Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 142339 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shafa Adenstia Rabbani
"Skripsi ini bertujuan untuk memahami taktik-taktik yang digunakan oleh muslimah berniqab atau bercadar dalam merespons crowding di ruang publik kota untuk mencapai kenyamanan subjektif. Ruang publik, dalam konteks ini, tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas keseharian, tetapi juga menjadi arena negosiasi. Muslimah berniqab Salafi dipilih sebagai subjek kajian karena komitmennya terhadap prinsip syariah yang ketat dalam menjaga interaksi sosial. Melalui observasi dan wawancara atas gestur, pola pergerakan, dan pemilihan rute, ditemukan bahwa muslimah berniqab mengembangkan berbagai taktik adaptif dalam merespon crowding yang disesuaikan dengan konteks aktivitas (dinamis maupun statis) dan kondisi spasial yang dihadapi. Taktik-taktik tersebut ditujukan untuk mencapai kenyamanan subjektif melalui pengaturan interaksi sosial dengan strategi spasial. Dengan demikian, penelusuran ini menunjukkan keterkaitan antara identitas dan perilaku, serta bagaimana keduanya dinegosiasikan secara spasial dalam konteks menghadapi crowding di ruang publik kota.

This thesis aims to understand the tactics employed by Niqabi women in responding to crowding in urban public spaces to achieve subjective comfort. Public space, in this context, is not merely a site for daily activities but also serves as an arena for negotiation. Salafi niqabi women were chosen as the subject of study due to their devotion to strict sharia principles in managing social interactions. Through observation and interviews focusing on gestures, movement patterns, and route selection, the study finds that niqabi women develop various adaptive tactics in response to crowding, tailored to both the type of activity (dynamic or static) and the spatial conditions encountered. These tactics aim to achieve a sense of subjective comfort by regulating social interations through spatial strategies. Thus, this study highlights the relationship between identity and behavior, and how both are spatially negotiated in the context of encountering crowding in urban public spaces.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Melvin Dearny
"Fenomena public display of affection (PDA) atau ekspresi romantis di ruang publik memicu berbagai reaksi sosial, terutama di masyarakat urban Indonesia yang menjunjung tinggi norma sosial. Dalam konteks ini, ruang publik menjadi ruang penting bagi individu untuk mengekspresikan keromantisan yang bersifat intim dan privat secara terbuka di ruang publik. Tulisan ini melihat bagaimana arsitektur dapat berperan secara inklusif dalam mewadahi ekspresi romantis serta menghadapi ketabuan sosial terkait ekspresi romantis di ruang publik. Untuk memamahi hal tersebut, tulisan ini mengacu pada teori space of intimacy oleh Charton & Boudreau (2017), teori proxemics oleh Edward T. Hall (1990), teori affordance oleh James J. Gibson (1979), dan teori taktik visibility dan invisibility oleh Brighenti (2007), serta teori pendukung lainnya. Melalui metode kualitatif, data dikumpulkan di dua tempat studi kasus melalui observasi lapangan dan wawancara di sepanjang hari baik hari kerja maupun akhir pekan. Tulisan ini memperlihatkan bahwa pasangan romantis menggunakan taktik spasial dan mengatur gestur tubuh untuk menciptakan space of intimacy mereka. Sementara itu, pengelola ruang publik merespons melalui strategi desain yang meningkatkan keterpantauan guna membatasi aktivitas-aktivitas yang dinilai melanggar batas norma. Dengan demikian, ruang publik menjadi ruang inklusif yang mampu memfasilitasi semua pengalaman, termasuk memfasilitasi perasaan intim bagi pasangan romantis.

The phenomenon of public display of affection (PDA) or romantic expression in public spaces provokes various social reactions, particularly in urban Indonesian communities that uphold strong social norms. In this context, public spaces serve as important arenas where individuals express intimate and private romantic gestures openly. This study examines how architecture can play an inclusive role in accommodating romantic expressions while also addressing the social taboos surrounding PDA in public. To explore this issue, the research draws on the theory of space of intimacy by Charton & Boudreau (2017), proxemics by Edward T. Hall (1990), affordance by James J. Gibson (1979), and Brighenti’s (2007) theory of visibility and invisibility tactics, along with other supporting theories. Using a qualitative method, data was collected from two case study locations through field observation and interviews conducted on both weekdays and weekends. The findings indicate that romantic couples employ spatial tactics and bodily gestures to create their own space of intimacy. Meanwhile, public space managers respond with design strategies that enhance surveillance in order to regulate activities perceived to violate social norms. Thus, public spaces become inclusive environments capable of accommodating diverse experiences, including the intimate emotional expression for romantic partners. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Durra Zaahira
"ABSTRAK
Dalam dua tahun terakhir, stasiun KRL Kereta Rel Listrik Jabodetabek mengalami perbaikan, baik dalam elemen fisik, struktur ruang, dengan maksud pengintegrasian dengan moda transportasi massal dalam kota. Tulisan ini akan membahas mengenai upaya pangkalan ojek sebagai moda transportasi informal dalam bertahan di antara pilihan moda transportasi yang tersedia di ruang publik kota, dalam hal ini, Stasiun Tebet. Dalam upayanya untuk berkeseharian di ruang publik kota, pangkalan ojek melakukan taktik untuk berkompromi dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemilik kuasa/ruang. Upaya ini diwujudkan melalui manipulasi dan teritorialitas dalam pemanfaatan elemen fisik dan sosial ruang publik kota, terkait dengan kebutuhan dan kesehariannya sebagai pengemudi ojek.

ABSTRACT
Over the last two years, Commuter Line rsquo s Station across Jabodetabek have been improved in their physical element, space structure, or access in order to integrate the station with other mass transportation modes within the city. This paper will discuss how Ojek Stand mdash as an informal transportation mode mdash survive in the midst of other transportation mode options available in the urban public space, in this matter, Tebet Station. To survive among the other transportation modes, Ojek Stand does spatial tactics to negotiate the order set by the one who holds the power over the space. The efforts are shown in the way they manipulate the physical and social element found in the urban public space and territoriality, regarding their needs to make a living as an ojek driver.
"
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Chairani
"Skripsi ini membahas tentang kiprah muslimah keturunan Asia dalam kehidupan sosial-politik mereka di Amerika Serikat pada era 1990-an. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan gaya bahasa deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kaum muslimah yang selama ini tampak termarginalisasi di mata berbagai kalangan terutama warga masyarakat Amerika Serikat sendiri, ternyata dalam kehidupannya mereka memiliki kiprah yang luar biasa serta sangat patut untuk dicontoh oleh semua perempuan. Mereka terlahir dan tumbuh dalam budaya yang sarat akan tantangan sehingga membentuk karakter mereka yang tampak kuat, independen dan egaliter.

Abstract
This thesis discusses about the role of muslim women of Asian descent in their social and political life in USA in the era 1990s. This research is qualitative with descriptive linguistic style. According to the research, it is concluded that muslim women who seem marginalized to various groups especially American people, actually have amazing role in their life and they are also eligible to be example for all women. They were born and grew up in such challenging culture that they seem so strong, independent and egaliterian in their character."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S12443
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Zulfan Fadilah
"Rasa aman merupakan hal yang dibutuhkan oleh setiap manusia ketika berada dimanapun dan kapanpun. Rasa aman didapatkan setelah manusia melakukan penyesuaian dengan lingkungannya. Salah satu cara yang dilakukan untuk melakukan penyesuaian tersebut adalah pertahanan diri. Pertahanan diri merupakan mekanisme yang dilakukan seseorang ketika ruang personalnya terganggu. Pada sebuah ruang urban, terdapat banyak jenis aktivitas berbeda yang dilakukan. . Setiap aktivitas memiliki cara yang berbeda dalam pelaksanaannya sehingga terdapat perbedaan cara dalam melakukan mekanisme pertahanan diri. Skripsi ini mengkaji bagaimana mekanisme pertahanan diri dapat membentuk rasa aman saat melakukan aktivitas di ruang terbuka publik. Pengamatan dilakukan pada acara Car Free Day di Jakarta tepatnya di area Bundaran HI dan Senayan. Ruang tempat dilakukannya Car Free Daymerupakan ruang-ruang jalan yang dialihkan fungsinya sementara menjadi ruang rekreasi. Hasil menunjukkan adanya perbedaan mekanisme pertahanan diri pada aktivitas statis dan dinamis. Ruang Car Free Day beserta elemen-elemen di dalamnya, digunakan untuk beraktivitas dan juga mengakomodasi kebutuhan pertahanan diri.

A sense of safety is a fundamental need for everyone, regardless of location or time. This sense of safety is achieved once people adjust to their environment. One way to facilitate this adjustment is through self-defense mechanisms. Self-defense is a process individuals employ when their personal space is disrupted. In an urban space, there are various types of activities taking place. Each activity has its unique way of being performed, which leads to different approaches to employing self-defense mechanisms. This thesis explores how self-defense mechanisms create a sense of safety while engaging in public open spaces. The observation was conducted during the Car Free Day event in Jakarta, specifically in the Bundaran HI and Senayan areas. During Car Free Day, roads are temporarily repurposed as recreational spaces. The findings show distinct self-defense mechanisms in static versus dynamic activities. The spaces used for Car Free Day and the elements within them serve not only for activities but also accommodate the needs for self-defense."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Fauzana
"Penulisan ini ditujukan untuk melihat dampak dari penggunaan gadget di ruang publik dilihat dari sisi ranah publik. Pengkajian akan difokuskan pada dampak penggunaan gadget tersebut terhadap dimensi ranah publik yaitu dimensi fisik dan dimensi sosial (interaksi sosial). Ruang publik yang akan menjadi objek studi adalah Student Internet Corner di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Student Internet Corner ini merupakan ruang publik yang memberikan fasilitas akses internet untuk penggunanya. Sehingga tercipta suatu fenomena dimana ruang cyber bergabung dengan ruang publik dalam satu tempat. Ruang publik seperti ini mungkin akan semakin menjamur di masa depan. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu studi awal yang dapat digunakan sebagai referensi perancangan ruang publik di masa yang akan datang.

This writing is intended to look at the impact of the use of gadgets in public spaces seen from the public realm’s term. The assessment will focus on the impact of the use of these gadgets to the dimensions of the public realm that is the physical dimension and the social dimension (social interaction). Public space which will be the object of study is the Student Internet Corner in the Faculty of Engineering, University of Indonesia. Student Corner Internet is a public space that provides internet access facility to its users. So that would be created a phenomenon in which a cyber space merged with public space in one place. Public spaces such as these may be more flourishing in the future. Therefore, the results of this study are expected to be a preliminary study which can be used as a reference for the design of public space in the future."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S47284
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Filika Chrestella Lisjanto
"Berbagai karakter dan fungsi dari threshold memberikan kemungkinan kepada user untuk beraktivitas dan mengokupansi ruang. Okupansi dalam threshold bergantung pada interaksi antara user dengan elemen interioritas dan eksterioritas ruang, yakni elemen spasial berupa boundaries dan atmosfer sehingga menentukan habitation dan waktu sebagai elemen pembentuk okupansi.
Skripsi ini akan membahas mengenai potensi elemen interioritas dalam threshold di ruang publik dan pengaruh elemen interioritas terhadap okupansi manusia di dalamnya. Melalui studi literatur terhadap threshold, interioritas, serta bagaimana hal ini mempengaruhi okupansi di dalamnya, dan juga pengamatan dan analisis studi kasus pada Eco Skywalk Neo SOHO-Central Park Mall, skripsi ini menemukan bahwa okupansi pada threshold di ruang publik dipengaruhi oleh elemen interioritas seperti boundaries, atmosfer, habitation dan waktu.

Various character and function of a threshold space create possibility for user actively occupy the space. Occupancy on threshold depends on the relationship and interaction between people, element of interiority and element of exteriority, which consists of spatial element, such as boundaries and atmosphere, and element that forms occupancy, which are habitation and time.
This thesis discusses about how interiority on threshold in public space affecrs occupancy of the user. Through literature study on threshold, interiority and it 39 s affect on occupancy, and observation and analysis on case study of Eco Skywalk Neo SOHO Central Park Mall, this thesis finds how occupancy on threshold in public space area subject to it 39 s element of interiority such as boundaries, atmosphere, habitation and time.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila
"Skateboarding dan graffiti writing, sebagai wujud permainan di kota, melawan fungsi ruang kota sesungguhnya; anak muda mengubahnya berdasarkan logika dan interpretasinya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi berbagai macam taktik aktor kota—khsususnya pemain skateboard dan penulis graffiti—dalam mengapropriasi ruang kota. Studi literatur, studi kasus, dan wawancara berbasis pengalaman diimplementasikan pada proses penelitian; pendekatan-pendekatan ini akan berfokus dalam memetakan interplay dari persepsi kreatif para aktor dan bagaimana sebuah ruang mengakomodasinya. Penelitian ini mengidentifikasi daerah-daerah di Jakarta dikarenakan dimensi peraturan strategis yang meregulasi kegiatan ruang kota yang bersifat spontan. Hasil menunjukkan bahwa respon taktis para aktor dapat merubah sebuah ruang sesuai dengan kebutuhan spasialnya. Tempat yang dipilih dan digunakan untuk aktivitas tersebut membutuhkan pertimbangan terhadap kondisi spasial dan tingkat pengawasan. Hasil mengilustrasikan paradigma spasial seputar keterkaitan antara affordances yang diciptakan oleh elemen kota dan respon para aktor. Penelitian ini menyarankan pendekatan dengan metode inisiatif yang mencerminkan kapasitas suatu kota untuk mendorong aktivitas playful dalam kota.

Skateboarding and graffiti, as a form of play in the city, are countering the intended use of urban space based on their logic and interpretations. In a follow up, this paper sits within a broad concern to investigate various tactics in which city actors-specifically skaters and writers-are continually reproduced to appropriate urban space. Literature review, site study, and experience-based user interview are applied when conducting the research process; these approaches will focus on mapping the interplay of users' creative perceptions and how a space caters to the act. This study identifies areas within Jakarta due to its strategic policy dimension regulating spontaneous urban practices. The findings show that the actors' tactical responses transform space according to their spatial needs. Accordingly, preferred spot for these activities requires the consideration of spatial condition and surveillance level. The result illustrates the spatial paradigm on the connectivity between affordances created by the urban elements and the actors' responses. The study suggested an initiative approach that reflects upon the capacity of a city to encourage playful activities in the city."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bintan Humeira
"Konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan melibatkan dialektika momen internalisasi-eksternalisasi-obyektivasi secara simultan dalam sejarah kehidupannya. Proses ini melibatkan ruang kehidupan perempuan sebagai konteks sosial yang penting, salah satunya adalah ruang online (daring) di media sosial. Dialektika tiga momen konstruksi perempuan muslim kemudian menghasilkan realitas subyektif dan obyektif perempuan muslim dan kemudian mempengaruhi pembentukan perempuan sebagai otoritas keagamaan baru. Riset ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial atas Realitas dan The Mediated Construction of Reality untuk memahami proses dialektika dalam proses konstruksi tersebut. Untuk itu penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi realitas di ruang online (daring) tidak mungkin dipisahkan dari konstruksi awal di ruang offline (luring). Ruang luring yg sejatinya membentuk individu sebelum ruang daring dimasukinya. Dan ketika konstruksi realitas di ruang daring terjadi, maka proses internalisasi-objektivasi-eksternalisasi itu selalu berkelindan dengan hasil konstruksi di ruang luring. Proses konstruksi perempuan secara dominan dipengaruhi oleh suami sebagai significant others, namun ketika perempuan melibatkan diri di media sosial proses konstruksi secara dominan ditentukan oleh follower sebagai pelaku konstruksi. Riset ini juga menunjukkan bahwa praktik keagamaan yang dilakukan perempuan di media sosial justru mendesiminasi pandangan agama konservatif tentang perempuan, alih-alih memunculkan pandangan alternatif. Selain itu, riset ini juga menunjukkan proses konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan di media sosial dibangun melalui afeksi dan sense of attachment berbasis kesamaan gender.

The construction of women as religious authorities involves a dialectic of simultaneous internalization-externalization-objectification moments of their lives. This process involves women's living spaces as important social contexts, one of which is the online space. The dialectic of the three moments of construction produces the subjective and objective reality of muslim women and then influences the formation of women as new religious authorities. This research uses Berger and Luckmann's Theory of Social Construction of Reality and The Mediated Construction of Reality to understand the dialectical process in the construction process. For this reason, this study uses a constructivist paradigm with qualitative case study methods. The results show that the construction of reality in the online space cannot be separated from the initial construction in the offline space. Offline spaces that actually form individuals before they enter online spaces. As the construction of reality in the online space occurs, the internalization-objectivation-externalization process is always intertwined with the construction results in the offline. In addition, this research shows husband as significant others, dominantly influencing the construction process. However, when women are actively involved in social media, the construction process is dominantly influenced by followers as construction actors. This research also shows that religious practices carried out by women on social media actually disseminate conservative religious views about women, instead of giving rise to alternative views. In addition, this research also shows that the construction process of women as religious authorities in social media is built through affection and a sense of attachment based on gender equality.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sausan Fajar Alamislami
"Penelitian ini berfokus pada pengalaman ibu rumah tangga Muslim dalam kelompok liqo sebagai jaringan dukungan sosial alternatif berbasis agama, dengan menyoroti bentuk dukungan yang hadir dan dialami, serta melihat dinamika pembentukan dan pemeliharaan modal sosial yang menjembatani dukungan melalui praktik spiritual, kepercayaan, kedekatan emosional, dan rutinitas kelompok. Ibu rumah tangga Muslim menjalani peran ganda yang kompleks sebagai istri, ibu, dan Muslimah, yang tidak hanya menuntut secara fisik tetapi juga emosional. Ketika beban peran ini melebihi kapasitas sumber daya yang dimiliki, risiko stres meningkat dan dapat mengganggu ibu menjalankan perannya. Dengan begitu, kehadiran jaringan dukungan menjadi penting. Salah satu bentuknya adalah kelompok liqo, jaringan dukungan alternatif berbasis agama. Namun, keputusan ibu memilih liqo sebagai jaringan dukungan, meskipun tersedia jaringan lain yang lebih mudah diakses, perlu dikaji lebih dalam. Saya mengkaji hal ini melalui kelompok liqo ibu rumah tangga Muslim yang berbasis di Depok, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam pada murabbi dan tiga anggota kelompok liqo Kamis-Pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan anggota untuk menjadikan liqo sebagai jaringan dukungan sosial didasari atas kebutuhan akan komunitas yang intim, bernilai, dan stabil, serta sebagai ruang untuk menguatkan identitas, berbagi, dan tumbuh bersama dalam bingkai agama dan nilai yang diyakini bersama.

This study focuses on the experiences of Muslim housewives in the liqo group as an alternative religious-based social support network, by highlighting the forms of support that are present and experienced, and looking at the dynamics of the formation and maintenance of social capital that bridge support through spiritual practices, beliefs, emotional closeness, and group routines. Muslim housewives live a complex dual role as wives, mothers, and Muslim women, which are not only physically but also emotionally demanding. When the burden of this role exceeds the capacity of the resources she has, the risk of stress increases and can interfere with the mother in carrying out her role. That way, the presence of a support network is important. One form is the liqo group, a religious-based alternative support network. However, the mother's decision to choose liqo as a support network, even though there are other networks that are more accessible, needs to be studied more deeply. I studied this through a group of Muslim housewives based in Depok, West Java. This research was conducted with an ethnographic approach through participant observation techniques and in-depth interviews with murabbi and three members of the Kamis-Pagi liqo group. The results of the study show that members' decision to make liqo a social support network is based on the need for an intimate, valuable, and stable community, as well as a space to strengthen identity, share, and grow together within the framework of shared religion and values."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>