Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 147522 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Venda Putri Arpriyanita
"Ruas jalan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) hingga Kabupaten Surakarta (Jawa Tengah) memiliki kondisi pendakian yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan lokasi tersebut berada di pegunungan. Dalam penelitian ini membahas mengenai perancangan lajur pendakian di Jalan Kabupaten Magetan tepatnya di Jalan Tawangmangu-Plaosan. Lajur pendakian merupakan suatu jalur yang digunakan sebagai jalur tambahan yang ditambahkan ke jalur lalu lintas tunggal atau ganda yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas dan / atau keamanan karena adanya gradient yang curam. Metode dalam pengambilan data yaitu dengan melakukan survei lapangan untuk meninjau kecepatan kendaraan, volume kendaraan, dimensi jalan dan elevasi. Hasil penelitian digunakan untuk mengetahui letak lajur pendakian yang tepat, melakukan perancangan lajur pendakian dengan menggunakan konsep Standar Inggris yang dikombinasikan dengan studi literatur.
Kata Kunci : Lokasi lajur pendakian, Kecepatan kendaraan, Kelandaian

The roads from Magetan Districts (East Java) to Surakarta Districts (Central Java) have high climbing conditions. This is because the location is in the mountains. In this study, it discusses the design of the climbing lane on road Magetan Districts, precisely on Tawangmangu-Plaosan. A climbing lane is a path that is used as an additional route added to a single or multiple traffic lane which serves to increase capacity and / or safety due to a steep gradient. The method of collecting data is by conducting a field survey to review vehicle speed, vehicle volume, road dimensions and elevation. The results of the study were used to determine the exact location of the climbing lane, to design the climbing lane using the British standard concept combined with literature studies.
Keywords: Location of climbing lane, Speed of Vehicle, Slope
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amadea Elfandari
"ABSTRAK
Pada saat ini keselamatan transportasi jalan telah menjadi masalah global yang bukan hanya semata-mata masalah transportasi saja tetapi sudah menjadi permasalahan sosial kemasyarakatan. Kecelakaan lalulintas merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan jika tidak segera diatasi maka dapat diprediksikan akan menjadi penyebab kematian pada peringkat ke-5 di tahun 2030. Dengan faktor utama yang sangat mempengaruhi angka kecelakaan ini ialah faktor manusia yang memiliki pengaruh sebesar 80-90%, kemudian faktor kedua yang mempengaruhi tingginya angka kecelakaan yaitu faktor jalan dengan kondisi jalan di Indonesia yang masih banyak tidak mengikuti standar desain atau biasa disebut dengan inkonsistensi desain. Faktor jalan ini memiliki pengaruh sebesar sebesar 10-20% . Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis elemen geometrik jalan lurus dan tikungan yang mempengaruhi frekuensi kecelakaan dan menganalisis hubungan antara frekuensi kecelakaan terhadap konsistensi desain geometrik jalan melalui sebuah model. Dengan mengetahui seberapa besar pengaruh konsistensi desain geometrik jalan ini terhadap frekuensi kecelakaan di harapkan dapat digunakan untuk program-program dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang terkait dengan masalah konsistensi geometrik jalan. Model yang diperoleh juga dapat digunakan untuk alat kuantitatif evaluasi dampak konsistensi desain pada keselamatan jalan. Pendekatan regresi poisson dan regresi negatif binomial digunakan untuk pengembangan model. Diperoleh hasil akhir model dengan bentuk eksponensial dan power yang dapat merepresentasikan dampak (kecelakaan lalu lintas) dengan efektif.

ABSTRACT
At present, road transport safety has become a global problem that is not only a matter of transportation but has become a social problem. Traffic accidents are one of the leading causes of death in the world and if they are not addressed immediately, they can be predicted to be the cause of death in the 5th rank in 2030. With the main factor that greatly affects the number of accidents is human factors that have an influence of 80-90 %, then the second factor that affects the high number of accidents is the road factor with road conditions in Indonesia, which are still many that do not follow the design standards or commonly called design inconsistencies. This road factor has an effect of 10-20%. This study aims to analyze the geometric elements of straight roads and bends that affect the frequency of accidents and analyze the relationship between frequency of accidents to the consistency of the geometric design of the road to the through a model. By knowing how much influence the consistency of the geometric design of this road on the frequency of accidents is expected to be used for programs in preventing accidents associated with the problem of geometric consistency of the road. The model obtained can also be used for quantitative tools to evaluate the impact of design consistency on road safety. The Poisson regression approach and binomial negative regression are used for model development. Obtained the final model with exponential and power forms that can effectively represent the impact (traffic accident)."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Bagus Putere Gunada
"Dalam membangun sebuah infrastruktur jalan berupa timbunan terdapat berbagai pilihan desain konstruksi. Untuk menentukan desain konstruksi yang sesuai dilakukan analisis stabilitas struktur dan analisis biaya. Pada penelitian ini, analisis struktur dilakukan dengan melakukan analisis probabilistik yang dipengaruhi oleh ketidakpastian parameter tanah pada konstruksi jalan berupa konstruksi lereng timbunan terbuka dengan sudut kemiringan 34˚ dan 63, konstruksi retaining wall, dan konstruksi pile-slab dengan variasi ketinggian timbunan 3, 6 dan 9 meter. Analisis biaya dilakukan berdasarkan 4 komponen biaya yaitu, biaya akuisisi lahan, biaya konstruksi, biaya rekonstruksi dan biaya kehilangan pendapatan. Biaya akuisisi lahan menjadi faktor penting oleh karena di lingkungan perkotaan biaya akuisisi lahan menjadi sangat mahal. Penentuan keputusan dilakukan dengan analisis probabilistik menggunakan metode Expected Monetary Value (EMV) yang dibagi atas probabilitas konstruksi aman (FS>1) dan probabilitas konstruksi tidak aman (FS<1). Hasil analisis menunjukan EMV terendah setiap ketinggian timbunan dapat berubah sesuai dengan harga biaya akuisisi lahan.

There are various construction design choices in building a road infrastructure. To determine the appropriate construction design, structural stability analysis and cost analysis are considered. In this study, structural analysis is calculated by conducting probabilistic analysis which is influenced by uncertainty
of soil parameters. Construction design choices will be divided into construction design which are open-fill slope of 34˚ and 63, retaining wall structure, and pileslabs structure with variations in heap height of 3, 6 and 9 meters. There are 4 components that is considered in costs analysis, land acquisition costs, construction costs, reconstruction costs and revenue loss costs. Land acquisition costs are an important factor because in urban environments the cost of land acquisition is very expensive. The decision making is done by probabilistic analysis using the Expected Monetary Value (EMV) method which is divided into the probability of safe construction (FS> 1) and the probability of insecure construction (FS <1). The analysis results show the lowest EMV for each heap height can change according to the price of land acquisition costs.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Sugito
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang dampak pembangunan jalan tol Jakarta ?
Cikampek terhadap kehidupan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bekasi dan
Kabupaten Karawang tahun 1980 ? 1998. Dalam penelitian ini, penulis
menggunakan pendekatan sejarah sebagai metode penelitian yang terbagi dalam
empat tahapan antara lain: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses pembangunan jalan tol Jakarta ?
Cikampek terdapat dinamika yang terjadi di masyarakat khususnya mengenai
ganti rugi pembebasan lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan tol
tersebut. Akan tetapi, pembangunan jalan tol juga memberikan dampak ekonomi
terutama dalam meningkatkan sektor industri dan jumlah tenaga kerja bagi
masyarakat di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang yang secara langsung
dilalui pembangunan jalan tol tersebut.

ABSTRACT
This research discusses about the impact development of Jakarta ? Cikampek
Highway again economic life of society in the Bekasi and Karawang regency in
1980 ? 1998. He authors used historical approach as method of research which is
devide into for stages include: Heuristics, Criticism, Interpretation, and
Historiography. The result of this research shows that in the process of
development Jakarta ? Cikampek Highway there are dynamics that occur in the
society, especially regarding land acquisition compensation which is used for the
development that?s Highway. However, the development of Highway also provide
economic impact, especially in the increasing of industrial sector and the number
of workers for the people in Bekasi and Karawang regency which directly passed
by development of that highway.;"
2016
S64796
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arie Arnady
"Pada umumnya, kualitas konstruksi jalan sangat dipengaruhi oleh proses perencanaan, proses pelelangan dan pelaksanaan konstruksi serta pemakaian berbagai macam sumberdaya. Pembangunan bidang konstruksi jalan yang tidak efisien akan mengakibatkan pemborosan, dilain pihak masih terdapat rendahnya kualitas konstruksi jalan. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk melakukan suatu kajian tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya kualitas proyek konstruksi jalan sehingga umur rencana pelayanan jalan tidak tercapai, studi kasus proyek di Provinsi NTT yang ditinjau dari pakar dan stakeholders.
Untuk menjawab dan mengevaluasi apa yang menyebabkan serta bagaimana melakukan treatment terhadap faktor-faktor yang mengakibatkan rendahnya kualitas proyek konstruksi jalan, identifikasi perlu dilakukan melalui metode Risiko, dimana metode ini dipilih untuk dapat melihat peringkat yang mempengaruhi pemilihan faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya kualitas proyek konstruksi jalan dan melalui manajemen risiko yang meliputi faktor-faktor risiko, analisa risiko, evaluasi risiko, dan tindakan mengelola risiko (treatment atau risk response).
Penelitian diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor penyebab, dengan melakukan analisa kualitatif, dengan menganalisis data persepsi yang didapat dari kuisioner dengan responden pakar, stakeholder (kontraktor dan konsultan) serta yang mempunyai pengalaman dalam bidang konstruksi jalan. Dan secara kuantitif dengan mencoba menemukan nilai-nilai realistik terhadap konsekuensi dan menganalisa secara terperinci pengaruh relatif berbagai faktor yang mengarah kepada risiko.

In general, quality of construction of road hardly influenced by planning process, auction process and execution of construction and assorted usage of human recourse. Development of construction area of inefficient road will result extravagance, so that will affect signifikan to the low of quality of construction of road. Therefore, this research haves an eye to does a study about factors having an effect on to the low of quality of project of construction of road so that service plan age of road is not reached, case study project of in Province East Nusa Tenggara evaluated from side expert and stakeholders.
To answer and evaluates what causing and how doing treatment to factors resulting the low of quality of project of construction of road, identification need to be done through risk method, where this method selected to be able to see rank influencing election of factor having an effect on to the low of quality of project of construction of road and through risk management covering risk factors, risk analysis, evaluation of risk, and action manages risk (treatment or risk response).
Research is expected able to know factors cause, by doing qualitative analysis, with perception data analysis gotten from kuisioner with responder expert, stakeholder ( contractor and consultant) and having experience in the field of construction road. And in kuantitif by trying to finds values realistik to consequence and analyses detailedly relative influence various factors leading to risk.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T40661
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Washington DC : American Association of State Highway and Transportation Officials, 1973
625.7 AME p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rifna Sabila Rizqi
"Pengadaan secara elektronik (e-procurement) merupakan salah satu penerapan bentuk penerapan e-government. Berkembangnya proses e-procurement secara konsisten dan berkesinambungan diharapkan mampu mengatasi kelemahan yang terjadi dalam pengadaan. Salah satunya melalui penerapan e-purchasing khususnya pada kurun waktu lima tahun terakhir. Peningkatan pelaksanaan e-purchasing terjadi di Jawa Tengah, khususnya pada paket pekerjaan konstruksi jalan. Dengan adanya peningkatan tersebut, maka diperlukan evaluasi pelaksanaan pengadaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh pada kinerja pengadaan serta memberikan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pengadaan. Berdasarkan kedua hal tersebut kemudian dilakukan penyusunan evaluasi yang dapat diterapkan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat empat faktor dominan yang berpengaruh pada kinerja pengadaan yaitu, karakteristik proyek, pengalaman penyedia, penentuan pemenang dan negosiasi, serta pelaksanaan proyek dan masa pemeliharaan. Selain itu, rekomendasi yang diberikan untuk meningkat kinerja pengadaan adalah penyusunan evaluasi pengadaan dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP). SOP tersebut merupakan upaya evaluasi yang mencakup seluruh siklus proyek mulai dari perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, dan penutupan proyek.

Electronic procurement (e-procurement) represents one form of e-government implementation. The development of e-procurement processes is expected to overcome the weaknesses in procurement, including the implementation of epurchasing, which has been particularly prevalent in the last five years. The implementation of e-purchasing has been increased in Central Java, particularly in 
road construction work packages. With this increase, it is necessary to evaluate the implementation of procurement. The objective of this study is to identify the factors that affect procurement performance and to provide recommendations for improving procurement performance. Based on these two objectives, an evaluation document is prepared. This study's results indicate that four factors significantly affect procurement performance: project characteristics, provider experience, winner determination and negotiations, and project implementation and maintenance period. Furthermore, the recommendation for improving procurement performance is preparing a procurement evaluation in the form of Standard Operating Procedures (SOP). The SOP is an evaluation effort that covers the entire project cycle, from planning, procurement, implementation, and project closure."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armansjah
"Prasarana jalan umum, termasuk ruas utama jalan lokal di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, merupakan barang publik (public goods) yang harus tetap berlangsung (viable) untuk menjaga produktivitas dan sustainabilitas perkembangan wilayah tersebut. Pada saat ini, pembangunan ruas utama jalan lokal tersebut bermasalah karena keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, disamping kurangnya keterlibatan para stakeholder lainnya.
Penelitian yang merupakan studi kasus ini, bertujuan untuk menggali partisipasi aktif para stakeholder dalam pembangunan ruas utama jalan lokal tersebut. Tahapan dalam proses pembangunan prasarana jalan umum disimulasikan dengan peran masing-masing stakeholder pada setiap tahapan dalam kondisi saat ini. Menilai dan menganalisis dampak-dampak, utamanya yang negatif sebagai kelemahan (weakness), yang akan menjadi rumusan sasaran-sasaran (targets) dalam membangun kapasitas dan membangkitkan ketertarikan, sebagai dasar strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi para stakeholder dalam pembangunan ruas utama jalan lokal tersebut.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kemampuan tahunan pemerintah daerah dalam anggaran pembangunan prasarana jalan umum hanya mencapai kurang lebih setengahnya saja. Keterlibatan para stakeholder dalam pentahapan pembangunan ruas utama jalan lokal tersebut, masih di dominasi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Proses penganggaran pembangunan daerah belum mengakomodasikan keterlibatan para stakeholder, sehingga partisipasi masyarakat lokal dan swasta masih rendah.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi peningkatan partisipasi dalam pembangunan ruas utama jalan lokal tersebut, dilakukan dengan membangun kapasitas dan membangkitkan ketertarikan masing-masing stakeholder. Peningkatan partisipasi pemerintah daerah, lebih ditujukan kepada pengembangan kapasitas dalam 3 (tiga) dimensi: sistim, entitas, dan individu. Peningkatan partisipasi swasta, dilakukan melalui beberapa pra-kondisi yang menyangkut aspek ekonomi, sebagai kompensasi tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam kontribusinya. Peningkatan partisipasi masyarakat dilakukan melalui prosedur yang sistimatis dan menerus, mengikuti pentahapan pembangunan prasarana jalan umum, didampingi pihak kredibel sebagai katalisator pembangunan, yang membantu memberdayakan masyarakat agar tidak kehilangan momentum pembangunannya. Peningkatan partisipasi stakeholder harus dilakukan dalam suatu proses koordinasi bersama-sama, karena satu dengan lainnya saling berhubungan dan saling ketergantungan (interdependence).
Untuk ke depan, proses penganggaran pembangunan prasarana jalan umum, sebaiknya di dasari Program Jangka Menengah (PJM). Beberapa hal yang menjadi aturan dasar dalam aspek penganggaran pembangunan sebelumnya, harus mendapat fleksibilitas untuk dievaluasi kembali secara sistimatis agar dapat mendorong partisipasi masyarakat dan swasta. Pembangunan prasarana jalan umum sebaiknya juga dilakukan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dengan wilayah sekitarnya_ Dalam pandangan pembangunan yang lebih luas, peran stakeholder-stakeholder yang lainpun dan masih berhubungan, dapat turut serta membantu keberlangsungan prasarana jalan umum.

Stakeholders Participation in Public Road Development (Case Study: Main Internodes of Local Road in Tigaraksa Sub district, Tangerang Regency)Public road, inclusive of main internodes of local road in Tigaraksa Sub district, Tangerang Regency, representing public goods which must remain to viable to take care of productivity and sustainability of the regional growth. At the moment, development of main internodes of the local road a period of because limitation of Governmental budget of Tangerang Regency, beside the lack of involvement of all other stakeholder.
Research representing this case study, aim to explore active stakeholders? participation in main internodes development of the local road. Step in course of public road development is simulation with role of each stakeholder in each step in a condition of this time. Assessing and analyzing impacts, the core important which are negative as weakness, to become targets formula in capacities develop and interest awaken, as strategy base which must be conducted to increase participate of all stakeholder in main internodes of the local road development.
Result of research show that annual ability of local government in public road development budget only reaches more or less just the half. Stakeholders Involvement in main internodes of the local road development phasing, still in domination by Tangerang Regency Government. Process area development budgeting not yet accommodated involvement of all stakeholders, so that participate local society and the private sector still lower.
Conclusion from this research is that strategy of participation improvement in main internodes of the local road development, conducted by capacities develops and interest awakens of each stakeholder. Improvement of local government participation, more addressed to development of capacities in three dimensions: systems, entities, and individual. Improvement of private sector participation, conducted through some preconditions which is concerning economic aspect, as compensation of environmental and social responsibility in their contribution. Improvement of local society participation conducted through systematic and continuum procedure, following phasing of public road development. Consorted by credible party as development catalyst, assisting local society powered in order not to loss of development momentum. Improvement of stakeholders participation must be done in co-ordinate process, because one another interact and interdependence.
To forwards, budgeting process of public road development, better be constituted by Mid-Term Program (Program Jangka Menengah-PJM). Several things becoming elementary order in budgeting aspect of previous development have to get flexibility to be re-evaluated by systematic in order to push local society and the private sector participation. Public road development is also better conducted with more integrated approach regionally. In the eyes of broader development, role of other stakeholders which still correlate, earn to have a share to assist taking place of public road."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T 11387
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aziz Nurfil`ard
"Di Indonesia, rasio pertumbuhan penduduk per tahun rata-rata sebesar 1 persen, dengan jumlah saat ini sebanyak 280 juta orang. Data dari PUPR menyebutkan angka kebutuhan rumah di Indonesia sebesar 12,7 juta unit yang berpotensi tumbuh seiring dengan hadirnya 700 sampai 800 ribu rumah tangga baru setiap tahunnya. Permen PUPR No. 11 tahun 2008 menyebutkan kewajiban developer menyediakan infrastruktur di kawasan perumahan. Setiap developer diwajibkan membuat infrastruktur yang memenuhi standar-standar teknis yang ditetapkan dan aspek keinsinyuran. Bagi pengguna, infrastruktur harus aman dan nyaman, sedangkan bagi perusahaan harus efisien dan direncanakan dengan baik sampai dengan pemeliharannya sehingga umur pemakaian sesuai dengan umur rencana. Hasil Aspek keinsinyuran kode etik insinyur dan profesionalisme sudah diperhatikan dan dijalankan dengan baik pada perencanaan infrastruktur jalan dan drainase real estate proyek bogor city. Bahaya dan risiko Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkngan (K3L) dapat diidentifikasi dan dapat dicegah dengan tindakan prefentif dan mitigative.

In Indonesia, the population growth ratio per year averages 1 percent, with a current number of 280 million people. Data from PUPR states that the number of housing needs in Indonesia is 12.7 million units, which has the potential to grow along with the presence of 700 to 800 thousand new households every year. PUPR Regulation No. 11 of 2008 states the obligation of developers to provide infrastructure in residential areas. Each developer is required to create infrastructure that meets the established technical standards and engineering aspects. For users, the infrastructure must be safe and comfortable, while for the company it must be efficient and well planned until its maintenance so that the service life is in accordance with the life of the plan. The results of the engineering aspects of the engineer's code of ethics and professionalism have been considered and carried out properly in the planning of road infrastructure and drainage of the Bogor City project. Hazards and risks of Safety, Occupational Health, and Environment (K3L) can be identified and can be prevented with preventive and mitigative measures. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sijabat, Boma Stork
"Pada konstruksi jalan tol ataupun jalan raya, sering sekali para kontraktor mengalami kerugian yang cukup besar. Terutama kontraktor yang melakukan proses konstruksi pada daerah yang jauh dari sumber bahan baku (agregat) yang siap pakai. Oleh sebab itu, dengan suatu pertimbangan maka kontraktor terpaksa mendirikan tempat pengolahan batu yang bersumber dari alam (quarry) berupa batu masif, dengan menggunakan alat pemecah batu (crushing plant). Namun pada kenyataannya proses pengolahan dari penentuan lokasi material asli (raw material) sampai menjadi material (agregat) yang siap pakai tidak optimal dan efisien sehingga menambah beban biaya konstruksi jalan tersebut. Dikarenakan kegagalan dalam menentukan berapa volume yang akan dimasukkan ke dalam setiap alat crushing plant sehingga volume yang dihasilkan lebih besar dari volume pekerjaan (sisa maksimum) atau lebih besar dari yang dibutuhkan. Metodologi penelitian yang dipakai penulis adalah dengan pendekatan studi kasus pada salah satu proyek perkerasan jalan lentur di kota Tulang Bawang Lampung. Dimana hasil yang didapatkan adalah suatu formula yang menggambarkan hubungan antara settingan alat crushing plant dengan volume pekerjaan sehingga menghasilkan material agregat yang sesuai dengan volume pekerjaan, ditinjau dari volume yang masuk pada alat tersebut. Dengan melakukan kajian terhadap settingan pada setiap alat crushing plant maka akan memberikan hasil yang sesuai dengan kebutuhan agregat sehingga mendapatkan sisa material agregat yang optimum.

In free way or high way the contractor often get defisit. Mainly for the contractor who did the consruction prosess in the site far away from the source of agregat. Inspite of that by considering it, the contractor build the stone crusher from nature we called quarry with used the crushing plant. But in reality, the prosess from the chosen location of raw material until it become agregat is not optimal and effisien, so that increasing the cost of construction. Because of the failure in decide quantity of volume of material to use in the crushing plant machine, so the output is bigger than volume of the used material. The method of this research is by the study case approach on the one of flexible pavement project in Tulang Bawang Lampung. The result of this research is the formula which figure out of the relation between crushing plant machine setting and the volume of job, by controling the income volume to the machine."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S35168
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>