Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57135 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Gaffa Zahry Allya
"Penelitian ini berfokus pada analisis kompleksitas serta tingkat keterbacaan dari salah satu Kindermärchen (dongeng anak) dari Grimm bersaudara yang berjudul Schneewittchen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kerumitan kalimat serta nilai keterbacaan dari dongeng Schneewittchen. Penelitian ini dilakukan dengan 3 metode penelitian, yaitu metode kualititatif, metode deskriptif, dan metode kuantitatif untuk penghitungan tingkat keterbacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dongeng Schneewittchen memiliki kompleksitas kalimat yang sangat tinggi dengan didominasi oleh hampir 95% kalimat kompleks. Namun, yang membuatnya menarik adalah hasil penghitungan tingkat keterbacaan dongeng tersebut menunjukkan bahwa dongeng Schneewittchen berada di kategori „agak mudah“ yang hampir mendekati „mudah“ dengan skor keterbacaan 70,98, sehingga dapat dikatakan bahwa dongeng tersebut lebih dapat diterima dengan baik oleh remaja, khususnya untuk anak yang memiliki kemampuan bahasa Jerman dengan rentang usia usia 12-13 tahun.

The focus of this research is the analysis of sentence complexity and reading ease of one of the Kindermärchen children’s tales) of The Brothers Grimm named Schneewittchen. The purpose of this research is to identify how high is the level of the sentence complexity and readability level of the tale. Thisresearchh was conducted using three research methods, namely qualitative method, descriptive method, and quantitative method for the calculation of readability level. The results show that Schneewittchen has a very high level of sentence complexity dominated by almost 95% complex sentences. However, what makes it interesting is the result of the reading ease calculation shows that the tale falls into the „fairly easy“ category which is close to the „easy“ category with a reading ease score of 70,98, so it can be said that the story can be read and received quite well by children, especially for 12-13 years old children who have German language skills."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Romiyadi
"Indeks kompleksitas produk merupakan indikator dari suatu produk manufaktur yang menggambarkan produk didesain serta diproduksi dengan tingkat kerumitan atau kompleksitas tertentu. Pada penelitian ini dilakukan penilaian kompleksitas produk terhadap beberapa produk pressed part khususnya produk komponen otomotif. Penilaian dilakukan terhadap variabel kompleksitas produk pressed part berdasarkan aspek feature dan spesifikasi produk yaitu material, shape, geometri, tolerance, general surface finish dan hardness. Metode yang digunakan adalah metode yang diperkenalkan oleh ElMaraghy dan Urbanic dimana penilaian dilakukan berdasarkan atas jumlah informasi, variasi informasi dan isi informasi suatu produk. Selanjutnya, dilakukan analisis pengaruh variabel kompleksitas produk pressed part terhadap variabel kemampuan teknologi yaitu technoware,humanware, nfoware dan orgaware. Metode yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda. Hasil penilaian kompleksitas produk menunjukkan bahwa produk Bracket, FRT Fog Lamp A LH mempunyai indeks kompleksitas produk sebesar 6,18. Produk Bracket, FRT Fog Lamp B LH mempunyai indeks kompleksitas produk sebesar 6,13. Produk Bracket, FRT Bumper C LH mempunyai indeks kompleksitas produk sebesar 4,78. Dan produk Bracket Air Box RH mempunyai indeks kompleksitas produk sebesar 7,06. Sedangkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa technoware dipengaruhi oleh material, shape dan geometry. Humanware dipengaruhi oleh material, shape dan tolerance. Infoware dan orgaware dipengaruhi oleh shape.

Product complexity index is an indicator of a manufacturing product that describes the products are designed and manufactured with a level of complexity. In this research, assessment of product complexity was conducted on pressed part products, particularly on automotive component products. Assessment conducted on the variable of pressed part product complexity based on features of the products and specifications of materials, shapes, geometry, tolerance, general surface finish and hardness. The method in this project was introduced by ElMaraghy and Urbanic, where the assessment is based on absolute quantity information, diversity of information, and content of product information. Furthermore, the influence of pressed part product complexity variables was analyzed again technological capability variables such as, technoware, humanware, infoware, and orgaware. The method for research analysis was multiple linear regression analysis. The results of product complexity assessment indicated that the product of Bracket, FRT Fog Lamp A LH had a product complexity index of 6.18. Product of Bracket, FRT Fog Lamp B FRT LH had a product complexity index of 6.13. Product of Bracket, Bumper C LH had a complexity index of 4.78 products. And product of Air Box Bracket RH had product complexity index of 7.06. The results of multiple linear regression analysis showed that technoware influenced by the material, shape and geometry. Humanware influenced by the material, shape and tolerance. Infoware and orgaware influenced by the shape."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T28363
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mochammad Taufik Pradito
"Iklan adalah suatu bentuk informasi yang isinya berupa pesan tentang sebuah produk atau jasa untuk mendorong masyarakat sehingga menjadi tertarik menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Salah satu cara agar iklan tersebut menjadi efektif adalah menggunakan gaya bahasa yang tepat dan tokoh masyarakat seperti atlit olahraga nasional yang dilakukan oleh Nutella dalam iklan kampanye yang bertajuk Hast dus drauf?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa, jenis kalimat, dan bentuk kalimat yang digunakan pada iklan televisi Nutella di Jerman pada tahun 2008 hingga 2011.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kalimat yang sering muncul adalah kalimat pernyataan dan bentuk kalimat yang sering muncul adalah kalimat sederhana. Gaya bahasa yang paling sering digunakan adalah gaya bahasa ellipsis yang digunakan sebanyak enam kali. Penggunaan gaya Bahasa ellipsis dalam iklan ini memiliki tujuan keekonomisan bahasa, namun dapat pesan yang terkandung di dalam iklan tetap dapat tersampaikan. Gaya bahasa lain yang muncul adalah gaya bahasa metafora, hiperbola, geminasi, dan metonimia.

Advertising is a form of information whose content is a message about a product or service to encourage the community to become interested in using the product or service offered. One way to make these ads effective is to use appropriate language styles and community leaders such as national sports athletes conducted by Nutella in campaign advertisements titled Hast dus drauf?. This study aims to describe the language style, type of sentence, and sentence form used in Nutella television advertisements in Germany from 2008 to 2011.
The results of this study indicate that the types of sentences that often appear are statement sentences and sentence forms that often appear are sentences simple. The most frequently used language style is the ellipsis language style used six times. The use of the ellipsis Language style in this advertisement has the language economic goals, but can the message contained in the advertisement still be conveyed. Other language styles that emerge are the styles of metaphor, hyperbole, resonance, and metonymy.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hanifa Izzan Arahmani
"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain jig untuk proses perakitan produk delivery bed guna mengurangi kompleksitas manual assembly. Berdasarkan metode pemodelan kompleksitas dari Samy dan ElMaraghy, dilakukan perhitungan nilai kompleksitas manual assembly untuk produk delivery bed sebelum dan sesudah optimasi desain jig. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain jig baru yang dioptimasi dengan penambahan support part locator, bar reinforcement, dan penggabungan pillar berhasil menurunkan nilai indeks kompleksitas part (CIpart) dan total kompleksitas assembly. Nilai CIpart terbesar ada pada part undercarriage linkage dengan nilai awal 0,73 yang menurun menjadi 0,69 setelah optimasi desain jig. Total nilai kompleksitas manual assembly delivery bed juga turun dari 19,9 menjadi 19,83 setelah perancangan jig baru. Penelitian ini menyarankan dilakukannya validasi hasil desain melalui implementasi langsung di lapangan dan pembuatan desain jig dalam bentuk 2D dan 3D untuk mempermudah penelitian berikutnya.

This research aims to develop jig designs for the assembly process of delivery bed products to reduce the complexity of manual assembly. Based on the complexity modeling method by Samy and ElMaraghy, complexity values for manual assembly of the "delivery bed" product were calculated before and after jig design optimization. The research findings indicate that the new optimized jig design, with additional support part locators and bar reinforcement, successfully reduced the part complexity index (CIpart) and total assembly complexity. The highest CIpart value was initially found in the undercarriage linkage part with a value of 0.73, which decreased to 0.69 after jig design optimization. The total complexity value of the manual assembly delivery bed also decreased from 19,9 to 19,83 after the new jig design. This study recommends validating the design results through direct implementation in the field and creating jig designs in 2D and 3D forms to facilitate future research."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naura Nazifah
"ABSTRAK
Snow White atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Putri Salju adalah salah satu karakter fiksi yang pertama kali muncul dalam kumpulan dongeng milik Grimm Bersaudara. Penggambaran mengenai karakteristik seorang putri yang melekat pada karakter Snow White dalam dongeng membuat masyarakat memiliki konsep atau imaji seorang putri. Namun seiring perkembangan zaman, banyak dongeng yang menjadi acuan adaptasi untuk berbagai film, salah satunya film Snow White and the Huntsman produksi Hollywood sebagai hasil adaptasi dari dongeng Schneewittchen dalam kumpulan dongeng karya Grimm Bersaudara. Namun berbeda dengan karakter Snow White yang sudah dikenal masyarakat melalui dongeng, karakter Snow White dalam film mengalami perluasan yang cukup terlihat. Secara khusus, penelitian ini akan membahas mengenai perluasan karakter yang dialami oleh tokoh Snow White dalam film versi Hollywood serta bagaimana peran Hollywood dalam industri perfilman nasional dan internasional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan teori representasi Stuart Hall, dan mitos dari Roland Barthes serta teori Gender."
2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ngusman Abdul Manaf
"ABSTRACT
The focus of this sociolinguistic study is the relationship between social economic status (socionomic status) and the linguistic code, especially the sentence complexity. The purposes of the study are (1) to measure sentence patterns' among groups of speaker socionomic lower-low, upper-low, lower-middle, and upper-middle; (2) to measure the index of sentence complexity based of the average sentence length (ASL), the index of sentence complexity based on average block length (ABL), and the index of sentence based of the average clause depth (ACD) of four socionomic status groups; (3) to measure the variety of sentence complexity among four socionomic status groups; (4) to measure the effect of socionomic status on the sentence complexity; (5) to measure the contributions of each subvariable of socionomic status to the sentence complexity, and; (6) to measure the close relationship between socionomic status and sentence complexity.
This study used two approaches, namely lingustic and sociological approaches. The relationship between socionomic status and sentence complexity was analyzed in terms deficit theory. The subjects of this study were the native speakers of the Minangkabau language in Municipality of Padang. The data were sentences spoken by informants and individual reports about the social, economic, and cultural conditions of the informants. The data were collected by using recording and questionnaire. The data in the form of sentence were analyzed by using the technique of sentence patterns measurement and sentence complexity according to Cook (1979). Data that were collected by using questionnaire were analyzed by using Hollingshead and Redlich's (1958) and Labov's techniques (1966) to measure the socionomic status of the speakers. Sentence complexity variation among the four socionomic status groups was measured by using one-way variant analysis. The effect of socionomic to the sentence complexity and the contributions of each socionomic's subvariables to sentence complexity were measured by using double regresion analysis technique.
The findings of this study include the following.
There is no significant different between sentence patterns and the index of sentence complexity of oral Minangkabau language spoken by lower-low, upper-low, lower-middle, and upper-middle socionomic status speaker. The sentence patterns and sentence complexity do not indicate the socionomic status of its speakers. There is no difference of linguistic codes in sentence complexity among the four socionomic status groups.
There is no significant effect between socionomic and ASL. On other side, socionomic status gives significant effect to ABL and ACD. All socionomic's subvariables (Job, education, and income) do not give significant contribution to ASL. Among the three subvariables of socionomic, it is only the income that gives significant contribution to ABL and ACD. Although the effect of socionomic to ASL is minimal, it indicates positive correlation between the socionomic status and ASL, ABL, and ACD.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saptutijati Chomsana Suharno
"Penelitian mengenai struktur kalimat dongeng Aschenputtel ini ditulis dengan tujuan memperlihatkan bagaimana struktur kalimat tunggal dan kalimat majemuk yang digunakan dalam dongeng Aschenputtel tersebut dengan menggunakan teori. Duden-Grammatik, yaitu bagan struktur kalimat atau Satybauplan.
Skripsi ini terdiri atas empat bab. Bab I adalah Pendahuluan. Dalam bab 1 ini diterangkan latar pokok bahasan, pokok bahasan dan cakupan penelitian tujuan penelitian dan petode penelitian. Bab II menerangkan sekilas tentang dongeng dari bagan struktur kaliimat bahasa Jerman berdasarkan Duden-Grammatik. Bab III merupakan pokok skripsi yang berisi analisis kalimat-kalimat dalam dongeng Aschenputtel. Dengan langkah-langkah di atas, pada Bab IV Diper lihatkan simpulan dari analisis yang telah dilakukan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S15602
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Tri Iryani Hastuti
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1995
499.221 5 TRI k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Adriana Mayra
"Studi ini menganalisis 22 literatur dari SCOPUS menggunakan metode taksonomi data untuk menangkap studi yang komprehensif terkait perdagangan limbah global and kompleksitasnya. Tulisan ini dibagi menjadi tiga tema utama yakni; 1) perkembangan perdagangan limbah global, 2) jaringan perdagangan limbah global dan 3) pandangan kritis terhadap perdagangan limbah global. Tulisan ini menunjukkan bahwa kajian mengenai perdagangan limbah global masih belum banyak berkembang. Diskursus mengenai perdagangan limbah global itu sendiri juga sebagian besar terfokus pada kajian dinamika negara maju dan berkembang serta perspektif ilmu lingkungan. Selain itu, tulisan ini menunjukkan bahwa afiliasi negara yang terdapat dalam literatur terpilih kebanyakan berasal dari negara-negara maju yang berdampak pada sempitnya cakupan perdagangan limbah global. Oleh karena itu, kajiannya mendapatkan perhatian yang kurang dari akademisi hubungan internasional. Studi ini menyarankan penguatan suara dari negara-negara berkembang mengenai topik ini, analisis menggunakan bidang studi yang bervariatif, dan perhatian terhadap peran aktor non-negara.

This study analyses 22 literatures from SCOPUS using the data taxonomy method to capture a comprehensive study on the current discourse of the global waste trade and the complexity of it all. These literatures are divided into three main themes which consists of; 1) the development of the global waste trade, 2) global waste trade networks and 3) critical approaches to the global waste trade. Results of this study showed that the study on the global waste trade has not been advancing. The global waste trade discourse also mainly focused on the study of developed and developing country dynamics as well as environmental studies. Moreover, this study reveals that the literatures’ country affiliations are mostly from developed countries which results in a narrow scope of the global waste trade. Therefore, the study of the global waste trade receives little attention from international relations scholars. This study recommends amplifying developing countries' voices, analysis using other fields of study, and awareness of non-state actors’ role. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>