Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 178765 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Azra Meutia Nujud
"Penumpukan Municipal Solid Waste (MSW) dapat menyebabkan berbagai dampak serius dan di sisi lain, kebutuhan energi semakin meningkat seiring dengan terjadinya peningkatan jumlah penduduk sehingga dibutuhkan alternatif energi lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengolah MSW menjadi energi listrik, panas, dan dingin. Proses utama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah gasifikasi menggunakan downdraft gasifier dengan suhu berkisar 900°C dan dilakukan dalam empat tahapan proses, yaitu pengeringan, pirolisis, reduksi dan oksidasi. Selain itu, sistem CCHP ini juga menggunakan turbin gas sebagai unit yang memproduksi listrik, Heat Recovery Steam Generator (HRSG) sebagai unit yang memproduksi uap untuk produksi energi dingin, dan absorption chiller sebagai unit yang memanfaatkan sisa panas untuk produksi energi dingin. Penelitian dilakukan dengan meninjau aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan melalui simulasi menggunakan software Aspen Plus dan Aspen Hysys, serta Microsoft Excel untuk perhitungan ekonomi dan lingkungan. Dari segi teknis, diperoleh efisiensi Gasifier sebesar 69,528%; Gas Turbine sebesar 31,871%; Absorption Chiller sebesar 0,734; dan CO2 Capture sebesar 94,320% dengan efisiensi energi dan eksergi keseluruhan sistem secara berurutan, yaitu 67,465 dan 30,814%. Dari segi ekonomi, dilakukan perhitungan Levelized Cost of Electricity (LCOE) dan diperoleh LCOE sebesar 0,237 USD/kWh. Dari aspek lingkungan, dilakukan analisis jejak karbon yang dihasilkan dari sistem ini melalui metode Life Cycle Assessment (LCA) sehingga diperoleh penurunan emisi hingga 99,667% dengan penurunan emisi sebesar 212,592 g- CO2eq/kWh. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk meningkatkan kualitas sistem konversi sampah sehingga dapat menjadi sumber energi utama di Rusunawa DKI Jakarta pada masa mendatang.

The accumulation of Municipal Solid Waste (MSW) can cause various serious impacts and on the other hand, energy needs are increasing along with the increase in population so that other energy alternatives are needed. This research was conducted to process MSW into electricity, heat, and cold energy. The main process carried out in this research is gasification using a downdraft gasifier with a temperature around 900°C and is carried out in four stages of the process, namely drying, pyrolysis, reduction and oxidation. In addition, this CCHP system also uses a gas turbine as a unit that produces electricity, a Heat Recovery Steam Generator (HRSG) as a unit that produces steam for cold energy production, and an absorption chiller as a unit that utilizes residual heat for cold energy production. The research was conducted by reviewing technical, economic, and environmental aspects through simulations using Aspen Plus and Aspen Hysys software, as well as Microsoft Excel for economic and environmental calculations. From a technical point of view, the efficiency of the Gasifier is 69.528%; Gas Turbine is 31.871%; Absorption Chiller is 0.734; and CO2 Capture is 94.320% with the overall energy and exergy efficiency of the system being 67.465 and 30.814% respectively. From an economic perspective, a Levelized Cost of Electricity (LCOE) calculation was carried out and obtained an LCOE of 0,237 USD/kWh. From an environmental aspect, an analysis of the carbon footprint generated from this system through the Life Cycle Assessment (LCA) method was carried out so that an emission reduction of up to 99,667% was obtained with a reduction in emissions of 212,592 g-CO2eq/kWh. The results of this study are expected to help improve the quality of the waste conversion system so that it can become the main energy source in DKI Jakarta Rusunawa in the future."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sinaga, Timothy Keanu Putra
"Bioenergi dengan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (BECCS) merupakan teknologi net-negatif yang mampu menghasilkan energi terbarukan sekaligus menyerap emisi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi energi, intensitas emisi CO2-ek, biaya pokok produksi listrik (LCOE), dan biaya penghindaran karbon dari sistem BECCS berbasis biohidrogen dan biometana yang dihasilkan melalui proses digesti anaerobik dua tahap terhadap POME (Palm Oil Mill Effluent). Dilakukan simulasi sistem dua reaktor CSTR menggunakan Aspen Plus, dimana reaktor pertama menghasilkan H2 dan reaktor kedua menghasilkan CH4. Aspen HYSYS digunakan untuk simulasi gas sweetening hingga penangkapan CO2. Aliran gas dimurnikan melalui proses Thiopaq menggunakan kolom absorpsi NaOH dan bioreaktor regenerasi. Gas bersih kemudian dibakar dalam gas engine, menghasilkan listrik 2,2 MWh dan flue gas yang ditangkap menggunakan larutan MDEA. Gas CO2 selanjutnya dikompresi dan didehidrasi menggunakan TEG, lalu diinjeksikan ke reservoir geologis di Central Sumatra Basin, tepatnya di sumur injeksi Kab. Kampar, Riau. Pendekatan lingkungan dilakukan menggunakan metode life cycle assessment (LCA) dengan batasan sistem cradle to grave, sedangkan pendekatan ekonomi menggunakan metode LCOE. Hasil menunjukkan efisiensi energi sistem sebesar 23,98%, intensitas emisi sebesar −25,67 kg CO₂ek/MWh, LCOE sebesar USD 151,40/MWh, dan biaya penghindaran karbon sebesar USD 71,69/ton CO2.

Bioenergy with Carbon Capture and Storage (BECCS) is a net-negative technology capable of generating renewable energy while simultaneously capturing CO₂ emissions. This study aims to evaluate the energy efficiency, CO₂-equivalent emission intensity, levelized cost of electricity (LCOE), and cost of avoided carbon from a BECCS system based on biohydrogen and biomethane produced through a two-stage anaerobic digestion process of Palm Oil Mill Effluent (POME). A two-reactor CSTR system was simulated using Aspen Plus, where the first reactor produces H₂ and the second reactor produces CH₄. Aspen HYSYS was used to simulate the gas sweetening process through to CO₂ capture. The gas stream was purified using the Thiopaq process, which consists of a NaOH absorption column and a bioreactor for solvent regeneration. The cleaned gas was then combusted in a gas engine, generating 2.2 MWh of electricity and flue gas, which was captured using an MDEA solution. The captured CO₂ was subsequently compressed and dehydrated using TEG before being injected into a geological reservoir in the Central Sumatra Basin, specifically into an injection well located in Kampar Regency, Riau. The environmental assessment was conducted using a cradle-to-grave life cycle assessment (LCA), while the economic assessment used the LCOE approach. The results showed an overall energy efficiency of 23,98%, a net CO₂-equivalent emission of −25,67 kg CO₂eq/MWh, an LCOE of USD 151,40/MWh, and a carbon avoidance cost of USD 71,69/ton CO₂."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maghvira Nazhwa Manik
"Pengelolaan limbah padat perkotaan merupakan tantangan besar di banyak kota besar di seluruh dunia. Salah satu teknologi yang menawarkan solusi inovatif untuk pengelolaan limbah adalah teknologi gasifikasi. TPA Cipayung menghadapi tantangan kapasitas yang berlebih dengan volume sampah harian sebesar ±930 ton. Penelitian ini mengevaluasi efisiensi teknis dan ekonomi penerapan teknologi gasifikasi dalam pengelolaan limbah padat. Simulasi proses menggunakan perangkat lunak Aspen Plus akan diterapkan untuk menganalisis produksi syngas dari limbah. Selain itu, levelized cost of electricity (LCOE) akan digunakan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi proyek ini. Hasil simulasi menunjukkan bahwa gasifikasi dapat mengurangi limbah secara signifikan yaitu sebanyak 435 ton sampah low value per hari dan menghasilkan syngas dengan nilai 3911 kJ/kg serta cold gas efficiency (CGE) sebesar 17%. Syngas yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi energi listrik berkapasitas 5 MW. Efisiensi tinggi dalam pengurangan limbah dan produksi energi listrik menunjukkan bahwa teknologi gasifikasi merupakan solusi yang layak untuk TPA Cipayung. Analisis ekonomi menunjukkan nilai LCOE untuk listrik yang diproduksi dari PLTSa TPA Cipayung sebesar 520 rupiah/kWh atau 0,04 USD/kWh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kota-kota lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan limbah padat. Pengembangan lebih lanjut dan penerapan teknologi gasifikasi dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan dan ekonomi secara keseluruhan.

Municipal solid waste management is a major challenge in many large cities worldwide. One technology that offers an innovative solution for waste management is gasification technology. The Cipayung Landfill faces capacity challenges with a daily waste volume of ±930 tons. This study evaluates gasification technology's technical and economic efficiency in solid waste management. Process simulations using Aspen Plus software will be applied to analyze syngas production from waste. Additionally, the levelized cost of electricity (LCOE) will be used to assess the economic feasibility of this project. The simulation results show that gasification can significantly reduce waste, specifically by 435 tons of low-value waste per day, and produce syngas with an energy value of 3911 kJ/kg and a cold gas efficiency (CGE) of 17%. The resulting syngas can be converted into electricity with a capacity of 5 MW. High waste reduction and energy production efficiency indicate that gasification technology is a viable solution for the Cipayung Landfill. Economic analysis shows an LCOE for electricity produced from the Cipayung WTE plant of 520 rupiahs/kWh or 0.04 USD/kWh. The results of this study are expected to serve as a reference for other cities facing similar challenges in solid waste management. Further development and application of gasification technology can have significant positive impacts on the environment and economy as a whole."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amir Erlangga
"Dalam aplikasi enjinering baik dalam bidang industri atau lainnya, kadang kala ditemukan bahwa kebutuhan akan daya listrik, pendinginan dan pemanasan diperlukan secara bersamaan. Salah satu contohnya adalah dalam bidang perhotelan yang membutuhkan daya listrik, pendinginan untuk ruangan dan pemanasan baik untuk ruangan atau air hangat. Sistem combined cooling, heating and power generation (CCHP) atau disebut juga trigeneration adalah sistem yang terdiri dari power system, mesin pendingin absorpsi dan sebuah penukar kalor.
Untuk aplikasi dan perancangan CCHP, sebelumnya dibuat sebuah model sistem dan dilakukan perhitungan biaya energi (bahan bakar) berdasarkan pada kesetimbangan energi hingga biaya investasi dan payback period sehingga dapat diputuskan selanjutnya apakah sistem ini dan konfigurasi seperti apa yang dapat diaplikasikan. Pilihan konfigurasi sistem CCHP yang digunakan adalah dengan menggunakan diesel engine, gas engine dan turbin gas pada power system nya.
Dari hasil perhitungan ketiga konfigurasi sistem CCHP yang coba diaplikasikan pada perhotelan diperoleh bahwa untuk konfigurasi dengan diesel engine dan turbin gas tidak dapat digunakan karena dari sisi biaya energi lebih besar dibandingkan tanpa menggunakan sistem CCHP dan saving cost yang terlalu rendah sehingga mengakibatkan payback period yang lama. Untuk konfigurasi dengan gas engine diperoleh biaya energi hotel dapat ditekan maksimum sebesar Rp. 180.590.337,31, dengan biaya investasi total sebesar Rp. 7.510.550.179,3 dan payback period selama 6,57 tahun.

Engineering application in industrial or etc sometimes found there is a simultaneous need for electricity, cooling and heating. For example is in hotel business, we can found that it need of electricity, cooling for rooms and heating to heat water. Combined cooling, heating and power generation (CCHP) or called trigeneration is a system consists of power system, absorption cooling system and heat exchanger for heating system.
For application and planning, we make a model and calculate the energy cost (fuel cost) based on energy balance, investment, and payback period so later can be decided the feasibility and what configuration of the system can be applied. The configurations of CCHP that chosen is use Diesel engine, gas engine and gas turbine as a power system.
The results of three configurations applied to hotel business that used; show that configuration using Diesel engine and gas turbine couldn?t be applied because energy cost (fuel cost) is more expensive compared to energy cost without CCHP system and saving cost is too small so it affected to too long payback period. By using gas engine, the energy cost for hotel can be reduced maximum at Rp. 180,590,337.31; investment cost estimated is Rp. 7,510,550,179.3 with payback period is 6.57 years."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T25322
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rifqi
"Gas CO2 merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas CO2 dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap. Dalam rangka mengurangi emisi gas CO2, Indonesia menandatangani Paris Agreement untuk mencegah terjadinya perubahan iklim. Di samping itu, Indonesia memiliki target untuk meningkatkan produksi minyak menjadi 1 juta barel per hari pada tahun 2030. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis risiko investasi proyek carbon capture untuk pemanfaatan enhanced oil recovery (EOR) di lapangan minyak wilayah Sumatera Selatan. Teknologi carbon capture yang digunakan adalah proses absorpsi menggunakan pelarut monoethanolamine (MEA). Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah levelized cost carbon capture sebesar $32,25/ton CO2, levelized cost carbon compression sebesar $8,01/ton CO2, levelized cost carbon transport sebesar $39,51/ton CO2, dan levelized cost carbon injection & storage sebesar $5,64/ton CO2. Nilai parameter kelayakan investasi proyek yang didapatkan adalah net present value (NPV) sebesar $3.490.642.472,36, internal rate of return (IRR) sebesar 22,81%, profitability index (PI) sebesar 1,06, dan payback period (PBP) sebesar 7 tahun. Dengan derajat keyakinan 85% pada simulasi Monte Carlo, hasil distribusi keempat nilai parameter kelayakan investasi masih masuk dalam kriteria aman yang menandakan proyek layak untuk dijalankan. Aspek yang paling berpengaruh terhadap hasil parameter investasi adalah harga minyak, harga pipa, dan discount rate.

CO2 gas is the cause of global warming. CO2 gas is produced from coal-fired power plants. In order to reduce CO2 gas emissions, Indonesia signed the Paris Agreement to prevent climate change. Meanwhile, Indonesia has a target to increase oil production to 1 million barrels per day by 2030. Therefore, this study analyzes the investment risk of carbon capture projects for enhanced oil recovery (EOR) utilization in oil fields in the South Sumatra region. The carbon capture technology used is an absorption process using monoethanolamine (MEA) solvent. The results obtained are levelized cost carbon capture by $32.25/ton CO2, levelized cost carbon compression by $8.01/ton CO2, levelized cost carbon transport by $39.51/ton CO2, and levelized cost carbon injection & storage by $5.64/ton CO2. The project investment parameter obtained are net present value (NPV) of $3,490,642,472.36, internal rate of return (IRR) of 22.81%, profitability index (PI) of 1.06, and payback period (PBP) of 7 years. With a degree of confidence at 85% in the Monte Carlo simulation, the results of the fourth investment parameter are still categorized as acceptable, indicating that the project is feasible to run. The most impactful aspects of the results are oil price, pipeline price, and discount rate."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kezia Dara Euodia
"Indonesia memiliki potensi geotermal yang sangat besar, meliputi entalpi-tinggi dan entalpi-rendah. Geotermal entalpi-rendah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk CCHP, merupakan alternatif untuk memebuhi kebutuhan energi gedung komersial yaitupendingin, listrik, dan pemanas. CCHP dapat diaplikasikan di bangunan hotel dalam rangka konservasi energy menjadi green building. Pada penelitian ini diasumsikan bangunan hotel bintang lima akan didirikan di Kota Baru Meikarta membutuhkan energi sebesar 7941,81 kW yang terdiri dari pendingin, pemanas, dan listrik. Analisis kinerja teknis sistem CCHP menggunakan piranti lunak Cycle Tempo dilakukan dengan dua skenario utilisasi fluida panas bumi.
Hasil simulasi memperlihatkan bahwa dengan skenario fluida geotermal di bagi 15 menuju siklus pembangkit dan waste heat siklus tersebut digabungkan dengan 85 fluida geotermal menujusiklus pendingin dan sistem pemanas,. efisiensi sistem CCHP 36,34 dan penurunan emisi CO2 hingga 1,4459 tonCO2eq/tahun dapat dicapai. Simulasi borehole dengan kedalaman 400 m dan diameter 8 inci menggunakan piranti lunak COMSOL untuk mendapatkan profil temperatur dan kecepatan fluidageotermal. Analisis finansial dengan metode cash flow menggunakan Ms. Excel. Skema bisnis terbaik adalah Build, Own, Operate BOO dengan insentif fiskal, soft loan, dan grant sehingga biaya produksi energi adalah Rp1039/kWth, Rp1388/kWeh, dan Rp163.550/MMBtu secara berurutan untuk pendingin, listrik, dan pemanas.

As Indonesia located on the ring of fire, it has a massive geothermal reserve for both hig enthalpy and low enthalpy. Low enthalpy geothermal that is utilized as CCHP rsquo s source is the solution to fulfil energy demand in three outputs, which are cooling, heating, and power. CCHP based on low enthalpy geothermal application in hotel building is a form of energy conservation, which is green building. A five star hotel was assumed to be built in Meikarta City with total energy demand of 7941,81 kW that consist of cooling, heating, and electricity. Technical analysis for CCHP system uses Cycle Tempo program to simulate two scenarios.
The chosen scenario was scenario 2, which fresh geothermal was devided by 15 to power generation and the waste heat was merged with the other 85 of fresh geotermal to enter refrigeration and heating systems. The CCHP system efficiency was 36,34. The CO2 emission was decreased by 1,4459 tonCO2eq year from conventional source. Technical analysis for borehole uses COMSOL program, which depth of borehole is function of temperature and diameter is function of mass flow rate. The surface conditions of geothermal fluid were 149,5 oC and 1,2273 m s. Economics analysis uses Ms. Excel with cash flow method. The best business scheme is Build, Own, Operate with modifications of fiscal incentives, soft loan, dan grant. Therefore, the production prices are Rp1039 kWth, Rp1388 kWeh, and Rp163.550 MMBtu for cooling, electricity, and heating respectively.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Gusti Putu Agus Wiadi
"Tingkat efisiensi penggunaan energi di Indonesia khususnya dalam sektor transportasi masih rendah, hal ini tentu saja menjadi masalah yang serius. Oleh karena itu harus ada upaya konservasi energi. Teknologi sistem CCHP (Combined Cooling, Heating and Power) pada bangunan bandara merupakan salah satu jawaban dari tantangan pada sektor commercial building tersebut yang dibahas dalam penelitian ini.
Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan antara pemakaian energi pada sistem eksisting (listrik dari jaringan PLN/konvensional) dengan sistem CCHP berdasarkan analisis teknis dan ekonomi pada bandara referensi. Selain itu juga akan dianalisis mengenai skema keekonomian sistem CCHP, yaitu sistem CCHP dibangun sendiri oleh pihak bandara atau melakukan kerjasama dengan ESCO melalui model bisnis BOT. Sistem CCHP disimulasikan dengan perangkat lunak berbasis analisis termodinamika dan konservasi energi dengan dasar desain FEL (Following the Electric Load).
Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem CCHP mampu menghemat konsumsi energi primer sebesar 83,32%. Berdasarkan efisiensi tersebut, bandara mendapat penghematan biaya energi listrik sebesar 50% dibandingkan kondisi eksisting. Keuntungan lain yang didapat adalah penurunan emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan sampai dengan 7,4% sehingga dapat mendukung terciptanya salah satu aspek pembentuk smart city.

The level of energy use efficiency in Indonesia especially in the transportation sector is still categorized as low, this absolutely becoming a serious problem. Therefore there must be energi conservation efforts. The CCHP (Combined Cooling, Heating and Power) system technology in airport buildings is one of the answer to the challenges in the transportation sector as discussed in this study.
In this study, energy consumption in the existing system (electricity from PLN / conventional network) with CCHP system are compared based on technical and economic analysis at reference airport. Besides, the CCHP system application scheme will also be analyzed, which is the CCHP system built by the airport itself or cooperating with ESCO through the BOT business model. The CCHP system is simulated with software based on thermodynamic analysis and energy conservation on the basis of FEL design (Following the Electric Load).
The simulation results show that CCHP system can save the primary energy consumption up to 83,32%. Based on this the primary energy consumption efficiency, the airport get electricity cost saving up to 50% compared to the existing condition. Another advantage obtained is the decrease in carbon dioxide (CO2) emissions produced up to 7.4% so that it could support the creation of one of the forming aspects of smart city.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T52325
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rizqi
"Tingkat efisiensi penggunaan energi di Indonesia masih rendah, hal ini tentu saja menjadi masalah yang serius. Oleh karena itu harus ada upaya konservasi energi. Teknologi sistem CCHP Combined Cooling, Heating and Power pada bangunan hotel merupakan salah satu jawaban dari tantangan tersebut yang dibahas dalam penelitian ini.
Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan antara pemakaian energi pada sistem eksisting listrik dari jaringan PLN/konvensional dengan sistem CCHP berdasarkan analisis teknis dan ekonomi pada hotel referensi. Selain itu juga akan dianalisis mengenai skema pengaplikasian sistem CCHP, yaitu sistem CCHP dibangun sendiri oleh pihak hotel atau melakukan kerjasama dengan ESCO melalui model bisnis BOT selama 10 tahun. Sistem CCHP disimulasikan dengan perangkat lunak berbasis analisis termodinamika dan konservasi energi dengan dasar desain FEL Following the Electric Load.
Hasilnya sistem CCHP mampu menghemat konsumsi energi primer sebesar 45,98 dibandingkan sistem eksisting. Sehingga akan terjadi penghematan biaya pengeluaran energi oleh pihak hotel. Pengaplikasian sistem CCHP pada hotel referensi dengan pembangunan sendiri akan memberikan keuntungan secara keekonomian dengan nilai NPV Rp 8.333.856.481, IRR 25,93 dan payback period 9 tahun. Sementara jika pembangunan dilakukan melalui skema kerjasama BOT dengan ESCO selama 10 tahun, dengan tarif energi flat sebesar Rp 1.402,75/kWh, maka akan mendapatkan keuntungan secara keekonomian dengan nilai NPV Rp 15.993.166.682, IRR 34,89 dan payback period 7 tahun. Emisi karbon dioksida CO2 dan nitrogen oksida NOx yang dihasilkan oleh sistem CCHP lebih sedikit 39 untuk emisi CO2 dan 75 untuk emisi NOx jika dibandingkan dengan sistem eksisting.

Level of efficiency of energy use in Indonesia is still low, it is of course become a serious problem. Therefore, there must be energy conservation efforts. CCHP Combined Cooling, Heating and Power system technology is one of the answers to these challenges that is discussed here.
In this study a comparison between the energy consumption in existing system from PLN electricity network conventional and CCHP system based on technical and economic analysis at the reference hotel. In addition, the scheme will also be analyzed regarding the application of CCHP system, by developing its own system of CCHP by the hotel or cooperating with the ESCO through BOT business model for 10 years. CCHP system is simulated with software based analysis of thermodynamics and energy conservation with the basic design of FEL Following the Electric Load.
As a result primary energy consumption saving from CCHP system is 45,98 compared to the existing system. So that there will be cost savings in energy expenditure by the hotel. CCHP system application in a reference hotel with its own development will provide the economic benefits with a value of Rp 8.333.856.481 NPV, IRR 25,93, and a payback period of 9 years. Meanwhile, if the construction was done through BOT scheme with ESCO cooperation for 10 years, with flat energy rate of Rp 1.402,75 kWh, then it will get the economic benefits with a value of Rp 15.993.166.682 NPV, IRR 34,89 and a payback period of 7 years. Emissions of carbon dioxide CO2 and nitrogen oxides NOx generated by CCHP system less 39 of CO2 emissions and 75 for NOx emissions when compared with existing systems."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T47533
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Sari Sinta Dewi
"Timbulan sampah Provinsi DKI Jakarta diproyeksikan mencapai 8.770 ton/hari pada tahun 2025, apabila tidak dikelola secara efektif dan efisien akan berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta sebagai penyelenggara fungsi urusan persampahan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berpedoman pada peraturan dan standar yang berlaku. Namun, pengelolaan sampah yang belum optimal masih menjadi isu prioritas yang harus ditangani. Fenomena permasalahan sampah dominan yang dikeluhkan masyarakat yaitu terkait penyelenggaraan sarana dan prasarana persampahan yang berada pada sub sistem dan pengangkutan sampah. Sub sistem ini merupakan pekerjaan yang kompleks dan berbiaya tinggi, sehingga untuk dapat menjamin penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang efektif dan efisien. Perencanaan Pengumpulan, dan Pengangkutan Sampah Perkotaan mengandung risiko pada setiap aktivitasnya, sehingga untuk mewujudkan perencanaan yang efektif dan efisien, perlu adanya standarisasi prosedur operasional perencanaan berbasis risiko. Metode pengumpulan data berupa analisis arsip, survey, studi kasus. Hasil penelitian ini yaitu Pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis risiko yang dapat menjamin penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien pada pelaksanaan Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah Perkotaan di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

The waste generation of DKI Jakarta Province is projected to reach 8,770 tons/day by 2025, if not managed effectively and efficiently it will have a negative impact on public health and environmental quality. The DKI Jakarta Provincial Environmental Office as the organizer of the waste affairs function in carrying out its duties and functions is guided by applicable regulations and standards. However, suboptimal waste management is still a priority issue that must be addressed. The phenomenon of the dominant waste problem complained by the community is related to the implementation of waste facilities and infrastructure in the sub-system and waste transportation. This sub-system is a complex and high-cost job, so to be able to ensure the effective and efficient use of resources requires effective and efficient planning. Planning for the Collection and Transport of Urban Waste contains risks in each of its activities, so to realize effective and efficient planning, it is necessary to standardize risk-based planning operational procedures. Data collection methods in the form of archive analysis, surveys, case studies. The result of this study is the Development of risk-based Standard Operating Procedures (SOPs) that can ensure the effective and efficient use of resources in the implementation of Urban Waste Collection and Transportation within the DKI Jakarta Provincial Government."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fathimah Azzahro
"Lapangan ‘ZARA’ merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi batubara di bagian selatan Sub-Cekungan Palembang Tengah, Cekungan Sumatera Selatan. Lapangan ‘ZARA’ memiliki luas sebesar 768.60 km². Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi kapasitas simpan pada Coal Seam FA yang merupakan bagian dari Formasi Muara Enim. Analisa Proksimat menunjukkan bahwa coal rank pada Seam FA tergolong peringkat rendah dengan jenis subbituminous-c. Hasil studi geologi dan pemodelan reservoir statik yang menggunakan data sumur, data seismik, dan data laboratorium. Seam FA memiliki ketebalan sebesar 8.60 m dan memiliki volume sebesar 86,012 m³. Kemudian, perhitungan estimasi kapasitas simpan gas karbondioksida pada Seam FA dilakukan menggunakan pendekatan pemodelan statik dan perhitungan volumetrik yang menggunakan data tersebut. Hasil dari perhitungan tersebut menunjukkan kisaran nilai Gas in Place (GIP) untuk Seam FA sebesar 1,712.72 – 2,902.42 BCF atau setara dengan 90.90 – 154.06 juta ton CO₂. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan dapat menyelesaikan permasalahan yang telah dirumuskan.

The ‘ZARA’ Field is one of the areas with coal potential located in the southern part of the Central Palembang Sub-basin, South Sumatra Basin. The ‘ZARA’ Field covers an area of 768.60 km². This study aims to identify the characteristics and storage capacity potential of the FA Coal Seam, which is part of the Muara Enim Formation. Proximate analysis indicates that the coal rank of Seam FA is classified as low rank with a sub-bituminous C type. The geological study and static reservoir modeling were conducted using well data, seismic data, and laboratory data. Seam FA has a thickness of 8.60 m and a volume of 86,012 m³. Furthermore, the estimation of carbon dioxide gas storage capacity in Seam FA was carried out using a static modeling approach and volumetric calculations based on these data. The results of the calculations show that the Gas in Place (GIP) values for Seam FA range from 1,712.72 to 2,902.42 BCF, equivalent to 90.90 to 154.06 million tons of CO₂. Based on these findings, it can be concluded that the applied method has successfully addressed the formulated research problem."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>