Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 229203 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ghafar Oase Nusantoro
"Dalam proses investigasi, memori saksi menjadi sesuatu yang penting untuk memahami peristiwa kecelakaan lalu lintas. Saksi dalam peristiwa lalu lintas berasal dari berbagai latar belakang budaya dan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa budaya merupakan salah salah faktor yang memengaruhi memori. Dengan demikian, penting untuk memahami pengaruh budaya terhadap memori, khususnya memori terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh budaya terhadap memori terkait kecelakaan lalu lintas, khususnya aspek budaya background context dan wilayah tempat tinggal. Memori dioperasionalisasikan melalui perceptual processes yang dibagi menjadi dua, yaitu analytic perception dan holistic perception. Penelitian eksperimental dilakukan menggunakan 2 (background context: perdesaan dan perkotaan) x 2 (wilayah tempat tinggal: perdesaan dan perkotaan) mixed design. Partisipan penelitian adalah 80 gen Z yang tinggal di perdesaan atau perkotaan. Eksperimen dilakukan menggunakan 6 video animasi kecelakaan lalu lintas yang dibuat sesuai dengan kondisi perdesaan dan perkotaan di Indonesia. Memori diukur melalui recall dan recognition tasks terkait tiga jenis informasi dalam video kecelakaan lalu lintas, yaitu objek fokal, objek konteks relevan, dan objek konteks tidak relevan. Hasil dari recall task menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari background context terhadap memori terkait jenis informasi objek konteks relevan. Selain itu, ditemukan juga bahwa terdapat pengaruh signifikan dari wilayah tempat tinggal terhadap memori terkait jenis informasi objek fokal. Selanjutnya, tidak ditemukan pengaruh interaksi antara background context dan wilayah tempat tinggal terhadap memori terkait kecelakaan lalu lintas. Di sisi lain, hasil dari recognition task menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara partisipan perdesaan dan perkotaan ketika mengingat objek konteks relevan. Hasil-hasil ini dapat memperkaya literatur terkait pengaruh budaya terhadap memori dan dapat digunakan untuk menyesuaikan metode wawancara terhadap saksi kecelakaan lalu lintas.

Within the process of investigation, the memory of eyewitnesses plays a vital part in understanding road traffic accidents. Witnesses of traffic accidents come from a variety of cultural backgrounds and previous research has shown that culture is one of the factors that affects memory. Due to this, it is important to understand the influence of culture on memory, particularly memories of traffic accidents. This study aims to examine the effect of culture on memories of traffic accidents, specifically through two aspects of culture, background context and place of residence. Memory is operationalized through perceptual processes, which are divided into two categories: analytic perception and holistic perception. An experimental study was conducted using a 2 (background context: rural and urban) x 2 (place of residence: rural and urban) mixed design. Participants of this study consists of 80 Gen Z individuals residing in rural or urban areas. The experiment utilized 6 animated traffic accident videos created to reflect rural and urban conditions in Indonesia. Memory was measured through recall and recognition tasks related to three types of information in the traffic accident videos: focal objects, context relevant objects, and context irrelevant objects. The results of the recall task showed that there was a significant effect of background context on memories of context relevant objects. Additionally, it was found that there was a significant effect of place of residence on memories of focal objects. Furthermore, no interaction effect was found between background context and place of residence on memories of traffic accidents. On the other hand, the recognition task results showed that there was a difference between rural and urban participants when recalling context relevant objects. These results can enrich literature regarding the effects of culture on memory and can be used to adjust interview methods for traffic accident eyewitnesses. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anni Novianti
"Proses investigasi dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas diperlukan agar faktor penyebab kecelakaan dapat diidentifikasi. Proses investigasi seringkali melibatkan memori saksi mata dari peristiwa kecelakaan lalu lintas. Memori ini sangat dipengaruhi oleh budaya, tempat dimana individu disosialisasikan yang membentuk kecenderungan independen atau interdependen dalam berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh background context dan generasi terhadap memori mengenai peristiwa kecelakaan lalu lintas pada masyarakat wilayah perdesaan di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan mixed design 2 (background context: latar belakang perkotaan vs latar belakang perdesaan) x 2 (generasi: generasi X vs generasi Z), dengan background context sebagai within-subject factor dan generasi sebagai between-subject factor. Partisipan merupakan generasi X (N = 40) dan generasi Z (N = 40) yang berusia lebih dari 18 tahun dan tinggal di Kabupaten Pekalongan selama minimal 8 tahun. Memori partisipan diukur melalui recall dan recognition task yang menghasilkan detail informasi terkait kecelakaan lalu lintas dalam tiga kategori: focal object, context relevant, dan context irrelevant. Hasil penelitian ini tidak menemukan adanya pengaruh yang signifikan dari background context terhadap memori pada ketiga kategori detail informasi. Penelitian ini juga tidak menemukan adanya pengaruh yang signifikan dari generasi terhadap memori pada ketiga kategori informasi. Lebih lanjut, tidak ditemukan interaksi antara background context dan generasi terhadap memori pada ketiga kategori informasi. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan pihak kepolisian untuk menciptakan suasana investigasi yang kondusif dan minim distraksi agar membantu individu untuk lebih fokus pada objek utama dari kejadian kecelakaan lalu lintas, serta mengurangi kemungkinan munculnya informasi yang tidak relevan.

The investigation process in traffic accidents is essential to identify the contributing factors. This process often relies on eyewitness memory of the accident. Such memory is strongly influenced by the culture in which individuals are socialized, shaping their tendency toward independence or interdependence in interactions with others and their environment. This study aims to examine the influence of background context and generational differences on memory of traffic accident events among rural communities in Indonesia. It is an experimental study using a mixed design 2 (background context: urban vs. rural) x 2 (generation: Generation X vs. Generation Z), with background context as a within-subject factor and generation as a between-subject factor. Participants were Generation X (N = 40) and Generation Z (N = 40) individuals aged over 18 who had lived in Pekalongan Regency for at least eight years. Participants' memory was assessed using recall and recognition tasks, generating detailed information about the accident in three categories: focal object, context relevant, and context irrelevant. The results showed no significant effect of background context on memory across all three categories. Additionally, no significant effect of generation on memory was found across the three categories. Furthermore, there was no interaction effect between background context and generation on memory in any of the categories. These findings can be a consideration for the police to create a conducive and distraction-minimal investigative environment to help individuals focus more on the main objects of a traffic accident, and to reduce the possibility of irrelevant information emerging. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Julio Trijaya
"Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh yang dimiliki consumption values terhadap intention to revisit serta pengaruh mediasi yang dimiliki place attachment terhadap hubungan antara attitude dan intention to revisit dalam konteks konsumsi street food pada wisatawan domestik Gen Z yang mengunjungi Bali. Data didapatkan dari 287 responden menggunakan non-probability purposive sampling yang dianalisis menggunakan metode structural equation modelling (SEM) dengan software SmartPLS 3.3.7. Hasil analisis menunjukkan epistemic value sebagai pengaruh paling besar pada attitude yang dimiliki wisatawan domestik Gen Z yang diikuti oleh taste value. Place attachment juga ditemukan memiliki pengaruh mediasi komplementer pada hubungan attitude dan intention to revisit.

The purpose of this study is to understand the impact of consumption values on intention to revisit and mediation of place attachment on the connection of attitudes and intention to revisit. In context of street food consumption among domestic Gen Z travelers who visit Bali. Data gathered from 287 respondents using non-probability purposive sampling that is analyzed using structural equation modelling (SEM) using SmartPLS 3.3.7. Result shows epistemic value has primary impact on attitudes of domestic Gen Z travelers that is followed by taste value. Moreover, place attachment appear to complementary mediate the relationship between Attitude and intention to revisit."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Grammy Lusiana
"Penelitian bertujuan untuk memahami apakah identifikasi organisasi dapat memprediksi terjadinya alienasi kerja. Sejauh mana seseorang mengidentifikasi dirinya sendiri dengan tempat kerjanya tercermin dalam perilaku yang ditunjukkan, didukung oleh social identity theory. Partisipan merupakan Gen Z yang sedang bekerja dengan durasi minimal 6 bulan (N=315). Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan SPSS for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi dapat memprediksi alienasi kerja secara positif dan signifikan, namun dengan daya prediksi yang tidak terlalu kuat. Penelitian dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk membuat keputusan strategis bagi pekerja dan referensi bagi Gen Z yang merupakan pekerja untuk memaknai pekerjaannya.

The study aims to understand whether organizational identification can predict the occurrence of work alienation. The extent to which individuals identify themselves with their workplace is reflected in the behaviors exhibited, supported by social identity theory. The participants are Gen Z individuals who have been working for a minimum of 6 months (N=315). The data were analyzed using simple linear regression analysis techniques with SPSS for Windows. The research findings indicate that identification can positively and significantly predict work alienation, albeit with a moderate predictive power. Research can serve as a foundation for companies to make strategic decisions for their employees and as a reference for Generation Z, who are workers, to give meaning to their work."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
La Ode Muhammad Alwi Armas
"Proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang terhadap kasus kecelakaan lalu lintas bertujuan untuk mengumpulkan informasi terkait kejadian. Memori terkait kecelakaan merupakan komponen penting yang diakses saat proses investigasi. Namun kemampuan memori tiap individu berbeda-beda dan rentan terhadap kesalahan. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh metode wawancara dan jenis kelamin terhadap memori saksi korban kecelakaan lalu lintas.
Penelitian eksperimental dilakukan dengan menggunakan randomized factorial design 2  (metode wawancara: Cognitive Interview dan Standard Interview) x 2 (jenis kelamin: perempuan dan laki-laki). Partisipan penelitian merupakan pengendara sepeda motor yang pernah menjadi korban kecelakaan lalu lintas (N = 44, M = 21.91). Partisipan dibagi secara acak untuk diwawancarai dengan menggunakan salah satu metode wawancara. Kemudian memori diukur melalui detail informasi dalam kategori event-related details, central details dan peripheral details.
Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh metode wawancara terhadap memori. Cognitive interview menghasilkan jumlah detail informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan standard interview. Di sisi lain, tidak ditemukan pengaruh jenis kelamin terhadap memori. Begitu juga tidak ditemukan adanya interaksi antara metode wawancara dan jenis kelamin terhadap memori.

The investigation process carried out by the authorities in cases of traffic accidents in order to collect information related to the accident. Accident-related memory is an important component accessed during the investigation process. However, each individual's memory ability is different and prone to errors. The purpose of this study was to see the effect of the interview method and gender on the memory of victims witness on traffic accident.
Experimental research is conducted using randomized factorial design 2 (interview method: Cognitive Interview and Standard Interview) x 2 (gender: female and male). Research participants are motorcycle riders who have been victims of traffic accidents (N = 44, M = 21.91). Participants were randomly assigned to be interviewed using one of the interview methods and memory is measured through detailed information in the categories of event-related details, central details and peripheral details.
The results of the study found that there was a significant effect of interview method on memory. Cognitive interviews produce more detailed information than standard interviews. On the other hand, there is no significant effect of gender on memory. Likewise, there was no interaction between the interview method and gender on memory.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aliqa Impuni Dewi
"Proses penyidikan dalam kejadian kecelakaan lalu lintas menjadi bagian penting untuk menentukan penyelesaian yang berkeadilan. Akan tetapi, polisi menyatakan bahwa memori mengenai kecelakaan yang diperoleh dari kesaksian sangat umum, tidak akurat, dan tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh metode wawancara dan usia terhadap memori korban kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor. Penelitian menggunakan desain eksperimental randomized factorial design 2 (metode wawancara: cognitive interview vs standard interview) x 2 (usia: remaja 14-16 tahun vs dewasa muda 20-25 tahun). Sebanyak 30 pengendara sepeda motor dewasa muda dan 27 pengendara sepeda motor remaja, diwawancarai baik dengan menggunakan metode cognitive interview atau metode standard interview. Memori diukur dari tiga kategori detail informasi yaitu event related details, central details, dan peripheral details. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari metode cognitive interview dan usia terhadap memori. Penggunaan metode cognitive interview menghasilkan detail informasi yang lebih banyak secara signifikan pada event related details daripada metode standard interview, terlepas dari kelompok usia. Selanjutnya, kelompok dewasa muda menghasilkan detail informasi yang lebih banyak secara signifikan daripada kelompok remaja. Kemudian, metode wawancara berinteraksi dengan usia dalam mempengaruhi memori pada event related details dan peripheral details. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu memperhatikan faktor kelelahan, tingkat pendidikan, jenis kelamin, sudut pandang, dan jenis kecelakaan partisipan dalam menggali informasi peristiwa kecelakaan lalu lintas.

The investigation process in traffic accident incidents is an important part of determining a fair settlement justice. However, the police stated that the memory of the accident obtained from the testimony was very general, inaccurate, and incomplete. This study aims to examine the effect of the interview method and age on the memory of traffic accident victims on motorcycle riders. The study used a randomized factorial design experimental design 2 (interview method: cognitive interview vs standard interview) x 2 (age: adolescents 14-16 years old vs young adults 20-25 years old). A total of 30 young adult motorcycle riders and 27 adolescents motorcycle riders were interviewed using either the cognitive interview method or the standard interview method. Memory is measured by three categories of detailed information, namely event related details, central details, and peripheral details. The results showed that there was a significant effect of the cognitive interview method and age on memory. The use of the cognitive interview method resulted in significantly higher information detail on event related details than the standard interview method, regardless of age group. Furthermore, the young adult group produced significantly higher information detail than the adolescent group. Then, the interview method interacts with age in influencing memory on event related details and peripheral details. The implication of this research is that it is necessary to pay attention to the fatigue factor, education level, gender, point of view, and type of accident of participants in digging up information on traffic accident events."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nikita Jacey Natania
"

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap salah satu aspek psikologis penggunanya, yaitu kepuasan tubuh (body satisfaction), dengan menggabungkan dasar teori Tripartite Influence Model of Body Dissatisfaction dan teori Stimulus-Organism-Response, dan juga memodifikasi dengan penambahan faktor-faktor pemicu (stimulus) dari model dasar, yaitu aktivitas yang berkaitan dengan video penampilan fisik (photo-based activity), motivasi untuk terlihat baik dari media sosial (appearance motivation) dan literasi media sosial pengguna (social media literacy). Objek dari penelitian ini merupakan media sosial TikTok, sebagai salah satu media sosial berbasis gambar (photo-based) dengan subjek penelitian pengguna TikTok yang berbasis di Indonesia dan memiliki rentang umur 17 – 26 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan melalui penyebaran kuesioner dengan hasil 507 responden dan diolah menggunakan metode Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan bantuan aplikasi SPSS AMOS. Kemudian, untuk kualitatif dilakukan dengan mewawancarai 32 responden dan dianalisis dengan metode content-analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upward appearance comparison dipengaruhi oleh photo-based activity dan appearance motivation, sedangkan untuk thin-ideal internalization dipengaruhi oleh appearance motivation dan social media literacy. Upward appearance comparison dan thin ideal internalization comparison memberikan dampak buruk terhadap body satisfaction penggunanya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penelitian selanjutnya dalam topik pengaruh media sosial terhadap persepsi tubuh penggunanya, serta bagi pihak media sosial TikTok dalam usahanya menciptakan lingkungan media sosial yang sehat bagi penggunanya.


This research was conducted to analyze the effect of media social on human's perception of their body image, specifically on body satisfaction, by combining a theoretical basis of the Tripartite Influence Model of Influence model and the Stimulus-Organism-Response theory, and also by modifying the stimulus factors, which are photo-based activity, appearance motivation, and social media literacy. The object of this research is TikTok, a photo-based social media, with the research subject of TikTok users based in Indonesia with age ranges from 17 to 26. This research was conducted with a mixed method, combining quantitative and qualitative approaches. The quantitative data was acquired by distributing questionnaires with the results of 507 respondents and was processed through Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) method with the help of the SPSS AMOS application. As for the qualitative approach, the data was acquired by interviewing 32 respondents, and the answers were analyzed using a content-analysis method. This research indicated that upward appearance comparison is affected by photo-based activity and appearance motivation, as thin-ideal internalization is affected by appearance motivation and social media literacy. Both upward appearance comparison and thin-ideal internalization can be harmful to body satisfaction. Through the findings from this research, we hope to contribute to future research on related topics and for TikTok as the social media provider to create a healthier social media environment for their users

"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanifa Ariana
"Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap salah satu aspek psikologis penggunanya, yaitu kepuasan tubuh (body satisfaction), dengan menggabungkan dasar teori Tripartite Influence Model of Body Disatissfaction dan teori Stimulus-Organism-Response, dan juga memodifikasi dengan penambahan faktor-faktor pemicu (stimulus) dari model dasar, yaitu aktivitas yang berkaitan dengan video penampilan fisik (photo-based activity), motivasi untuk terlihat baik dari media sosial (appearance motivation) dan literasi media sosial pengguna (social media literacy). Objek dari penelitian ini merupakan media sosial TikTok, sebagai salah satu media sosial berbasis gambar (photo-based) dengan subjek penelitian pengguna TikTok yang berbasis di Indonesia dan memiliki rentang umur 17 – 26 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan melalui penyebaran kuesioner dengan hasil 507 responden dan diolah menggunakan metode Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan bantuan aplikasi SPSS AMOS. Kemudian, untuk kualitatif dilakukan dengan mewawancarai 32 responden dan dianalisis dengan metode content-analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upward appearance comparison dipengaruhi oleh photo-based activity dan appearance motivation, sedangkan untuk thin-ideal internalization dipengaruhi oleh appearance motivation dan social media literacy. Upward appearance comparison dan thin ideal internalization comparison memberikan dampak buruk terhadap body satisfaction penggunanya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penelitian selanjutnya dalam topik pengaruh media sosial terhadap persepsi tubuh penggunanya, serta bagi pihak media sosial TikTok dalam usahanya menciptakan lingkungan media sosial yang sehat bagi penggunanya.

This research was conducted to analyze the effect of media social on human's perception of their body image, specifically on body satisfaction, by combining a theoretical basis of the Tripartite Influence Model of Influence model and the Stimulus-Organism-Response theory, and also by modifying the stimulus factors, which are photo-based activity, appearance motivation, and social media literacy. The object of this research is TikTok, a photo-based social media, with the research subject of TikTok users based in Indonesia with age ranges from 17 to 26. This research was conducted with a mixed method, combining quantitative and qualitative approaches. The quantitative data was acquired by distributing questionnaires with the results of 507 respondents and was processed through Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) method with the help of the SPSS AMOS application. As for the qualitative approach, the data was acquired by interviewing 32 respondents, and the answers were analyzed using a content-analysis method. This research indicated that upward appearance comparison is affected by photobased activity and appearance motivation, as thin-ideal internalization is affected by appearance motivation and social media literacy. Both upward appearance comparison and thin-ideal internalization can be harmful to body satisfaction. Through the findings from this research, we hope to contribute to future research on related topics and for TikTok as the social media provider to create a healthier social media environment for their users.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ikmal Almuhtadi Rajab
"Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap salah satu aspek psikologis penggunanya, yaitu kepuasan tubuh (body satisfaction), dengan menggabungkan dasar teori Tripartite Influence Model of Body Disatissfaction dan teori Stimulus-Organism-Response, dan juga memodifikasi dengan penambahan faktor-faktor pemicu (stimulus) dari model dasar, yaitu aktivitas yang berkaitan dengan video penampilan fisik (photo-based activity), motivasi untuk terlihat baik dari media sosial (appearance motivation) dan literasi media sosial pengguna (social media literacy). Objek dari penelitian ini merupakan media sosial TikTok, sebagai salah satu media sosial berbasis gambar (photo-based) dengan subjek penelitian pengguna TikTok yang berbasis di Indonesia dan memiliki rentang umur 17 – 26 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan melalui penyebaran kuesioner dengan hasil 507 responden dan diolah menggunakan metode Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan bantuan aplikasi SPSS AMOS. Kemudian, untuk kualitatif dilakukan dengan mewawancarai 32 responden dan dianalisis dengan metode content-analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upward appearance comparison dipengaruhi oleh photo-based activity dan appearance motivation, sedangkan untuk thin-ideal internalization dipengaruhi oleh appearance motivation dan social media literacy. Upward appearance comparison dan thin ideal internalization comparison memberikan dampak buruk terhadap body satisfaction penggunanya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penelitian selanjutnya dalam topik pengaruh media sosial terhadap persepsi tubuh penggunanya, serta bagi pihak media sosial TikTok dalam usahanya menciptakan lingkungan media sosial yang sehat bagi penggunanya.

This research was conducted to analyze the effect of media social on human's perception of their body image, specifically on body satisfaction, by combining a theoretical basis of the Tripartite Influence Model of Influence model and the Stimulus-Organism-Response theory, and also by modifying the stimulus factors, which are photo-based activity, appearance motivation, and social media literacy. The object of this research is TikTok, a photo-based social media, with the research subject of TikTok users based in Indonesia with age ranges from 17 to 26. This research was conducted with a mixed method, combining quantitative and qualitative approaches. The quantitative data was acquired by distributing questionnaires with the results of 507 respondents and was processed through Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) method with the help of the SPSS AMOS application. As for the qualitative approach, the data was acquired by interviewing 32 respondents, and the answers were analyzed using a content-analysis method. This research indicated that upward appearance comparison is affected by photobased activity and appearance motivation, as thin-ideal internalization is affected by appearance motivation and social media literacy. Both upward appearance comparison and thin-ideal internalization can be harmful to body satisfaction. Through the findings from this research, we hope to contribute to future research on related topics and for TikTok as the social media provider to create a healthier social media environment for their users.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akhsin Muamar
"Tujuan penetian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi niat seseorang untuk berpindah ke perbankan syariah di kalangan Gen Y dan Gen Z. Sejumlah laporan menunjukkan kedua generasi tersebut mendominasi populasi Indonesia dan menjadi target potensial bagi industri perbankan syariah. Penelitian ini menguji pengaruh dari Sikap (Attitude), Norma Subyektif (Subjective Norms), Kontrol Perilaku (Perceived Behavioral Control), Relijiusitas (Religiosity), dan Kepercayaan pada Hari Akhir (Afterlife Beliefs) terhadap Niat (Intention) untuk berpindah ke perbankan syariah dalam konteks Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavior). Relijiusitas dan Kepercayaan pada Hari Akhir merupakan menjadi variabel tambahan ke dalam teori terkait sejumlah laporan bahwa generasi muda Indonesia sangat menaruh perhatian terhadap agama, mementingkan agama, dan hal ini jauh di atas tren global pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode SEM (Structural Equation Modelling) dengan melibatkan 371 responden dari kalangan Gen Y dan Gen Z yang memiliki rekening bank konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kontrol Perilaku (Perceived Behavioral Control) menjadi faktor terkuat yang mempengaruhi niat untuk berpindah ke perbankan syariah. Penelitian ini diharapkan dapat membantu industri perbankan syariah untuk memahami karakter generasi muda Indonesia agar mampu memberikan solusi keuangan syariah yang terbaik bagi mereka

The aim of this research is to explore the determinants that influence people’s intention to migrate to Islamic banking, especially among Gen-Y and Gen-Z in Indonesia. Reports show both generations have dominated the Indonesia’s population and become a potential market for Islamic banking industry. This research mainly focuses to examine the influence of Attitude, Subjective Norms, Perceived Behavioral Control, and Religiosity, and Afterlife Beliefs toward Intention to migrate to Islamic banking service in the context of the Theory of Planned Behavior (TPB). Religiosity and Afterlife Beliefs are proposed as additional variables on the TPB because reports show Indonesian youths are very concern about religion and faith compared to the global trend. This research used Structural Equation Modelling (SEM) and involves 371 respondents from Gen-Y and Gen-Z who have conventional bank account. The result shows Perceived Behavioral Control is the strongest predictor towards Intention to migrate to Islamic banking both for Gen-Y and Gen-Z. This result is expected to help Islamic banking industry practitioners to understand about the Indonesian youth’s mindset and in turn provide them the best Islamic financial solution."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>