Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 54511 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Septian Fahrezi
"Sitem pengenal aksi manusia saat ini sudah mulai menarik perhatian bannyak orang. Salah satu modalitas yang digunakan dalam sistem pengenal aksi manusia adalah sistem pengenal aksi manusia berbasis kerangka manusia. Banyak pendekatan yang menggunakan metode GCNs untuk melakukan klasifikasi aksi yang mana ini merupakan salah satu bagian terpenting dari sistem pengenal aksi mansia. Walaupun banyak hasil positif yang telah dihasilkan dari penelitian yang menggunakan pendekatan berbasis GCNs, GCNs memiliki keterbatasan dalam ketahanan, interoperabilitas, dan skalabilitas. Penelitian ini menggunakan PoseConv3D dalam sistem pengenal aksi manusia untuk bagian aksi klasifikasi. PoseConv3D yang berbasis 3D-CNN dapat mengatasi keterbatasan yang terjadi pada pendekatan berbasis GCNs. Sistem pada penelitian yang telah ada sebelumnya memiliki kekurangan dimana sistem tidak dapat melakukan ekstraksi pose terhadap video dengan ketinggian dan sudut kamera pengambilan video thermal yang berbeda. Kekurangan sistem juga terjadi pada kemampuan pengenalan aksi, sistem tidak dapat mengenali aksi masing-masing manusia yang berada dalam video thermal. Pada penelitian kali ini, penulis mengembangkan model sistem pengenal aksi manusia penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dengan menggabungan metode spasial-temporal dan PoseConv3D pada tahapan klasifikasi aksi. Penelitian ini juga menggunakan metode CenterNet pada tahapan ekstraksi pose. Model hasil pelatihan memiliki akurasi yang bagus dalam melakukan pengenalan aksi masing-masing aksi dan ekstraksi pose terhadap video dengan ketinggian dan sudut kamera pengambilan video yang bervariasi.

Human action recognition systems have started to attract the attention of many people. One of the modalities used in human action recognition systems is the human skeleton-based human action recognition system. Many approaches use GCNs method to perform action classification which is one of the most important parts of human action recognition system. Although many positive results have been generated from research using GCNs-based approaches, GCNs have limitations in robustness, interoperability, and scalability. This research uses PoseConv3D in the human action recognition system for the action classification part. PoseConv3D which is based on 3D-CNN can overcome the limitations that occur in GCNs-based approaches. The system in previous research has shortcomings where the system cannot extract poses from videos with different heights and camera angles of thermal video capture. System deficiencies also occur in action recognition capabilities, the system cannot recognize the actions of each human in a thermal video. In this research, the author develops a human action recognition system model of research that has been done before, by combining spatial-temporal methods and PoseConv3D at the action classification stage. This research also uses the CenterNet method in the pose extraction stage. The trained model has good accuracy in performing action recognition and pose extraction for videos with varying heights and camera angles."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Widhiana Laneza
"Dalam Arkeologi salah satu jenis temuan non-artefak yang mempunyai relevansi dengan kebudayaan secara langsung adalah rangka manusia. Temuan rangka manusia sebagai data arkeologi mempunyai bagian-bagian yang tingkat keterawetannya berbeda. Salah satu bagian dari rangka manusia yang besar kemungkinannya untuk terawetkan dengan haik adalah gigi, karena susunan struktur zat organik pembentuknya lebih kuat dan keras dibandingkan dengan bagian rangka yang lain. Hal ini menyebabkan temuan gigi dalam situs-situs arkeologi. Hiasanya ditemukan dalam keadaan lebih lengkap kualitasnya dari pada. Jenis tulang lainnya. Banyak informasi dapat diperoleh dari analisis terhadap gigi, salah satunya dibicarakan dalam skripsi ini, yaitu penelitian terhadap keausan gigi pada komunitas pantai., untuk melihat interaksi biologis budaya manusia serta secara tidak langsung lingkungannya. Selain itu dari penelitian terhadap keausan gigi dapat diperoleh gambaran tentang makanan pada masa itu. Dari hasil penelitian terhadap rangka manusia Hari situs Gilimanuk dan Plawangan dapat diambil kesimpulan: Tingkat presentase keawetan gigi pada situs Gilimanuk dan Plawangan dapat dikatakan sama baik. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap unsur gigi antara lain: faktor kebudayaan, faktor sumber daya lingkungan yang dimafaatkan sebagai makanan."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tortora, Gerard J.
Hoboken, N.J. : John Wiley & Sons, 2006
R 611.71 TOR b (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Tortora, Gerard J.
New Jersey: John Wiley & Sons, 2006
R 611.71 TOR b
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Supeni
"Proses optimasi pada Probabilistic Neural Network (PNN) dapat dilakukan terhadap nilai smoothing parameter maupun struktur neuron. Setiap permasalahan memiliki nilai smoothing parameter optimal yang berbeda. Optimasi struktur neuron bertujuan untuk mereduksi banyak neuron yang digunakan sehingga dapat mempersingkat waktu komputasi.
Skripsi ini membahas proses pencarian nilai smoothing parameter optimal menggunakan algoritma genetika dan struktur neuron optimal menggunakan algoritma ortogonal dalam sistem pengenal wajah. Terdapat dua jenis teknik optimasi yang akan dibahas, lalu membandingkan hasilnya dengan PNN struktur utuh dan backpropagation. Data wajah yang digunakan berupa foto infra merah dan cahaya tampak.

Optimization of Probabilistic Neural Network (PNN) can be performed to the value of smoothing parameter and neuron structure. Every problem has different value of smoothing parameter. Optimization of neuron structure aims to reduce the number of neurons used, in order to shorten computation time.
This thesis discusses the process of finding the optimal value of smoothing parameter using genetic algorithms and optimal neuron structure using orthogonal algorithms in face recognition system. Two types of optimization techniques which will be discussed, then the results are compared with full structure PNN and backpropagation. Face data used in the form of infrared and visible light images.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1579
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sinagpura: institute of southeast Asian studies, 1999
331.11 Hum
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Citra Prana Paramita
"Postur kerja yang baik pada masinis sangatlah diperlukan pada lingkungan kerja yang cenderung statis, terutama untuk meningkatkan konsentrasi, performa serta mengurangi resiko musculoskeletal disorder. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memberikan usulan desain kursi terbaik, baik dari segi ukuran dan material yang mampu mengakomodasi masinis dari segala bentuk resiko cidera akibat postur maupun getaran yang ditimbulkan oleh kereta.
Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai Posture Evaluation Index (PEI) yang diperoleh menggunakan konfigurasi Virtual Human Modeling pada software Jack dan pengukuran Whole Body Vibration. Hasil yang terbaik merupakan usulan desain yang memberikan nilai PEI terendah dan memiliki kemampuan meredam getaran terbaik.

Appropriate working posture is really important for train driver since their work environment is tend to be static. Good working posture can increase train driver's concentration, performance and reduce the risk of musculoskeletal disorder. The study was conducted with the purpose to provide the best proposed seat design, with appropriate seat size based on train driver's anthropometry and appropriate material to accommodate them from the risk of injury due to posture and vibration caused by train.
The research was conducted by comparing the value of Posture Evaluation Index (PEI) obtained using the configuration of the Virtual Human Modeling by Jack software and also Whole Body Vibration measurement. The best design is selected from which can give the lowest value of PEI and have the best material ability to reduce vibration.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42898
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Audia Junita
"ABSTRAK
Penelitian ini fokus pada perspektif pengelolaan sumber daya manusia stratejik di kantor cabang bank, khususnya di kantor cabang PT BRI, Tbk. kantor wilayah Medan. Perbankan sebagai organisasi bisnis yang memberikan jasa keuangan bertopang pada aset manusia dalam menjalankan kegiatan operasional dengan karakteristik modal sosial dan pengetahuan yang dimilikinya. Untuk itu dibutuhkan sistem pengelolaan human capital yang tepat dan bernilai stratejik bagi keunggulan kompetitif organisasi. Permasalahan teoritis muncul terkait hubungan kausal antar subsistem dalam perspektif manajemen sumber daya manusia stratejik yang selama ini terbatas dilakukan dengan pendekatan linear. Karenanya tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika interaksi sistem sumber daya manusia stratejik di kantor cabang PT BRI, Tbk kantor wilayah Medan, menemukan faktor leverage serta usulan alternatif strategi yang dapat membuat sistem bekerja lebih optimal. Analisis penelitian mengacu pada teori berbasis sumber daya dan perspektif kontingensi, konfigurasional, dan keperilakuan dalam manajemen sumber daya manusia stratejik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif sistem dinamik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa subsistem dalam sistem sumber daya manusia stratejik di kantor cabang PT BRI, Tbk. kantor wilayah Medan yang terdiri dari strategi organisasi, sistem sumber daya manusia berorientasi komitmen, perilaku peran, dan kinerja organisasi berinteraksi secara kompleks, dinamis, dan non linier dengan pola perilaku penguatan yaitu sistem umpan balik positif. Sistem sumber daya manusia berorientasi komitmen merupakan leverage dalam sistem sumber daya manusia stratejik di kantor cabang PT BRI, Tbk. kantor wilayah Medan. Upaya memperbaharui sistem sumber daya manusia berorientasi komitmen secara berkelanjutan dan meningkatkan kinerja organisasi merupakan alternatif strategi yang mampu membuat sistem sumber daya manusia stratejik di kantor cabang PT BRI, Tbk. kantor wilayah Medan bekerja lebih optimal.

ABSTRACT
This research focuses on the perspetives of strategic human resource management in branch banking. Banking as a business organization that provides financial services relies on human assets in carrying out operational activities with the characteristics of social capital and the knowledge they have. For this reason, an appropriate strategic human capital management system is needed for the organization's competitive advantage. Theoretical problems arise related to the complexity of causal relationships between subsystems in strategic human resource management including organizational strategy, commitment-oriented human resource systems, role behavior and organizational performance that studies involving these subsystems so far have been carried out using a linear approach. This research was conducted at the branch office of PT BRI, Tbk. Medan regional office by collecting primary and secondary data in the periode of 2015-2017. The aim is to analyze the dynamics of interaction between subsystems in strategic human resource management, find leverage factor, and propose alternative strategies that can make the systems work more optimally. The research analysis based on resource-based theory and contingency, configurational, and behavioral perspectives in strategic human resource management. This research is using quantitative dynamics system approaches. The results showed that the subsystem in the strategic human resource system at the PT BRI branch office in the Medan regional office interacted dynamically with reinforcement behavior patterns namely positive feedback systems. Commitment-oriented human resources system is the main leverage on the systems being analyzed. Efforts to renew the commitment-oriented human resources system and improve performance organizational sustainably are alternative strategyies that can create a strategic human resource systems at the branch office of PT BRI, Tbk. Medan regional office work more optimally."
2019
D2678
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Puji Astuti
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tanggapan dari instansi terkait penanganan dugaan pelanggaran HAM dibandingkan dengan besarnya jumlah pengaduan dugaan pelanggaran HAM. Masuknya Program Yankomas pada RANHAM generasi ketiga ini, berimplikasi pada implementasi Program Yankomas secara integratif. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menganalisis implementasi Program Yankomas RANHAM berdasarkan implementasi model George C. Edward III.
Dari 12 informan yang diwawancara serta penggalian data sekunder diperoleh hasil implementasi Program Yankommas RANHAM belum terintegrasi ke dalam satu wadah. Selain itu komitmen dari pelaksana masih rendah dan belum ada kesepahaman dalam hal ini. Pedoman Yankomas RANHAM yang baru saja disyahkan harus segera disosialisasikan untuk menjadi pedoman pelaksanaan Program Yankomas RANHAM.

This research is prompted by the lack of response from the relevant authorities handling alleged human rights violators, compared to high number of complaints of all eged human rights violations. The inclusion of Public Service Communication as a program in 3rd National Human Rights Action Plan has affected the implementation of Public Service Communication as a whole.This study is sarried out in qualitative approach and analyzes theimplementation ofPublic Service Communication of National Human Rights Action Plan based on George C. Edward III implementation model. Data is gathered by interviewing 12 volunteers and other means of various secondary data collection methods.
The result shows that the implementation of Public Service Communication of National Human Rights Action Plan program has yet to integrate into a single entity.Additionally, commitmentof the parties are stilllow andthere is no unified understandingin this matter. Therefore, official Public Service Communication guidelines recently approved must be socialized to become Public Service Communicationof National Human Rights Action Plan program implementation guidelines."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nitamia Indah Cantika
"Adanya peraturan pemerintah mengenai pembatasan luas lantai rumah paling sedikit sebesar 36 meter persegi marak diperbincangkan. Meskipun akhirnya dihapuskan, hal ini merupakan usaha dari pemerintah agar rumah yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan ruang gerak setiap manusia di dalam rumah sebesar minimum 9 meter persegi, terutama keluarga yang terdiri atas empat orang atau lebih. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui sudahkah kebutuhan ruang gerak manusia terpenuhi dalam rumah berluasan 36 meter persegi dengan jumlah anggota keluarga empat orang, serta kebutuhan ruang gerak manusia di dalam rumah berdasarkan kegiatan dan ukuran tubuhnya.
Penulis menggunakan studi antropometri terhadap anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut untuk mengetahui kebutuhan ruang geraknya. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa tidak setiap anggota keluarga memerlukan ruang gerak minimum 9 meter persegi, kegiatan dan ukuran tubuh berpengaruh besar terhadap kebutuhan ruang gerak di dalam rumah, dan rumah berukuran 36 meter persegi dapat memenuhi kebutuhan ruang gerak empat orang dengan penggunaan ruang bergantian dan fungsi ruang ganda. Selain itu ditemukan bahwa organisasi ruangan di dalam rumah memberi pengaruh besar terhadap kebutuhan ruang sirkulasi.

Lately, government regulation of the minimum 36 meter square floor area in houses become issues in society. Although it’s already erased but the regulation is an attempt of the government to make sure that house can accomodate the human movement space needs for minimum 9 meter square for every people, especially for family that consist of four or more peoples. This study aims to discover are the human movement space needs have been fulfilled in 36 meter square house by four members family and the human movement space needs in house by virtue activities and body size.
Author use anthropometry study to family members who lives in that houses to discover the human movement space needs. As the results of the study, the author finds that’s not every family member needs 9 meter square for movement space, activities and body size have big influent to movement space needs in house, and 36 meter square house can accomodate the movement space needs by switch the room function and use alternate room. Besides that, author finds that room orders in house can influent the human movement space needs.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46503
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>