Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 103286 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Qinthara Andini Hananto
"Dalam era revolusi industri 4.0, integrasi teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas di sektor manufaktur. Dalam konteks ini, penggunaan Cloud Computing, Internet of Things (IoT), dan Machine Learning (ML) memainkan peran penting. IoT dan Cloud Computing digunakan untuk mengelola proses pengumpulan dan pengolahan data, terutama dari sensor mesin. Data ini kemudian dapat digunakan untuk pelatihan model ML, khususnya dalam kasus Predictive Maintenance. Predictive Maintenance bertujuan untuk memprediksi kapan suatu mesin memerlukan perawatan. Dalam penelitian sebelumnya, pendekatan masalah hanya memilih satu metode (klasifikasi atau regresi). Oleh karena itu, penelitian ini menciptakan metode Predictive Maintenance yang menggabungkan keduanya. Model yang dikembangkan menggunakan dua jenis pendekatan: Random Forest Tree untuk klasifikasi dan LSTM (Long Short-Term Memory) dengan Fully Connected layer untuk prediksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model yang menggunakan LSTM untuk klasifikasi dan regresi mencapai akurasi 100%. Diikuti dengan hasil recall, precission, dan F-1 score yang mencapai 1.00. Oleh karena itu, LSTM dapat dianggap sebagai algoritma terbaik untuk Predictive Maintenance dalam industri manufaktur.

In the era of the 4th industrial revolution, technology integration is key to improving productivity in the manufacturing sector. In this context, the use of Cloud Computing, Internet of Things (IoT), and Machine Learning (ML) plays a crucial role. IoT and Cloud Computing are used to manage the process of data collection and processing, especially from machine sensors. This data can then be used for ML model training, particularly in the case of Predictive Maintenance. Predictive Maintenance aims to predict when a machine requires maintenance. In previous research, the problem approach often involved choosing only one method (classification or regression). Therefore, this study created a Predictive Maintenance method that combines both approaches. The developed model uses two types of approaches: Random Forest Tree for classification and LSTM (Long Short-Term Memory) with a Fully Connected layer for prediction. Test results show that the model using LSTM for both classification and regression achieves 100% accuracy. Additionally, the recall, precision, and F-1 score results also reach 1.00. Therefore, LSTM can be considered the best algorithm for Predictive Maintenance in the manufacturing industry."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ansar Fitria
"Cloud computing adalah teknologi baru hasil pengembangan dari sistem berbasis Internet dengan sumber daya komputasi dalam skala besar yang disediakan melalui Internet untuk pengguna. Aplikasi multimedia pada cloud membutuhkan Quality of Service (QoS) seperti bandwidth, delay, dan lain-lain. Penyediaan QoS merupakan tantangan pada multimedia cloud computing.
Penelitian ini mengusulkan sistem QoS MEC, sebuah sistem QoS cloud computing dengan kombinasi teknologi Hadoop dan metode Load Balancing berbasis Eucalyptus untuk aplikasi multimedia. Hadoop merupakan platform yang bersifat open source digunakan untuk data berukuran besar yang diproses secara terdistribusi dan paralel. Load balancing merupakan metode untuk membagi beban kerja server.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi percepatan response time dan peningkatan throughput, terbesar terjadi pada saat jumlah koneksi per detik 5000. Persentase percepatan response time video ukuran 58,4 MB, adalah 20,42 %; video ukuran 137 MB, adalah 21,36%; video ukuran 249 MB, adalah 21,51%. Persentase peningkatan throughput video ukuran 58,4 MB, adalah 12,52%; video ukuran 137 MB, adalah 13,39%; video ukuran 249 MB, adalah 14,09%.

Cloud computing is a new technology development results of Internet-based systems with computing resources on a large scale are provided via the Internet to the user. Multimedia application in the cloud requires Quality of Service (QoS) such as bandwidth, delay, and others. Provision of QoS is a challenge on a multimedia cloud computing.
This research proposed a QoS MEC system, a QoS cloud computing system with technology combination of Hadoop and Load Balancing method based Eucalyptus for multimedia applications. Hadoop is an open source platform which is used for large data that is distributed and processed in parallel. Load balancing is a method to divide the workload of the server.
The test results show that there is accelerated response time and increased throughput and largest occurred when the number of simultaneous access is 5000. Percentage of acceleration response time for video size of 58.4 MB is 20.42%; video size of 137 MB is 21,36%; and video size of 249 MB is 21,51%. The increased percentage of throughput for video size of 58.4 MB is 12,52%; video size of 137 MB is 13,39%; and video size of 249 MB is 14,09%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35100
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Velte, Anthony T.
New York: McGraw-Hill, 2010
006.78 VEL c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Crookes, David
Unites States: Financial World, 2012
004.678 2 CRO c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Fathurahman
"Keberadaan data center pada sistem cloud computing sangat besar artinya. Data center yang terletak pada lapisan IaaS pada sistem cloud berisi komponen fisik yang meliputi komponen komputasi seperti server dan switch dan komponen non komputasi seperti sistem pendingin dan pengaturan suhu. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna data center, maka konsumsi daya listrik pada data center akan meningkat. Telah diusulkan skema penghematan energi pada data center yakni skema DVFS dan DNS.
Pada penelitian ini telah disimulasikan menggunakan GreenCloud, yang merupakan ekstensi dari NS2, kepada tiga macam arsitektur data center yakni two-tier, three-tier dan three-tier high-speed dengan jenis workload adalah High Performance Computing HPC. Penerapan skema penghematan meliputi skema DVFS dan DNS saja serta DVFS dan DNS sekaligus. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan skema DNS menunjukkan hasil terbaik karena berhasil melakukan penghematan rata-rata sebesar 63,42% pada server dan hampir 100% pada switch.

The existence of a data center in the cloud computing system was huge. Data center is located on the IaaS layer cloud systems containing physical component includes computing components such as servers and switches and non-computing components such as cooling systems and temperature regulation. Along with the increasing number of users of data center, then the electric power consumption in the data center will increase. Energy conservation schemes have been proposed in the data center is DNS and DVFS.
In this study has been simulated using GreenCloud, which is an extension of NS2, the three kinds of data center architecture these are two-tier, three-tier and three-tier high-speed with the type of data center workloads is HPC High Performance Computing. The applications of the savings schemes include schemes DVFS only, DNS only and both DVFS and DNS. From the results obtained indicate that the application of the DNS control scheme is the best because it managed to save an average of 63.42% on the server and almost 100% on the switch for all data center architecture.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
T31942
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wulan Indriani
"ABSTRAK
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam sebuah organisasi merupakan sebuah alat penting dalam mencapai tujuan bisnis organisasi tersebut. Salah satu teknologi yang dapat mencapai tujuan tersebut adalah cloud computing, yang memungkinkan layanan dapat diakses dari mana saja secara nyaman. Cloud computing juga dapat memungkinkan akses terhadap layanan jaringan bersama dari suatu sumber daya komputasi yang telah dikonfigurasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian Kementerian Luar Negeri RI dalam mengadopsi cloud computing dengan menggunakan pemodelan Misra Mondal Model dan menentukan tipe cloud deployment yang tepat menggunakan pendekatan AHP (Analytic Hierarchy Process) serta kriteria yang ditentukan berdasarkan analisa BCOR (Benefit, Cost, Opportunity, Risk). Dalam penelitian ini dilakukan wawancara, penyebaran kuesioner dan juga studi literatur untuk metode pengumpulan datanya.
Hasil dari penelitian ini yaitu organisasi Kementerian Luar Negeri berada di range yang dapat dimungkinkan untuk mengadopsi teknologi cloud. Sedangkan hasil penelitian untuk tipe deployment yang paling sesuai di Kementerian Luar Negeri adalah tipe deployment private cloud.

ABSTRACT
The use of information technology in an organization is an important tool to achieve the business goals of the organization. One of the technology that can be used for that purpose is cloud computing which enable some services could comfortably accessed anywhere. Cloud computing also enabling access to the shared network in some computing resource that have been configured.
The purpose of this research are to identify the suitability of cloud computing adoption by using Misra Mondal model and to select the most suitable cloud deployment type by using AHP (Analytic Hierarchy Process) and the specified criteria by using BCOR (Benefit, Cost, Opportunity, Risk) Analysis. On this research, the data collection method are interviews, questionnaires, and also study the literature.
The results from this research is that Ministry of Foreign Affairs on the range which cloud computing technology could be possible to adopt. While the other results of this research in the Ministry of Foreign Affairs for the most appropriate type of cloud deployment type is private cloud type."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Fadli
"Teknologi Cloud Computing merupakan tren teknologi informasi saat ini yang memanfaatkan jaringan internet untuk penyediaan akses ke berbagai layanan TI. Teknologi ini diprediksikan akan semakin berkembang karena layanan cloud menawarkan berbagai keunggulan seperti efektivitas biaya, fleksibilitas layanan, kemudahan akses, kecepatan proses komputasi dan lain-lain. Terdapat juga faktor-faktor yang menjadi penghambat untuk adopsi cloud seperti faktor keamanan dan privasi data, lambatnya akses internet, proses migrasi yang rumit, dan lain-lain. Berbagai faktor tersebut menjadi pertimbangan organisasi untuk melihat benefit yang diperoleh jika adopsi layanan cloud dilakukan. Karya akhir ini akan mengidentifikasikan prioritas dari faktor-faktor seperti efektifitas biaya, efektivifitas keamanan, kebutuhan organisasi, koneksi internet, reliabilitas, dan kepercayaan terhadap provider dalam kaitan dengan adopsi layanan cloud computing di organisasi, serta identifikasi model layanan cloud computing yang paling sesuai untuk organisasi.
Penelitian ini mengumpulkan data dari organisasi dengan metode survey. Organisasi dipilih dengan cara purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner yang diisi oleh staf yang kompeten/ahli dengan masalah cloud computing atau bertanggungjawab terhadap infrastruktur TI di organisasi. Data primer yang dikumpulkan selanjutnya diolah dengan metode Analytic Hierarchy Process. Hasilnya adalah bahwa urutan prioritas dari faktor-faktor yang berpengaruh dalam adopsi layanan cloud computing di organisasi adalah faktor keandalan/reliability (0.237), faktor keamanan/security (0.224) dan faktor koneksi internet (0.175). Untuk model layanan cloud yang paling sesuai untuk organisasi, urutannya adalah layanan Infrastruktur (0.557), layanan Aplikasi (0.246) dan layanan Platform (0.196).

Cloud Computing technology is a recent information technology trends that utilize the Internet connections to provide access to a range of IT services. This technology is expected to further evolve as cloud services offer many advantages such as cost effectiveness, service flexibility, ease of access, swift computing process, etc. There are also some factors listed as an obstacle in cloud computing adoption such as security concern, data privacy, slow internet access, migration process, etc. These various factors will be considered by organization to analyze the benefits obtained if cloud service adoption is performed. This thesis will identify the priority of factors such as cost effectiveness, security effectiveness, organization needs, internet connection, reliability, and trust in cloud provider in influencing cloud service adoption in organizations and also identifying cloud service model that most suited with organizations.
This study collects data from organizations using survey methods. Organizations selected by purposive sampling in which questionnaires filled out by competent staff or cloud computing experts in organization or staff that responsible for IT infrastructure. Primary data collected then processed using Analytic Hierarchy Process. This resulting prioritization of factors that influencing adoption of cloud services in the organization which are : Reliability factor (0.237), Security factor (0.224) and Internet connection factor (0.175). In determining cloud service model that suited with organization needs, the priority order are : Infrastructure services (0.557), Application services (0.246) and Platform services (0.196).
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ghilman Fatih
"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kesesuaian suatu institusi pemerintah di Indonesia dalam mengadopsi cloud computing. Pengembangan kerangka tersebut dibagi menjadi dua yaitu: 1) kerangka untuk menentukan perlu tidaknya sebuah organisasi mengadopsi cloud, dan 2) kerangka untuk menentukan tipe cloud deployment yang sesuai. Kerangka pertama dikembangkan dengan memodifikasi model Misra Mondal yang dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pakar di bidang adopsi cloud untuk institusi pemerintah. Kerangka kedua dikembangkan dengan menggunakan gabungan antara BCOR, Entropi dan TOPSIS, yang validasi modelnya dilakukan dengan mengirimkan kuesioner kepada pelaku TI di pemerintahan. Selain itu, sebuah studi juga dilakukan ke Dinas Komunikasi dan Informatika kota Depok untuk menguji aplikasi dari kerangka yang sudah dikembangkan.
Hasil studi kasus yang dilakukan di Dinas Kominfo kota Depok menunjukkan institusi ini sudah cocok jika melakukan adopsi cloud computing. Selain itu, hasil dari penelitian pengembangan kerangka tipe cloud deployment menunjukkan bahwa faktor yang paling dianggap penting oleh pelaku TI di pemerintah adalah keamanan data. Dan juga, tipe deployment yang paling sesuai diimplementasikan di sana adalah private cloud.

The purpose of this study is to develop framework of Indonesian government institutions' suitability in adopting cloud technology. The proposed framework comprises the following: 1) a framework for determining an organization necessity to adopt the cloud, and 2) a framework for determining the appropriate type of cloud deployment. The first framework was developed by modifying the Misra Mondal?s model, which was done by conducting interviews with experts in the areas of cloud adoption for government institutions. The second framework was developed using a combination of BCOR, Entropy and TOPSIS, in which the validation of the model was done by distributing questionnaires to the IT specialist in government institution. In addition, a study was also conducted to department of Communication and Information in Depok city to test the application of the framework that has been developed.
The results of a case study conducted in the department of Communication and Information in Depok City showed this institution is highly suitable to adopt cloud computing. In addition, the result of this study indicates that the factors considered important by most IT specialist in government institution is data protection. Moreover, private cloud is considered as the most appropriate cloud deployment model to be implemented.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai salah satu pemain terbesar dalam bisnis keuangan mikro di Indonesia telah meningkatkan penggunaan Sistem Informasi/Teknologi Informasi (SI/TI) untuk mendukung bisnis mereka. Namun, hanya sedikit dari mereka yang menyadari isu-isu seputar investasi TI. Ada kekhawatiran tentang tidak tersedianya sumber daya yang cukup untuk membeli, memelihara, dan mengamankan SI/TI mereka sendiri. Di sisi lain, investasi yang besar diperlukan dan akhirnya menjadi momok bagi BPR yang paling menerapkan SI/TI untuk mendukung pengembangan bisnis mereka. Penelitian ini menganalisis nilai ekonomi dari penerapan komputasi awan di BPR. Analisis dilakukan, pertama dengan mengidentifikasi dan mengukur relevansi manfaat SI/TI menggunakan Ranti?s IS/IT Generic Business Values dan kedua dengan menempatkan nilai-nilai yang diukur atau manfaat pada metode Economic Value Added (EVA), untuk melakukan analisis keuangan. Komputasi awan mampu memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi oleh BPR seperti dapat dilihat dari nilai EVA positif. Oleh karena itu, komputasi awan merupakan pendekatan yang berharga bagi BPR untuk bergerak maju. Resiko investasi SI/TI dapat ditransfer ke penyedia komputasi awan, dengan kata lain, tidak ada waktu untuk berpikir tentang teknologi usang sebelum Return of Investment (ROI) tercapai.

Abstract
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) as one of the biggest players in Indonesia?s microfinance business has increased their use of Information Systems/Information Technology (IS/IT) to support their business. However, only few of them are aware of issues around IT investment. There are concerns about the unavailability of sufficient resource to purchase, maintain, and secure their own IS/IT. On the other hand, a large investment is needed and it eventually becomes the scourge for most rural banks to apply IS/IT to support their business development. This research analyzes the economic value of implementing cloud computing in BPR. Analysis is done, firstly by identifying and quantifying the relevant IS/IT benefits using Ranti?s IS/IT Generic Business Values and, secondly by putting the quantified values or benefits into Economic Value Added (EVA) method to do the financial analysis. Cloud computing is able to provide solutions for problems faced by BPR as can be seen from the positive EVA value. Hence, the cloud computing is a valuable approach for BPR to move forward. IS/IT investment risk can be transferred to cloud computing providers, in other words, there is no time to think about outdated technology before Return of Investment (ROI) is achieved."
[Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia], 2011
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhi Kusnanto
"Cloud computing adalah sebuah paradigma komputasi yang berkembang dari teknologi yang ada, seperti grid computing, virtualisasi dan Internet. Cloud computing memberi ilusi sumberdaya komputasi yang tak terhingga, yang dapat diakses dari mana saja, kapan saja. Meskipun cloud computing berpotensi memberikan manfaat yang besar, namun masalah keamananya masih menjadi pertanyaan, yang mana menghambat adopsinya. Persoalan keamanan pada cloud computing menjadi semakin rumit karena karakteristik cloud computing yang khas seperti kelenturan alokasi sumberdaya, dan pengguna yang jamak.
Jaringan cloud berbasis platform Eucalyptus banyak diterapkan pada fasilitas cloud privat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hambatan atas pelayanan jaringan cloud akibat serangan yang terarah (targeted attack), pada sistem jaringan cloud berbasis platform Eucalyptus. Pengujian menunjukan adanya peningkatan waktu respon hingga 2863,22% akibat serangan terarah terhadap layanan web administrasi.
Penerapan pembatasan dan kendali laju data (rate control, rate limit) pada penelitian ini merupakan solusi untuk mengurangi dampak serangan terarah. Dengan langkah mitigasi ini peningkatan beban dapat dikendalikan sehingga tidak memengaruhi pelayanan. Pengujian kerentanan menunjukan layanan jaringan cloud berbasis platform Eucalyptus tidak memiliki ancaman kerentanan yang berpotensi menjadi serangan keamanan.

Cloud computing is a computing paradigm that evolve from existing technology, such as grid computing, virtualization and the Internet. Cloud computing provides an illusion of unlimited computing resources, which can be accessed from anywhere, anytime. Despite the potential gains achieved from the cloud computing, the model security is still questionable which hindered adoption. The security problem becomes more complicated under the cloud model as new dimensions have entered into the problem scope related to the model architecture, multi-tenancy, elasticity, and layers dependency stack.
Eucalyptus based cloud network service widely deployed as private cloud infrastructure. Experiment on this paper focused on finding potential denial-ofservice (DoS) and the impact on ability to provide services during attack. We observe an increase on response time up to 2863,22% during targeted attack to the web-based management service.
Mitigation effort by implementing rate control and rate limit on cloud controller help on reducing average system load to an acceptable level, which prevents disruption of the service. Vulnerability testing in this research shows that Eucalyptus web-based management does not have exploitable security hole.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T34855
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>