Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 143875 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shafira Hasna Lathifa
"Imitation of influencers merupakan salah satu motivasi konsumen dalam membeli produk yang direkomendasikan oleh influencer. Namun, belum banyak penelitian yang membahas imitation of influencers terutama memfokuskan pada salah satu influencer di sebuah platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh imitation of influencers Tasya Farasya sebagai beauty influencer terhadap purchase decision pengikutnya pada produk kosmetik merek Luxcrime melalui materialisme sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada pengikut akun Instagram Tasya Farasya. Melalui metode survei, sampel pada penelitian ini berjumlah 150 dengan ketentuan pengikut tersebut pernah membeli produk Luxcrime. Hipotesis di uji dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imitation of influencer memiliki pengaruh signifikan terhadap materialisme dan purchase decision. Kemudian, materialisme berpengaruh signifikan terhadap purchase decision. Serta imitation of influencer berpengaruh secara tidak langsung terhadap purchase decision melalui materialisme.

Imitation of Influencers is currently one of the main motivation of customers when purchasing products recommended by Influencers. However, studies that discuss Imitation of Influencers especially focused on one of influencers at specific social media platform are limited. The purpose of this study was analyze the effect of Tasya Farasya’s imitation of influencer as a beauty influencer on the purchase decision of Luxcrime cosmetic products by her followers on Instagram through materialism as a mediating variable. Through the survey method, the sample in this study was 150 respondents who are Tasya Farasya's Instagram followers who had purchased Luxcrime's cosmetic products. The hypothesis was tested using the Structural Equation Modeling (SEM) method with SmartPLS 3.0 software. The results of the study showed that imitation of influencer has a significant influence on materialism and purchase decisions. Then, materialism has a significant effect on the purchase decision. As well as imitation of influencers indirectly influence the purchase decision through materialism."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farrel Ardava Rayhanda Suprihadi
"Perkembangan media sosial global menyebabkan strategi pemasaran perusahaan bergeser untuk menggunakan konten digital media sosial melalui influencer, khususnya makro-influencer yang memiliki followers di atas seratus ribu hingga satu juta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived influence terhadap purchase intention melalui brand engagement in self concept dan brand expected value sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square untuk menganalisis data melalui perangkat lunak SMARTPLS-3. Kuesioner dihimpun melalui Google Form dan disebarkan melalui fitur direct message, Instagram, Twitter, Linkedin, dan Whatsapp kepada 279 responden. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perceived influence dari Rifat Sungkar dapat berpengaruh terhadap purchase intention Mitsubishi Xpander apabila dimediasi oleh brand engagement in self concept dan brand expected value (H1 dan H2 diterima). Namun, tidak ada pengaruh signifikan pada perceived influence Rifat Sungkar pada purchase intention Mitsubishi Xpander secara langsung (H3 ditolak). Hasil juga menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara brand engagement in self concept dan brand expected value (H4 diterima).

The development of global social media has caused companies' marketing strategies to shift to using social media digital content through influencers, especially macro-influencers who have followers above one hundred thousand to one million. This study aims to analyse the effect of perceived influence on purchase intention through brand engagement in self concept and brand expected value as mediating variables. This study used Structural Equation Modeling-Partial Least Square to analyse the data through SMARTPLS-3 software. The questionnaire was collected through Google Form and distributed through direct message, Instagram, Twitter, Linkedin, and Whatsapp features to 279 respondents. The results of this study prove that perceived influence from Rifat Sungkar can affect Mitsubishi Xpander purchase intention when mediated by brand engagement in self concept and brand expected value (H1 and H2 accepted). However, there is no significant effect on Rifat Sungkar's perceived influence on Mitsubishi Xpander purchase intention directly (H3 is rejected). The results also show that there is a significant relationship between brand engagement in self concept and brand expected value (H4 accepted)."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indra Wijaya
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang ada atau tidaknya pengaruh antara dimensi atau variabel intrinsik religiusitas, ekstrinsik religiusitas, materialisme dan long term orientation terhadap tujuh dimensi dari etika konsumen. Pengumpulan data menggunakan teknik convenience sampling secara offline. Dari pengumpulan dan pengolahan data dengan program IBM SPSS Statistic 22 yang dilakukan terhadap 550 responden masyarakat kota Depok, dapat ditemukan bahwa social (ekstrinsik religiusitas) dan planning (long-term orientation) berpengaruh negatif terhadap passive, active, legal, dan no harm/no foul. Sedangkan materialisme berpengaruh positif terhadap active, illegal, passive, active, legal, no harm/no foul dan downloading. Social (ekstrinsik religiusitas), tradition dan planning (long-term orientation) berpengaruh positif terhadap recycling dan doing good. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa sikap negatif akan menyukai atau melakukan kegiatan tidak etis dan menghindari kegiatan yang etis dari perilaku konsumen.

ABSTRACT
This study aimed to investigate the influence between dimensions or variables of intrinsic religiosity, extrinsic religiosity, materialism and long-term orientation towards 7 dimensions of ethical consumers. Data collected using a convenience sample techniques and delivered offline. From the collection and processing of data by IBM SPSS Statistics 22 program, conducted on 550 respondents from Depok city community. It can be found that social (extrinsic religiosity) and planning (long-term orientation) negatively affect the passive, active, legal, and no harm / no foul. While materialism have positive affect on active, illegal, passive, active, legally, no harm / no foul and downloading. Social (extrinsic religiosity), tradition and planning (long-term orientation) have positive affect on recycling and doing good. This suggests that some of the negative attitudes would have or liked unethical behavior and avoid activities that ethical towards consumer behavior.
"
2016
S63113
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agil Okta Yohan Ferzia
"Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari Top Management Team Cognitive Conflict sebagai mediator terhadap pengaruh antara Empowering Leadership, Directive Leadership dan Narcissistic Leadership terhadap Strategic Decisions Comprehensiveness serta pengaruh mediasi dari Strategic Decisions Comprehensiveness pada pengaruh antara Empowering Leadership, Directive Leadership dan Narcissistic Leadership terhadap Project Performance. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Sejumlah 109 proyek konstruksi di Indonesia berpartisipasi menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Empowering Leadership dan Directive Leadership adalah tipe kepemimpinan yang menyumbangkan hasil positif terhadap Project Performance secara keseluruhan dan akan lebih meningkat lagi ketika di mediasi oleh Strategic Decisions Comprehensiveness. Namun perlu juga diperhatikan bahwa faktor konflik pada level Site Manager dapat memberikan pengaruh negatif pada strategi dalam proses pengambilan keputusan dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Perusahaan perlu memberikan edukasi kepada para Project Manager tentang cara memimpin sebuah proyek konstruksi dengan gaya kepemimpinan yang empowering dan directive serta memberikan edukasi dalam menyusun strategi dalam pengambilan keputusan selama berjalannya proyek.

The study was conducted to determine the effect of Top Management Team Cognitive Conflict as a mediator on the effect of Empowering Leadership, Directive Leadership and Narcissistic Leadership on Strategic Decisions Comprehensiveness and the mediating effect of Strategic Decisions Comprehensiveness on the influence of Empowering Leadership, Directive Leadership and Narcissistic Leadership on Project Performance. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). A total of 109 construction projects in Indonesia participated in the research sample. The results show that Empowering Leadership and Directive Leadership are types of leadership that contribute positive results to Project Performance as a whole and will increase even more when mediated by Strategic Decisions Comprehensiveness. However, it should also be noted that conflict factors at the Site Manager level can have a negative influence on strategy in the decision-making process and overall company performance. Companies need to provide education to Project Managers on how to lead a construction project with an empowering and Directive Leadership style and provide education in formulating strategies for decision making throughout the project."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ulfa Nurida
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan emosi terhadap efikasi diri dalam keputusan karier yang dimoderasi oleh harapan orang tua. Menurut teori perkembangan karier, siswa SMA yang berusia 14-18 tahun berada pada tahap eksplorasi. Dalam tahapan ini, siswa dituntut untuk menilai kapasitas diri mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan. Padahal, siswa SMA masih ditemukan belum dapat memutuskan masa depan mereka sepenuhnya secara mandiri. Adanya peran orang tua yang termanifestasikan melalui harapan orang tua pun membentuk persepsi bagi anak-anaknya. Penelitian ini dilakukan terhadap 785 siswa SMA di enam sekolah wilayah Jabodetabek dengan menggunakan metode convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, career decisions self-efficacy scale  short form (CDSE-SF) untuk efikasi diri dalam keputusan karier, wong and law emotional intelligence scale (WLEIS)  untuk kecerdasan emosi, dan parental expectation scale  (PES) untuk harapan orang tua. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis moderasi melalui PROCESS oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan emosi terhadap efikasi diri dalam keputusan karier yang dimoderasi oleh harapan orang tua, b= 0,006 p<0.05. Keterbatasan penelitian yang berkaitan dengan alat ukur membuat perlunya dilakukan perbaikan oada beberapa aitem alat ukur CDSE-SF, serta memberitahukan pada partisipan agar saat menjawab pertanyaan mengenai harapan orang tua perlu membayangkan salah satu orang tua mereka. Implikasi penelitian ini bagi pihak sekolah dan psikolog sekolah dapat merancang program bimbingan karier bagi siswa agar siswa lebih yakin dalam menjalani tugas-tugas yang berkaitan dengan keputusan karier. Selain itu, psikolog sekolah juga dapat memberikan pemahaman bagi orang tua mengenai peran harapan orang tua terhadap keputusan karier anak-anaknya.

The present study examined the effect of emotional intelligence on career decision self-efficacy with parental expectation as a moderating variable. Career development theory states that students aged 14-18 years are in the exploration stage of life. Students are thus required to assess themselves, especially their capability to face future challenges. However, the role of parents remains relatively crucial during this stage because adolescents are still unable to fully make decisions about their future. In addition, parents expect the continuation of their childrens studies. This case is especially true in Asian culture, which illustrates the major role that parents play in their childrens lives. A total of 785 high-school students from Jabodetabek, Indonesia, were recruited using the convenience sampling method. Instruments used in this study were Career Decisions Self-Efficacy Short Form (CDSE-SF) for career decisions self-efficacy, Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) for emotional intelligence, and Parental Expectation Scale (PES) for parental expectation. Moderation analysis was used as the data analysis technique through PROCESS. Results confirmed the moderating role of parental expectations on emotional intelligence and career decision self-efficacy b= 0,006 p<0.05. Limitations in this study that researchers also did not revise several items on the CDSE-SF. In addition, researcher could give instructions for participants to imagined one of their parents when they were filled out parental expectations scale. This limitations could be a concern for future study. Implications for school and school psychologist could create career guidance programs for students based on competence in career decisions. Implications for school and school psychologist could create career guidance programs for students based on competence in career decisions. School psychologist could also provided the understanding for parent about the role of parental expectations in their childrens career decisions."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Galina As Zahra Lika
"Teknologi telah menjadi bagian sehari-hari dari kehidupan manusia. Pemanfaatan perkembangan teknologi ini telah digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya pada layanan konseling. Meskipun tele-counseling bukan merupakan hal yang baru, namun kebanyakan orang masih belum familiar sehingga perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi intensi seseorang untuk menggunakan layanan tele-counseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap terhadap layanan tele-counseling pada intensi menggunakan layanan tele-counseling melalui kepercayaan terhadap layanan tele-counseling sebagai mediator dengan menggunakan Theory of Planned Behavior oleh Ajzen sebagai dasar teori. Penelitian ini dilakukan pada 109 masyarakat umum Indonesia berusia 18-40 tahun (M = 22,94, SD = 4,53) yang pernah mendengar layanan tele-counseling. Pengukuran menggunakan Intentions to Seek Counseling Inventory – Online (ISCI), The Online Counseling Attitudes Scale (OCAS), dan Alat Ukur Kepercayaan terhadap Tele-counseling yang diadaptasi dari Anwar dan Adidarma (2016). Hasil analisis mediasi menggunakan PROCESS Model 4 Hayes menunjukkan bahwa tidak ditemukan peran kepercayaan sebagai mediator pada pengaruh sikap terhadap intensi menggunakan layanan tele-counseling (ab = 0.08, p<0.01, CI [-0.17 – 0.31]). Penelitian ini memberikan implikasi bagi penyedia layanan tele-counseling untuk meningkatkan intensi masyarakat dalam menggunakan layanan tele-counseling dengan melihat faktor-faktor lain selain sikap dan kepercayaan.

Technology has become an everyday part of human life. Utilization of this technological development has been used in various aspects of life, one of which is in counseling services. Although tele-counseling is not a new things, most people are still unfamiliar, hence it is necessary to know what factors can affect a person's intention to use tele-counseling services. This research aims to find out the influence of attitudes towards tele-counseling services on intentions using tele-counseling services through trust towards tele-counseling services as a mediator by using the Theory of Planned Behavior by Ajzen as the basis of the theory. The study was conducted on 109 Indonesians aged 18-40 years (M = 22.94, SD = 4.53) who had heard of tele-counseling services. Measurements using Intentions to Seek Counseling Inventory – Online (ISCI), The Online Counseling Attitudes Scale (OCAS), and Trust on Tele-counseling adapted from Anwar and Adidarma (2016). The results of mediation analysis using Hayes' PROCESS Model 4 showed that there was no role of trust as a mediator on the influence of attitudes towards intentions using tele-counseling services. (ab = 0.08, p<0.01, CI [-0.17 – 0.31]). This study has implications for tele-counseling service providers to increase public intentions in using tele-counseling services by looking at factors other than attitudes and trust."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christinia Minarso
"Kemampuan wanita dalam menggunakan teknologi harus disertai dengan literasi yang baik agar mereka dapat merespons informasi hoax yang beredar melalui WhatsApp secara kritis. Demikian juga dengan kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan dan Keluarga (PKK) Situbondo yang mayoritas Tim Penggeraknya (TP) adalah ibu-ibu yang memanfaatkan WhatsApp sebagai komunikasi kelompoknya. Karenanya, tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengidentifikasi literasi informasi dan media TP PKK Situbondo serta respons informasi hoax melalui WhatsApp, 2) Mengidentifikasi pengaruh literasi informasi dan media TP PKK Situbondo terhadap respons informasi hoax melalui WhatsApp, 3) Mengidentifikasi pengaruh literasi informasi dan media TP PKK Situbondo terhadap respons kognitif, afektif, dan behavioral terhadap informasi hoax melalui WhatsApp. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan 440 responden. Hasil yang didapat yakni: 1) Literasi infromasi dan media TP PKK Situbondo cukup tinggi, namun respons informasi hoax melalui WhatsApp cukup rendah, 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan literasi informasi dan media TP PKK Situbondo terhadap respons informasi hoax melalui WhatsApp, 3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan literasi informasi dan media TP PKK Situbondo terhadap respons kognitif, afektif, dan behavioral informasi hoax melalui WhatsApp. Penelitian ini memberikan gambaran dalam membuat strategi kebijakan literasi informasi dan media untuk pemberdayaan TP PKK Situbondo dalam merespons informasi hoax secara kritis dan bijak.

Women's ability in using technology must accompanied by good literacy to respond critically of hoax information through WhatsApp. Likewise, the Situbondo Empowernment and Family Welfare (PKK) movement, where the majority of Driving Team are housewifes also use WhatsApp as their group communication. Therefore the purpose of this study are for: 1) Identify media and information literacy of Situbondo PKK Driving team and hoax information through WhatsApp, 2) Identify the effect of media and information literacy of Situbondo PKK driving team on hoax information responses through WhatsApp, 3) Identify the effect of media and information literacy of Situbondo PKK driving team to the cognitive, affective, and behavioral responses of hoax information through WhatsApp. The method used is quantitative with 440 respondents. The results reveal that: 1) the media and information literacy is quite high, but the response of hoax information is quite low, 2) There is positive and significant influence of media and information literacy on hoax information responses, 3) There is positive and significant influence of media and information literacy to the cognitive, affective, and behavioral responses. This study provide inside in making media and information literacy policies for Empowering Situbondo PKK driving team in responding hoax information critically and wisely."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Oryza Sativa Kurnia
"Banyaknya jumlah UMKM di Kota Depok tidak sebanding dengan angka penerimaan pajak dari para pelaku UMKM di Kota Depok. Maka dari itu, petugas pajak di Kota Depok perlu melakukan sosialisasi pajak agar pelaku UMKM di Kota Depok diharapkan mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan kecakapan agar dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat literasi pajak pelaku UMKM di Kota Depok terkait dengan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh OP) dan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi pajak terhadap tingkat literasi PPh OP pelaku UMKM di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui metode kuantitatif yaitu dengan melakukan survei. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang merupakan pelaku orang pribadi pelaku UMKM di Kota Depok. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaku UMKM di Kota Depok memiliki tingkat literasi PPh OP yang tinggi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara sosialisasi pajak terhadap tingkat literasi PPh OP pelaku UMKM di Kota Depok dengan nilai pengaruh sebesar 52,5% yaitu cukup kuat.

This purpose of this research is to measure the level of tax literacy of MSME actors in Kota Depok retaled to personal income tax and to determine the effect of tax socialization on personal income tax literacy of MSME actors in Kota Depok. The large number of MSME in Kota Depok is not proportional to the number of tax revenues from MSME sector in Kota Depok. Therefore, tax officers in Kota Depok need to conduct tax socialization so that MSME actors in Kota Depok are excepected to gain knowledge, understanding and skills in order to carry out their tax obligations independently. This research uses a quantitative approach. The technique of collecting data is through quantitative methods, namely by conducting surveys. Respondents in this research amounted to 100 respondents who are MSME in Kota Depok. The results of this research indicate that MSME actors in Kota Depok have a high level of personal income tax literacy. In addition, this research also shows that there is a positive effect between tax socialization on the level of personal income tax literacy of individual MSME in Kota Depok with an effect value of 52.5%.
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fransisca Agrika Lintang Astuti
"

Menjamurnya kedai kopi baik merek asing maupun lokal menjadikan persaingan usaha penjualan minuman berbahan dasar kopi menjadi hal yang tidak terelakan. Kemajuan teknologi khususnya keberadaan media sosial pada era revolusi industri 4.0 membuat pelaku usaha berlomba-lomba melakukan promosi di media sosial. Seiring semakin ketatnya persaingan usaha antara kedai kopi merek lokal dan asing, analisis media sosial memainkan peranan sangat penting sebagai instrumen dari intelijen kompetitif yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan media sosial terhadap intelijen kompetitif bagi beberapa merek kedai kopi. penelitian dilakukan terhadap 6 merek kedai kopi: Starbucks Indonesia, Maxx Coffee, Anomali Coffee, Fore Coffee, Kopi Kenangan, dan Kopi Janji Jiwa. Sumber data berasal dari akun Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah crawling menggunakan aplikasi Phlanx dan analisis komentar konsumen lalu mengaitkan intelijen kompetitif dengan teori AIDA model dan marketing mix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan strategi yang tepat terkait promosi melaui media sosial dibutuhkan oleh pelaku usaha agar dapat bertahan dalam persaingan usaha yang semakin ketat.

 


The rising of coffee shops both foreign and local brands makes business competition of  coffee-based drinks business become inevitable. The presence of social media in the industrial revolution 4.0 era, makes business competition in promoting in social media. As business competition between local and foreign brand coffee shops increasingly tightens, social media analysis plays a very important role as an instrument of competitive intelligence that can be used as a basis for business decision making. This study aims to analyze the role of social media on competitive intelligence for several coffee shop brands, namely Starbucks Indonesia, Maxx Coffee, Anomaly Coffee, Fore Coffee, Kopi Kenangan, and Kopi Janji Jiwa. The data source comes from Instagram account. The research method used is crawling using Phlanx application and analysis of consumer comments and then linking competitive intelligence with the AIDA theory model and marketing mix. The results showed that the preparation of the right strategy related to promotion through social media is needed by business actors in order to survive in increasingly fierce business competition.

 

"
Depok: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ari Setyono
"Ditetapkannya kebijakan pelaksanaan program reformasi birokrasi berupa grand design reformasi birokrasi 2010-2025 melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010, mengamanatkan penataan organisasi pemerintah yang tepat ukuran dan tepat fungsi. Selain aturan kebijakan terdapat faktor yang melatarbelakangi perlunya penataan organisasi di Kementerian Kesehatan, diantaranya adalah organisasi yang besar, pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang tumpang tindih, tidak selarasnya penyusunan rencana strategis dengan organisasi. Berdasarkan latarbelakang tersebut maka terdapat 3 rumusan masalah yang akan dibahas: 1) Bagaimanakah grand design reformasi birokrasi yang dilakukan Pemerintah dalam rangka penataan organisasi kementerian, 2) Bagaimanakah proses pelaksanaan penataan organisasi pada Kementerian Kesehatan dalam rangka reformasi birokrasi, 3) Bagaimanakah kinerja organisasi setelah dilakukan penataan organisasi di Kementerian Kesehatan. Penelitian ini mengunakan bentuk penelitian hukum yuridis normatif yang datanya bersumber dari data sekunder terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Analisis datanya kualitatif dan hasil penelitian preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan penataan organisasi yang ditandai masih rendahnya nilai reformasi birokrasi program penataan organisasi. Dikaji berdasarkan peraturan masih ditemukan ketidaksesuaian dalam penataan organisasi Kementerian Kesehatan. Hasil kinerja organisasi setelah dilakukannya penataan organisasi menunjukkan dari 36 indikator kinerja dalam rencana strategis, terdapat 6 indikator kinerja yang belum tercapai ditahun 2019. Diharapkan dalam penataan organisasi Kementerian Kesehatan selanjutnya dapat memperhatikan aturan kebijakan serta keselarasan dengan penyusunan rencana strategis, sehingga diperoleh hasil penataan organisasi yang lebih baik dan menambah penilaian reformasi birokrasi.

The stipulation of the policy on the implementation of the bureaucratic reform program became the grand design 2010-2025 bureaucratic reform through Presidential Regulation Number 81 of 2010, mandating the proper arrangement of government organizations according to their functions. In addition to the rules that lay behind the need for organizational restructuring at the Ministry of Health, approval of large organizations, implementation of overlapping organizational functions and functions, the alignment of strategic plans with the organization was not aligned. Based on this background, there are 3 formulations of the problem to be discussed: 1) Reviewing the grand design of bureaucratic reform carried out by the Government in the framework of structuring the ministry's organization 2) Inviting the process of implementing organizational structuring in the Ministry of Health 3) Requesting organizational assistance is then carried out organizational structuring. This study uses a form of normative legal research consisting of secondary data consisting of primary and secondary legal materials. Analysis of qualitative data and forms of prescriptive research results. The results showed that there were still deficiencies in the implementation of organizational structuring which were marked by the low value of the bureaucratic reform of the organizational structuring program. Based on regulations, there are still discrepancies found in the organizational arrangement of the Ministry of Health. Expected results from research in 2019. It is expected that in the organizational arrangement can further discuss policy planning and alignment with strategic plans, expected results from research results that govern better organizations and increase reform bureaucracy."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>