Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 41345 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jeong, Seon Yong
"Belajar tentang uang dan ekonomi sama halnya dengan mempelajari dasar kehidupan. Janganlah menjalani kehidupan yang mengharuskanmu bergantung pada orang lain karena tidak memiliki uang. Tetapi, kendalikanlah hidupmu secara mandiri. Semoga kehidupanmu bisa berdiri tegak di atas dasar permukaan yang kokoh.—Kutipan dari Bab "Nak, Pernikahan adalah Perjanjian Menyangkut Ekonomi" Buku adalah hadiah terhangat yang bisa Ayah berikan. Buku ini berisi ketulusan hati Ayah, dengan cara mengungkapkan segala yang ada di hati Ayah sejak lama. Ayah dan ibumu hingga sekarang selalu berusaha untuk memberikan hidangan terhangat untukmu. Demi menyajikan hidangan hangat tersebut, dengan rela mereka hidup sederhana. Tetapi, hidangan tersebut hanya ada ketika kamu masih bersama orang tuamu. Ini alasan kenapa Ayah menganjurkanmu untuk belajar tentang ekonomi sendiri.—Kutipan dan Bab "Tetaplah Buka Matamu di Malam Hari" Buku yang hangat ini hadir untuk memotivasi kamu menghadapi dunia yang penuh kapitalisme dengan cara menyajikan pembahasan ekonomi yang tidak biasa. Dibandingkan sebagai buku ekonomi, buku ini bahkan terasa lebih menyentuh hati layaknya sebuah karya sastra. Buku ini dirancang agar pembaca dari segala kalangan tidak merasa canggung untuk memahami topik ekonomi."
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2022
658.15 JEO n
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Limbong, Bernhard
Jakarta: Margaretha Pustaka, 2011
658.15 LIM s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Krisno Aji
"Keberhasilan suatu perusahaan yang berinvestasi dalam bentuk valuta asing diantaranya ditentukan oleh keberhasilan perusahaan tersebut dalam mengetahui besarnya risiko dan memperkirakan return dari masing-masing mata uang. Dengan mengetahui besamya risiko dan return suatu mata uang akan membantu perasahaan dalam membuat rencana dan keputusan dalam berinvestasi dalam bentuk valuta asing tersebut.
Untuk mengetahui risiko suatu mata uang dapat dilakukan dengan mengetahui variance mata uang tersebut. Variance ini dibedakan menjadi unconditional variance dan conditional variance. Conditional variance ini dapat diformulasikan dengan menggunakan model ARCH/GARCH. Model Autoregresive Conditional Heteroscedasticity (ARCH) adalah model time series untuk kondisi heteroscedasticity yang didasarkan pada conditional variance dimana variance adalah fungsi dari variance sebelumnya. Generalized Autoregresive Conditional Heteroscedasticity (GARCH) yang merupakan pengembangan dari model ARCH adalah teknik permodelan time series yang menggunakan peramalan variance niasa lalu untuk meramalkan variance masa depan.
Penelitian ini selain bertujuan untuk mengetahui profil resiko dari mata uang di kawasan Asia khususnya pasca krisis moneter 1997, juga untuk mengetahui besamya pengaruh dari faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhinya, yaitu tingkat bunga yang berlaku di negara tersebut, indeks harga saham gabungan masing-masing negara serta kurs mata uang Yen Jepang.
Penelitian ini menggunakan beberapa mata uang di Asia Tenggara yang menggunakan kurs mengambang, yaitu Rupiah, Peso Filipina, Baht Thailand, serta Dollar Singapura. Skala data yang digunakan adalah data harian mulai 1 Januari 1996 sampai dengan 31 Desember tahun 2001 sebagai sumber data.
Metodologi penelitian dilakukan dengan melakukan analisa pergerakan nilai mata uang regional terhadap dollar US dengan dua cara yaitu Time Series dengan melakukan analisis deret waktu atas pergerakan dan volatilitas nilai tukar masing-masing mata uang regional atas US$ harian dengan mencari besarnya conditional variance dengan menggunakan model GARCH, serta menganalisis hubungan antara nilai tukar mata uang regional dengan beberapa variabel yang mempengaruhinya yaitu tingkat suku bunga, indeks harga saham gabungan masing-masing negara, serta pergerakan nilai mata tukar mata uang regional utama yaitu nilai tukar mata uang Yen Japan terhadap USS.
Pengolahan data menggunakan alat bantu software Hviews version 3.0, serfangkan untuk pembuatan grafik menggunakan alat bantu Microsoft Excell 2000.
Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa volatilitas nilai tukar mata uang negara-negara Asia Tenggara yaitu Rupiah, Peso Philipina, Dolar Singapura, serta Baht Thailand sampai dengan bulan Juni 1997 cendcrung relatif stabil. Setelah bulan Juli 1997 nilai tukar mata uang keempat negara Asia tersebut sungat volatile. Volatilitas nilai tukar ini menunjukkan risiko untuk memegang mala uang tersebut.
Dari keempat mata uang yang diamati. Setelah terjadinya krisis moneter mata uang Rupiah mengalami depresiasi yang paling besar, disusul mata uang Baht Thailand, Peso Philipina dan Dollar Singapura. Volatilitas nilai tukar mata uang Rupiah juga paling tinggi dibandingkan mata uang lainnya, terulama pada tahun 1998, sedangkan volatilitas mata uang Singapura selama 1996 -2001 cenderung paling kecil dibandingkan mata uang lainnya.
Pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah selama masa penelitian yaitu antara tahun 1996 sanipai dengan tahun 2001 kecuali tahun 1997 dipengaruhi oleh indeks harga saham gabungan Jakarta (JCI). Selain faktor tersebut nilai Rupiah pada tahun 1997 juga dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang Yen Jepang dan pada tahun 2001 dipengaruhi oleh lag sebelumnya.
Pergerakan nilai tukar mata uang Peso Philipina pada tahun 1997 dan 1998 dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang Yen Jepang dan lag sebelumnya. Faktor lain yang berpengaruh adalali indeks harga saham gabungan Philipina yang berpengaruh pada tahun 1998 dan 2000.
Pergerakan nilai tukar mata uang Dollar Singapura dalam periode penelitian yaitu antara tahun 1996 sanipai dengan tahun 2001 dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar mata uang Yen Jepang. Faktor lain yang berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang Dollar singapura pada tahun 1998 adalah indeks harga saham gabungan Singapura (STI) dan pada tahun 1996 dan 1997 juga dipengaruhi oleh lag hari sebelumnya.
Pergerakan nilai tukar mata uang Baht Thailand selama masa penelitian yaitu antara tahun 1996 sanipai dengan tahun 2001 dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor lag sebelumnya berpengaruh pada tahun 1996 dan 1997. Faktor Yen Jepang berpengaruh pada tahun 1996 dan 2001, sedangkan indeks harga saham Thailand (SET) pada tahun 1998 berkorelasi negatif terhadap mata uang Baht Thailand.
Dari ketiga variabel tak bebas yang dipergunakan pada umumnya kurs mata uang Yen Jepang berkorelasi positif dengan mata uang Asia Tenggara, sedangkan indeks harga saham gabungan masing-masing negara berkorelasi negatif dengan kurs mata uang nagara-negara tersebut, dimana menguatnya indeks harga saham gabungan berkorelasi dengan menguatnya nilai mata uang masing-masing negara. Dari hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat bunga antar bank di masing-masing negara tidak berkorelasi dengan naik turunnya nilai mata uang di negara-negara Asia Tenggara tersebut.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T259
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sudarmin
Jakarta: CV Genep Jaya Baru, 1982
658.15 SUD p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Lorenz, Christopher
Jakarta: Gramedia, 2000
658.15 LOR f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Bach, David
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004
332.024 BAC st
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Kanina Anindita Pramono
"Studi ini bertujuan untuk membahas pengaruh peranan analis keuangan terhadap manajemen laba berdasarkan penelitian-penelitian dalam 10 tahun terakhir. Metode pencarian penelitian dilakukan dengan memasukkan kata kunci analyst coverage, analyst forecast, dan earnings management di Perpustakaan Universitas Indonesia online. Penelitian yang digunakan memiliki peringkat Q1, Q2, Q3 atau Q4, sesuai dengan peringkat di Scimago Journal & Country Rank. Kemudian, penelitian dikelompokkan berdasarkan hasil dan negara yang menjadi latar penelitian. Pertama, pengelompokkan penelitian berdasarkan hasil menunjukkan bahwa 50% penelitian membuktikan bahwa peranan analis keuangan menurunkan manajemen laba, 25% membuktikan bahwa peranan analis keuangan meningkatkan manajemen laba, 15% membuktikan bahwa peranan analis keuangan memiliki lebih dari satu pengaruh terhadap manajemen laba, dan 10% menunjukkan bahwa peranan analis keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Kedua, pengelompokkan penelitian berdasarkan negara menunjukkan bahwa penelitian paling banyak dilakukan di Amerika Serikat. Jumlah penelitian di Amerika Serikat yang membuktikan bahwa peranan analis keuangan mengurangi manajemen laba sama dengan jumlah penelitian yang membuktikan bahwa peranan analis keuangan meningkatkan manajemen laba. Pengelompokkan penelitian di Cina, Prancis, dan Brazil menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak penelitian yang menyatakan bahwa peranan analis keuangan mengurangi manajemen laba. Sedangkan, penelitian di Inggris dan Australia membuktikan bahwa peranan analis keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Secara umum, hasil studi ini membuktikan bahwa peranan analis keuangan, melalui analyst coverage, mengurangi manajemen laba, khususnya manajemen laba akrual. Namun, tetap perlu diketahui bahwa analyst forecast dapat menjadi tekanan yang mendorong perusahaan untuk meningkatkan manajemen laba
.The purpose of this study is to discuss the effect of financial analysts’ role on earnings management. It is done by examining earlier literatures from the past 10 years. The methodology used to find the literatures is by entering the keywords analyst coverage, analyst forecast and earnings management on the online library of Universitas Indonesia. Each literature has a rank of either Q1, Q2, Q3 or Q4, based on its respective journal’s rank on Scimago Journal & Country Rank. The literatures are then classified based on their results and sample country. Firstly, classification based on results showed that 50% of the literatures proved that the role of financial analysts reduces earnings management. Another 25% of the literatures proved that the role of financial analysts increases earnings management. Another 15% of the literatures proved that the role of financial analysts has more than one effect on earnings management. The remaining 10% of the literatures proved that the role of financial analysts has no effect on earnings management. Secondly, country classification showed that the topic is most popular in the United States, with an equal amount of literatures proving that the role of financial analysts reduces earnings management and that the role of financial analysts increases earnings management. The classification in China, Brazil and France showed that there are more literatures, which prove that the role of financial analysts reduces earnings management. On the other hand, the classification in the United Kingdom and Australia showed that the role of financial analysts has no effect on earnings management. So, the overall result of this study concluded that the role of financial analysts, through analyst coverage, reduces earnings management, especially the accruals. However, it is worth noting that analyst’s forecast can be a pressure to the management, which may encourage the increase of earnings management."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia , 2019
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Rahmat E.
"Tesis ini membahas pengaruh pemberlakuan PP Nomor 56 Tahun 2005 terhadap penetapan dan penyampaian Perda APBD mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2009. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menganalisis data sekunder berupa tanggal penetapan dan penyampaian Perda APBD. Hasil penelitian menyarankan bahwa diperlukan kajian lebih lanjut mengenai batas waktu penetapan dan penyampaian Perda APBD untuk meningkatkan kedisiplinan pemerintah daerah dalam hal tersebut; kerja sama antarinstansi pemerintah perlu ditingkatkan dalam hal evaluasi rancangan Perda APBD; kasus-kasus mengenai penetapan Perda APBD tahun 2009 yang sudah ada perlu diteliti lebih lanjut sebagai ekomendasi bagi proses penetapan Perda APBD daerah lain di masa mendatang.

This study discusses the impact of Government Regulation Number 56 Year 2005 on the establishment and submission of local government budget from year 2007 to 2009. This study use descriptive methode to analyze secondary data from the approval and submission date of local government budget. The results suggest that further study is needed regarding the deadlines of local government budget approval and submission date to increase local governments discipline; cooperation of government agencies need to be improved in terms of local government budget evaluation draft; the existing cases of the establishment of local government budget year 2009 should be investigated as recommendations for further establishment process of local governmet budget."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T 27646
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Nurlina Rumonda
"Merger merupakan alternatif strategi yang lazim digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan. Dalam dunia perbankan, baik skala nasional maupun internasional, alternatif merger adalah merupakan salah satu alternatif strategi bisnis  yang dipandang efektif untuk memperbaiki kondisi kesehatan perbankan di sebuah negara.
Strategi merger yang ada di Indonesia juga merupakan salah satu agenda dalam regulasi Bank Indonesia sebagai bank sentral yang tertuang dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Sesuai dengan strategi konsolidasi perbankan yang tertuang dalam API, terdapat kewajiban pemenuhan permodalan perbankan yang harus dipenuhi sebesar Rp 80 miliar sampai dengan akhir 2007. Hal ini yang menjadikan motif utama mergernya PT Bank Y (BY) kedalam PT Bank X Tbk (BX) pada tanggal 8 Januari 2008.
Dengan telah dilakukannya merger antara BY dengan BX, perlu dilakukan penilaian atas sinergi yang tercipta yaitu untuk mengetahui apakah keputusan strategis bisnis bank untuk melakukan merger merupakan keputusan yang tepat atau tidak. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengukur sinergi adalah mengetahui adanya benefit dari bank hasil merger salah satunya adalah melalui penilaian rasio-rasio keuangan pokok sesuai perhitungan tingkat kesehatan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Termasuk juga penilaian atas hasil yang telah dicapai selama triwulan pertama setelah merger dan penilaian atas proyeksi laporan keuangan sampai dengan satu tahun setelah merger.
Laporan keuangan yang dihasilkan pada saat penggabungan atau merger adalah dengan menggunakan metode pooling of interest. Dimana nilai laporan keuangan dari mergernya kedua bank ini merupakan penjumlahan dari masing-masing akun dari tiap-tiap bank. Sehingga laporan keuangan konsolidasi Bank hasil merger merupakan penggabungan harta, kewajiban, ekuitas dari masing-masing perusahaan yang melakukan penggabungan usaha
Merger is an alternative strategy that is commonly used to increase the growth and development of a company. In the world of banking, both on a national and international scale, alternative mergers are one of the alternative business strategies that are considered effective in improving the health condition of banking in a country.
The merger strategy in Indonesia is also one of the agendas in the regulation of Bank Indonesia as the central bank as stated in the Indonesian Banking Architecture (API). In accordance with the banking consolidation strategy contained in the API, there is an obligation to fulfill banking capital that must be met in the amount of Rp 80 billion by the end of 2007. This is the main motive for the merger of PT Bank Y (BY) into PT Bank X Tbk (BX) on January 8, 2008.
With the merger between BY and BX, it is necessary to evaluate the synergy created, namely to determine whether the strategic decision of the bank's business to conduct a merger is the right decision or not. One way to measure synergy is to know the benefits of the merged bank, one of which is through the assessment of basic financial ratios according to the calculation of the soundness of the bank conducted by Bank Indonesia. This includes an assessment of the results that have been achieved during the first quarter after the merger and an assessment of the projected financial statements up to one year after the merger.
The financial statements produced at the time of the merger or merger are using the pooling of interest method. Where the value of the financial statements of the merger of these two banks is the sum of each account from each bank. Therefore, the consolidated financial statements of the Bank resulting from the merger are a combination of assets, liabilities, and equity of each of the companies conducting the business combination.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hendri Sasmita Yuda
"Penyelenggaraan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi mempunyai peranan penting dan dinilai turut berkontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian nasional melalui penyediaan akses sumber dana bagi pihak yang membutuhkan sekaligus memberikan peluang alternatif investasi bagi masyarakat yang memiliki dana. Seiring dengan semakin berkembangnya kompleksitas produk dan layanan jasa pinjam peminjam uang berbasis teknologi informasi, hal tersebut telah memberikan peluang meningkatnya risiko terjadinya berbagai kejahatan bidang keuangan, termasuk risiko digunakan sebagai sarana dan/atau sasaran kejahatan pencucian uang. Prinsip mengenal nasabah merupakan bagian dari program anti pencucian uang pada sektor jasa keuangan. Sebagai subjek yang dikategorikan sebagai industri keuangan non bank, dasar pengaturan prinsip mengenal nasabah bagi Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.01/2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan. Pedoman program anti pencucian uang memuat beberapa kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan identifikasi dan verifikasi nasabah termasuk penerapan prinsip customer due diligence CDD yang sejalan dengan rekomendasi FATF melalui pendekatan berbasis risiko. Dari aspek regulasi, prinsip mengenal nasabah telah membawa konsekuensi hukum yang berkaitan dengan lingkup substansi pengaturannya. Dalam pembahasan tesis ini, penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif.

Peer to peer lending plays an important role and contribute to the national development and economy through the provision of access to financial resources for the parties in need as well as provide alternative investment opportunities for people who have the funds. Along with the increasing complexity of peer to peer lending products and services, it has provided an increased risk of occurrence of various crimes in the financial sector, including risks of being used as means and or targets of money laundering crime. Know your customer principles is part of anti money laundering program in the financial services sector. As a subject categorized as a non bank financial industry, know your customer principles in peer to peer lending refers to the provisions stipulated by the Financial Services Authority regulated in the POJK No. 12 POJK.01 2017 on Implementation of Anti Money Laundering and Counterterrorism Prevention Program in the Financial Services Sector. The anti money laundering guidelines contain some policies and procedures related to customer identification and verification including the application of customer due diligence CDD principles that are consistent with FATF recommendations through a risk based approach. From the aspect of regulation, know your customer principles have brought legal consequences related to the scope of the substance of the arrangement. In the discussion of this thesis, the author uses the normative research methods.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2018
T51452
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>