Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 64413 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aida Nadia
"Penyebab kematian paling signifikan di dunia (lebih dari 50%) diakibatkan dari stres oksidatif yang berkontribusi terhadap perkembangan banyak penyakit. Oleh karena itu, untuk melawan efek tersebut, dapat digunakan zat antioksidan. Zat antioksidan merupakan salah satu bioaktivitas yang dimiliki oleh senyawa heterosiklik (berbasis tiazolidindion). Pada penelitian ini, telah berhasil disintesis senyawa 4H-tiopiran melalui reaksi thia-Diels-Alder antara 1,4-naftokuinon dengan tiokalkon. Senyawa tiokalkon disintesis dari Lawesson’s Reagent (LR) dengan kalkon melalui reaksi thionation. Senyawa kalkon disintesis melalui reaksi kondensasi Claisen-Schmidt dari senyawa berbasis tiazolidindion dengan aldehida aromatik (tereftalaldehida), yang divariasikan dengan keton (asetofenon dan 2-asetil piridin) dengan bantuan katalis hijau nanopartikel magnetik CoFe2O4. Senyawa kalkon pada kondisi optimal menghasilkan rendemen sebesar 62,26%, dengan menggunakan sejumlah 5 mol% katalis dalam etanol pada kondisi refluks selama 2 jam. Aktivitas katalitik pada katalis nanopartikel magnetik ini dapat digunakan secara berulang hingga 5 siklus, tanpa kehilangan hasil yang signifikan. Senyawa akhir 4H-tiopiran menghasilkan rendemen sebesar 50,24% (variasi asetofenon) dan 48,96% (variasi 2-asetil piridin). Nanopartikel magnetik CoFe2O4 disintesis melalui metode green synthesis menggunakan ekstrak kulit petai sebagai agen penghidrolisis dan penstabil. Nanopartikel ini dikarakterisasi dengan FTIR, XRD, VSM, UV-DRS, FESEM, EDX, TEM, SAED, dan HR-TEM. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa CoFe2O4 yang disintesis memiliki ukuran nanopartikel serta sifat magnetik, optik, dan elektrikal. Hasil analisis karakterisasi XRD mengonfirmasi struktur kristalnya berbentuk kubik, dengan rata-rata ukuran kristalit 8,94 nm. Hasil analisis VSM dengan nilai Ms (41 emu/g), Mr (8 emu/g), dan Hc (693 Oe) mengonfirmasi sifat magnetiknya. Hasil analisis UV-DRS menunjukkan sifat optik dan elektrikal, dengan nilai celah pita sekitar 1,4 eV. Hasil pencitraan TEM menunjukkan bahwa morfologi nanopartikel magnetik CoFe2O4 berbentuk kubik, dengan rata-rata ukuran distribusi partikel 37,67 nm. Senyawa organik hasil sintesis juga diuji aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH dan parameter BDE. Senyawa 4H-tiopiran (variasi 2-asetil piridin) menunjukkan aktivitas antioksidan terkuat dengan nilai IC50 sebesar 90,80 μg/mL (kategori kuat). Hal ini juga didukung oleh nilai parameter BDE yang rendah pada gugus C-H dari benzo[g]tiokromena (74,0 kkal/mol) dan piridin (105,1 kkal/mol).

The most significant cause of death in the world (more than 50%) results from oxidative stress which contributes to the development of many diseases. Therefore, to counter these effects, antioxidant substances can be used. Antioxidant substances are one of the bioactivities possessed by heterocyclic compounds (thiazolidinedione-based). In this study, the compound 4H-thiopyran has been successfully synthesized through the thia-Diels-Alder reaction between 1,4-naphthoquinone and thiochalcone. A thiochalcone compound was synthesized from Lawesson's reagent (LR) with chalcone through a thionation reaction. Chalcone compounds were synthesized via Claisen-Schmidt condensation reactions of thiazolidinedione-based compounds with aromatic aldehydes (terephthalaldehyde), which were varied with ketones (acetophenone and 2-acetyl pyridine) with the help of CoFe2O4 magnetic nanoparticle green catalysts. The chalcone compound at optimal conditions produced a yield of 62.26% using of 5 mol% catalyst amount in ethanol under reflux conditions for 2 h. The catalytic activity of this magnetic nanoparticle catalyst can be used repeatedly, up to 5 cycles, without significant yield loss. The final compound 4H-thiopyran produced yields of 50.24% (acetophenone variation) and 48.96% (2-acetyl pyridine variation). CoFe2O4 magnetic nanoparticles were synthesized via the green synthesis method using petai peel extract as a hydrolyzing and capping agent. These nanoparticles were characterized by FTIR, XRD, VSM, UV-DRS, FESEM, EDX, TEM, SAED, and HR-TEM. The characterization results show that the synthesized CoFe2O4 has nanoparticle size as well as magnetic, optical, and electrical properties. The XRD characterization analysis results confirmed the cubic crystal structure, with an average crystallite size of 8.94 nm. Magnetic properties were confirmed through VSM analysis results with Ms (41 emu/g), Mr (8 emu/g), and Hc (693 Oe) values. UV-DRS analysis results showed optical and electrical properties, with a band gap value of about 1.4 eV. The TEM imaging results reveal that the morphology of the CoFe2O4 magnetic nanoparticles is cubic, with an average particle distribution size of 37.67 nm. The synthesized organic compounds were also tested for antioxidant activity using the DPPH method and BDE parameters. The 4H-thiopyran compound (2-acetyl pyridine variation) showed the strongest antioxidant activity with an IC50 value of 90.80 μg/mL (strong category). This is also supported by the low value of BDE parameters on the C-H group of benzo[g]thiochromene (74.0 kcal/mol) and pyridine (105.1 kcal/mol)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Irdianti Putri
"Senyawa turunan tiopiran memiliki aktivitas biologis yang luas seperti antimikroba, antikanker, dan antioksidan. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis senyawa turunan 4H-tiopiran melalui reaksi thia-diels – Alder antara maleat anhidrida dengan senyawa intermediet tiokalkon dari variasi bahan awal aldehida aromatik (benzaldehida dan 4-metoksibenzaldehida) dan keton aromatik (asetofenon dan 2-asetilpiridin) dengan adanya katalis nanokomposit CeO2-ZnO. Nanokomposit CeO2- ZnO yang digunakan disintesis melalui metode green synthesis dari ekstrak kulit jengkol (Archidendron pauciflorum). Spektrum XRD mengkonfirmasi nanokomposit CeO2-ZnO yang disintesis memiliki ukuran kristal sebesar ~45,71 nm yang dihitung melalui persamaan Debye-Scherer. Sintesis senyawa turunan 4H-tiopiran dilakukan pada kondisi optimum menggunakan katalis nanokomposit CeO2- ZnO sebesar 5 mol% dan aktivitas antioksidannya ditentukan dari nilai IC50. Pada penelitian ini dihasilkan senyawa 4H-tiopiran berbasis benzaldehida dan asetofenon dengan persen rendemen sebesar 73,44% dan nilai IC50 sebesar 211,9 ppm, senyawa 4H- tiopiran berbasis benzaldehida dan 2-asetilpiridin dengan persen rendemen sebesar 61,56% dan nilai IC50 sebesar 199,23 ppm, 4H-tiopiran berbasis 4- metiksibenzaldehida dan asetofenon dengan persen rendemen sebesar 86,85% dan nilai IC50 sebesar 131,38 ppm, dan 4H-tiopiran berbasis 4- metoksibenzaldehida dan 2-asetilpiridin dengan persen rendemen sebesar 76,75% dan nilai IC50 sebesar 118,29 ppm.

Thiopyran derivative compunds have a wide range of biological activities, including antibacterial, anticancer, and antioxidant properties. The thia-diels - alder reaction between maleic anhydride and thiochalcone intermediates from various starting materials of aromatic aldehydes (benzaldehyde and 4-methoxybenzaldehyde) and aromatic ketones (acetophenone and 2-acetylpyridine) in the presence of CeO2- ZnO nanocomposite catalyst was used in this study to synthesize 4H-thiopyran derivatives. The green synthesis approach was employed to create the CeO2- ZnO nanocomposite from jengkol peel extract (Archidendron pauciflorum). The XRD spectrum indicated that the crystal size of the produced CeO2-ZnO nanocomposite was 45.71 nm, as calculated by the Debye-Scherer equation. The 4H-thiopyran derivatives were synthesized under optimal circumstances using a 5 mol% CeO2-ZnO nanocomposite catalyst, and the antioxidant activity was calculated using the IC50 value. In this study, 4H- thiopyran based on benzaldehyde and acetophenone was produced with a yield of 73.44% and an IC50 value of 211,9 ppm, 4H-thiopyran based on benzaldehyde and 2-acetylpyridine with a yield of 61.56 % and an IC50 value of 199.23 ppm, 4H-thiopyran based on 4-methoxybenzaldehyde and acetophenone with a yield of 86.85% and an IC50 value of 131,38 ppm, and 4H- thiopyran based on 4-methoxybenzaldehyde and 2-acetylpyridine with a yield of 76.75% and an IC50 value of 118.29 ppm."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nuraini Pahlawati Aziza
"ABSTRAK
Tahap awal penelitian dimulai dari pembuatan Katalis Na-ACE dari cangkang telur ayam yang diaktivasi dengan cara kalsinasi dalam suhu 950oC dan menghasilkan bubuk putih yang merupakan ACE (Activated Chicken Eggshell). ACE diimpregnasi logam Na dengan menggunakan prekursor NaOH 3% sehingga menghasilkan Na-ACE yang memiliki kebasaan lebih besar dibandingkan dengan ACE. ACE dan Na-ACE dikarakterisasi menggunakan FTIR, EDAX dan XRD serta uji kebasaan dengan metode titrasi. Na-ACE yang telah berhasil disintesis digunakan untuk sintesis chalcone yang merupakan intermediet senyawa pirazolin. Senyawa chalcone disintesis melalui mekanisme reaksi kondensasi aldol silang dengan menggunakan starting material 2-Hidroksi Asetofenon dan 2-Hidroksi Benzaldehid yang menghasilkan rendemen terbesar yaitu 84.03% pada kondisi optimum pada Suhu 60oC, selama 3 Jam dengan katalis 15%. Senyawa chalcone hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR, UV-VIS dan LCMS. Sintesis senyawa pirazolin menggunakan senyawa chalcone hasil sintesis sebelumnya dengan hidrazin hidrat dengan perbandingan 1 : 4 yang akan menghasilkan rendemen terbesar pada kondisi optimum 4 jam reaksi, suhu 80oC dan 20% katalis dengan rendemen sebesar 62,98%. Senyawa pirazolin hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR, UV-VIS, dan LCMS. Senyawa chalcone dan pirazolin diuji antioksidan menggunakan DPPH dan didapatkan % inhibisi chalcone sekitar 41% pada konsentrasi chalcone sebesar 1000 ppm sedangkan % inhibisi pada pirazolin sebesar 84% pada konsentrasi pirazolin sebesar 125 ppm.

ABSTRACT
This Research was generated with the synthesis of catalyst Na-ACE from chicken egg shells, activated calcination in temperature of 950oC and will produced a white powder of ACE (Activated Chicken Eggshell). ACE was impregnated by Na metal using NaOH 3% solution as a precursor to produce Na-ACE which has a higher basicity than ACE. ACE and Na-ACE catalyst were characterized by FTIR, XRD and EDAX and for the bacisity test, titration method was used. The catalys of Na-ACE were used for synthesizing chalcone compound as intermediet material of pirazoline synthesis.Chalcone compound was synthesized through cross aldol condensation by reacting two starting materials, 2-hidroksi asetofenon, 2-hidroksi benzaldehid yield of 84,03% at the optimum condition 60oC, 3 hours and 15% catalys weight.this synthesized chalcone compound were characterized using FTIR, UV-VIS, and LCMS. The next step was synthesis pirazoline compound using chalcone and hidrazin hidrat with ratio of 1:4 and produced the greatest yield (62,98%) in the optimum conditionwhich are 4 hours reaction time, temperature of 80oC and 20% catalys weight. Pirazoline compound were characterized using FTIR, UV-VIS, and LCMS. Finally, both of chalcone and pirazoline compound were antioxidant tested using DPPH and resulted around 41% of inhibition of 1000 ppm for chalcone, and 84% inhibition of 125 ppm for pirazoline."
2017
S69955
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Mubardiani
"ABSTRAK
Senyawa turunan imidazol telah berhasil disintesis melalui reaksi multi komponen satu pot menggunakan benzil, aromatik aldehid sinamaldehida, benzaldehida dan 4-hidroksibenzaldehida , amina primer dan amonium asetat dengan menggunakankan katalis heterogen CoFe2O4 berbasis magnetik. Katalis CoFe2O4 dikarakterisasi dengan menggunakan SEM-EDX, PSA, XRD dan Spektrofotometer FTIR. Hasil produk turunan senyawa imidazol adalah 33,39-64,17 dalam bentuk kristal kuning. Kondisi optimum reaksi adalah pada suhu 80 C refluks selama 4 jam dengan etanol sebagai pelarut dan 7,5 mol jumlah katalis. Karakterisasi produk senyawa telah dikonfirmasi dengan KLT, Spektrofotometer UV-Vis, FTIR, dan GC-MS. Pada senyawa turunan imidazol terbukti memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 65,84, 26,02, dan 35,92 ppm.

ABSTRACT
The imidazole derivative compounds have been synthesized through the multi component reaction of one pot using benzyl, aromatic aldehydes cinamaldehyde, benzaldehyde and 4 hydroxybenzaldehyde , primary amine and ammonium acetate by using magnetic heterogeneous CoFe2O4 catalyst. The results of the CoFe2O4 catalyst were characterized using SEM EDX, PSA, XRD and FTIR spectroscopy. The result product of imidazole compound is 33,39 64,17 in the form yellow crystal. The optimum condition of the reaction is at 80 C reflux for 4 hours with ethanol as the solvent and 7,5 mole of catalyst. Characterization of products is using TLC, UV Vis Spectrophotometer, FTIR, and GC MS. Imidazole derivative compounds proved to have antioxidant activity with IC50 of 65,84, 26,02, and 35,92 ppm."
2017
S69802
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yosephine Liliana Intan Danar Saputri
"Isatin (1H-indole-2,3-dione) merupakan senyawa heterosiklis alami yang diekstraksi dari berbagai tumbuhan dan memiliki aktifitas biologi sebagai agen antikanker. Chalcone dengan penambahan beberapa gugus fungsional (hydroxyl, carboxyl, phenyl, etc) memungkinkan menjadi template yang berguna bagi pengembangan agen antikanker yang baru. Seiring perkembangan jaman, isatin dan chalcone sudah sering dimanfaatkan sebagai prekursor dalam pembuatan obat-obatan antikanker, bahkan dalam proses pembuatannya menggunakan teknologi bersifat nano yang jauh lebih efisien dan efektif. Dalam penelitian ini, kami telah mensintesis nanopartikel Cu/NiO dengan metode sol-gel yang melibatkan ekstrak daun Annona muricata L. Nanopartikel Cu/NiO digunakan sebagai katalis untuk sintesis isatin-based chalcone dan senyawa ini akan diaplikasikan sebagai agen antikanker terhadap sel kanker MCF-7. Nanopartikel Cu/NiO yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan FT-IR, XRD, FESEM-EDS. Menurut hasil karakterisasi, ukuran kristal untuk nanopartikel Cu/NiO sebesar 5,4566 nm dan ukuran partikel sebesar 25,081 ± 8,422 nm dengan bentuk bulat tidak beraturan. Sintesis senyawa isatin-based chalcone melalui metode refluks mengikuti mekanisme reaksi kondensasi claisen schmidt menggunakan 5% mmol nanopartikel Cu/NiO menghasilkan yield untuk masing-masing produk sebesar 50% (produk 1), 32,37% (produk 2), 24,29% (produk 3), 32,35% (produk 4), 50.86% (produk 5), dan 69.88% (produk 6). Efektivitas keenam produk terhadap sel kanker MCF-7 terlihat dari nilai IC50 sebagai berikut Produk 1 (IC50 = 0,00157 μg/ml), Produk 2 (IC50 = 100,897 μg/ml), Produk 3 (IC50 = 81,991 μg/ml), Produk 4 (IC50 = 8107,54 μg/ml), Produk 5 (IC50 = 77,9291 μg/ml), Produk 6 (IC50 = 25,4521 μg/ml). Berdasarkan nilai IC50 yang diperoleh menunjukkan bahwa Produk 1 dan Produk 6 memiliki aktivitas yang kuat jika dibandingkan dengan Produk 3 dan Produk 5 yang kemampuan aktivitasnya termasuk sedang. Namun, produk 2 dan produk 4 tidak memiliki aktivitas antikanker terhadap sel kanker MCF-7.

Isatin (1H-indole-2,3-dione) is a natural heterocyclic compound extracted from various plants and has biological activity as an anticancer agent. Chalcones with the addition of several functional groups (hydroxyl, carboxyl, phenyl, etc.) may become useful templates for the development of new anticancer agents. Along with the times, isatin and chalcone have often been used as precursors in the manufacture of anticancer drugs, even in the manufacturing process using nanotechnology which is much more efficient and effective. In this study, we have synthesized Cu/NiO nanoparticles using the sol-gel method involving Annona muricata L leaf extract. Cu/NiO nanoparticles are used as catalysts for the synthesis of isatin-based chalcone and these compounds will be applied as anticancer agents against MCF-cancer cells. 7. The Cu/NiO nanoparticles obtained were characterized using FT-IR, XRD, FESEM-EDS. According to the characterization results, the crystal size for Cu/NiO nanoparticles was 5.4566 nm and the particle size was 25.081 ± 8.422 nm with irregular spherical shapes. The synthesis of isatin based on chalcone using the reflux method refers to the Claisen Schmidt condensation reaction using 5% mmol Cu/NiO nanoparticles resulting in yields for each product of 50% (product 1), 32.37% (product 2), 24.29% (product 3), 32.35% (product 4), 50.86% (product 5), and 69.88% (product 6). The effectiveness of the six products against MCF-7 cancer cells can be seen from the IC50 values as follows Product 1 (IC50 = 0.00157 μg/ml), Product 2 (IC50 = 100.897 μg/ml), Product 3 (IC50 = 81.991 μg/ml), Product 4 (IC50 = 8107.54 μg/ml), Product 5 (IC50 = 77.9291 μg/ml), Product 6 (IC50 = 25.4521 μg/ml). Based on the IC50 value obtained, it shows that Product 1 and Product 6 have strong activity when compared to Product 3 and Product 5, which have moderate activity capabilities. However, product 2 and product 4 did not have anticancer activity against MCF-7 cancer cells."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bellatania Nurcahyani
"Senyawa kalkon telah digunakan sebagai bahan awal yang penting dalam mensintesis senyawa spiro heterosiklik dan memiliki aktivitas biologi yang luas termasuk antioksidan. Pada penelitian ini akan dilakukan sintesis senyawa spiro-L-prolin-isatin-kalkon berbasis kalkon melalui reaksi sikloadisi 1,3-dipolar. Senyawa isatin dikondensasi dengan sejumlah derivatif α-asam amino yaitu prolin dalam medium metanol/air, membentuk senyawa yang disebut azometinilida. Senyawa keton aril disintesis dengan pembentukan anti-azometin dengan direaksikan senyawa asetofenon dengan variasi senyawa aldehida aromatik yaitu benzaldehida, 2-hidroksibenzaldehida, 4-metoksibenzaldehida, sinamaldehida, dan furfuraldehida untuk masing-masing senyawa heterosiklik spiro 1, 2, 3, 4, dan 5. Senyawa yang diperoleh akan dikarakterisasi strukturnya menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS). Didapatkan senyawa heterosiklik spiro 1, 2, 3, 4, dan 5 dengan persen yield masing-masing sebesar 53,89%, 26,53%, 44,04%, 97,65%, dan 76,60%. Senyawa spiro-L-prolin-isatin-kalkon yang dihasilkan akan diuji aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil). Hasil uji menunjukkan nilai IC50 untuk senyawa heterosiklik spiro 1, 2, 3, 4, dan 5 masing-masing sebesar 164,24 ppm, 82,59 ppm, 93,28 ppm, 190,76 ppm, dan 107,36 ppm.

Chalcone compounds have been used as important starting materials in the synthesis of spiro heterocyclic compounds and had broad biological activities including antioxidants. In this research, the synthesis of the chalcone-based spiro-L-proline-isatin-chalcone compound will be carried out via a 1,3-dipolar cycloaddition reaction. The isatin compound is condensed with a number of α-amino acid derivatives, namely proline, in a methanol/water medium, forming a compound called azometinilide. Aryl ketone compounds are synthesized by forming anti-azomethine by reacting the acetophenone compound with a variety of aromatic aldehyde compounds, namely benzaldehyde, 2-hydroxybenzaldehyde, 4-methoxybenzaldehyde, cinnamaldehyde, and furfuraldehyde for each spiro heterocyclic compound 1, 2, 3, 4, and 5. The structure obtained will be characterized using Thin Layer Chromatography (TLC), Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS). Spiro heterocyclic compounds 1, 2, 3, 4, and 5 were obtained with yield percentages of 53.89%, 26.53%, 44.04%, 97.65%, and 76.60%, respectively. The resulting spiro-L-proline-isatin-chalcone compound will be tested for its antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl) method. The test results show that the IC50 values for spiro heterocyclic compounds 1, 2, 3, 4, and 5 were 164,24 ppm, 82,59 ppm, 93,28 ppm, 190,76 ppm, dan 107,36 ppm."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Afriani
"Penelitian terhadap sintesis nanopartikel magnetik menggunakan biologi sebagai agen pereduksi cukup pesat dikembangkan, menimbang proses ny yang ramah lingkungan dan dapat meminimalisir penggunaan produk kimia berbahaya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan esktrak daun Matoa Pometia pinnata. Parameter proses seperti pH larutan menjadi pertimbangan dalam proses pembentukan nanopartikel magnetik sehingga dilakukan variasi dengan waktu penambahan NaOH. Berhasilnya proses biosintesis nanopartikel magnetik dapat terlihat dari perubahan warna larutan serta terdapatnya partikel yang tertarik saat didekatkan dengan magnet.
Karakterisasi sifat optik yang dihasilkan dari proses biosintesis dipelajari menggunakan UV-Vis, lalu karakterisasi nanopartikel dipelajari menggunakan TEM, PSA, XRD, dan TGA. Ukuran nanopartikel berkisar 5-50 nm dan beraglomerasi, fasa magnetik yang terbentuk yaitu Fe3O4. Dari semua hasil karakterisasi tersebut memperlihatkan bahwa penambahan NaOH berpengaruh terhadap pembentukan morfologi nanopartikel magnetik. Selain itu variasi waktu pada penambahan NaOH akan mempengaruhi kristalinitas pada nanopartikel magnetik.

Research on the synthesis of magnetic nanoparticles using biology as reducing agents is a fairly rapid method developed, weighing the process of being environmentally friendly and able to minimize the use of hazardous chemical products. The study was conducted using Matoa leaves extract Pometia pinnata. Process parameters such as solution pH is considered in the process of forming magnetic nanoparticles so that they are varied with the time of addition of NaOH. The success of the biosynthesis of magnetic nanoparticles can be seen from the color changes in the solution and the presence of particles attracted when held close to magnet.
The characterization of the optical properties resulting from the biosynthesis process was studied using UV Vis, then the nanoparticle characterization was studied using TEM, PSA, XRD, and TGA. The size of nanoparticles ranged from 5 50 nm and aglomerated, the magnetic phase formed is Fe3O4. Of all the characterization results showed that the addition of NaOH influenced the morphology of magnetic nanoparticles. In addition, the time variation in the addition of NaOH will influence crystallinity in magnetic nanoparticles.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S68250
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puteri Salsabila
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mensintesis turunan pirazol melalui reaksi multikomponen mengggunakan prekursor etil asetoasetat, phenyl hidrazin, dan turunan aldehid sinamaldehida, benzaldehida, dan 4-hidroksi-benzaldehida, dengan bantuan katalis magnetik Fe@SiO2Sm. Katalis yang digunakan merupakan katalis heterogen reusable, efisien, serta ramah lingkungan. Katalis tersebut diharapkan dapat mendukung proses sintesis turunan pirazol dengan efektif. Optimasi kondisi dalam sintesis turunan pirazol akan dilakukan terhadap jumlah katalis, waktu reaksi, serta pelarut, sehingga akan didapatkan Yield pada kondisi optimum produk. Dari percobaan yang dilakukan didapatkan Yield sebesar 60,59. kemudian akan divariasikan terhadap jenis katalis dan juga turunan aldehid. Penggunaan ulang katalis Fe@SiO2Sm dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan reaksi sintesis dan menunjukkan aktivitas katalitik yang baik. Adapun terhadap turunan pirazol dilakukan uji bioaktivitasnya sebagai antioksidan dan menghasilkan nilai IC50 sebesar 1,19 ppm.

ABSTRACT
This research aims to synthesize pyrazole derivatives through multicomponent reactions using ethyl acetoacetate, phenyl hydrazine, and aldehyde derivatives sinamaldehyde, benzaldehyde and 4 hydroxy benzaldehyde, supported by Fe SiO2Sm magnetic catalyst. The catalyst used is a heterogeneous catalyst which is an environmentally friendly catalyst. The catalyst is expected to support the synthesis process of pyrazol derivatives effectively because of its nature as a heterogeneous catalyst that can be easily and reusable. Optimization of conditions in this synthesis will be carried out on the amount of catalyst, reaction time, and solvent. Then, it will then be varied by the type of catalyst and also the aldehyde derivative. The pyrazole derivative will be tested for its bioactivity as an antioxidant because it has the antidote of free radicals radical scavengers. Yield earned on the mainf product is 60,65 within 1,19 ppm as an IC50. "
2017
S68755
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Heru Darmaga Putra
"ABSTRAK
Nanopartikel Au (AuNP) dan nanopartikel Ag (AgNP) telah berhasil disintesis menggunakan ekstrak kulit buah naga merah (EKBN) atau Hylocereus polyrhizus dalam fraksi air. Uji fitokimia EKBN fraksi air teridentifikasi adanya polifenol dan flavonoid yang berfungsi sebagai pereduksi dan penstabil nanopartikel logam. Sintesis nanopartikel logam tersebut optimum pada konsentrasi EKBN 1,91 x 10-3 % (w/v). AuNP@EKBN dan AgNP@EKBN masing-masing stabil selama 21 dan 7 hari. AuNP@EKBN dan AgNP@EKBN dikarakterisasi dengan Fourier Tranform Infra Red (FT-IR), Spektrofotmeter UV-Visible, X-Ray Diffraction (XRD), Tranmission Electron Microscopy (TEM) dan Particle Size Analizer (PSA). Spektrum UV-Vis menunjukkan rentang daerah absorpsi Surface Plasmon Resonances (SPR) AuNP dan AgNP masing-masing pada panjang gelombang maksimum, λmax 530 -557 dan 430 - 447 nm. Karakterisasi FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi dari senyawa polifenol dan flavonoid. Hasil ukuran partikel rata-rata AuNP@EKBN dan AgNP@EKBN menggunakan PSA masing-masing 99,34 dan 130 nm, sedangkan menggunakan TEM rentang ukurannya 15-20 dan 20-25 nm. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur kristal AuNP@EKBN dan AgNP@EKBN adalah face centered cubic (fcc). AuNP@EKBN dan AgNP@EKBN diaplikasikan sebagai katalis dalam reduksi 4-nitrofenol (4-NP) menjadi 4-aminofenol (4-AP) menggunakan pereduksi NaBH4.

ABSTRACT
Gold nanoparticles (AuNPs) and silver (AgNPs) have been synthesized by using a red dragon fruit peel extract (EKBN) or Hylocereus polyrhizus in a fraction of the water. The phytochemical test showed polyphenols and flavonoids which have their potential as a reducing and stabilizing agent. The optimum concentration of the EKBN is 1,91 x 10-3 % (w/v). AuNP@EKBN and AgNP@EKBN each stable for 21 and 7 days. AuNP@EKBN and AgNP@EKBN are characterized with Fourier Transform Infra Red (FT-IR), Spektrofotmeter UV-Visible, X-Ray Diffraction (XRD), Transmission Electron Microscopy (TEM) dan Particle Size Analyzer (PSA). UV-Vis spectrum shows absorption area range Surface Plasmon Resonances (SPR) of AuNP and AgNP at the maximum wavelength, λmax is 530 -557 and 430-447 nm. FTIR characterization indicates the functional group of polyphenol and flavonoids compounds. The result of the distribution of the average size of AuNP@EKBN and AgNP@EKBN using PSA is 99.34 and 130 nm while using TEM size range is 15-20 and 20-25 nm. The result of XRD characterization showed that the crystal of AuNP@EKBN and AgNP@EKBN formed is a face-centered cubic (fcc). AuNP@EKBN and AgNP@EKBN applied as a catalyst in reducing 4-nitrophenol using NaBH4 reductant.;"
2016
S65353
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vieny Annisa
"Isatin (1H-indole-2,3-dione) merupakan senyawa heterosiklik yang memiliki bioaktivitas beragam. Senyawa spiro merupakan senyawa bisiklik yang terikat dengan satu atom yang sama dan memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis senyawa turunan spiro[indol-azetidinon] berbasis isatin dan 5-kloroisatin yang diharapkan memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa turunan spiro[indol-azetidinon] disintesis dari isatin dan 5-kloroisatin dengan variasi amina aromatik primer membentuk senyawa intermediet basa Schiff yang direaksikan dengan asam kloroasetat dan trietilamina dengan kehadiran katalis nanopartikel K2CO3. Nanopartikel K2CO3 disintesis dari K2CO3 anhidrat dengan etanol dan asam laurat yang dikarakterisasi menggunakan XRD, BET, dan SEM. Didapatkan nanopartikel K2CO3 memiliki ukuran kristal rata-rata sebesar 31,49 nm. Senyawa turunan spiro[indol-azetidinon] diidentifikasi menggunakan KLT serta dikarakterisasi menggunakan FTIR, UV-Vis, dan LC-MS. Didapatkan senyawa basa Schiff 1, 2, 3, dan 4 dengan persen yield masing-masing sebesar 18,21%, 10,06%, 21,13%, dan 7,39%. Didapatkan persen yield dari senyawa turunan spiro[indol-azetidinon] 1, 2, 3, dan 4 masing-masing sebesar 20,46%, 16,77%, 62,87%, dan 45,56%. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 untuk senyawa turunan spiro[indol-azetidinon] 1, 2, 3, dan 4 masing-masing sebesar 503,34 ppm, 586,52 ppm, 763,15 ppm, dan 933,22 ppm.

Isatin (1H-indole-2,3-dione) is heterocyclic compound which has various bioactivities. Spiro compounds are bicyclic compounds that bound to the same atom and have bioactivity as antioxidants. In this research, synthesis of spiro[indole-azetidinone] derivatives based on isatin and 5-chloroisatin was carried out that expected to have antioxidant activity. Spiro[indole-azetidinone] derivatives were synthesized from isatin and 5-chloroisatin with a variety of primary aromatic amines formed Schiff base intermediate compounds that reacted with chloroacetic acid and triethylamine in the presence of K2CO3 nanoparticles catalyst. K2CO3 nanoparticles were synthesized from anhydrous K2CO3 with ethanol and lauric acid that characterized using XRD, BET, and SEM. It was found that K2CO3 nanoparticles had an average crystal size of 31.49 nm. Spiro[indole-azetidinone] derivatives were identified using TLC and characterized using FTIR, UV-Vis, and LC-MS. The Schiff base compounds 1, 2, 3, and 4 were obtained with yield percents of 18.21%, 10.06%, 21.13%, and 7.39%, respectively. The percent yield of spiro[indole-azetidinone] 1, 2, 3, and 4 derivatives were 20.46%, 16.77%, 62.87%, and 45.56%, respectively. The results of antioxidant activity tests using DPPH method showed the IC50 values ​​for spiro[indole-azetidinone] 1, 2, 3, and 4 derivatives were 503.34 ppm, 586.52 ppm, 763.15 ppm, and 933.22 ppm, respectively."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>