Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 195280 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Deanis Habibie Wisnuputra
"Formasi Minahaki dan Mantawa di Cekungan Banggai merupakan reservoir karbonat potensial yang telah menghasilkan hidrokarbon sejak awal 2000-an. Analisis fasies berperan penting dalam memahami persebaran dan kualitas reservoir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran lateral fasies karbonat dan zona reservoir di Lapangan “X” menggunakan metode inversi seismik model-based, dekomposisi spektral Continuous Wavelet Transform (CWT), dan RGB blending. Inversi seismik digunakan untuk memetakan litologi karbonat berdasarkan nilai impedansi akustik (AI), dekomposisi spektral memperjelas batas fasies melalui respons frekuensi, sedangkan RGB blending menampilkan anomali spektral yang berkaitan dengan keberadaan hidrokarbon (Direct Hydrocarbon Indicator). Nilai AI berkisar antara 22.000–25.000 (ft/s) × (g/cc) pada Formasi Minahaki dan 24.000–26.000 (ft/s) × (g/cc) pada Formasi Mantawa, yang menunjukkan nilai litologi batuan karbonat. Dekomposisi spektral berhasil menegaskan batas fasies dan mengidentifikasi keberadaan fasies carbonate ramp dan reef, sementara RGB blending menunjukkan anomali putih dan biru muda sebagai DHI. Integrasi ketiga metode tersebut berhasil mendelineasi dua fasies utama dan empat zona reservoir, dengan estimasi luas total sekitar 8.39 km². Dengan demikian, pendekatan ini terbukti efektif dalam identifikasi fasies karbonat dan zona reservoir di Lapangan “X”.

The Minahaki and Mantawa formations in the Banggai Basin are potential carbonate reservoirs that have produced hydrocarbons since the early 2000s. Facies analysis plays a critical role in understanding the distribution and quality of the reservoir. This study aims to analyze the lateral distribution of carbonate facies and reservoir zones in Field “X” using model-based seismic inversion, spectral decomposition with Continuous Wavelet Transform (CWT), and RGB blending methods. Seismic inversion is used to map carbonate lithology based on acoustic impedance (AI) values, spectral decomposition clarifies facies boundaries through frequency responses, while RGB blending displays spectral anomalies related to the presence of hydrocarbons (Direct Hydrocarbon Indicator). AI values range from 22,000–25,000 (ft/s) × (g/cc) in the Minahaki Formation and 24,000–26,000 (ft/s) × (g/cc) in the Mantawa Formation, indicating carbonate lithology values. Spectral decomposition successfully delineated facies boundaries and identified the presence of carbonate ramp and reef facies, while RGB blending showed white and light blue anomalies as DHI. The integration of these three methods successfully delineated two main facies and four reservoir zones, with a total estimated area of approximately 8.39 km². Thus, this approach has proven effective in identifying carbonate facies and reservoir zones in Field “X”."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niken Rizqi Alzena
"Cekungan Banggai memiliki potensi hidrokarbon yang terakumulasi pada reservoir karbonat dengan porositas ganda – porositas primer dan sekunder akibat diagenesis. Hal tersebut menyebabkan variasi nilai porositas secara vertikal maupun lateral sehingga menyulitkan identifikasi zona hidrokarbon yang potensial. Untuk mengidentifikasi zona reservoir karbonat dengan porositas ganda, penelitian ini mengintegrasikan metode inversi seismik, multiatribut seismik, dan Probabilistic Neural Network (PNN), yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi dalam pemodelan karakteristik reservoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbonat build-up Formasi Mantawa memiliki impedansi akustik rendah (6200–10000 m/s*g/cc), porositas tinggi (21%–28%), dan saturasi air rendah (30%–47%), yang mengindikasikan adanya batuan berpori yang mengandung hidrokarbon. Diharapkan dengan penerapan integrasi metode tersebut, distribusi reservoir, porositas, dan saturasi air dapat dipetakan dengan lebih akurat berdasarkan hasil dari prediksi Probabilistic Neural Network (PNN) dan membuka peluang eksplorasi lebih lanjut di zona prospektif Lapangan ZENA.

The Banggai Basin has hydrocarbon potential accumulated in carbonate reservoirs with dual porosity – primary and secondary porosity due to diagenesis. This causes variations in porosity values both vertically and laterally, making it difficult to identify potential hydrocarbon zones. To identify carbonate reservoir zones with dual porosity, this study integrates seismic inversion methods, multi-attribute seismic analysis, and Probabilistic Neural Network (PNN), aimed at improving the accuracy of reservoir characteristic modeling. The results show that the carbonate build-up of the Mantawa Formation has low acoustic impedance (6200–10000 m/s*g/cc), high porosity (21%–28%), and low water saturation (30%–47%), indicating the presence of porous rocks containing hydrocarbons. It is expected that with the application of the integration of these methods, the distribution of the reservoir, porosity, and water saturation can be mapped more accurately based on the results from the predictions of the Probabilistic Neural Network (PNN), thus opening up further exploration opportunities in the prospective zones of the ZENA Field."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niken Rizqi Alzena
"Cekungan Banggai memiliki potensi hidrokarbon yang terakumulasi pada reservoir karbonat dengan porositas ganda – porositas primer dan sekunder akibat diagenesis. Hal tersebut menyebabkan variasi nilai porositas secara vertikal maupun lateral sehingga menyulitkan identifikasi zona hidrokarbon yang potensial. Untuk mengidentifikasi zona reservoir karbonat dengan porositas ganda, penelitian ini mengintegrasikan metode inversi seismik, multiatribut seismik, dan Probabilistic Neural Network (PNN), yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi dalam pemodelan karakteristik reservoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbonat build-up Formasi Mantawa memiliki impedansi akustik rendah (6200–10000 m/s*g/cc), porositas tinggi (21%–28%), dan saturasi air rendah (30%–47%), yang mengindikasikan adanya batuan berpori yang mengandung hidrokarbon. Diharapkan dengan penerapan integrasi metode tersebut, distribusi reservoir, porositas, dan saturasi air dapat dipetakan dengan lebih akurat berdasarkan hasil dari prediksi Probabilistic Neural Network (PNN) dan membuka peluang eksplorasi lebih lanjut di zona prospektif Lapangan ZENA.

The Banggai Basin has hydrocarbon potential accumulated in carbonate reservoirs with dual porosity – primary and secondary porosity due to diagenesis. This causes variations in porosity values both vertically and laterally, making it difficult to identify potential hydrocarbon zones. To identify carbonate reservoir zones with dual porosity, this study integrates seismic inversion methods, multi-attribute seismic analysis, and Probabilistic Neural Network (PNN), aimed at improving the accuracy of reservoir characteristic modeling. The results show that the carbonate build-up of the Mantawa Formation has low acoustic impedance (6200–10000 m/s*g/cc), high porosity (21%–28%), and low water saturation (30%–47%), indicating the presence of porous rocks containing hydrocarbons. It is expected that with the application of the integration of these methods, the distribution of the reservoir, porosity, and water saturation can be mapped more accurately based on the results from the predictions of the Probabilistic Neural Network (PNN), thus opening up further exploration opportunities in the prospective zones of the ZENA Field."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Michael Topik Parsaoran
"Lapangan X yang terletak di Cekungan Bonaparte Utara merupakan lapangan gas yang besar dan masif dengan reservoir utama terletak di formasi Plover yang memiliki kandungan batu serpih dan batu pasir. Penelitian ini menggunakan metodologi spektral dekomposisi yang bertujuan untuk menguraikan seismik dalam domain frekuensi untuk menganalisis distribusi properti, mengevaluasi keberadaan channel, dan sebagai indikator hidrokarbon langsung. Metode ini dikombinasikan dengan proses RGB Blending untuk melakukan penggabungan beberapa frekuensi yang melibatkan data frekuensi rendah, sedang, dan tinggi, sehingga dapat menghasilkan gambaran daerah dengan karakteristik yang terdeteksi oleh warna tertentu. Hasil penelitian ini mampu menggambarkan evolusi dan keberadaan channel, mendefinisikan distribusi litologi, berperan sebagai indikator langsung adanya hidrokarbon, serta berhasil merekonstruksi lingkungan pengendapan berupa tide dominated estuarine. Melalui penerapan spektral dekomposisi, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam eksplorasi berkelanjutan di Lapangan X dengan meningkatkan pemahaman tentang karakteristik geologis dan potensi cadangan gas dengan menggunakan peta persebaran litologi dan hidrokarbon dari hasil RGB Blending yang telah dievaluasi dan divalidasi menggunakan data sumur yang telah ada sebelumnya.

Field X, located in the Northern Bonaparte Basin, is a large and massive gas field with the main reservoir situated in the Plover formation, containing shale and sandstone content. This study utilizes spectral decomposition methodology to analyze property distribution, evaluate the presence of channels, and examine frequency analysis as a direct hydrocarbon indicator. This method is combined with the RGB Blending process involving low, medium, and high-frequency data, enabling the depiction of areas with characteristics detected by various frequencies. The research findings effectively depict the evolution and presence of channels, define lithological distribution, serve as a direct indicator of hydrocarbon presence, and successfully reconstruct the fluvio-deltaic depositional environment. Through the application of spectral decomposition, this study provides a significant contribution to sustainable exploration in Field X by enhancing understanding of its geological characteristics and gas reserve potential, utilizing lithological and hydrocarbon distribution maps derived from previously evaluated and validated RGB Blending results."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Keisha Fardiyani
"Lapangan “Kefa” terletak di Cekungan Banggai, Sulawesi Tengah memiliki struktur berupa kumpulan dari beberapa build-up yang terletak pada Formasi Mantawa. Fluktuasi muka air laut ketika terbentuknya build-up dapat memicu munculnya porositas sekunder, yang berdampak pada distribusi porositas tidak merata di Lapangan “Kefa”. Penelitian ini berfokus untuk memodelkan porositas pada Formasi Mantawa menggunakan metode inversi stokastik. Metode inversi tersebut dapat menghasilkan persebaran nilai impedansi akustik yang lebih tegas dibanding inversi deterministik, sehingga mampu memetakan porositas pada build-up dengan resolusi vertikal yang lebih baik. Hasil inversi stokastik menunjukkan nilai impedansi akustik pada rentang 13.000-28.500 (ft/s)(g/cc) yang diperkirakan sebagai pay zone dan rentang 28.500-40.000 (ft/s)(g/cc) sebagai zona tight carbonate. Dengan memanfaatkan metode collocated co-kriging, log porositas sebagai variabel utama digunakan untuk mendistribusikan porositas yang akan mengikuti tren persebaran impedansi akustik sebagai variabel sekunder. Nilai porositas pada pay zone diperkirakan berkisar di rentang 15-35%, sedangkan nilai porositas pada zona tight carbonate berada di bawah 15%. Zona dengan nilai porositas lebih tinggi tersebut dapat dipertimbangkan sebagai target eksplorasi.

“Kefa” Field is located in Banggai Basin, Central Sulawesi, and characterized by a group of carbonate build-ups within the Mantawa Formation. These build-up structures contribute to the development of secondary porosity, which affects the distribution of porosity across the field. This study focuses on porosity modeling in the Mantawa Formation using a stochastic inversion method. Compared to deterministic inversion, this approach produces a clearer distribution of acoustic impedance, allowing for better vertical resolution in mapping porosity within the build-ups. The stochastic inversion results show acoustic impedance values ranging from 13,000 to 28,500 (ft/s)(g/cc), interpreted as pay zones, and from 28,500 to 40,000 (ft/s)(g/cc), interpreted as tight carbonate zones. Using the collocated co-kriging method, the porosity log is used as the primary variable to distribute porosity, guided by the trend of acoustic impedance as a secondary variable. Porosity values in the pay zone are estimated to range between 15–35%, while those in the tight carbonate zone are generally below 15%. The zone with higher porosity values can be considered as a potential exploration target."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Luthfi Fahrezi
"Dekomposisi spektral dapat digunakan untuk mengidentifikasi zona prospektif pada pendekatan unconventional petroleum play. Dimana dibutuhkan studi kompherensif yang bertujuan mendapatkan area dengan dominasi batupasir. Penelitian ini menggunakan Metode dekomposisi spektral untuk melakukan pemetaan area prospektif secara kualitatif. Hasil dari dekomposisi spektral dapat dikorelasikan dengan amplitudo RMS. Dimana amplitudo RMS dapat membantu menemukan fasies prospektif dengan kehadiran bright spot. Objek penelitian ini ialah area Formasi Brown Shale yang berada di Cekungan Sumatera Tengah. Tujuan pemetaan ini ialah memetakan fasies batupasir dengan tingkat kemenerusan lateral yang tinggi. Penelitian ini juga membandingkan hasil dekomposisi spektral dengan pendekatan short time fourier transform dan continuous wavelet transform. Dimana dekomposisi spektral dengan pendekatan continuous wavelet transform juga dilakukan memakai variasi tipe wavelet seperti morlet, gaussian, dan mexican hat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan frekuensi dominan pada Formasi Brown Shale sebesar 17 Hz dapat terlihat area prospektif terdapat pada wilayah utara, tengah, dan selatan top Brown Shale. Hasil dari RGB Blending dan amplitudo RMS juga dapat mengidentifikasi batupasir dengan kemenerusan lateral secara baik. Dimana kemenerusan lateral terbaik ada pada area utara, tengah, dan selatan top Brown Shale. Dekomposisi spektral dan amplitudo RMS juga dapat mengidentifikasi lingkungan pengendapan seperti lakustrin, delta plain, alluvial plain, fluvial dan alluvial fan. Identifikasi lingkungan pengendapan dilakukan berdasarkan gambaran pada peta dekomposisi spektral, amplitudo RMS, dan informasi geologi pada Formasi Brown Shale.

Spectral decomposition can be used to identify prospective zones in unconventional petroleum plays. A comprehensive study is needed to target areas dominated by sandstone. This research utilizes the spectral decomposition method to qualitatively map prospective areas. The results of spectral decomposition can be correlated with RMS amplitude, which can help identify prospective facies with bright spots. The study focuses on the Brown Shale Formation in the Central Sumatra Basin. The mapping goal is to identify sandstone facies with high lateral continuity. The study also compares the results of spectral decomposition with the short-time Fourier transform and continuous wavelet transform approaches. The continuous wavelet transform is applied using various wavelet types, such as Morlet, Gaussian, and Mexican hat. These studies show that the dominant frequency in the Brown Shale Formation is 17 Hz, which reveals prospective areas in the northern, central, and southern regions of the top Brown Shale. RGB Blending and RMS amplitude results are also effective in identifying sandstone with good lateral continuity, particularly in the northern, central, and southern areas of the top Brown Shale. Furthermore, spectral decomposition and RMS amplitude analysis can help identify depositional environments, such as lacustrine, delta plain, alluvial plain, fluvial, and alluvial fan. These depositional environments are identified based on the spectral decomposition map, RMS amplitude information, and geological data of the Brown Shale Formation."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adiva Tabina Mulya
"Lapangan "X" berlokasi di provinsi Sumatra, termasuk dalam Cekungan Sumatra Tengah, dan memiliki potensi hidrokarbon yang tersimpan dalam reservoir batupasir dari Formasi Menggala. Formasi ini, yang didominasi oleh litologi batupasir dan berasal dari Miosen Awal, berpeluang menjadi reservoir utama di lapangan tersebut. Untuk memahaminya lebih dalam, karakterisasi reservoir dilakukan guna mengidentifikasi sifat fisik batupasir dan parameter terkaitnya. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah penggunaan multiatribut seismik. Studi ini memanfaatkan data seismik 3D - Post Stack Time Migration dengan empat sumur sebagai data kontrol. Metode inversi berbasis model berperan sebagai atribut eksternal dalam analisis multiatribut dan dilakukan interpretasi dengan nilai p-impedance sebesar ±22.000 hingga ±31.000 menunjukkan dengan nilai yang cukup rendah. Melalui analisis ini, sebaran sifat fisik seperti nilai porositas, densitas, dan P-wave dari Formasi Menggala dapat diidentifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa porositas efektif di Formasi Menggala berkisar antara 10% hingga 30%, densitas berkisar antara 2,3 g/cm³ hingga 2,4 g/cm³, dan nilai P-wave berkisar antara 9.700 ft/s hingga 13.791 ft/s. Berdasarkan sifat-sifat fisik batuan yang dianalisis melalui multiatribut, zona yang berpotensi mengandung hidrokarbon terletak di sekitar sumur AM-1 lapangan "X". Untuk memastikan zona tersebut sebagai prospek, diperlukan analisis lebih lanjut, yaitu analisis terhadap peta sayatan inversi, peta sayatan struktur waktu, peta sayatan porositas, peta sayatan densitas, dan peta sayatan p-wave.

Field "X" is located in the province of Sumatra, within the Central Sumatra Basin, and holds hydrocarbon potential stored in sandstone reservoirs of the Menggala Formation. This formation, predominantly consisting of sandstone lithology and dating back to the Early Miocene, has the potential to be the primary reservoir in the field. To gain deeper insights, reservoir characterization is conducted to identify the physical properties of the sandstone and its related parameters. One technique that can be applied is the use of multi-attribute seismic analysis. This study utilizes 3D seismic data - Post Stack Time Migration with four wells as control data. The Model-based inversion methods serve as external attributes in the multi-attribute analysis and is interpreted with a p-impedance value of ±22.000 to ±31.000 indicating a fairly low value. Through this analysis, the distribution of physical properties such as porosity, density, and P-wave velocity of the Menggala Formation can be identified. The results show that the effective porosity in the Menggala Formation ranges from 10% to 30%, density ranges from 2.3 g/cm³ to 2.4 g/cm³, and P-wave velocity ranges from 9,700 ft/s to 13,791 ft/s. Based on the physical properties of the rock analyzed through multi-attribute analysis, a potential hydrocarbon zones are located around well AM-1 of field "X". To confirm these zones as prospects, further analysis is needed, namely analysis of inversion incision maps, time structure incision maps, porosity incision maps, density incision maps, and p-wave incision maps."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reza Harunsyah Putra
"Kombinasi metode dekomposisi spektral Continous Wavelet Transfrom (CWT) dan inversi seismik telah dilakukan pada lapangan Blackfoot, Australia. Metode dekomposisi spektral digunakan untuk identifikasi estimasi nilai atenuasi pada data seismik sedangkan inversi seismik untuk mencari lapisan pasir yang diduga sebagai reservoar. Penggunaan kedua metode ini dapat memetakan dan mengkarakterisasi reservoar berdasarkan sumur 14-09 dan 16-08, dengan menggunakan data post stack seimik 3D.
Uji sensitivitas dapat memperlihatkan zona dan karakterisasi reservoar untuk memperlihatkan litologi (sand-shale). Berdasarkan data geologi, daerah interest terletak pada lapisan Glauconitic yang tergolong dalam Manville Group. Pada hasil horison slice top Glauconitic yang telah di inversi, maka didapatkan nilai impedansi akustik yang berkisar 7500-9000(ms)*(g/cc). Setelah itu, dilakukan spektral dekomposisi pada horizon top glauconitic dengan hasil frekuensi 19 hz yang dapat memvisualisasi reservoar.

Combination of Spectral Decomposition method Continous Wavelet Transform (CWT) and seismic inversion have been done on the Blackfoot Field, Australia. Spectral Decomposition method has been used to identification the estimated of attenuation value on seismic data while the acoustics impedance inversion to find sand layer which suspected as reservoir. The utilization both of these methods to map out and characterize the reservoir based on wells 14-09 and 16-08, with using post stack seismic data 3D.
Sensitivity test show the zone and reservoir characterization possible to show the lithology (sand-shale). Based on geological data, the interest zone lies in the Glauconitic layer belonging to the Manville Group. The results of horizon slice on top Glauconitic that have been in the inversion, the acoustics impedance values obtained ranged 7500-9000 (ms)*(g/cc). After that, the Spectral Decomposition on top Glauconitic with frequency of results 19 hz that can visualize the reservoir.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S54400
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naomi Oktavianti
"Kebutuhan dunia akan energi untuk aktivitas rumah tangga, industri maupun transportasi dapat terpenuhi oleh sumber-sumber energi. Walaupun telah banyak alternatif sumber energi, minyak bumi masih menjadi sumber energi utama di dunia. Hingga saat ini, kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan pengolahan minyak bumi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Karakterisasi reservoir penting dilakukan untuk kegiatan eksplorasi minyak bumi. Karakterisasi reservoir dapat dilakukan dengan menggunakan inversi impedansi akustik. Inversi impedansi akustik menghasilkan parameter lapisan berupa porositas, densitas, yang dapat memperlihatkan litologi batuan. RGB Blend dekomposisi spektral dilakukan untuk menambah akurasi interpretasi seismik. Hasil inversi impedansi akustik pada lapangan “Wasgitell” menunjukkan nilai 21000-33000 ft/s*g/cc. Hasil ini menunjukkan zona karbonat yang poros dengan orientasi timur laut-barat daya. Hasil dari dekomposisi spektral menunjukkan penampang yang terang pada frekuensi 15, 25 dan 35 Hz. Berdasarkan integrasi antara crossplot, sebaran impedansi akustik dan peta atribut RGB Blend dekomposisi spektral menunjukkan reservoir karbonat pada sumur “Well_Gi” yang cukup prospek.

The world's need for energy for household, industrial and transportation activities can be met by energy sources. Although there are many alternative sources of energy, petroleum is still the main energy source in the world. Until now, oil exploration, exploitation and processing activities are continuously carried out to meet the world's energy needs. Reservoir characterization is important for petroleum exploration activities. Reservoir characterization can be performed using acoustic impedance inversion. Acoustic impedance inversion results in layer parameters in the form of porosity, density, which can show rock lithology. RGB Blend spectral decomposition is carried out to increase the accuracy of seismic interpretation. The results of the acoustic impedance inversion in the "Wasgitell" field show a value of 21000-33000 ft / s * g / cc. These results indicate a carbonate zone that is axis with a northeast-southwest trend. The results of the spectral decomposition showed a bright cross section at a frequency of 15, 25 and 35 Hz. Based on the integration between the cross plot, the distribution of acoustic impedance and the RGB attribute map Blend spectral decomposition shows that the carbonate reservoir in the well "Well_Gi" is quite prospective."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Athaya Florentina Anindita
"Kabupaten Natuna merupakan salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Lapangan “X” merupakan lapangan yang terletak di Cekungan Natuna Barat dan potensi pada lapangan tersebut perlu terus dilakukan evaluasi dan optimalisasi produksi guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri di masa yang akan datang. Metode seismik refleksi merupakan salah satu metode geofisika yang seringkali digunakan untuk melakukan eksplorasi dan pengembangan hidrokarbon. Pada penelitian ini digunakan metode inversi impedansi akustik dan analisis atribut seismik untuk melakukan identifikasi distribusi reservoir pada daerah penelitian. Penelitian dilakukan pada zona target yang terletak di Formasi Upper Gabus, dimana Formasi Upper Gabus dapat dikatakan sebagai reservoir rock yang cukup baik karena memiliki sifat porositas yang baik. Berdasarkan analisis atribut seismik variance, dapat diinterpretasikan keberadaan sesar normal dengan orientasi NW – SE dan sesar naik dengan orientasi SW – NE yang berpotensi sebagai trap struktural pada Lapangan X. Berdasarkan peta atribut amplitudo RMS dan atribut envelope pada zona target, zona prospek reservoir berasosiasi dengan nilai amplitudo RMS tinggi yang berada pada rentang 7000 - 9500 mm/s dan nilai envelope tinggi yang berada pada rentang 8500 – 14000 mm/s. Berdasarkan peta atribut spectral decomposition dan atribut amplitudo RMS, dapat digambarkan pola lingkungan pengendapan yang diasumsikan arah sedimentasi berasal dari barat daya menuju timur laut (SW – NE) dengan sistem pengendapan berupa fluvial channel. Pada penelitian ini didapatkan estimasi nilai impedansi akustik batupasir pada Lapangan X berkisar antara 17.000 hingga 23.000 (ft/s)*(g/cc) dan dapat diperkirakan tren persebaran berasal dari barat daya menuju timur laut (SW – NE). Berdasarkan penelitian ini, persebaran zona prospek reservoir terletak pada daerah tinggian dalam domain waktu yang berkisar antara -1300 hingga -1200 ms, dimana daerah tinggian tersebut diasumsikan berasosiasi dengan keberadaan antiklin.

Natuna Regency is one of the largest oil and gas producing regions in Indonesia. Field "X" is a field located in the West Natuna Basin and the potential in this field needs to be continuously evaluated and optimized for production to fulfil energy needs in the future. The seismic reflection method is a geophysical method that is often used to explore and develop hydrocarbons. In this study, the acoustic impedance inversion method and seismic attribute analysis were used to identify the reservoir distribution in the study area. The research was conducted on the target zone which is located in the Upper Gabus Formation, where the Upper Gabus Formation can be said to be a fairly good reservoir rock because it has good porosity properties. Based on the analysis of variance attributes, it can be interpreted that there are normal faults with NW – SE orientation and reverse faults with SW – NE orientation that have the potential to act as structural traps in Field “X”. Based on the map of the RMS amplitude attribute and envelope attribute in the target zone, the reservoir prospect zone is associated with high RMS amplitude values in the range of 7000 - 9500 mm/s and high envelope values in the range of 8500 – 14000 mm/s. Based on the spectral decomposition attribute map and the RMS amplitude attribute, it can be described the pattern of depositional environment which can be assumed the direction of sedimentation originates from the southwest to the northeast (SW - NE) with a fluvial channel depositional system. In this study, the estimated acoustic impedance values of the sandstones in Field X ranged from 17,000 to 23,000 (ft/s)*(g/cc) and it can be estimated that the distribution trend originates from southwest to northeast (SW – NE). Based on this study, the distribution of the reservoir prospect zone located in the high areas in the time domain ranging from -1300 to -1200 ms, where the high areas are assumed to be associated with the presence of anticline."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>