ni grade; an indicated class with 2 million wet tons and 1.22% Ni; and an inferred class with 4.1 million wet tons and 1.23% Ni, all using a 1% Ni CoG. Meanwhile, the saprolite zone shows a measured class with 1.6 million wet tons and 1.7% Ni; an indicated class with 1.2 million wet tons and 1.49% Ni; and an inferred class with 3.1 million wet tons and 1.33% Ni, also using a 1% Ni CoG. The measured category indicates that the study area has the highest level of geological confidence in demonstrating the distribution of grade and mineral content and has met the economic feasibility requirements for mining."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Badhar Gibran
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi geomorfologi, geokimia batuan, dan distribusi endapan nikel laterit di Daerah X, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Wilayah ini secara geologi berada dalam Mandala Halmahera Timur yang tersusun atas kompleks ofiolit dan batuan ultrabasa seperti harzburgit, lherzolit, dan dunite yang berperan sebagai batuan induk pembentuk laterit. Metode yang digunakan meliputi analisis geomorfologi berbasis data topografi dan klasifikasi bentuk lahan geomorphon, analisis geokimia batuan dasar menggunakan data X-Ray Fluorescence (XRF), serta pemetaan distribusi kadar dan ketebalan endapan laterit melalui interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk lahan seperti ridge, spur, dan shoulder pada kemiringan 2°–15° serta elevasi antara 700–900 meter cenderung memiliki ketebalan laterit yang lebih besar dan kadar nikel yang lebih tinggi, menjadikannya zona prospektif utama. Zona saprolit memiliki kadar Ni tertinggi, mencapai lebih dari 2,5%, dengan komposisi geokimia yang mengindikasikan tipe laterit Hydrous Magnesium Silicate (HMS). Hubungan negatif antara kemiringan lereng dan ketebalan limonit mengindikasikan peran penting topografi terhadap intensitas pelapukan dan pelindian unsur. Selain itu, analisis geokimia batuan menunjukkan bahwa harzburgit merupakan litologi dominan dengan sebaran kadar Ni yang luas, sedangkan kadar tertinggi tercatat pada litologi dunite dan lherzolit meskipun dengan jumlah data yang terbatas. Temuan ini memperkuat peran faktor geomorfologi dan komposisi kimia batuan dalam pengendalian pembentukan serta sebaran endapan nikel laterit, dan dapat dijadikan acuan dalam eksplorasi tahap awal di wilayah studi.

This study aims to examine the relationship between geomorphological conditions, bedrock geochemistry, and the distribution of lateritic nickel deposits in Area X, Central Halmahera Regency, North Maluku Province. Geologically, the study area lies within the Eastern Halmahera Belt, characterized by ophiolitic complexes and ultramafic rocks such as harzburgite, lherzolite, and dunite, which serve as the primary protoliths for lateritization. The research methodology includes geomorphological analysis based on topographic data and geomorphon-based landform classification, geochemical analysis of bedrock using X-Ray Fluorescence (XRF), and spatial distribution modeling of nickel grade and laterite thickness using the Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation method. The results indicate that landforms such as ridges, spurs, and shoulders with slope gradients between 2°–15° and elevations ranging from 700 to 900 meters above sea level tend to exhibit thicker lateritic profiles and higher nickel concentrations, marking them as highly prospective zones. The saprolite zone shows the highest nickel content, exceeding 2.5%, with geochemical characteristics indicative of the Hydrous Magnesium Silicate (HMS) laterite type. A negative correlation between slope angle and limonite thickness suggests that topography significantly influences leaching intensity and elemental accumulation. Furthermore, bedrock geochemical analysis reveals harzburgite as the dominant lithology with a wide range of Ni content, while the highest Ni grades are found in samples identified as dunite and lherzolite, although data for these rock types are limited. These findings highlight the crucial roles of geomorphology and geochemical composition in controlling the formation and spatial distribution of lateritic nickel deposits, offering valuable insights for early-stage mineral exploration in the study area."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Angel Nathasya Emerald
"Lokasi penelitian berada di kawasan PT Aneka Tambang Tbk Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan zona profil laterit berdasarkan hasil domaining, memodelkan endapan nikel laterit berdasarkan data bor untuk selanjutnya diestimasi kadar dan tonasenya, mengklasifikasi tingkat keyakinan geologi pada wilayah penelitian, serta menentukan metode yang paling ideal dalam mengestimasi sumberdaya nikel laterit pada wilayah penelitian. Metode yang digunakan untuk pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah analisis statistik univarian, metode ordinary kriging, metode inverse distance weighting, serta nearest neighbour point. Unsur yang diestimasi berupa Ni. Data yang digunakan berupa data sekunder yang mencakup data collar, survey, assay, dan foto core sebagai validasi. Zona domain geologi yang terdapat pada penelitian ini terbagi menjadi zona tanah, limonit, saprolit, dan bedrock. Zona mineralisasi yang akan diestimasi ialah zona limonit dan saprolit. Densitas untuk zona limonit ialah sebesar 1,8 gr/cm3 dan untuk zona saprolit sebesar 1,7 gr/cm3. Klasifikasi sumberdaya didasari oleh jarak antar spasi bor. Kualitas nikel yang termasuk ke dalam sumberdaya ditentukan berdasarkan nilai cutoff grade (COG) yang beragam mulai dari 1% hingga 2,5%. Hasil klasifikasi dengan menggunakan cut off grade 1,5% menunjukkan daerah penelitian terdiri atas kelas terukur dengan kadar sebesar 1,77% dan tonase sebesar 855.390,6 ton. Kategori terukur menandakan pada daerah penelitian memiliki tingkat keyakinan geologi yang tinggi untuk membuktikan kemenerusan kadar dan kandungan mineral serta memiliki nilai yang ekonomis untuk ditambang.

The research location is in the area of PT Aneka Tambang Tbk, Pomalaa District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi. The objectives of this study are to map the laterite profile zone based on domaining results, model laterite nickel deposits based on drill data for further estimation of grade and tonnage, classify the level of geological confidence in the study area, and determine the most ideal method in estimating nickel laterite resources in the study area. The methods used for data processing and analysis in this study are univariant statistical analysis, ordinary kriging method, inverse distance weighting method, and nearest neighbor point. The element estimated is Ni. The data used is secondary data which includes collar, survey, assay, and photo core data as validation. The geological domain zones contained in this study are divided into soil, limonite, saprolite and bedrock zones. The mineralized zones to be estimated are the limonite and saprolite zones. The density for the limonite zone is 1.8 gr/cm3 and for the saprolite zone is 1.7 gr/cm3. Resource classification is based on the distance between drill spacings. The quality of nickel included in the resource is determined based on the cut-off grade (COG) which varies from 1% to 2.5%. Classification results using a cut off grade of 1.5% show that the study area consists of a measured class with a grade of 1.77% and a tonnage of 855,390.6 tons. The measured category indicates that the study area has a high level of geological confidence to prove the continuity of the grade and mineral content and has an economic value to be mined."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tasha Nagasie
"Nikel merupakan salah satu unsur dengan kegunaan yang sangat bervariasi dan juga tuntutan produksi yang sangat tinggi. Nikel dengan kadar tinggi seperti nikel sulfida sudah mulai berkurang sumbernya sehingga perlu ditemukan alternatif yaitu, mulai dilaksanakan eksplorasi endapan nikel laterit meskipun cenderung memiliki kadar yang rendah, dan Indonesia merupakan salah satu penyuplai utama nikel dengan sumberdaya nikel laterit yang melimpah. Secara stratigrafi lokasi penelitian terdiri atas Formasi Tokala, Kompleks Ultramafik, dan Formasi Matano.
Tujuan dari penelitian ini mengestimasi besarnya sumberdaya berdasarkan pendekatan pemodelan geologi. Metode pemodelan ini menggunakan data bor  untuk menentukan zona dan ketebalan dari zona limonit dan saprolit. Metode yang digunakan merupakan Ordinary Kriging (OK) dan Inverse Distance Weight (IDW). Berdasarkan pemodelan dan estimasi yang telah dilakukan dari endapan nikel laterit di Lapangan X volume yang didapatkan sebesar 4,652,184 m3 dan tonase sebesar 7,443,494 ton dengan kadar Ni sebesar 1.01%wt untuk metode Ordinary Kriging, serta volume sebesar 4,896,312 m3 dan tonase sebesar 7,834,099 ton dan kadar Ni sebesar 1.02%wt untuk metode Inverse Distance Weight. Selisih dari nilai estimasi yang didapatkan adalah 4.9%.

Nickel is an element with a variety of uses and is in high demand for production. High grade nickel ore such as nickel sulfides has depleting resources and thus an alternative is needed which comes in the form of lateritic nickel exploration despite the lower grade the deposits offer, and Indonesia is one of the main nickel suppliers in the world with abundant lateritic resources. Stratigraphically the area of study consists of the Tokala Formation, Ultramafic Complex, and Matano Formation. The main purpose of this study is estimating the resources based on geological modelling. The method of this study is by using borehole data to determine the zone and thickness of limonite and saprolite zone. Methods used include Ordinary Kriging (OK) and Inverse Distance Weight (IDW). Based on the modelling and resource estimation of nickel laterite, the volume is 4,652,184 m3 with tonnage of 7,443,494 ton and Ni grades of 1.01%wt for the Ordinary Kriging method, as well as a volume of 4,896,312 m3 and tonnage of 7,834,099 ton with Ni grade of 1.02%wt for Inverse Distance Weight method. The difference of estimated values is 4,9%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Audrie Meisya Pramesti Setiawan
"Penelitian di lakukan di daerah Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi endapan nikel laterit pada daerah penelitian berdasarkan zona profil laterit. Metode yang digunakan dalam pengolahan data menggunakan, yaitu Ordinary Kriging (OK). Metode ini menggunakan data sekunder yang terdapat data collar, survey, assay, dan foto core. Unsur geokimia yang diestimasi berupa Ni, Co, Fe, SiO₂, MgO, dan Al₂O₃ dengan variogram model berfokus pada kadar Ni. Penelitian ini akan membagi daerah penelitian menjadi 3, yaitu limonit, saprolit, dan bedrock. Limonit dan saprolit termasuk dalam zona mineralisasi yang memiliki densitas 1,67 gr/m³ dan 1,58 gr/m³. Hasil estimasi dengan metode Ordinary Kriging pada domain limonit menghasilkan volume sebesar 4,3 juta m³ dan tonase 7,2 juta ton dengan kandungan rata-rata Ni sebesar 1,35%. Sedangkan hasil estimasi domain saprolit menghasilkan volume sebesar 2,5 juta m³ dan tonase 4 juta ton dengan kandungan rata-rata Ni sebesar 1,35%.

The research was conducted in the Langgikima area, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. This purpose of this study was to estimate of laterite nickel deposits in the study area based on the laterite profile zone. The method used in data processing using, namely Ordinary Kriging (OK). This method uses secondary data containing collar, survey, assay, and photo core data. Geochemical elements estimated are Ni, Co, Fe, SiO₂, MgO, and Al₂O₃. with the variogram model focusing on Ni content. This research will divide the the study area into 3, namely limonite, saprolite, and bedrock. Limonite and saprolite are included in the mineralized zone which has a density of 1.67 gr/m³ and 1.58 gr/m³. The estimation results with the Ordinary Kriging method in the limonite domain produced a volume of 4.5 million tons m³ and tonnage of 7.2 million tons with an average Ni content of 1.39%. While the saprolite domain estimation results produced volume of 2.5 million m³ and tonnage of 4 million tons with an average Ni content of 1.35%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Zahra Sulthanah Imtiyaz
"Nikel merupakan hasil bahan galian tambang yang sangat melimpah di Indonesia. Kebutuhan nikel kian meningkat terutama pada dunia industri pembuatan baja. Penelitian ini dilakukan di wilayah pertambangan PT Vale Indonesia Tbk, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Daerah ini secara umum dipisahkan menjadi 3 bagian lapisan nikel, yaitu limonite, saprolite dan bedrock. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pola penyebaran nikel laterit serta menghitung deposit cadangan nikel laterit pada wilayah penelitian. Penelitian ini membutuhkan data berupa data collar, data assay, dan data zona profil nikel laterit. Analisis pemodelan dilakukan untuk mengetahui pola penyebaran nikel laterit dan merancang model 3D endapan nikel laterit. Analisis menggunakan metode Ordinary Kriging dilakukan untuk menghitung deposit cadangan nikel laterit. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan metode Ordinary Kriging mempertimbangkan proses pengisian block model dan banyak sampel yang digunakan, sedangkan block model Nearest Neighbor Point tidak.

Nickel is a very abundant mining material in Indonesia. The need for nickel is increasing, especially in the steel industry. This research was conducted in the mining area of PT Vale Indonesia Tbk, Sorowako, Nuha District, East Luwu Regency, South Sulawesi Province. This area is generally divided into 3 nickel layers, namely limonite, saprolite and bedrock. This study aims to analyze the characteristics and distribution patterns of laterite nickel and calculate the laterite nickel reserve deposits in the research area. This study requires data in the form of collar data, assay data, and geological data. Modeling analysis was carried out to determine the distribution pattern of laterite nickel and to design a 3D model of laterite nickel deposits. Analysis using the Ordinary Kriging method was carried out to calculate the laterite nickel reserve deposits. Based on the results of the study, the use of the Ordinary Kriging method considers the block model filling process and the number of samples used, while the Nearest Neighbor Point block model does not."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tasha Nagasie
"Nikel merupakan salah satu unsur dengan kegunaan yang sangat bervariasi dan juga tuntutan produksi yang sangat tinggi. Nikel dengan kadar tinggi seperti nikel sulfida sudah mulai berkurang sumbernya sehingga perlu ditemukan alternatif yaitu, mulai dilaksanakan eksplorasi endapan nikel laterit meskipun cenderung memiliki kadar yang rendah, dan Indonesia merupakan salah satu penyuplai utama nikel dengan sumberdaya nikel laterit yang melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tipe endapan nikel laterit pada daerah penelitian, dan membuat sebuah model geologi untuk suatu endapan nikel laterit berdasarkan data bor, untuk digunakan dalam estimasi sumberdaya. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data bor yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak untuk mendapatkan suatu model geologi yang kemudian digunakan untuk estimasi sumberdaya nikel laterit yang terdapat di daerah penelitian. Tipe endapan nikel laterit di daerah penelitian adalah tipe oksida. Berdasarkan pemodelan dan estimasi yang telah dilakukan dari endapan nikel laterit di Lapangan X volume yang didapatkan sebesar 4,652,184 m3 dan tonase sebesar 7,443,494 ton dengan kadar Ni sebesar 1.01%wt untuk metode Ordinary Kriging, serta volume sebesar 4,896,312 m3 dan tonase sebesar 7,834,099 ton dan kadar Ni sebesar 1.02%wt untuk metode Inverse Distance Weight. Selisih dari nilai estimasi yang didapatkan adalah 4.9%.

Nickel is an element with a variety of uses and is in high demand for production. High grade nickel ore such as nickel sulfides has depleting resources and thus an alternative is needed which comes in the form of lateritic nickel exploration despite the lower grade the deposits offer, and Indonesia is one of the main nickel suppliers in the world with abundant lateritic resources. The main purpose of this study is to know what type of nickel laterite deposit the area of study is, and to create a geological model based on borehole data, which will then be used to estimate the mineral resources. The method of this study includes quantitative methods through the creation of a three-dimensional geological model and to estimate the mineral resources in X Field. The type of nickel laterite deposit is the oxide type. Based on the modelling and resource estimation of nickel laterite, the volume is 4,652,184 m3 with tonnage of 7,443,494 ton and Ni grades of 1.01%wt for the Ordinary Kriging method, as well as a volume of 4,896,312 m3 and tonnage of 7,834,099 ton with Ni grade of 1.02%wt for Inverse Distance Weight method. The difference of estimated values is 4,9%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rafazio Alanza Muhammad
"Daerah Ganda-Ganda, Morowali Utara merupakan salah satu daerah penghasil bijih nikel di Indonesia dari endapan laterit. Endapan laterit tersebut dihasilkan dari pelapukan batuan ultramafik (batuan asal). Pada area penelitian terdapat pada Komplek Ultramafik dari Jalur Ofiolit Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi endapan laterit, karakteristik batuan ultramafik, dan asosiasinya terhadap tektonik dari sampel batuan asal daerah penelitian. Metode yang digunakan yakni analisis petrografi, X-Ray diffraction (XRD), dan energy dispersive X-Ray fluorescence (EDXRF). Profil terdiri atas limonit dan saprolit hingga rocky saprolite. Komposisi mineral profil limonit didominasi goetit dan gibbsit. Saprolit didominasi antigorit, talk, lizardit, dan nakrit. Batuan asal didominasi mineral silikat. Jenis batuan ultramafiknya meliputi lherzolit terserpentinisasi, harzburgit terserpentinisasi, olivin websterit terserpentinisasi, dan serpentinit. Secara geokimia semua batuan ultramafik berkomposisi lherzolit. Semua batuan hadir mikrotekstur mesh. Banyak mineral olivin dan piroksen di batuan asal telah terubah menjadi mineral serpentin. Mikrotekstur serpentinit mencangkup tekstur mesh pada lizardit, tekstur relict pada olivin, tekstur veinlet mineral krisotil, dan tekstur decussate mineral antigorit. Komposisi batuan asal dominan tersusun atas mineral olivin, lizardit, dan piroksen. Batuan ultramafik daerah penelitian berasosiasi dengan tektonik supra-subduction zone (SSZ) yang dominan hingga mid-oceanic ridge basalt (MORB) dengan seri magma tholeiite.

The Ganda-Ganda area, North Morowali is one of the nickel ore producing areas in Indonesia from laterite deposits. Laterite deposits are produced from the weathering of ultramafic rocks (source rocks). The research area is in the Ultramafic Complex of the Sulawesi Ophiolite Belt. This research aims to determine the composition of laterite deposits, the characteristics of ultramafic rocks, and their association with tectonics from the source rock samples from the research area. The methods used are petrographic analysis, X-ray diffraction (XRD), and energy-dispersive X-ray fluorescence (EDXRF). The profile consists of limonite and saprolite to rocky saprolite. The mineral composition of the limonite profile is dominated by goethite and gibbsite. Saprolite is dominated by antigorite, talc, lizardite, and nacrite. The source rocks are dominated by silicate minerals. Ultramafic rock types include serpentinized lherzolite, serpentinized harzburgite, serpentinized olivine websterite, and serpentinite. Geochemically, all ultramafic rocks fall in the lherzolite composition. All rocks have mesh microtexture. Many of the olivine and pyroxene minerals of the source rock have been altered into serpentine minerals. Serpentinite microtextures include the mesh texture of lizardite, the relict texture of olivine, the veinlet texture of chrysotile, and the decussate texture antigorite. The dominant composition of the source rocks consists of olivine, lizardite and pyroxene minerals. Ultramafic rocks in the study area are dominantly associated with supra-subduction zone (SSZ) tectonics to mid-oceanic ridge basalt (MORB) with a tholeiite magma series."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>