Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 187215 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Rizqi Putra
"Penelitian ini menganalisis return dan volatility spillover pada green stocks negara ASEAN-5 dengan green cryptocurrencies menggunakan TVP-VAR connectedness framework. Variabel green stocks negara ASEAN-5 yang digunakan adalah SRI KEHATI, FTSE4Good Bursa Malaysia Index, iEdge Singapore Low Carbon Index, dan SET ESG, sementara variabel green cryptocurrencies yang digunakan adalah Cardano, Stellar-Lumens, Ripple, Nano, dan IOTA. Penelitian ini juga menguji efektivitas hedging yang terdapat pada green stocks dan green cryptocurrencies, baik itu cross-asset hedging maupun intra-asset hedging. Pengujian efektivitas hedging menggunakan metode hedge ratio dan hedging effectiveness. Penelitian ini menggunakan data harga harian yang diubah menjadi data return harian dan data volatility. Periode penelitian tahun 2019-2024, mencakup beberapa periode krisis seperti COVID-19 dan konflik geopolitik perang Rusia Ukraina. Hasil penelitian menunjukkan adanya return dan volatility spillover yang signifikan antara green stocks negara ASEAN-5 dan green cryptocurrencies. Return dan volatility spillover ini mengalami penguatan pada periode krisis COVID-19 dan konflik geopolitik perang Rusia Ukraina yang ditandai dengan penguatan return dan volatility connectedness antar aset. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya potensi intra-asset hedging pada green cryptocurrencies, menunjukkan kemampuan green cryptocurrencies sebagai instrumen hedging. Temuan pada penelitian ini dapat menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut mengenai green asset class, menjadi pertimbangan green investor dalam memilih aset investasi, serta menjadi pandangan dan masukan untuk pembuat kebijakan dalam mendorong pertumbuhan green economy.

This study explores the dynamic return and volatility spillovers between green stocks in ASEAN-5 countries and green cryptocurrencies using the Time-Varying Parameter Vector Autoregressive (TVP-VAR) connectedness framework. The green stock indices selected for this analysis include SRI KEHATI, FTSE4Good Bursa Malaysia Index, iEdge Singapore Low Carbon Index, and SET ESG, while the green cryptocurrencies examined are Cardano, Stellar Lumens, Ripple, Nano, and IOTA. This research also evaluates the effectiveness of hedging strategies within and across asset classes, using the hedge ratio approach and the hedging effectiveness measure. Daily price data were converted into daily return and realized volatility data covering the period from 2019 to 2024. This time frame captures the impact of major crisis periods, including the COVID-19 pandemic and the Russia–Ukraine geopolitical conflict. The empirical findings indicate the presence of significant return and volatility spillovers between green stocks and green cryptocurrencies, with a marked increase in connectedness during the identified crisis periods. Furthermore, the analysis reveals the existence of intra-asset hedging potential among green cryptocurrencies, emphasizing their role as cost-efficient risk diversification tools. These findings contribute to the growing body of literature on green finance and sustainable investing, offering insights for academic researchers, green-focused investors, and policymakers."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Insan Surya Wiguna Suparta
"Studi ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dinamis dan volatility spillover di antara nilai tukar di negara-negara ASEAN-5, minyak bumi, emas, dan batu bara pada periode krisis global, yaitu pandemi COVID-19 dan perang Rusia-Ukraina dengan mengestimasi model DCC-GARCH (Engle, 2002) dan DY spillover index (Diebold dan Yilmaz, 2012). Kedua model tersebut diestimasi dengan menggunakan data return harian dari 4 Januari 2017 sampai dengan 29 Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portofolio investasi yang meliputi valuta asing, futures minyak bumi, futures emas, dan futures batu bara tepat untuk digunakan oleh investor di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, tetapi kurang tepat untuk investor di Singapura dan Thailand. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perang Rusia-Ukraina memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan risiko di antara valuta asing, minyak bumi, emas, dan batu bara dibandingkan pandemi COVID-19. Penelitian ini diharapkan dapat membantu investor dan manajer portofolio dalam proses pembuatan portofolio investasi yang optimal dan strategi lindung nilai yang efektif dengan menggunakan valuta asing, minyak bumi, emas, dan batu bara.

This study aims to investigate the dynamic correlation and volatility spillover among exchange rates in ASEAN-5 countries, crude oil, gold, and coal during the global crisis periods, specifically the COVID-19 pandemic and the Russia-Ukraine war, by estimating the DCC-GARCH (Engle, 2002) and DY spillover index (Diebold and Yilmaz, 2012). Both models are estimated using daily return data from January 4, 2017, to February 29, 2024. The findings indicate that an investment portfolio comprising foreign exchange, oil futures, gold futures, and coal futures is suitable for investors in Indonesia, Malaysia, and the Philippines, but less suitable for investors in Singapore and Thailand. Additionally, the study reveals that the Russia-Ukraine war has a greater impact on increasing risks among foreign exchange, oil, gold, and coal compared to the COVID-19 pandemic. This research is expected to help investors and portfolio managers in developing optimal investment portfolios and effective hedging strategies using foreign exchange, crude oil, gold, and coal."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cindy Adira Kinanti Maheswari
"Dalam menciptakan sistem keuangan yang berkelanjutan, terdapat faktor-faktor yang berperan penting dalam mendukung sistem keberlanjutan tersebut, salah satunya dengan menerbitkan produk-produk berbasis ramah lingkungan seperti green bonds yang telah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya mendanai proyek-proyek berkelanjutan, lebih dari itu naiknya popularitas produk ini mendorong pentingnya pemahaman mengenai peran green bonds sebagai hedging instrument untuk menghadapi risiko pasar. Risiko pasar sendiri merupakan suatu ketidakpastian yang dapat diprediksi melalui berbagai strategi seperti tren volatilitas di masa lalu maupun implied volatility. Kedua strategi ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meminimalisasi risiko ketidakpastian harga di masa depan. Melalui penelitian ini, penulis menemukan evidence dari significant time-varying causality diantara green bonds dan implied volatility di berbagai negara termasuk Indonesia, dan juga negara lainnya seperti Amerika, Eropa, dan emerging markets (EM). Penelitian ini menganalisa hedging effectiveness dari green bonds terhadap implied volatilities di Indonesia dan negara lainnya serta strategi manajemen portofolio yang dibutuhkan oleh investor untuk memaksimalkan hedging effectiveness. Penelitian ini menemukan bahwa dengan adanya significant time-varying causality, green bonds dapat menjadi hedging instrument yang efektif. Lebih lanjut, menggunakan regime-dependent trading strategies dapat meningkatkan hedging effectiveness dari green bonds dalam konteks risk-adjusted returns pada pasar modal Indonesia.

One of the key components in building a sustainable financial system is the issuance of green bonds, an environmentally beneficial instrument that has gained popularity recently. Sustainable initiatives receive funding, but even more importantly, the growing demand for this product highlights how crucial it is to comprehend how green bonds function as a hedging tool against market risk. The actual market risk is an unknown that can be forecast using a variety of techniques, including implied volatility and historical volatility patterns.The objective of these two approaches is the same: to reduce the chance of future price volatility. By means of this study, the author discovered evidence of a noteworthy time- varying causal relationship between implied volatility and green bonds in a number of nations, including Indonesia, America, Europe, and emerging markets (EM). The effectiveness of green bond hedging against implied volatility in Indonesia and other nations is examined in this study, along with the portfolio management techniques investors must employ to optimize hedging efficacy. The results of this study indicate that green bonds can be a useful tool for hedging, with a considerable time-varying causal relationship. Furthermore, when considering risk-adjusted returns on the Indonesian capital market, the hedging efficacy of green bonds can be enhanced by employing regime-dependent trading strategies."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Rizky Rizqita
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dynamic return spillover antara aset cryptocurrency dan pasar saham ASEAN-5 dengan menggunakan pendekatan Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR). Data yang digunakan berupa data harian selama periode 2018 hingga 2023, yang mencakup masa krisis global seperti COVID-19 dan konflik Rusia–Ukraina. Analisis mencakup tiga aset crypto utama, yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Binance Coin (BNB), serta lima indeks saham dari negara anggota ASEAN-5, yaitu Singapura (STI), Indonesia (JCI), Malaysia (KLCI), Filipina (PSEI), dan Thailand (SETI), dengan data bersumber dari CoinGecko dan Thomson Reuters Datastream. Hasil penelitian menunjukkan adanya return spillover yang bersifat dinamis antara aset crypto dan pasar saham ASEAN-5, dengan intensitas yang meningkat selama periode krisis. Temuan ini mencerminkan keterkaitan yang semakin erat antara aset digital dan pasar keuangan konvensional dalam menghadapi ketidakpastian global. Selain itu, ditemukan bahwa peran aset crypto terhadap pasar saham bersifat tidak konsisten secara keseluruhan, tetapi menunjukkan pola yang relatif stabil sebagai net transmitter terhadap indeks JCI sepanjang periode observasi, serta terhadap indeks KLCI dan PSEI selama konflik Rusia–Ukraina. Sementara itu, terhadap indeks STI dan SETI, peran aset crypto cenderung berfluktuasi antara sebagai net transmitter dan net receiver. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa dynamic return spillover antara aset crypto dan pasar saham dapat menjadi landasan dalam membangun sistem peringatan dini terhadap transmisi risiko lintas pasar di tengah dinamika pasar global.

This study aims to analyze the dynamic return spillover between cryptocurrency assets and the ASEAN-5 stock markets using the Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR) approach. The data employed consist of daily observations from 2018 to 2023, encompassing periods of global crises such as the COVID-19 pandemic and the Russia–Ukraine conflict. The analysis includes three major crypto assets, namely Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), and Binance Coin (BNB), as well as five stock market indices from ASEAN-5 countries, specifically Singapore (STI), Indonesia (JCI), Malaysia (KLCI), the Philippines (PSEI), and Thailand (SETI), with data obtained from CoinGecko and Thomson Reuters Datastream. The results reveal the presence of dynamic return spillovers between crypto assets and the ASEAN-5 stock markets, with intensifying spillover effects during crisis periods. These findings reflect the growing interconnectedness between digital assets and conventional financial markets amid global uncertainties. Furthermore, the role of crypto assets in relation to stock markets is found to be generally inconsistent, yet relatively stable as net transmitters toward the JCI index throughout the observation period, and toward the KLCI and PSEI indices during the Russia–Ukraine conflict. In contrast, the role of crypto assets fluctuates between being net transmitters and net receivers for the STI and SETI indices. This study implies that the dynamic return spillover between crypto assets and stock markets may serve as a basis for developing early warning systems for cross-market risk transmission amid global market dynamics."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Feny Yurastika
"Penelitian ini berupaya untuk melihat spillover volatilitas return antara pasar saham dan pasar obligasi pemerintah di negara ASEAN-5, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand dengan menggunakan data return harian saham dan obligasi pemerintah periode 3 Januari 2006 sampai 28 Februari 2020. Estimasi menggunakan BEKK-GARCH (1,1,1) menemukan bahwa fenomena spillover volatilitas di negara ASEAN-5 beragam. Tidak terdapat indikasi spillover volatilitas di negara Singapura dan Malaysia. Sedangkan di Filipina dan Thailand terdapat indikasi spillover volatilitas satu arah (unidirectional spillover) dari pasar saham ke pasar obligasi pemerintah. Sementara itu, spillover volatilitas dua arah (bi-directional spillover) yaitu dari pasar saham ke pasar obligasi pemerintah dan dari pasar obligasi pemerintah ke pasar saham terjadi di Indonesia. Hasil estimasi spillover volatilitas return di pasar saham dan obligasi pemerintah negara ASEAN-5 terkait oleh kondisi kedalaman pasar keuangan di negara tersebut. Negara dengan pasar keuangan yang dalam cenderung lebih dapat menyerap guncangan yang terjadi sehingga guncangan di satu pasar tidak menimbulkan spillover ke pasar lainnya.

This thesis analyses the volatility spillover between stock and government bond return in ASEAN-5 countries, namely Indonesia, Malaysia, the Philippine, Singapore, and Thailand using stock and government bond daily return data between 3 January 2006 and 28 February 2020. Estimation using BEKK-GARCH (1,1,1) found that volatility spillover in ASEAN-5 countries are varied. There is no spillover volatility indication in Singapore and Malaysia. Meanwhile, we found unidirectional volatility spillover from the stock market to the government bond market in the Philippine and Thailand. Bi-directional volatility spillover, from the stock market to the bond market and from the bond market to the stock market happened in Indonesia. The various result of ASEAN-5 countries presumably caused by the different levels of financial and institutional depth among the countries. Countries with the deep financial markets could absorb the shocks that occur so that it not spilled and affecting other markets."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Benediktus Kaisar Devin Tito Rolatisama
"Krisis global yang tidak dapat dihindari membuat integrasi pasar menjadi perhatian menarik, terlebih dalam berinvestasi ke pasar keuangan hingga komoditas minyak dan batu bara. ASEAN-5 merupakan suatu kawasan yang memiliki ketergantungan tinggi pada komoditas utama. Penelitian mengenai integrasi pasar ini di kawasan ASEAN-5 masih sangat terbatas. Padahal, hal ini penting untuk menjaga kinerja portofolio investasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan dinamis hingga penularan volatilitas antara harga komoditas serta mata uang kawasan ini dengan memperhatikan krisis yang terjadi. Menggunakan data pengembalian harian, metode DCC-GARCH-Connectedness digunakan untuk mengetahui hubungan dinamis serta penularan volatilitas antara kedua aset dengan beberapa pembagian periode. COVID-19 memperlemah integrasi antara minyak dan batu bara dengan nilai tukar. Namun, perang Rusia-Ukraina memperkuat integrasi antara minyak dan batu bara dengan nilai tukar. Secara lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa minyak berperan sebagai pengirim volatilitas, sedangkan batu bara berperan sebagai penerima volatilitas. Investor yang memiliki toleransi risiko rendah dapat berinvestasi pada minyak dan Ringgit untuk meningkatkan diversifikasi portofolio mereka. Selain itu, perusahaan perlu mengurangi ketergantungannya terhadap penggunaan batu bara karena risiko yang lebih besar pada fluktuasi nilai tukar. Pemerintah, melalui bank sentral, dapat melakukan pemantauan terkait harga komoditas, khususnya minyak, karena perannya yang memengaruhi stabilitas nilai tukar.

The unavoidable global crisis set the market integration as an interesting attention, moreover on investing to financial market as well as oil and coal commodity. ASEAN-5 is a region that has a high dependency on main commodities. The research on financial market integration in ASEAN-5 region is still very limited, despite the importance of keeping the strong performance of investment portfolios. Utilizing the data on daily return, this research analyzes the dynamic relationship and volatility spillover between the two assets and some periodical divisions using the DCC-GARCH-Connectedness method. COVID-19 is found to weaken the integration between oil and coal with exchange rate. However, the Russian-Ukraine war managed to strengthen the integration between oil and coal with exchange rate. Additionally, this research found that oil plays a part as the volatility transmitter, while coal acts as the volatility receiver. Investorsmay invest on oil and Ringgit to increase their portfolio diversification. Other than that, companies need to decrease their dependency on coal utilization due to bigger risk on exchange rate fluctuation. Central bank can monitor commodity prices, particularly oil, due to its role in influencing exchange rate stability. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Purbasari
"Penelitian ini membahas mengenai spillover volatilitas antara pasar ekuitas negara anggota ASEAN-5 dengan pasar ekuitas Amerika Serikat dan Jepang, pada periode 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2014. Seluruhperiode penelitian dibagai kedalam tiga periode, yaitu : pra krisis, krisis dan pasca krisis. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah bivariate GARCH (1,1) - full BEKK. Hasil empiris pada penelitian ini, yaitu Pertama, Spillover volatilitas memiliki sifat dan besaran yang berbeda beda tergantung pada periode pra krisis, krisis dan pasca krisis. Kedua, ditemukan bukti bahwa pada periode pra krisis tidak ditemukan adanya spillover volatilitas diantara pasar saham ASEAN-5, namun hasil yang berbeda ditunjukan pada periode krisis dan pasca krisis, pada periode tersebut spillover volatilitas terjadi diantara pasar ASEAN-5, namun pada saat krisis magnitude nya lebih besar dibandingkan pasca krisis. Spillover volatilitas yang terjadi diantara negara ASEAN-5 bersifat satu arah (unidirectional). Ketiga, Ditemukan adanya bukti spillover volatilitas dari pasar Amerika dan Jepang menuju pasar ASEAN-5. Pada saat periode pra krisis, pasar Jepang memberikan pengaruh spillover volatilitas lebih besar dibandingkan pasar Amerika. Sedangkan pada saat krisis dan pasca krisis, pasar Amerika memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan pasar Jepang. Keempat, Hubungan antara pasar Amerika Serikat dan Jepang dengan pasar ASEAN-5 menjadi lebih kompleks pada saat setelah krisis.

This study examines volatility spillover between ASEAN-5 countries? equity market with USA and Japanese markets in the period January 1, 2004 through December 31, 2004. The whole time-period is divided into three periods as related to the world financial and economic crisis of 2008-2009, namely : precrisis, crisis and post-crisis. Bivariate GARCH (1,1) ? FULL BEKK model is employed to simultaneously estimate the conditional variance between seven different indexes. The following are the results of empirical research : The first, volatility spillover has a different nature and magnitude depending on the period of the pre crisis, crisis and post-crisis. Second, there is evidence that in the pre-crisis period, there are no volatility spillover among the ASEAN-5 stock markets, but the different results shown in the crisis and post-crisis period, during this period of volatility spillover occurs between the ASEAN-5 markets, but in times of crisis magnitude is larger than the post-crisis. Internal volatility spillover occurs among ASEAN-5 is one-way (unidirectional).Third, there is evidence of volatility spillover from the U.S. and Japan to the ASEAN-5 markets. At the time of pre-crisis period, the Japanese market volatility spillover effect is greater than the American market. While in times of crisis and post-crisis, the U.S. market gives greater influence than the Japanese market. Fourth, the external and internal relationship in the ASEAN-5 markets become more complex during the post-crisis.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T42561
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andrean Diyandana Filemon
"Penelitian ini menganalisis return spill-over dari green bonds yang dirilis pada beberapa kategori negara dan relasi terhadap kondisi perekonomian global yang beragam. Penelitian ini menggunakan metodologi Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR) untuk mempertimbangkan return spill-over di antara berbagai negara, dan Wavelet Coherence Analysis (WCA) untuk relasi antara return spill-over dengan indeks Global Economic Policy Uncertainty (GEPU). Penelitian ini mengambil data yield green bonds yang dirilis dari Januari 2014 hingga Februari 2023. Periode ini dipilih karena berdasarkan dimulainya perilisan green bond oleh negara yang tergolong Emerging Markets (EM), Frontier Market (FM), dan Least Developed Market (LDM). Penemuan dari penelitian ini adalah bahwa green bonds yang dirilis dari negara-negara DM memberikan return spill-over yang lebih besar daripada green bonds yang dirilis dari negara-negara EM, FM, dan LDM. Efek spill-over ini dari DM ke EM meningkat karena tingginya Indeks GEPU, yang menyatakan bahwa semakin tidak pastinya kebijakan ekonomi global, maka investor memilih untuk berinvestasi di instrumen keuangan yang lebih stabil seperti green bonds yang dirilis oleh negara-negara dari DM dan EM.

This research analyzes the return spillover of green bonds issued among several categories of countries and relation of its return spillover to various global economic conditions. The research employs a Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR) methodology to account for the return spillover among countries, and Wavelet Coherence Analysis (WCA) for relation between return spillover and global economic policy uncertainty (GEPU) index. This study utilizes yield data from green bonds issued from January 2014 to February 2024. This period chosen based on the commencement of green bond issuance in several Emerging Market (EM), Frontier Market (FM) and Least Developed Market (LDM). The findings of this research is the green bonds issued from Developed Market (DM) gives bigger return spillover effect to the green bonds issued from EM, rather than to FM and to LDM. This spillover effect from DM to EM raises due to the high GEPU Index, which means the more uncertain the global economics policy, investor rather to safe in stable financial instrument such as green bonds issued in DM and EM."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syavira Usman Putri
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi green marketing mix, green image, green satisfaction, dan green trust pada green customer loyalty di pasar green cosmetics lokal Indonesia. Model pengukuran dibuat berdasarkan tanggapan valid dan reliabel dari kuesioner online pelanggan produk green cosmetics terkait green marketing mix, green image, green satisfaction, green trust, dan green customer loyalty menggunakan 6-poin Skala Likert dengan bantuan PLS-SEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green product memiliki pengaruh positif pada green image dan green satisfaction. Green price memiliki pengaruh positif pada green image, green satisfaction, dan green customer loyalty. Green place memiliki pengaruh positif pada green image, green satisfaction, dan green trust. Green promotion memiliki pengaruh positif pada seluruh dimensi green brand equity dimana green public relation menunjukkan peran besar dalam penentuan hubungan antar keduanya. Green image memiliki pengaruh positif pada green satisfaction dan green trust. Green satisfaction memiliki pengaruh positif pada green trust dan green customer loyalty. Green trust memiliki pengaruh positif pada green customer loyalty.

This study aims to examine the impact of green marketing mix, green image, green satisfaction, and green trust on green customer loyalty in Indonesia’s local green cosmetics market. A measurement model created based on valid and reliable responses from online questionnaire from sustainable cosmetics product’s customer for green marketing mix, green image, green satisfaction, green trust, and green customer loyalty using 6-point Likert Scale with the help of PLS-SEM. The results of this study indicate that green product has a positive effect on green image and green satisfaction. Green price has a positive influence on green image, green satisfaction, and green customer loyalty. Green place has a positive influence on green image, green satisfaction, and green trust. Green promotion has a positive influence on all dimensions of green brand equity where the green public relations show a large role in determining the relationship between the two. Green image has a positive influence on green satisfaction and green trust. Green satisfaction has a positive effect on green trust and green customer loyalty. Green trust has a positive influence on green customer loyalty."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pradipta Manggala Ananda Ruhyadi
"Studi ini menginvestigasi keberadaan unsur long memory pada proses volatilitas indeks saham (IHSG) dan nilai tukar Indonesia (IDR/USD) dengan menggunakan model Fractionally Integrated GARCH. Studi ini mencoba menjawab signifikansi penggunaan model berproses fractionally integrated ( Long Memory ) tersebut dalam permodelan volatilitas pasar keuangan Indonesia, khususnya dalam hal descriptive dan predictive performance, jika dibandingkan dengan proses model GARCH (short memory) dan IGARCH (infinite memory). Dalam hal descriptive performance, model yang mengakomodasi long memory terbukti menunjukkan nilai signifikansinya dibandingkan kedua model lainnya, namun hasilnya beragam dalam hal predictive performance. Penggunaan model long memory hanya terbukti signifikansinya dalam memprediksi dinamika IDR/USD, khususnya volatilitas harian jangka pendek (satu hari), dan estimasi VaR one-step-ahead return IDR/USD. Hasil prediksi volatilitas harian IDR/USD pada horison prediksi di atas satu hari dan juga hasil prediksi volatilitas harian IHSG di semua horison prediksi diungguli oleh kedua model lainnya. Selain itu, pada studi ini, ternyata tidak terdapat perbedaan akurasi yang dramatis antara model FIGARCH dengan model GARCH dan IGARCH dalam mengestimasi VaR one-step-ahead return IHSG.

This study investigates the presence of long memory in the volatility process of Indonesian stock index (IHSG) and IDR/USD using FIGARCH model. Furthermore, this study addresses the significance of accounting for long memory in improving the descriptive and predictive performance of a conditional variance model by comparing its performance with two other models associated with their knife-edge distinction of memory specifications, GARCH (short memory) and IGARCH (long memory). Long memory model proves to be superior in describing the dynamics of Indonesian stock index and foreign exchange market. Its significance, however, shows mixed results in the predictive performance where long memory model only shows its superiority in forecasting volatility of one-day-ahead IDR/USD and one-step-ahead VAR of IDR/USD. Integrating fractional integration in the conditional variance model does not appear to improve volatility forecasts accuracy for the five, ten and twenty days forecasting horizons of IDR/USD. Moreover, long memory model also does not provide better volatility foresasts at all horizons for IHSG as compared to short and infinite memory model. Meanwhile, the accuracy performance of estimating one-step-ahead VaR return of IHSG among the three estimated models cannot provide conclusive results despite the confirmed existence of long memory in its volatility process."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>