Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 94637 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Haickal Caesar Saintya
"Industri media fesyen dan gaya hidup di Indonesia berkembang pesat seiring dengan digitalisasi dan perubahan preferensi audiens muda. FLUI Media hadir sebagai platform independen yang berfokus pada produksi konten kreatif bagi mahasiswa dan kreatif muda lokal, namun keberlanjutannya sangat bergantung pada strategi editorial yang diterapkan dalam pengembangan konten majalah perdananya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi editorial yang dapat diterapkan untuk memastikan daya saing dan relevansi FLUI Media di industri media fesyen dan gaya hidup. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan editor-in-chief media fesyen serta mahasiswa Universitas Indonesia sebagai audiens target, lalu dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan konsep strategi editorial, keberlanjutan media, serta teori uses and gratifications dan gatekeeping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi editorial berbasis pendekatan data, kolaborasi kreatif, serta adaptasi terhadap tren digital menjadi faktor utama dalam menjaga relevansi dan daya tarik FLUI Media. Implementasi strategi yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas konten, tetapi juga memperkuat identitas FLUI Media sebagai platform media kreatif mahasiswa yang berkelanjutan.

The fashion and lifestyle media industry in Indonesia is rapidly growing in tandem with digitalization and shifting preferences among younger audiences. FLUI Media emerges as an independent platform focused on producing creative content for university students and young local creatives. However, its sustainability heavily depends on the editorial strategies implemented in the development of its debut magazine. This research aims to explore editorial strategies that can be applied to ensure the competitiveness and relevance of FLUI Media within the fashion and lifestyle media industry. Using an interpretive qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with fashion media editors-in-chief and students from Universitas Indonesia as the target audience, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques based on the concepts of editorial strategy, media sustainability, and the theories of uses and gratifications as well as gatekeeping. The results of the study show that data-driven editorial strategies, creative collaboration, and adaptation to digital trends are key factors in maintaining the relevance and appeal of FLUI Media. The implementation of appropriate strategies not only enhances content quality but also strengthens FLUI Media’s identity as a sustainable student creative media platform."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jessenia Hayfa Irtikha
"Transformasi digital telah mengubah industri media, termasuk majalah fashion and lifestyle yang kini beralih dari cetak menjadi majalah elektronik (e-magazine). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi konten majalah elektronik yang dilakukan oleh FLUI Media dalam mengembangkan produk inovasi pertamanya. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi tahapan manajemen produksi, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dalam produksi majalah elektronik tidak hanya mempercepat distribusi konten, tetapi juga meningkatkan keterlibatan audiens melalui fitur-fitur interaktif seperti hyperlink, desain visual dinamis, serta integrasi media sosial. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi bahwa proses produksi yang dilakukan FLUI Media tidak hanya menghasilkan konten visual dan naratif, tetapi juga mencerminkan penerapan prinsip manajemen yang terstruktur dan strategis. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi industri media dengan menawarkan wawasan mengenai strategi produksi e-magazine yang efektif, serta dapat menjadi referensi bagi pengelola media dalam menghadapi tantangan era digital.

Digital transformation has reshaped the media industry, including fashion and lifestyle magazines, which have now shifted from print to electronic magazines (e-magazines). This study aims to analyze the content production process of electronic magazines carried out by FLUI Media in developing its first innovative product. Using a qualitative approach and case study method, the research explores the stages of production management, from planning, organizing, execution, to supervision. The findings show that digitalization in e-magazine production not only accelerates content distribution but also enhances audience engagement through interactive features such as hyperlinks, dynamic visual design, and social media integration. Furthermore, this study identifies that the production process implemented by FLUI Media generates not only visual and narrative content but also reflects the application of structured and strategic management principles. Therefore, this research contributes to the media industry by offering insights into effective e-magazine production strategies and can serve as a reference for media practitioners in facing the challenges of the digital era."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Rahmi
"Artikel ini membahas peran Mangle mempropagandakan Keluarga Berencana (KB) dalam menyukseskan program KB di Jawa Barat (1969-1974). Periode ini disebut PELITA I yang menjadi tahap awal pelayanan dan propaganda program KB Nasional Pemerintah Orde Baru. Pemerintah Daerah Jawa Barat memanfaatkan Mangle sebagai media propaganda KB. Mangle merupakan majalah budaya, hiburan, wadah aktualisasi masyarakat Sunda yang sejalan dengan pembangunan. Artikel ini ditulis menggunakan metode sejarah dengan memanfaatkan sumber primer dan sekunder yang didapatkan dari berbagai literatur berupa majalah, surat kabar sezaman, jurnal, buku, dan wawancara. Terdapat penelitian terdahulu yang memetakan wacana informasi kesehatan dalam artikel dan iklan berbasis kebudayaan Sunda secara tematis. Berbeda dengan penelitian ini yang fokus mengkritisi program KB melalui isi artikel Mangle. Hasil penelitian menunjukan selama PELITA I Mangle mempropagandakan program KB melalui artikel majalah dengan ciri khasnya melalui hiburan dan sastra. Mangle mencoba mengarahkan pembaca merealisasikan program KB untuk membentuk kesejahteraan keluarga dan negara.
This article discusses Mangle's role in propagating Family Planning in the success of the family planning program in West Java (1969-1974). This period is called PELITA I which is the initial stage of service and propaganda of the New Order Government's National Family Planning program. The West Java Regional Government uses Mangle as a media for family planning propaganda. Mangle is a cultural, entertainment, and forum for the actualization of Sundanese people in line with development. This article is written using historical methods by utilizing primary and secondary sources obtained from various literature in the form of magazines, contemporary newspapers, journals, books, and interviews. There are previous studies that map the discourse of health information in Sundanese culture-based articles and advertisements in a thematic manner. In contrast to this study, which focuses on criticizing the family planning program through the content of Mangle's article. The results of the study show that during PELITA I Mangle propagated the family planning program through magazine articles with its characteristics through entertainment and literature. Mangle tries to direct readers to realize family planning programs to shape the welfare of families and the country."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Dokumentasi  Universitas Indonesia Library
cover
Kusniah Primayanti
"Kenyataan semakin pentingnya nilai informasi menempatkannya sebagai kebutuhan yang prioritaskan.
Fenomena ini disambut oleh banyak industri pers dan
masyarakat dihadapkan pada banyak alternatif untuk memenuhi
kebutuhan akan informasi.
Majalah berita TEMPO dan EDITOR merugakan salah satu
a1tern atif . bacaan bagi pembaca. Mern baca majalah-majalah
tersebut secara rutin antara lain, dapat ·dijadikan ind ikasi
gejala semakin pentingnya dan ketergantungan manusia terhadap
informasi. Jika demikian halnya, yang menjadi unsur pen t·l.ng
adalah penyajian berita yang baik oleh kedua media di atas.
Pertanyaan yang memberikan jawaban tentang keterbacaan majalah berita TEMPO dan EDITOR menjadi pokok perhatian dalam
penelitian ini. Keterbacaan di sini menyangkut keberhasilan
sebuah tulisan sehingga dimen~erti oleh pembaca. Selain itu,
penelitian ini juga mengungkapkan.media mana yang lebih mudah
dibaca atau dipahami.
Penelitian ini dilakukan terhadap orang-orang yang
mempunyai
potensial
ka~r akter i stik
kedua maja l ah
s esuai dengan sa s aran kha layak
tersebut. Di mana mereka di minta
mengisi t ek s -teks laporan d a n berita utama bertopi k Bank Duta
dan Kasus Monitor, yang t idak len gkap.
Mel alui met "ode pengu kur a n c:::Lo :<: (·:·:· yang
dilaku kan terhadap to pik- t opik terp i lih~ diperoleh hasil yang
menunj ukkan bahwa laporan u tama TEMPO dan berita utama EDITOR
tergolong tulisan yang masuk ke dalam kategori ·~ol it' d ibaca
atau dipahami. Meskipun demikian laporan u tama TEMPO
mudah dibaca dan dipahami daripada berita utama EDITOR.
lebih
Pehggunaan bahas a y a ng cende rung sulit (bahasa yang
serin'g kali
bermateri
menyulitkan
mempunyai makna konotatif),
berat dalam bahasa yang sukar,
pembaca dalam mengerti tulisan
penurunan berita·
sehingga semakin
serta kemampuan
bah a sa khalayak pembaca yang kurang dipertimbangkan dalam
pembuatan berita merupakan faktor-faktor tekstual yang siap dengan pelayanannya di S.B.A., serta
Perpustakaan FISIP UI.
seluruh pengurus
Akhirnya, saya berharap agar skripsi · ini dapat
bermanfaat bagi pembaca lainnya, serta menarik pihak-pihak
lain untuk mengembangkannya lebih lanjut"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1992
S4054
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mahadewi Putri Sutisna
"Artikel ini membahas mengenai pandangan majalah Star Weekly mengenai kebijakan Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Metode penulisan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Metode lain yang digunakan adalah analisa isi untuk menganalisis artikel berita dari Star Weekly dalam artikel ini. Dalam melakukan tahap heuristik, sumber penulisan didapat dari arsip majalah Star Weekly yang tersedia serta berbagai buku dan artikel jurnal sebagai sumber sekunder. Majalah Star Weekly merupakan salah satu majalah paling terkemuka di kalangan Tionghoa Peranakan. Diterbitkan secara mingguan oleh Keng Po, Star Weekly diedarkan secara luas di Jakarta dengan P. K. Ojong sebagai pemimpin redaksi terakhir. Majalah Star Weekly membahas topik yang luas termasuk analisis politik, berita internasional, isu sosial, sampai tips terkait aktivitas sehari-hari. Memasuki tahun 1961, seiring dengan dijalankannya kebijakan pembangunan nasional secara besar-besaran oleh pemerintah era Demokrasi Terpimpin, Star Weekly melakukan peliputan rutin terhadap kebijakan tersebut dalam kurun waktu satu tahun. Star Weekly membawakan pemberitaan mengenai pembangunan nasional ini dengan sikap yang mendukung, khususnya mengenai pembangunan kota Jakarta dan usaha sensus penduduk. Pandangan Star Weekly yang penuh mendukung program pembangunan nasional ini merupakan bagian dari perubahan Star Weekly untuk bertahan. Usaha bertahan ini membuat Star Weekly lebih mengedepankan tulisan-tulisan yang bersifat informatif dan mendidik, termasuk dalam cara mereka menyajikan liputan perkembangan pembangunan nasional. Walau sudah mengganti strategi penyajian isi, Star Weekly tetap dibredel tahun 1961.
This article discusses about Star Weekly’s perspective regarding Indonesia’s Eight-year National Development Plan. This research applies the historical method which consists of heuristics, verification, interpretation and historiography. The content analysis method to analyse various news article from Star Weekly in this article. For the heuristics phase, primary sources were obtained from Star Weekly’s archive along with various books, articles as secondary sources. Star Weekly magazine was one of the leading magazine among the Chinese-Indonesian community. Published weekly by Keng Po, Star Weekly was distributed widely in Jakarta with P.K. Ojong as the last editor in chief. Star Weekly covered various topics including political analysis, international news coverage, and daily lifestyle tips. Entering 1961, the year of guided democracy era of Indonesia, the government enacted a full-scale national development plan. Star Weekly covered the topic regularly in a span of one year. Star Weekly presented reports about the national development in a supporting manner, particularly concerned on Jakarta’s development and population census efforts. Star Weekly’s support on the national development was one of the shift initiated by P.K. Ojong to survive the press oppression of the guided democracy era. This survival method caused Star Weekly to feature more informative and educational articles, also apparent in their writings about the national development plan. Star Weekly’s effort by changing their presentation strategy and obeying the press policy ended in vain as they got banned in 1961."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Anggraeni Kusuma Wardani
"ABSTRAK
Majalah merupakan media massa yang memuat artikel dari berbagai penulis dan dipublikasikan secara berkala yang tersedia dalam bentuk online dan cetak. Pada penelitian ini akan membandingkan majalah bahasa Belanda dan Indonesia, yaitu majalah untuk perempuan dewasa dan remaja yang membahas langkah perawatan kulit wajah menggunakan kajian sosiolinguistik. Perbandingan ini dilihat dari penggunaan campur kode, gaya bahasa, pemaparan, isi artikel, dan juga penggunaan kalimat imperatif Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menyediakan hasil deskriptif dari hasil analisis. Hasil penelitian menemukan bahwa pada keempat majalah menggunakan campur kode, meski lebih banyak digunakan pada majalah Indonesia. Pada majalah remaja bahasa Belanda dan Indonesia menggunakan bahasa yang informal dan penjelasan yang sederhana. Sementara majalah dewasa menjelaskan langkah secara detail dan bahasa yang lebih formal. Pemaparan yang digunakan pada empat artikel adalah personal karena melibatkan pembaca.
ABSTRACT
The magazine is a mass media that contains articles from various authors and is published regularly which is available in online and print form. This study will compare Dutch and Indonesian language magazines, magazines for adult women and adolescents that discuss facial skin care steps using sociolinguistic studies. This comparison is seen from the use of code mixing, language style, exposure, content of the article, and also the use of imperative sentences. This study uses qualitative methods that provide descriptive results from the findings from the analysis. The results found that all four magazines used code mixing, although they were more widely used in Indonesian magazines. Dutch and Indonesian youth magazines used informal language and simple explanations. While adult magazines explain the steps in detail and in a more formal language. The presentation used in the four articles is personal because it involves the reader."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fatimah Mardiyah
"Di tengah gempuran teknologi yang dahsyat, berbagai media cetak berusaha mempertahankan eksistensi dirinya. Selain konvergensi media sebagai upaya perluasan digital, beberapa media cetak pun menggunakan strategi crossmedia untuk melengkapinya. Pada saat beberapa media lain tidak menerapkan strategi tersebut secara utuh dan konsisten, majalah Harper’s Bazaar Indonesia mampu menerapkan strategi crossmedia secara utuh dan konsisten hingga saat ini. Crossmedia yang baik adalah crossmedia yang tidak hanya sekadar menggunakan banyak media, tetapi juga menyesuaikan konten dengan karakteristik medianya. Berdasarkan hasil analisis, Harper’s Bazaar Indonesia telah mempersiapkan dengan baik upaya perluasan digital yang dilakukan. Majalah tersebut pun cukup baik dalam menyesuaikan konten dengan berbagai media yang dimiliki, yaitu majalah cetak, e-magz, media online, dan media sosial. Jurnal ini akan membahas bagaimana upaya perluasan digital Harper’s Bazaar Indonesia, penerapan strategi crossmedia oleh Harper’s Bazaar Indonesia, dan penyesuaian konten terhadap karakteristik tiap media yang dimiliki.

Amidst the onslaught of technology, several printed media manage to maintain their existence. Besides media convergence as their digital expansion, some printed media use the crossmedia strategy to complement it. When many media don’t apply that strategy completely dan consistently, Harper’s Bazaar Indonesia magazine is capable to apply it completely and consistently until now. A good crossmedia strategy is a crossmedia that not only expand their media, but also adjust the content with the characteristics of each media or medium. Based on the outcome of the analysis, Harper’s Bazaar Indonesia has prepared the digital expansion well. The magazine is also quite good at adjusting content with every media they have, such as printed magazine, e-magz, online media, and social media. This journal will discuss how Harper’s Bazaar Indonesia expand their digital, apply the strategy of crossmedia, and adjust the content with every media they have. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Cora Amyra Uqiyanus
"ABSTRAK
Kemajuan perkembangan teknologi internet memberikan dampak terhadap perkembangan produk berita elektronik (e-news) saat ini. Internet menjadi sumber informasi yang paling banyak digunakan orang mencari informasi yang dibutuhkan, tak terkecuali mahasiswa. Sayangnya belum ada satu media yang membahas kehidupan mahasiswa Indonesia lintas kampus yang mengusung kepedulian mahasiswa. Ketertarikan akan mencari kebutuhan informasi mengenai kehidupan kampus di Indonesia diakui 92% mahasiswa. 76% mahasiswa juga mengaku pernah mengakses informasi selain informasi kampusnya sendiri. Minimnya media yang membahas isu-isu dunia mahasiswa Indonesia lintas kampus juga membuat responden merasa tertarik jika dibuat sebuah e-magazine dunia mahasiswa di Indonesia.

ABSTRACT
The development of internet affects the production of electronic news (e-news) nowadays. Internet becomes the most popular information source for people, especially college students. Currently, the medium that aims to examine university life among Indonesian college students across the nation has yet to exist. Based on the research on college students conducted by the writer, 92% of respondents are interested to seek information about nation-wide Indonesian campus life. 76% of them admitted to have browsed information about campuses other than their own. The lack of medium which talks about the world of Indonesian college students makes the respondent interested if such information is actualized in the form of an e-magazine.
"
2015
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Irhamni Ali
"The advancement in computer-information technology nowdays has come to a revolutionary development which affect the current information sources. One of the latest forms of information source is the digital publishing/e-publishing which can be accessed from computer network. A number of changes have happened which leads is to a demand that librarians as information providers have to be able to create a system which is user friendly. This can be done by creating information architecture, database integration and human computer interaction systems or good user interface so that users are able to retrieve d=the desired information easily. The current changes of digital publishing have demanded users to be able to adapt with the existing system. In addition users also have to know about the online information retrieval system and have a good searching strategy. Towards these challenges, both librarians and users are expected to make innovations in order to create a system which is compatible with digital publishing/e-publishing and usable for them as well."
Jakarta: Pusat jasa Perpustakaan dan Informasi ( Perpustakaan Nasional RI), 2012
020 VIS 14:2 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ayunda Nurvitasari
"ABSTRAK
Tesis ini berfokus pada bentuk-bentuk pemberdayaan perempuan era digital yang dilakukan oleh majalah daring feminis pertama di Indonesia, Magdalene. Penelitian ini bertujuan memetakan bagaimana contributor Magdalene menanggapi, mengontestasi, ataupun menegosiasi norma patriarkal dalam konteks Indonesia dengan medium tulisan. Penggunaan narasi personal sebagai strategi kontributor disorot dalam penelitian ini untuk menelusuri wujud agensi perempuan dalam mengungkapkan opini, kritik, serta aspirasi mereka, yang dalam tataran lanjut turut mendorong perubahan sosial. Penelitian ini juga meninjau secara kritis mengenai posisi Magdalene dalam pergulatan diskursus konteks Indonesia terutama terkait implikasinya terhadap pola interaksi internet, yakni dengan cara melakukan analisis pada pola interaksi pembaca. Dengan menggunakan metode netnografi dan analisis tekstual, penelitian ini menyorot implementasi agensi perempuan dalam majalah daring Magdalene serta kompleksitasnya dalam pergulatan diskursus era digital. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perwujudan agensi para kontributor berbeda satu dengan lainnya, tergantung pada pengalaman, cara pandang, serta lingkungan sosial. Pada isu interaksi pembaca, penelitian ini menemukan bahwa majalah daring Magdalene masih bersifat ekslusif pada kelompok individu tertentu saja sehingga argumen yang disuarakan hanya berputar pada ruang vakum echo-chamber . Meski demikian, eksklusivitas tersebut tak dapat dilepaskan dari konteks sosial-politik Indonesia. Dengan demikian, upaya membumikan wacana feminisme di Indonesia perlu mempertimbangkan berbagai aspek dan strategi. Kata Kunci: Majalah daring, patriarki, agensi, echo-chamber, MagdaleneTesis ini berfokus pada bentuk-bentuk pemberdayaan perempuan era digital yang dilakukan oleh majalah daring feminis pertama di Indonesia, Magdalene. Penelitian ini bertujuan memetakan bagaimana contributor Magdalene menanggapi, mengontestasi, ataupun menegosiasi norma patriarkal dalam konteks Indonesia dengan medium tulisan. Penggunaan narasi personal sebagai strategi kontributor disorot dalam penelitian ini untuk menelusuri wujud agensi perempuan dalam mengungkapkan opini, kritik, serta aspirasi mereka, yang dalam tataran lanjut turut mendorong perubahan sosial. Penelitian ini juga meninjau secara kritis mengenai posisi Magdalene dalam pergulatan diskursus konteks Indonesia terutama terkait implikasinya terhadap pola interaksi internet, yakni dengan cara melakukan analisis pada pola interaksi pembaca. Dengan menggunakan metode netnografi dan analisis tekstual, penelitian ini menyorot implementasi agensi perempuan dalam majalah daring Magdalene serta kompleksitasnya dalam pergulatan diskursus era digital. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perwujudan agensi para kontributor berbeda satu dengan lainnya, tergantung pada pengalaman, cara pandang, serta lingkungan sosial. Pada isu interaksi pembaca, penelitian ini menemukan bahwa majalah daring Magdalene masih bersifat ekslusif pada kelompok individu tertentu saja sehingga argumen yang disuarakan hanya berputar pada ruang vakum echo-chamber . Meski demikian, eksklusivitas tersebut tak dapat dilepaskan dari konteks sosial-politik Indonesia. Dengan demikian, upaya membumikan wacana feminisme di Indonesia perlu mempertimbangkan berbagai aspek dan strategi.Kata Kunci: Majalah daring, patriarki, agensi, echo-chamber, Magdalene.

ABSTRACT
This thesis focuses on how women empowerment in the digital era is implemented by the first feminist online magazine in Indonesia, Magdalene. The purpose of this research is to map how Magdalene rsquo s contributors respond, contest, or negotiate patriarchal norms and values in Indonesian context by writing. The use of personal narration as a contributor rsquo s strategy to gain support is one of the highlights of this research, specifically to investigate women rsquo s agency while expressing opinion and critics. This research also critically examines the positioning of Magdalene in the contestation of discourse within the Indonensian context based on readers rsquo interaction. By using netnography and textual analysis as the main methods, this research highlights the implementation of women rsquo s agency and its complexity in online debates. The result of this research shows that the implementation of agency differs based on each personal experience, perspective, and social context. On top of this, readers rsquo interaction tends to show the exclusivity of the magazine as the discourses are merely consumed, understood, and echoed by those coming from similar backgrounds echo chamber , which is highly affected by the socio political context in Indonesia. Subsequently, the attempt to popularize feminism discourse in Indonesia should consider multiple aspects and strategies."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T52064
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>