"Penelitian ini berfokus pada pengalaman ibu rumah tangga Muslim dalam kelompok liqo sebagai jaringan dukungan sosial alternatif berbasis agama, dengan menyoroti bentuk dukungan yang hadir dan dialami, serta melihat dinamika pembentukan dan pemeliharaan modal sosial yang menjembatani dukungan melalui praktik spiritual, kepercayaan, kedekatan emosional, dan rutinitas kelompok. Ibu rumah tangga Muslim menjalani peran ganda yang kompleks sebagai istri, ibu, dan Muslimah, yang tidak hanya menuntut secara fisik tetapi juga emosional. Ketika beban peran ini melebihi kapasitas sumber daya yang dimiliki, risiko stres meningkat dan dapat mengganggu ibu menjalankan perannya. Dengan begitu, kehadiran jaringan dukungan menjadi penting. Salah satu bentuknya adalah kelompok liqo, jaringan dukungan alternatif berbasis agama. Namun, keputusan ibu memilih liqo sebagai jaringan dukungan, meskipun tersedia jaringan lain yang lebih mudah diakses, perlu dikaji lebih dalam. Saya mengkaji hal ini melalui kelompok liqo ibu rumah tangga Muslim yang berbasis di Depok, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam pada murabbi dan tiga anggota kelompok liqo Kamis-Pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan anggota untuk menjadikan liqo sebagai jaringan dukungan sosial didasari atas kebutuhan akan komunitas yang intim, bernilai, dan stabil, serta sebagai ruang untuk menguatkan identitas, berbagi, dan tumbuh bersama dalam bingkai agama dan nilai yang diyakini bersama.
This study focuses on the experiences of Muslim housewives in the liqo group as an alternative religious-based social support network, by highlighting the forms of support that are present and experienced, and looking at the dynamics of the formation and maintenance of social capital that bridge support through spiritual practices, beliefs, emotional closeness, and group routines. Muslim housewives live a complex dual role as wives, mothers, and Muslim women, which are not only physically but also emotionally demanding. When the burden of this role exceeds the capacity of the resources she has, the risk of stress increases and can interfere with the mother in carrying out her role. That way, the presence of a support network is important. One form is the liqo group, a religious-based alternative support network. However, the mother's decision to choose liqo as a support network, even though there are other networks that are more accessible, needs to be studied more deeply. I studied this through a group of Muslim housewives based in Depok, West Java. This research was conducted with an ethnographic approach through participant observation techniques and in-depth interviews with murabbi and three members of the Kamis-Pagi liqo group. The results of the study show that members' decision to make liqo a social support network is based on the need for an intimate, valuable, and stable community, as well as a space to strengthen identity, share, and grow together within the framework of shared religion and values."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025