Ditemukan 113693 dokumen yang sesuai dengan query
Muhammad Toriq Hafidz
"Skripsi terapan ini meneliti efektivitas konten giveaway untuk meningkatkan jumlah followers pada media berita esports MVP Magazine di Instagram. Peneliti menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain one-group pretest-posttest, penelitian ini menganalisis perubahan jumlah followers dan beberapa indikator lain sebelum dan sesudah giveaway. Data dikumpulkan melalui Instagram Insights dan dianalisis dengan uji normalitas, statistik deskriptif serta paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas konten giveaway memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah followers. Pengolahan data statistik menggunakan uji t-test berpasangan mengacu pada tiga indikator utama yaitu followers, interaction dan reach. Nilai uji dari tiga indikator tersebut berada dibawah < 0,05 dimana hal itu memenuhi bahwa data signifikan. Perencanaan hingga penyajian konten disusun dengan berpegang teguh pada prinsip teori SOR. Pembuatan visual serta copywriting yang berdasar pada teori media sosial instagram terbukti relevan untuk memperkuat nilai konten giveaway dalam menarik audiens baru. Berdasarkan hasil penelitian yang dijalankan, Konten giveaway terbukti berhasil dalam meningkatkan jumlah followers serta berpengaruh pada dua indikator lainnya. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi perkembangan media berita digital terutama di industri esports.
This applied thesis investigates the effectiveness of giveaway content in increasing the number of followers on the esports news media account MVP Magazine on Instagram. The researcher employed a quasi-experimental method using a one-group pretest-posttest design to analyse changes in follower count and several other key indicators before and after the giveaway. Data were collected through Instagram Insights and analysed using normality testing, descriptive statistics, and a paired t-test. The results show that giveaway content has a significant impact on follower growth. Statistical data processing using the paired t-test referred to three main indicators: followers, interaction, and reach. The test results for all three indicators yielded p-values below 0.05, indicating statistical significance. The planning and presentation of the content were based on the principles of the Stimulus-Organism-Response (SOR) theory. The visual design and copywriting grounded in Instagram Social media Theory, Proved effective in enhancing the value of giveaway content in attracting new audiences. Based on the findings, giveaway content was shown to successfully increase the number of followers and influence the other two indicators. This study is expected to serve as a reference for the development of digital news media, particularly within the esports industry."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dinda Emily Assadiyah
"
ABSTRAKCGV Cinemas Indonesia merupakan merek yang bergerak di industri jasa pertunjukkan film yang sebelumnya dikenal sebagai BlitzMegaplex. Penelitian ini menjelaskan pengaruh social media marketing efforts terhadap ekuitas merek dengan melakukan studi pada khalayak media sosial CGV Cinemas Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei dengan penyebaran kuesioner secara online yang berdasarkan teknik convenience sampling terhadap 100 orang sampel. Analisis regresi linier memperlihatkan bahwa social media marketing efforts dapat memprediksi ekuitas merek secara signifikan. Dimensi yang berpengaruh secara signifikan terhadap ekuitas merek adalah trendiness dan customization. Sementara, dimensi entertainment, interaction dan word of mouth disisihkan karena terbukti tidak berpengaruh secara signifikan.
ABSTRACTCGV Cinemas Indonesia, formerly known as BlitzMegaplex, is a brand that rsquo s involved in the exhibition or cinema business. This research focuses on finding the influence of social media marketing efforts on brand equity within the social media target audience of CGV Cinemas Indonesia. This quantitative research uses survey by distributing online questionnaire to 100 samples using convenience sampling technique. A linear regression analysis shows that social media marketing efforts can predict brand equity significantly. There are two dimensions that have significant impact on brand equity which are trendiness and customization. Entertainment, interaction and word of mouth are excluded, as the three dimensions are proven to not having significant impact on brand equity."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Nurul Anita Rahmadian
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasaran konten, pemasaran media sosial, dan kemudahan berbelanja daring terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada pengguna layanan Online Travel Agent Tiket.com. Fokus penelitian diarahkan pada followers aktif akun Instagram Tiket.com yang pernah berinteraksi dengan konten media sosial tersebut, baik melalui like, komentar, maupun membagikan postingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang melibatkan 155 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 30 dengan teknik analisis berupa uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, serta uji signifikansi secara simultan dan parsial. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai seberapa besar pengaruh strategi pemasaran digital dan kemudahan berbelanja daring terhadap proses pengambilan keputusan pembelian konsumen, khususnya dalam konteks platform Tiket.com. Hasil akhir dari penelitian ini akan memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran digital yang lebih efektif di sektor layanan perjalanan online.
This study aims to determine the effect of content marketing, social media marketing, and ease of online shopping on the consumer purchasing decision process of users of the Tiket.com Online Travel Agent service. The focus of the study was directed at active followers of the Tiket.com Instagram account who had interacted with the social media content, either through likes, comments, or sharing posts. This study uses a quantitative approach with a survey method, involving 155 respondents. Data collection was carried out by distributing questionnaires online. The collected data will be analyzed using SPSS version 30 software with analysis techniques in the form of validity tests, reliability, multiple linear regression, and simultaneous and partial significance tests. Through this study, it is hoped that an overview can be obtained regarding how much influence digital marketing strategies and ease of online shopping have on the consumer purchasing decision-making process, especially in the context of the Tiket.com platform. The final results of this study will contribute to the development of more effective digital marketing strategies in the online travel service sector. "
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sendi Rahman Maulana
"Penelitian ini membahas peran media sosial dalam mendukung minat kunjung wisatawan ke suatu destinasi wisata, dengan studi kasus di PT. Wisata Impian Universal. Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan, khususnya dalam industri pariwisata. Media sosial berperan aktif sebagai alat promosi yang strategis, membentuk persepsi publik, menyebarkan konten visual dan naratif, serta menarik calon wisatawan. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskripsi kreatif, dan bertujuan untuk memahami bagaimana berbagai elemen konten kreatif dalam media sosial dapat berdampak signifikan terhadap minat kunjung wisatawan. Teori kreativitas Graham Wallas yang mencakup tahapan preparation, incubation, illumination, dan verification digunakan untuk menganalisis proses kreatif dalam pembuatan konten kreatif pariwisata di media sosial. Penulisan ini menyoroti elemen seperti storytelling, visual, konten buatan pengguna (user-generated content), dan pemanfaatan tren sebagai aspek penting yang memengaruhi ketertarikan wisatawan. Hasil Penulisan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap strategi konten kreatif media sosial terhadap promosi pariwisata yang lebih efektif dan inovatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya penggunaan konten kreatif yang baik dan benar maka dapat mempengaruhi audiens untuk mengunjungi suatu destinasi wisata terutama pada industri tour and travel yang menggunakan sosial media dan konten kreatif sebagai elemen untuk media promosi digital dan menggunakan visualisasi yang bagus dan penuh dengan estetika. Implementasi teori-teori kreativitas diperlukan sebagai upaya untuk memperkuat branding perusahaan terutama dalam pembuatan konten kreatif.
This research discusses the role of social media in supporting tourist visiting interest to a tourist destination, with a case study at PT. Wisata Impian Universal. In today's digital era, social media has become one of the most widely used platforms, especially in the tourism industry. Social media plays an active role as a strategic promotional tool, shaping public perception, spreading visual and narrative content, and attracting potential tourists. This writing uses a qualitative approach with creative descriptions, and aims to understand how various elements of creative content in social media can have a significant impact on tourist visiting interest. Graham Wallas' creativity theory which includes the stages of preparation, incubation, illumination, and verification is used to analyze the creative process in creating creative tourism content on social media. This paper highlights elements such as storytelling, visuals, user-generated content, and the use of trends as important aspects that influence tourist interest. The results of the paper are expected to contribute to the strategy of creative content on social media for more effective and innovative tourism promotion. The conclusion of this study is that with the use of good and correct creative content, it can influence the audience to visit a tourist destination, especially in the tour and travel industry that uses social media and creative content as elements for digital promotional media and uses good visualizations that are full of aesthetics. The implementation of creativity theories is needed as an effort to strengthen company branding, especially in the creation of creative content."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Nabila Mutaz Dzakiyya
"Perkembangan teknologi dan persaingan yang semakin ketat di kalangan rumah sakit swasta telah mendorong rumah sakit swasta untuk berinovasi dengan saling bersaing dalam mempromosikan layanan mereka melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa efektif implementasi social media marketing activity dalam membangun brand awareness, brand image, brand equity, dan trust dari pasien rumah sakit swasta serta pengaruhnya terhadap visit intention. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengolahan data yang didapat akan menggunakan metode CB-SEM dengan aplikasi IBM AMOS untuk memproses 264 data yang diperoleh dari kuesioner yang disebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable social media marketing activity dapat mempengaruhi variable brand awareness, brand image, dan trust, namun tidak berpengaruh pada visit intention. Sedangkan, variabel trust dan brand equity memiliki pengaruh yang signifikan pada variabel visit intention. Namun di sisi lain, variable brand awareness tidak mempengaruhi variable brand image, tetapi keduanya memiliki pengaruh yang signifikan pada brand equity. Penelitian ini dapat menunjukkan bahwa untuk meningkatkan angka visit intention pasien, perlu adanya kolaborasi antar variable agar berdampak positif pada visit intention pasien. Penelitian ini diharapkan dapat membantu manajerial rumah sakit swasta maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam membentuk strategi marketing melalui aktivitas media sosial.
Technological developments and increasingly fierce competition for private hospitals have forced private hospitals to innovate with each other to promote their services through social media. The research aims to measure how effective the implementation of social media marketing activities is in building brand awareness, brand image, brand equity and trust from private hospital patients and their influence on visit intention. This study uses quantitative methods, and the data obtained will be processed using CB-SEM with the IBM AMOS application, analyzing 264 questionnaire responses. The study results show that social media marketing activities have an effect on brand awareness, brand image and trust but have no effect on visit intention. Meanwhile, trust and brand equity have a significant effect on visit intentions. However, brand awareness has no effect on brand image, yet both have a significant impact on brand equity. This study shows that collaboration between variables is needed to have a positive impact on patient visit intentions. It is hoped that this research can help the management of private hospitals and other health facilities in forming marketing strategies through social media activities."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Gentur Adiprabawa
"Tesis ini menyelidiki pengaruh ad-context congruence terhadap intention to engage pada konten native advertising produk non-olahraga di akun Instagram klub sepakbola. Schema congruity menjadi landasan teori dalam penelitian ini. Studi dilakukan dengan metode eksperimen di mana terdapat tiga kelompok yang diberi paparan native advertising dengan ad-context congruence yang berbeda, yaitu berbasis hedonic, berbasis utilitarian, dan kontrol. Eksperimen dilaksanakan secara daring pada 120 orang subjek penelitian yang merupakan penggemar klub sepakbola PSIS Semarang. Dilakukan pengujian one-way ANOVA untuk menganalisis hubungan kausal antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ad-context congruence secara signifikan memberikan pengaruh terhadap intention to engage pada native advertising. Terdapat perbedaan intention to engage yang signifikan antara kelompok yang terpapar oleh ad-context congruence berbasis utilitarian dengan kelompok kontrol. Temuan ini sejalan dengan beberapa hasil studi terdahulu tentang native advertising, namun temuan ini adalah yang pertama dalam hal penggunaan native advertising di konteks media sosial terkait olahraga. Sifat konsumsi dan interaksi penggemar olahraga di media sosial serta keunikan konteks media olahraga menjadi hal yang membedakan hasil penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya mengenai native advertising. Melalui studi ini, diketahui bahwa sikap pada native advertising memiliki hubungan covariate dalam pengaruh yang diberikan oleh ad-context congruence terhadap intention to engage pada konten native advertising. Sikap pada native advertising dan ad-context congruence secara simultan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap intention to engage. Pada native advertising dengan ad-context congruence yang berbasis utilitarian, sikap pada native advertising yang lebih positif akan mendorong intention to engage yang lebih baik. Di sisi lain, tidak ditemukan hubungan linier antara perceived ad-intrusiveness dan intention to engage pada native advertising dalam penelitian ini. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian mengenai native advertising di media sosial, terutama berkaitan dengan teori schema congruity di bidang komunikasi pemasaran. Sebagai refleksi atas temuan empiris yang diperoleh dari penelitian ini, teori uses & gratification dan elaboration likelihood model direkomendasikan sebagai pendukung dalam implementasi teori schema congruity di penelitian selanjutnya mengenai native advertising. Beberapa rekomendasi lain juga diberikan oleh peneliti, baik dari segi akademis, metodologis, maupun praktis.
This thesis examines the influence of ad-context congruence on intention to engage with native advertising content for non-sports products on football club Instagram accounts. Schema congruity is used as the basis theory. The study was conducted using an experimental method, where three groups were exposed to native advertising with different ad-context congruence, which are hedonic-based, utilitarian-based, and control. The experiment was carried out online on 120 research subjects who were fans of the PSIS Semarang football club. One-way ANOVA testing was carried out to analyze the causal relationship between the two variables. The research results show that ad-context congruence significantly influences the intention to engage in native advertising. There is a significant difference in intention to engage between the group exposed to utilitarian-based ad-context congruence and the control group. These findings are in line with the results of several previous studies on native advertising, but these findings are the first regarding the use of native advertising in the context of sports-related social media. The nature of media consumption and interaction of sports fans on social media as well as the unique context of sports media are things that differentiate the results of this research from previous studies on native advertising. Through this research, it is known that attitude towards native advertising have a covariate relationship in the influence exerted by ad-context congruence on intention to engage with native advertising. Attitudes towards native advertising and ad-context congruence simultaneously have a greater influence on intention to engage. In native advertising with utilitarian-based ad-context congruence, a more positive attitude towards native advertising will encourage better intention to engage. On the other hand, no linear relationship was found between perceived ad-intrusiveness and intention to engage with native advertising in this study. This research contributes to enriching the study of native advertising on social media, especially in relation to schema congruity theory in the field of marketing communications. As a reflection of the empirical findings obtained from this research, uses & gratification theory and the elaboration likelihood model are recommended as supports in implementing schema congruity theory in further research on native advertising. Several recommendations were also made by researchers, both from an academic, methodological and practical perspective."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Rafi
"Selama beberapa tahun terakhir, Populartitas K-Pop semakin menanjak, dari yang dulu hanya merupakan sebuah subkultur di Internet, sekarang telah menjadi sensasi global. Menanjaknya popularitas K-Pop itu dikarenakan strategi marketing mereka yang secara efektif dapat memperbesar jumlah penggemarnya dan mempengaruhi sikap pembelian para penggemar. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh social media marketing dan content marketing terhadap berkembangnya perilaku impulsive buying di kalangan fans K-Pop dengan menggunakan brand loyalty dan celebrity worship sebagai variabel mediasinya. Penelitian ini menggunakan non-probability sampling dan menggunakan 324 responden agar peneliti dapat mendapatkan data yang valid dan terpercaya mengenai perilaku pembelian impulsif dan apa yang mempengaruhinya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM dimana hasil dari analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa social media marketing dan content marketing tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap impulsive buying. Namun, content marketing dapat mempengaruhi perilaku pembelian impulsif melalui variabel mediasi brand loyalty. Maka dari itu, hal utama yang mempengaruhi impulse buying adalah adanya rasa kesetiaan kepada suatu brand yang dimana perilaku tersebut dipengaruhi oleh strategi content marketing.
For the last few years, K-Pop have been growing in popularity, from once being only a subculture within the Internet, now have become a global sensation. This growth in popularity is attributed to the extensive marketing operation that these K-Pop production companies have done and in response not only that their fanbase are getting bigger but also influencing their purchasing behavior. This research is conducted to analyze the effect of social media marketing and content marketing towards its effect for the development of impulse buying among K-Pop fanbase with the use of brand loyalty and celebrity worship as its mediating variable. This research manages to get 324 respondents by the use of non-probability sampling, in order to get a reliable and valid data regarding impulse buying behavior and what affects it. The data collected then analyze using PLS-SEM where it is concluded that both social media marketing and content marketing does not have a significant direct effect towards impulse buying. However, content marketing does affect impulse buying behavior through the mediating variable of brand loyalty. Therefore, impulse buying is mainly affected by brand loyalty which in itself is influenced by marketer’s content marketing effort."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Hafizah Trisno
"Industri pariwisata menjadi salah satu yang menyokong perekonomian suatu negara. Dalam pembentukan sinergi berkelanjutan dalam industri pariwisata, museum merupakan salah satu daya tarik yang mampu menyokong industri pariwisata. Untuk mempertahankan eksistensi museum, marketer generated content merupakan salah satu cara dalam mencapai keberhasilan museum dalam menarik minat pengunjung. Penggunaan internet yang semakin mudah diakses, hal ini memengaruhi perubahan pola intensitas mengunjungi suatu tempat. Pada penelitian ini, menjelaskan peran marketer generated content pada informasi yang dirasakan dan layanan yang dirasakan pada nait berkunjung ke Museum Nasional dan Museum Bank Indonesia. Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan jumlah responden sebanyak 168 orang menghasilkan marketer generated-content mampu memengaruhi kualitas informasi yang dirasakan dan layanan yang dirasakan pelanggan. Kualitas informasi yang dirasakan pengguna juga mampu mempengaruhi keinginan pengunjung. Namun layanan yang dirasakan pelanggan tidak memengaruhi keinginan untuk berkunjung. Temuan penelitian ini mampu memberikan kontribusi kepada pihak pengelola museum agar memperhatikan konten yang dibuat agar memengaruhi niat berkunjung.
The tourism industry is one that supports the economy of a country. In establishing sustainable synergies in the tourism industry, museums are one of the attractions that can support the tourism industry. To maintain the existence of the museum, marketer generated content is one way to achieve the success of the museum in attracting visitors. The use of the internet that is increasingly accessible, this affects changes in the intensity pattern of visiting a place. This study describes the role of marketer generated content in perceived information quality and perceived customer services from the National Museum and Bank Indonesia Museum. Using Structural Equation Modeling (SEM) with a total of 168 respondents resulted in marketer generated-content capable of influencing the perceived information quality and perceived customer service. However, perceived customer services does not affect to visit intention The findings of this study are able to contribute to the museum management so that they pay attention to the content that is created in order to influence the intention to visit."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Alberic Eagan
"Kemajuan teknologi membuat semakin banyak brand yang aktif di dunia digital. Dengan tersaturasinya media sosial saat ini, brand harus menarik ketertarikan konsumen dengan konten yang bermanfaat dan engaging . Storytelling merupakan salah satu teknik pemasaran yang dapat digunakan dengan membangun suatu narasi tentang brand untuk menciptakan konten yang lebih menarik dan engaging . Karena itu makalah ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas storytelling pada konten San Gyu Indonesia dan bagaimana engagement dari para konsumennya. Penelitian dilakukan dengan melakukan content analysis pada 32 konten feeds Instagram @San.Gyu.ID pada periode yang ditentukan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa storytelling yang dibangun oleh San Gyu berhasil menghasilkan engagement yang baik. Hal ini disebabkan oleh konsistennya storytelling yang dibangun dalam setiap konten yang dibuat. Secara keseluruhan engagement rate San Gyu juga sangat tinggi yaitu 2,8%. Angka tersebut hampir 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan akun-akun Instagram sejenis. Konten yang memiliki storytelling lebih kuat dan tidak menyertakan produk baik di visual maupun caption juga ditemukan berhasil menarik komentar lebih banyak. Meskipun begitu tetap penting untuk mempertimbangkan konteks yang dipilih serta menggunakan call to action yang jelas untuk memperoleh engagement yang optimal.
Technological advancement has made brands became more active in the digital world. This condition has led social media to a saturated state; therefore, brands have to attract consumers attention with useful and engaging content. Storytelling is one of the marketing techniques that build a narrative about the brand; they will use the narration to create more appealing and engaging content. This paper aims to analyze the effectiveness of storytelling on San Gyu Indonesia Instagram content and how it affects consumer engagement. The research was done by doing content analysis from 32 content of @San.Gyu.ID Instagram feeds at a given period. The research has shown that San Gyu's storytelling results in good engagement. This is possible due to the consistency of San Gyu’s effort to build their narration in every content. Overall, San Gyu's Instagram account has a 2,8% engagement rate, which is 2,5 times higher than a similar Instagram account. Content with strong storytelling and not involving the actual product in the visual or caption also tends to gain more comments. However, having the right context and a clear call to action can help to get the best engagement."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Shahnaz Aulia
"Media sosial telah dianggap sebagai alat pemasaran yang kuat karena memungkinkan komunikasi multi-arah antara merek dan konsumennya. Terkait meningkatnya minat konsumsi film di Indonesia, media sosial juga memungkinkan tersebarnya electronic word of mouth yang telah terbukti mampu mempengaruhi proses keputusan pembelian produk pengalaman termasuk di dalamnya film. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan social media marketing dan electronic word of mouth digunakan untuk meningkatkan brand loyalty oleh Cinema 21.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam memperkuat faktor anteseden brand loyalty yakni self-congruence, norma sosial, kualitas informasi, dan interaktivitas, Cinema 21 terutama berfokus pada peningkatan interaksi dengan memicu konsumen untuk berbagi pendapat atau ulasan mereka dan secara aktif memberikan respon pada platform yang dimiliki.
Social media has been considered a powerful marketing tool because it allows multidirectional communication between brands and consumers. In relation with the growing interest of film consumption in Indonesia, social media also allows the spread of electronic word of mouth that has been proven to be able to influence the decision making process of experiential products such as films. This paper aims to find out how social media marketing and electronic word of mouth is utilized by Cinema 21 to increase their brand loyalty. The result of the analysis shows that in strengthening the anteceding factors of brand loyalty namely self-congruence, social norms, information quality, and interactivity, Cinema 21 focuses on increasing interaction by triggering consumers to share their opinions or reviews and actively respond to them through their owned social media platforms."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library