Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 67999 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Destohalgia Amaanullah
"Analisis harga Crude Palm Oil (CPO) merupakan langkah krusial dalam perencanaan strategis industri minyak kelapa sawit untuk mengantisipasi fluktuasi harga. Metode analisis harga awalnya berbasis statistik, namun seiring perkembangan teknologi dan kompleksitas data, metode machine learning mulai diterapkan untuk hasil lebih akurat. Harga CPO dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti curah hujan dan nilai tukar mata uang, yang membuat prediksi harga menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini menganalisis harga CPO menggunakan metode deret waktu, Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (SARIMAX), dan metode Machine Learning, Random Forest. Data yang digunakan meliputi harga CPO, nilai tukar rupiah terhadap dollar, dan inflasi di Indonesia dari Januari 2010 hingga Januari 2024. Evaluasi performa model menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menunjukkan bahwa Random Forest memiliki performa lebih baik dengan nilai MAPE 18,92%, dibandingkan SARIMAX dengan nilai MAPE 19,07%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pelaku industri CPO dalam pengambilan keputusan strategis dan perencanaan bisnis yang lebih baik.

Crude Palm Oil (CPO) price analysis is a crucial step in the strategic planning of the palm oil industry to anticipate price fluctuations. Price analysis methods were originally based on statistics, but with the development of technology and data complexity, machine learning methods began to be applied for more accurate results. CPO prices are affected by external factors such as rainfall and currency exchange rates, which makes price prediction a challenge. This research analyzes CPO prices using the time series method, Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (SARIMAX), and the machine learning method, Random Forest. The data used includes CPO prices, rupiah exchange rate against the dollar, and inflation in Indonesia from January 2010 to January 2024. Evaluation of model performance using Mean Absolute Percentage Error (MAPE) shows that Random Forest has better performance with a MAPE value of 18.92%, compared to SARIMAX with a MAPE value of 19.07%. The results of this study are expected to help CPO industry players in making strategic decisions and better business planning."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stefano Enrico
"Sejak tahun 2006, Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Perkembangan industri minyak kelapa sawit yang meliputi perluasan lahan bukan tanpa halangan. Pembukaan lahan baru selalu bertentangan dengan isu lingkungan hidup. Dalam penelitian sebelumnya di Malaysia, pembukaan lahan kelapa sawit baru berimplikasi negatif terhadap produksi minyak kelapa sawit dalam jangka panjang. Tesis ini membahas tentang hubungan antara luas lahan tanam, harga minyak kelapa sawit dan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data tahunan yang meliputi luas lahan tanam, harga dan produksi minyak kelapa sawit Indonesia dari tahun 1980-2014. Data tersebut diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan. Model yang digunakan adalah vector error correction model. Empat tahap analisis dalam penelitian ini meliputi uji stasioneritas, uji kointegrasi Johansen, VECM dan kausalitas Granger. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa luas lahan tanam dan harga berpengaruh positif pada produksi dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, luas lahan tanam dan harga berpengaruh negatif terhadap produksi. Melalui kausalitas Granger terlihat bahwa luas area perkebunan memicu produksi dan produksi memicu harga. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti menganjurkan agar melibatkan variabel-variabel lain yang terkait seperti ekspor minyak kelapa sawit, harga minyak kelapa sawit dunia dan harga barang substitusi.

Since 2006, Indonesia is the biggest palm oil producer in the world. Palm oil industry advancement which includes clearing is not without a hitch. Clearing is always contradict with environmental issues. In a previous study in Malaysia, increasing total area planted have negative implication towards palm oil production. This thesis examines the relationship between total area planted, palm oil price and palm oil production in Indonesia using quantitative approach with annual data of Indonesian total area planted, palm oil price and production from 1980 to 2014. The data obtained from Directorate-General of Plantation. The model used in this research is vector error correction model. Four stages of analyses which are involved are stationerity test, Johansen cointegration test, VECM and Granger causality. The findings showed that total area planted and palm oil price have positive effect on palm oil production in the long run. In the short run, total area planted and palm oil price have negative impact on palm oil production. Granger Causality shown that total area planted triggers production and production triggers price. For future studies, researcher recommends to include other related variables such as palm oil export, palm oil world price and substitute price."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T46499
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ok Teguh Indrawan Mulia
"Tesis ini bertujuan untukk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mepengauhi penawaran dan permintaan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia yang didalamnya mencakup kepada. variabel harga ekspor, produksi, konsumsi, nilai tukar, krisis ekonomi, pajak ekspor, harga minyak dunia, dan pcnumbuhan ekonomi dunia.
Metode analisis pada penelitian ini menggunakan model simultan dengan menggunakan dua pelsamaan yaitu persamaan penawaran ekspor dan persamaan permintaan ekspor. Periode waktu adalah data tahunan dari tahun |970 - 2006. Ruang Iingkup penelitian kali ini difokuskan untuk menganalisa t`aktor~faktor apa saja yang mempengamhi pcnawaran dan permintaan ekspor dari komoditi minyak kelapa sawit Indonesia.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa hazga ekspor, rasio perbandingan produksi dengan konsumsi, nilai tulcar, krisis ekonomi, harga minyak, dan pajak ekspor terbukti mempengaruhi penawaran ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Untuk persamaan permintaan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia terbukii dipengaruhi oleh variabel harga ekspor, pertumbuhan ekonomi dunia, dan volume impor minyak kelapa sawit dari Indonesia satu tahun sebelumnya.

The focus of this study is to detennined factors that have implication in supply and demand of Indonesian Crude Palm0il, which include export price, production, consumption, exchange rate, crisis, export tax, oil price, and world GDP.
Methodological analysis of this study is by using simultaneous model with two equation, they are export supply and export demand. Time periode of this research is yearly &om 1970 - 2006. Focus of this study is to analyse the the factor tha have implication to export supply and export demand.
Conclusion of this research is that export price, production and consumption ratio, Exchange rate, crisis, oil price, and tax export had significant effectto export supply equation. In the export demand, export price, world GDP, and last year import quantity had significant effect.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T34469
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Amanda Pramesti Dewi
"Crude Palm oil has a high potential to be developed into bio-oil because of its triglyceride content. Indonesia is the largest palm oil producing country in the world. So far, crude palm oil has not been used optimally, especially as industrial raw materials. Whereas palm oil can be utilized as a renewable energy through a catalytic co-pyrolysis process. In addition, plastic waste is also abundant in Indonesia, especially polypropylene plastic. The purpose of this study was to
determine the effect of additional catalyst to improve bio-oil quality. The catalyst used is ZrO2/!-Al2O3-TiO2. This research was carried out in a stirred tube reactor
at a temperature of 550oC, heating rate of 5oC / min, a stirring speed of 80 RPM with a nitrogen gas flow rate of 100 mL / min. Variations made in the form of an additional amount of mass% of polypropylene plastic and catalyst that will affect the yield and composition of the bio-oil produced. Biofuel is characterized using GC-MS, NMR and FTIR. According to analysis of GC MS, H NMR dan C NMR, the predominant compounds in bio-oil are alkanes and alkenes. By using catalytic co-pyrolysis, the yield of bio-oil from 19% to 50%, char from 13,2% to 13,5%, and
non-condensable gases from 10,45% to 12,8% tends to increase for all variation. Conversely, the wax shows a decline from 57,35% to 23,7%. Maximum biofuel is at 50%PP with 50% yield of bio-oil and 87% of alkanes.

Minyak kelapa sawit mentah memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi bio-minyak karena kandungan trigliserida. Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Sejauh ini, minyak sawit mentah belum digunakan secara optimal, terutama sebagai bahan baku industri. Sedangkan minyak sawit dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan melalui proses copirolisis katalitik. Selain itu, sampah plastik juga melimpah di Indonesia, terutama plastik polypropylene. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh katalis tambahan untuk meningkatkan kualitas bio-minyak. Katalis yang digunakan adalah ZrO2/ ! -Al2O3-TiO2. Penelitian ini dilakukan dalam reaktor tangki berpengaduk pada suhu maksimum 550oC, laju pemanasan 10oC / menit, kecepatan pengadukan 80 RPM dengan laju aliran gas nitrogen 100 mL / menit. Sedangkan, dilakukan variasi untuk co-pirolisis dibuat dalam bentuk jumlah tambahan% massa
plastik polipropilena dan katalis yang akan mempengaruhi hasil dan komposisi biofuel yang dihasilkan. Biofuel dikarakterisasi menggunakan GC-MS, NMR, FTIR, dan Viskositas. Menurut analisis GC MS, H NMR dan C NMR, kandungan senyawa yang dominan adalah alkane dan alkena. Dengan katalitik co-pirolisis, yield bio-oil dari 19% ke 50% , char dari 13,2% ke 13,5%, dan non-condensable
gas dari 10,45% ke 12,8% cenderung naik untuk semua variasi. Sebaliknya wax menunjukkan penurunan dari 57,35% ke 23,7%. Biofuel maksimal dihasilkan pada komposisi 50% PP dengan 50% yield bio-oil dan 87% komposisi alkana
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bintang Hutama Megaputra
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risk spillover effect dari harga minyak mentah terhadap indeks harga saham. Metode yang digunakan pada dalam mengetahui spillover effect adalah GARCH copula quantile regression. Data yang akan digunakan adalah harga minyak mentah (WTI) dan indeks harga saham negara produsen (S&P500, TASI, MOEX, TSX) dan negara kosumen (SSE, BSE SENSEX, Nikkei 225) yang diambil mulai dari Januari 2000 hingga Desember 2022. Berdasarkan penelitian, terdapat risk spillover antara minyak mentah terhadap indeks harga saham. Risk spillover minyak mentah terhadap indeks harga saham TASI dan SSE merupakan yang paling besar untuk negara produsen dan kosumen minyak.

This study aims to determine the risk spillover effect of crude oil prices to the stock price index. The method used in knowing the spillover effect is the GARCH copula quantile regression. The data to be used are crude oil prices (WTI) and stock price index of producing countries (S&P500, TASI, MOEX, TSX) and consumer countries (SSE, BSE SENSEX, Nikkei 225) from January 2000 to December 2022. Based on the research, there is risk of spillover between crude oil and stock price index. The risk of crude oil overflow to the TASI and SSE stock price indices is the biggest for oil producing and consuming countries."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ganjar Ali Setiawan
"Kendala operasional transportasi minyak mentah melalui pipa yang dihadapi PT X adalah penyumbatan pipa akibat terbentuknya endapan minyak mentah (wax) di dalam pipa. Studi dilakukan pada kasus penyumbatan yang terjadi pada tahun 2022 dan salah satu usaha yang dilakukan untuk menghancurkan wax di dalam pipa tersebut adalah melalui kegiatan pigging. Karena wax terlampau banyak, pig yang diluncurkan tidak sanggup mendorong endapan tersebut, menyebabkan pipa tersumbat dan aliran minyak terhenti. Identifikasi masalah dilakukan dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis dan menghasilkan 7 variabel yang menjadi akar penyebab masalah yaitu posisi pipa yang terendam air, minyak mentah kehilangan panas, interval kegiatan pigging, tidak adanya wax inhibitor, kemampuan pompa yang terbatas, tidak ada fasilitas untuk intervensi kondisi minyak mentah, dan karakteristik minyak mentah. Disimpulkan bahwa penyebab dominan terjadinya penyumbatan aliran minyak mentah pada pipa adalah karena temperatur minyak mentah yang turun menyentuh temperatur pour point menyebabkan munculnya wax yang mengendap dan menyumbat aliran minyak mentah. Mitigasi dapat dilakukan dengan kegiatan pigging rutin setiap 7 hari sekali, menambahkan bahan kimia sebanyak 500 ppm untuk memodifikasi karakteristik minyak mentah, serta memasang sistem pemanas elektrik pada pipa menggunakan teknologi heat tracing constant wattage sepanjang 3 km. Berdasarkan perhitungan keekonomian, pemasangan sistem pemanas elektrik pada pipa akan memberikan efisiensi 3 miliar Rupiah per tahun, dengan IRR 18,87% dan periode pengembalian investasi selama 7 tahun jika dibandingkan dengan melakukan pembelian bahan kimia selama 20 tahun operasional pipa. Sehingga solusi yang paling efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pemasangan sistem pemanas elektrik pada pipa tersebut.

The main operational obstacle to transportation of crude oil via pipeline faced by PT X is a wax depostion lead to pipe blockage. A case study was conducted on a blockage case that occurred in 2022 and one of the efforts made to destroy the wax in the pipe was through pigging activities. The pig that is launched is unable to push through the deposits and causes the pipe clogged and the oil flow to stop. Problem identification was carried out using the Fault Tree Analysis method and produced 7 variables which were the possible root cause of the problem, namely the position of the pipe submerged in water, crude oil heat loss, pigging activity interval, absence of wax inhibitor, limited pump capacity, no facilities for condition intervention, and characteristics of crude oil. So it was concluded that the root cause of pipe blockage was because the temperature of the crude oil dropped during transport process below the pour point temperature, causing the appearance of wax which settled inside the pipe and blocked the flow of crude oil. Mitigation can be done by carrying out routine pigging activities every 7 days, adding 500 ppm of chemicals to modify the characteristics of petroleum, and installing an electric heating system on the pipe using constant wattage heat tracing technology over a length of 3 km. Based on economic calculations, installing an electric heating system on pipes will provide savings of 3 billion Rupiah per year, with an IRR of 18.87% and a return on investment period of 7 years compared to purchasing chemicals during 20 years of pipe operation. So the most effective and efficient solution to overcome this problem is to install an electric heating system on the pipe."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Very Budiman
"[CPO (Crude Palm Oil) Khusus adalah CPO yang telah mendapatkan tambahan zat asam untuk keperluan industri makanan dan telah ditingkatkan nilai density, viskositas, flash point, temperature destilasi dan nilai kalorinya dapat dipergunakan sebagai bahan bakar pada diesel generator penghasil listrik di daerah terpencil (isolated) penghasil kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi kinerja dan kualitas daya listrik diesel generator 2.5 kW berbahan bakar CPO Khusus dengan mengacu standar yang berlaku pada berbagai jenis pembebanan. Acuan standar tegangan menggunakan SPLN No.1 tahun 1995, Permen No.3 tahun 2007 dan Permen ESDM No.4 tahun 2009 yaitu +5% dan -10% dari tegangan nominal 220V dan acuan standar frekuensi SNI 04-1922-2002 yaitu dalam rentang toleransi 50±1% Hz. Pada uji pembebanan 36%, 56% dan 92% dari total daya mampu diesel generator, semua jenis bahan bakar yang diujikan menghasilkan tegangan dan frekuensi listrik masih dalam batas standar namun pada uji pembebanan 100%, hanya CPOK50 yang memenuhi standar. Dari analisis statistik, uji beda rata-rata tidak ada perbedaan yang signifikan antara berbagai jenis bahan bakar yang diujikan. Dari hasil uji pembebanan mendadak (sudden load) pada beban 36% dan dilanjutkan pada beban 92% semua jenis bahan bakar masih dalam batas standar. Dari analisis harmonisa tegangan (THDv) dan arus (THDi) semua jenis bahan bakar mempunyai nilai diatas 5% dan tidak ada yang memenuhi standar IEEE 519-1992. Dari analisis keekonomian dengan metode COE (Cost of Electricity) CPOK50 mempunyai nilai COE paling rendah. Berdasarkan parameter-parameter diatas, ketersediaan dan karakteristik yang terbarukan (renewabale) diharapkan CPO bisa menjadi bahan bakar alternatif diesel pembangkit listrik dan bisa sebagai leverage bagi roda perekonomian dan ketahanan energi listrik masyarakat daerah terpencil;CPO (Crude Palm Oil) Special is that CPO has gained additional acidic substances for food and industrial purposes has increased the value of density, viscosity, flash point, distillation temperature and calorific value can be used as a fuel in a diesel generator in remote areas (isolated ). This research aims to study the performance and electrical power quality of 2.5 kW diesel generator fueled by Special CPO to various types of loading test. The standard references of voltage using SPLN 1 1995, PERMEN ESDM No. 3 in 2007 and PERMEN ESDM No.4 in 2009 ie + 5% and -10% of the nominal voltage of 220V and frequency standard reference using SNI 04-1922-2002 that is within the range ± 1% tolerance of 50 Hz. In the loading test 36%, 56% and 92% of the total power capacity diesel generators, all kinds of fuels that are tested to produce electrical voltage and frequency are still within the standard limits but at 100% loading test, only CPOK50 that meet the standards. From the statistical analysis, there was no significant difference between the various types of fuel being tested. From the sudden load test at 36% load and 92% load continued on all types of fuel are still within standard limits. From the analysis of harmonic voltage (THDv) and harmonic current (THDi) of all types of fuels that no meet the standards (THD < 5%, IEEE 519-1992). From the economic analysis with COE (Cost of Electricity) methods, the Special CPOK50 at 100% load is the most economical. Base on the result of analysis and calculation of the above parameters, the availability and the characteristic is the renewable energy, CPO is expected to become an alternative fuel diesel power plants and can be as leverage for the economy and society of electrical energy security at the remote/isolated areas., CPO (Crude Palm Oil) Special is that CPO has gained additional acidic substances for food and industrial purposes has increased the value of density, viscosity, flash point, distillation temperature and calorific value can be used as a fuel in a diesel generator in remote areas (isolated ). This research aims to study the performance and electrical power quality of 2.5 kW diesel generator fueled by Special CPO to various types of loading test. The standard references of voltage using SPLN 1 1995, PERMEN ESDM No. 3 in 2007 and PERMEN ESDM No.4 in 2009 ie + 5% and -10% of the nominal voltage of 220V and frequency standard reference using SNI 04-1922-2002 that is within the range ± 1% tolerance of 50 Hz. In the loading test 36%, 56% and 92% of the total power capacity diesel generators, all kinds of fuels that are tested to produce electrical voltage and frequency are still within the standard limits but at 100% loading test, only CPOK50 that meet the standards. From the statistical analysis, there was no significant difference between the various types of fuel being tested. From the sudden load test at 36% load and 92% load continued on all types of fuel are still within standard limits. From the analysis of harmonic voltage (THDv) and harmonic current (THDi) of all types of fuels that no meet the standards (THD < 5%, IEEE 519-1992). From the economic analysis with COE (Cost of Electricity) methods, the Special CPOK50 at 100% load is the most economical. Base on the result of analysis and calculation of the above parameters, the availability and the characteristic is the renewable energy, CPO is expected to become an alternative fuel diesel power plants and can be as leverage for the economy and society of electrical energy security at the remote/isolated areas.]"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T43709
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joseph Ivansius
"Penentuan rute pengangkutan dan penjadwalan yang efektif dan efisien serta sistem transportasi yang tepat mempunyai peranan yang penting dalam penghematan biaya logistik perusahaan. Di perkebunan kelapa sawit sistem transportasi pengangkutan panen kelapa sawit harus direncanakan dengan baik dalam upaya mengoptimalkan waktu dan minimasi biaya transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model untuk pengangkutan kelapa panen kelapa sawit dengan model permasalahan VRP (Vehicle Requirment Planning) untuk menentukan dan mendapatkan rute terbaik dengan fungsi objektif minimasi total jarak tempuh. Hasil penelitian ini adalah mendapat model yang efektif dan dapat digunakan sebagai analisa bagi pengambil keputusan dalam perencanaan panen kelapa sawit.

Determination of routes and scheduling delivery of effective and efficient and appropriate transport system plays and important role in optimizing logistic cost of company. In Palm oil plantations transport system should be planned well to achieve transportation time and cost minimization. Scope of this study is develop model for transport of palm oil fresh fruit bunch with VRP (Vehicle Requirement Planning) model to determine and get best route with objective function is minimize the total mileage. Result of this study is to obtain an ideal model and can be used as an analysis for decision makers for planning of palm oil harvesting."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T46764
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niken Wulandari
"Kelapa sawit merupakan salah satu produk yang penting bagi perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa performan ekspor Indonesia untuk CPO, Produk-Produk Turunan dari CPO, dan Crude Palm Kernel Oil ke China dan untuk mencari pengaruh dari variable-variable independen seperti: real exchange rate, harga komoditi ekspor di pasar dunia, penetapan tarif export yang diberlakukan untuk komoditi ekspor, dan kebijakan penetapan tarif impor yang diterapkan oleh negara tujuan ekspor sebagai variabel dummy.
Kami menguji penelitian ini dengan menggunakan regresi data panel. Interval waktu yang kami gunakan yaitu mulai tahun 2002 sampai 2008 dengan data quarter. Sebagai hasilnya kami mendapatkan hasil bahwa eksportir CPO dan CPKO terbesar di dunia adalah Indonesia. Sedangkan di pasar China, Indonesia menempati urutan ke dua setelah Malaysia sebagai eksportir CPO dan produkproduk turunannya. Namun demikian ekspor Indonesia untuk CPKO ke China bahkan ke pasar dunia menempati nomor satu. Untuk itu Indonesia akan untung jika melakukan spesialisasi ekspor CPKO ke China maupun ke pasar internasional.
Sebagai hasil pengujian data panel dengan ekonometri didapatkan bahwa variable real exchange rate mempengaruhi ekspor Indonesia secara signifikan. Variable tarif juga memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah ekspor Indonesia ke China. Sedangkan harga komoditi di pasar dunia juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah ekspor Indonesia ke China. Tetapi berhubungan positif, hal ini disebabkan karena komoditi ini digunakan untuk spekulasi bisnis. Sehingga fluktuasi harganya mengikuti pergerakan harga minyak mentah di pasar dunia. Variabel CEPT5 juga berpengaruh secara signifikan terhadap ekspor Indonesia ke China.

Palm oil commodity is the one product that is important to the Indonesia's economy. The aim of this research are to analyze export performance of Indonesian exports of crude palm oil (CPO), its derivative products and crude palm kernel oil (CPKO) to China and to find out the effects of such as: real exchange rate, prices of commodities in the world market, Indonesian export duty of commodities, and dummy CEPT5 toward Indonesian export volume of those commodities to China.
We examine this research using panel data regression. The data periods for this research were quoted from 2002 to 2008 quarterly. As a result of this research we obtain the biggest exporter of crude palm oil and crude palm kernel oil in the world is Indonesia while Malaysia possesses more comparative advantage than Indonesian in regards of the export of other palm oil products. However, in China`s market, Indonesian market share of CPO and its derivative products is lower than Malaysia. Nevertheless, in China, Indonesia has export volume of CPKO larger than Malaysia. Consequently Indonesia will benefit to do specialization CPKO export to the world especially to China.
In addition, the result of econometric regression shows that real exchange rate variable significantly influence to Indonesian exports of those commodities. Also, tariff export variable give significant influence on those Indonesian exports of those commodities. Meanwhile the relation between price variable and export demand is significant but the expected sign for this variable is not appropriate with the hypotheses. We expect the price sign is negative but the result of estimation we obtain positive price sign. We state that in the world market price of CPO is used for business speculation. Finally, dummy-CEPT5 is affectively influence to Indonesian exports of those commodities."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T28785
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wisasurya Jatiwiramurti
"Sebuah metode untuk memproduksi green diesel sebagai bahan bakar terbarukan dengan menggunakan hydrotreating katalitik pada minyak nabati telah dilakukan. Terdapat tiga jalur reaksi utama yaitu decarbonylation (DCO), decarboxylation (DCO2), and hydrodeoxygenation (HDO). Pada penelitian ini dilakukan menggunakan umpan minyak sawit (CPO) dari Indonesia pada reaktor continuous-flow trickle-bed skala pilot plant dengan menggunakan katalis komersial hydrotreating NiMoP/γ-Al2O3. Suhu dan tekanan hydrotreating merupakan parameter operasi yang paling dominan mempengaruhi kinerja katalis. Variasi parameter kondisi operasi hydrotreating seperti temperatur 285°C-390°C dan tekanan H2 20 bar-70 bar untuk mendapatkan recovery, konversi, yield produk dan kontribusi pada reaksi HDO dan DCO/DCO2 telah diselidiki untuk mendapatkan kondisi optimal hydrotreating. Terjadi kompetisi antara reaksi HDO dan DCO/DCO2 untuk setiap kondisi operasi. Kontribusi pada reaksi HDO meningkat pada temperatur rendah dan tekanan tinggi. Sedangkan kontribusi pada reaksi DCO/DCO2 meningkat pada temperatur tinggi. Pada penelitian ini dihasilkan kondisi optimal yaitu pada temperatur 330°C-350°C, tekanan 30 bar-50 bar, LHSV 1-hr dan rasio H2/minyak 1000 Nm3/m3. Produk yang dihasilkan telah sesuai dengan spesifikasi produk pengganti solar konvensional.

A method for producing green diesel as a renewable fuel using catalytic hydrotreating on vegetable oils has been done. There are three main decarbonylation reaction pathway (DCO), decarboxylation (DCO2), and hydrodeoxygenation (HDO). In this study conducted using bait palm oil (CPO) from Indonesia on a continuous-flow reactor trickle-bed pilot plant scale using a commercial hydrotreating catalyst NiMoP/γ-Al2O3. Temperature and pressure hydrotreating the is most dominant operating parameter affects the performance of the catalyst. Variation dominant hydrotreating parameters such as temperature 285°C - 390°C and H2 pressure of 20 bar - 70 bar to obtain a recovery, conversion, product yields and contribute to the HDO reaction and the DCO/DCO2 were investigated to find the optimal hydrotreating conditions. On the results of this study has occurred competition between HDO reaction and the DCO/DCO2 reaction for each operating condition. Contribute to the HDO reaction increases at low temperatures and high pressure. While contributing to the reaction DCO/DCO2 increased at higher temperatures. In this study produced optimal conditions at a temperature of 330°C - 350°C, a pressure of 30 bar - 50 bar, LHSV 1-hr and a ratio of H2/oil 1000 Nm3/m3. Products produced in same specifications with conventional diesel replacement."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T46426
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>