Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 47599 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Purwa Kurnia Sucahya
Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM, 2002
616.97 PUR m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nina Tristina
"Jumlah penderita HIV/AIDS semakin bertambah di Indonesia. Anti Retroviral Therapy (ART) dapat meningkatkan kualitas hidup penderita, karena dapat memperbaiki status imunitas yang ditandai dengan kenaikan limfosit-CD4.
Tujuan penelitian: menilai peningkatan CD4 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada Injecting Drug Users (IDU) dan non-IDU penderita HIV/AIDS. Penelitian menggunakan data sekunder Klinik Teratai RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung, tahun 2007-2009. Data lengkap berasal dari 198 subjek (161 IDU, 37 non-IDU). Data dianalisis dengan Chi-square test, Fisher's exact test, General linear model (GLM) dan Generalized estimating equations (GEE). Analisis GEE memungkinkan evaluasi peningkatan CD4 pada pengukuran berulang pada kelompok kohort yang mendapat ART.
Hasil penelitian: secara keseluruhan antara kelompok IDU dan non-IDU (between group) perbedaan peningkatan CD4 tidak bermakna (P=0,230); pada Fase II (bulan ke 6-12) peningkatannya berbeda bermakna (P=0,016); dibandingkan Fase I (bulan ke 0-6) yang tidak berbeda bermakna (P=0,077). Faktor-faktor: Waktu, total lymphocyte count (TLC) dan CD4-awal berpengaruh bermakna; sedangkan umur, IDU, viral load (VL), body mass index (BMI), Hemoglobin, ko-infeksi Hepatitis B dan/C, Pengobatan Tuberkulosis dan Stadium HIV merupakan perancu (konfounder). Jenis kelamin pengaruhnya tidak bermakna.
Saran: penelitian dilanjutkan dengan penambahan jumlah subjek Non-IDU, waktu pengamatan sampai 3 tahun untuk melihat pengaruh jangka panjang ART, serta menambah upaya menghentikan penggunaan narkoba suntik.

New cases of HIV/AIDS infection are still increased in Indonesia nowadays. Anti Retroviral Therapy (ART) can give better quality of life for HIV/AIDS patients by improving the immune status which can be detected by the increase of CD4 count.
The aim of this study was to evaluate the increase of CD4, and factors which influence it, between Injecting Drug Users (IDU) and non-IDU with HIV/AIDS infection. This study used secondary data from Klinik Teratai RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung at 2007-2009. Complete data was taken from 198 subjects (161 IDUs, and 37 Non-IDUs). Data was analyzed by Chi-square test, Fisher's exact test, General linear model (GLM), and Generalized estimating equations (GEE); GEE provides an analysis of repeated measures of outcomes from these ART cohort groups.
Results: overall, between IDUs and non-IDUs, there was insignificant CD4 increase (Pvalue = 0,230). Non-IDUs showed better CD4 increase; the difference was statistically significant in Phase II (0-6th month) with Pvalue = 0.016, but not significant in Phase I (6-12th month) with Pvalue = 0.077. Factors that significantly influenced CD4 increase were Time, total lymphocyte count (TLC), and baseline CD4; whereas Age, IDU, viral load (VL), Hemoglobine, body mass index (BMI), Hepatitis B and/C co-infections, Tuberculous therapy, HIV-stages were roled as confounders. Gender did not give any influence.
Further study was needed with equal subject numbers of Non-IDU, longer observation time up to 3 years to observe long-term effect of ART, and more efforts in reducing numbers of IDUs.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
T31691
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Subor Momand
"
ABSTRACT
Objective of the study to identify Social and drug related factors associated with injecting drug use among drug users? in Jakarta.
Method the design of the study was cross sectional total respondents were 135 drug users (72 IDUs and 63 None-IDUs) personal, family Social factors, and drug related factors are included in the analysis.
Result Multivariate analysis showed that student are at low risk (AOR=0.09) of using injection than those who are working, also those whose family don?t know about his/her drug using habit are at low risk (AOR=0.07) of injection than those whose family member aware, and those who use tranquilizer as first drug are at higher risk (AOR=3.89) of using injection than who use marijuana.
Conclusion Primary prevention activities focusing on improving social conditions, controlling black market of tranquilizers and improving family knowledge and skills to detect drug use in family as early as possible would help drug users to prevent them from indulging in injecting drug use, according to this study job, family and type of drug should be considered in the designing and planning of addicts? treatment and harm reduction activities."
2011
T 28500
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"The aim of this study was to examine methadone maintenance program pilot project in Indonesia. With prospective cohort study design, one hundred one participants were recruited. Study was condected in two sites , the Drug Dependence Hospital (RSKO) Jakarta and Sanglah Hospital , Bali...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Hardi Widioso
"In generally narcotic and phsycotropics can be said good subjects is natural or syntetycs able to give stimulant effects should be use. The problem will be arose when someone consumes them without prescription from the doctor; it means consumed more than needed. The addiction of narcotics and phsycotropics has been taken in law on Undang-undang No.5 tahun 1995 dan No. 7 Tahun 1997.
Occuring both of the constitutions on above, it is not less the narcotic and phsycotropics addictions but make them to be increase. It can be looked up in all of the narcotics prisoners in indonesia. Those can be found on mass media, cause of the conditions, the writer interest to knowing how the process of the addiction of narcotic and phsycotropics has been done. So he has been done the research to three of narcotic prisoners to know them how they are addicted to narcotic and phsycotropics.
The research has been done by qualitative method and interview to set many data. The interview had been taken to SP, TR and DS. The research of research is showed many conditions that is influence and be the criminogetics factor of the narcotic and phsycotropics adductions. From the three prisioners can be know that the process should be take on many factors such as social environment, economics and friendship."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
T22156
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Besral
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran potensi penularan HIV dari pengguna NAPZA suntik ke masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil survei Surveilans Perilaku di Jakarta tahun 2000 yang dilaksanakan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia. Metode yang digunakan untuk perhitungan potensi penularan disasarkan pada konsep probabilitas. Penularan HIV dari penggunaan NAPZA suntik ke masyarakat umum dapat terjadi jika pengguna NAPZA suntik melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
Pada hasil penelitian didapatkan bahwa potensi penyebaran HIV dari pengguna NAPZA suntik ke masyarakat umum sangat besar. Dari 27.300 pengguna NAPZA suntik di DKI (tahun 2000) akan ada 1.062 - 3.368 kasus baru HIV per tahun atau akan ada 389 - 1.245 kasus baru HIV per tahun per 10.000 pengguna NAPZA suntik. Untuk meminimalkan potensi penyebaran HIV dari pengguna NAPZA suntuk ke masyarakat umum perlu dilaksanakan beberapa informasi dan edukasi mengenai dampak buruk NAPZA dan HIV/AIDS mengurangi peredaran NAPZA kampanye kondom dengan cara meningkatkan akses pengguna NAPZA terhadap kondom dan peningkatan peran aktif masyarakat dalam pemberantasan NAPZA serta menerima bekas pengguna NAPZA yang telah sembuh tanpa diskriminasi.

The Potential Spreading of HIV from IDUs to the General Population. The objective of this study was to know the magnitude of potential spreading of HIV from the Intravenous Drug Users (IDUs) to the general population. This study analyzed secondary data from the Behavioral Surveillance Survey in Jakarta year 2000 conducted by the Center for Health Research,University of Indonesia. The method of computation was based on the concept of probability. The HIV could spread to the general population if the IDUs have had sexual act without using condoms.
The result of the study showed that potential spreading of HIV from the IDUs to the general population was very high. A total of 27,300 IDUs in DKI Jakarta (year 2000) will produce 1.062-3.368 HIV new cases per year, or equivalent with 389 - 1.245 HIV new cases per year per 10.000 IDUs. To minimize the potential spreading, it is suggested to conduct some strategies e.g. using sterile syringes, detoxification, education information and communication about harmful effects of drugs and AIDS, reducing and localizing the distribution of drugs, campaign of condom use, increasing of community participation to prevent illegal drug use and well coming without any discrimination ex-IDUs who has been recovered."
Depok: Universitas Indonesia, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Elly Sobariah
"Telah dilakukan penelitian untuk memeriksa obat-obat
(go-iongahtranquilizer) dan Tnetabolitnya dari urine.
Penelitian mi bertujuan untuk mencari cara isolasi dan
peniurnian yang terbaik terhadap metabolit obat dari urine.
Selain itu,"jugainenoániCara identifikasi yang cepat, sederhaiia
dan ekonomis.
Dengan métode mi urine dapat dianalisatanpa dihidrolisa
le'bih dahulu, tetapi dapat langsung diisoiasi dengan pelarut
organik (chloroform) dalamsuasana basa untuk obat-obat
yang bersifat basa dan dalam suasana asain untuk obatobat
yang bersifat asam, sedangkan untuk -pemurnian d.ilakukan
ekstraksi kembali dengan asam atau basa dengan tehnik
kertas saring.
Pada penelitian mi identifikasi metabolit obat dilakukan
denganara reaksi warna dan khromatograf I lapisan tipis.
Ternyata ekstrak yang diperoleh dari urine memberikan hacii
yang dapat ditentukan scara kwalitatif.
Disarankan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan secara kwantitatif,
juga terhadap metabolit obat dari jaringan tubuh
lain secarakwlittif dan kwantitatifdegafl metode yang
sama.

An investigation to determine tranquilizer drugs and
their metabolites in urine has been carried out.
The objective of this investigation is to find the best method
of isolation and purification of drug metabolites in
urine, besides a rapid, simple and economical.
In this method, the urine can be analyzed without prior
hydrolisis.
Basic drugs can be isolated directly by organic solvent
(chloroform) in alkaline medium, where acid drugs in acid
medium. . . . .
Purification can be done by back-extraction with acid or
alkaline using filter paper.
In this work, identification of drug .metabolites were qualitatively
determined by colour reaction and thin layer
chromatography.
It is suggested to do the same method further examination
quantitatively and also to drug metabolites from other body
tissues.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1982
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibnu Mundir
"ABSTRAK
Penggunaan narkotika dan psikotropika dapat menimbulkan berbagai
dampak buruk secara psikologis baik intra maupun interpersonal,
penurunan kualitas kesehatan tubuh dan pelanggaran hukum. Meskipun
dapat menimbulkan berbagai dampak buruk akan tetapi sejak tahun 1998
terjadi peningkatan jumlah pengguna narkotika dan psikotropika yang
cukup besar di Indonesia Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 500.000
sampai 1.350.000 penderita ketergantungan narkotika dan psikotropika di
Indonesia.
Salah satu variabel psikologis yang penting dalam penggunaan narkotika
dan psikotropika adalah motivasi. Berdasarkan hasil penelitian Sucahya,
Siagian dan Sari (2001) tentang motivasi awal penggunaan narkotika dan
psikotropika serta teori proses berlawanan yang dikemukakan Solomon dan
Corbitt (dalam Franken, 1982) terlihat adanya perubahan antara motivasi
awal penggunaan narkotika dan psikotropika dan motivasi yang membuat
seseorang mempertahankan perilaku penggunaan narkotika dan
psikotropika. Allport (1961) menamakan perubahan motivasi awal yang
mendorong dimulainya perilaku dan motivasi yang mempertahankan
perilaku sebagai otonomi fungsional (functional autonomy). Menurut
Allport perilaku ketergantungan narkotika dan psikotropika termasuk dalam
otonomi fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi
proses otonomi fungsional pada penderita ketergantungan narkotika.
Penelitian ini dilakukan terhadap empat orang penderita ketergantungan
narkotika dan psikotropika. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah
studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam karena penelitian ini ingin mengetahui proses pengalaman
subyektif individu yang tidak dapat diketahui dan dipahami tanpa
pengungkapan secara verbal dari individu tersebut. Untuk melengkapi data
hasil wawancara dilakukan observasi terhadap subyek dan proses
berlangsungnya wawancara.
Merujuk pada kata proses dalam tujuan penelitian ini maka deskripsi
motivasi penggunaan narkotika dan psikotropika dilakukan pada tahaptahap
penggunaan narkotika yang dikemukakan oleh Pagliaro dan Pagliaro
(1996) yang terdiri dari tahap penggunaan awal, penggunaan sosial,
penggunaan tetap, penyalahgunaan dan penggunaan kompulsif.
Pada tahap penggunaan awal para subyek menggunakan ganja atau pil BK
untuk sesuatu diluar efek langsung zat itu sendiri seperti penerimaan teman,
memuaskan rasa ingin tahu atau menarik perhatian orang tua akan tetapi
ketika para pengguna sudah merasakan intoksikasi maka motivasi mereka
untuk kembali menggunakan ganja, pil BK atau ineks pada tahap
penggunaan sosial, penggunaan tetap dan penyalahgunaan adalah keinginan
untuk merasakan kembali intoksikasi. Pada tahap penggunaan tetap mulai
muncul ketergantungan secara psikologis sehingga intensitas keinginan
untuk merasakan intoksikasi kembali meningkat. Para subyek tidak hanya
mengalami peningkatan dosis tapi juga perubahan zat yang digunakan.
Ketika para subyek rutin menggunakan shabu atau heroin maka mereka
pun mengalami gejala putus obat yang menyakitkan. Akhirnya, motivasi
penggunaan narkotika dan psikotropika pun berubah menjadi keinginan
untuk menghilangkan gejala putus obat. Motivasi inilah yang mendorong
para subyek penelitian untuk menggunakan heroin secara kompulsif pada
saat wawancara dilakukan. Eratnya perubahan motivasi penggunaan
narkotika dan psikotropika dengan pengaruh narkotika dan psikotropika
berupa intoksikasi, toleransi dan gejala putus obat membuat otonomi
fungsional pada penderita ketergantungan narkotika dan psikotropika
termasuk dalam otonomi fungsional perseveratif.
Selain besarnya peran faktor fisiologis pada proses otonomi fungsional pada
penderita ketergantungan narkotika dan psikotropika, Allport (1961) juga
menyatakan bahwa aspek psikologis memegang peranan penting karena
para penderita ketergantungan narkotika dan psikotropika sering kali
mengembangkan sub sistem kepribadian untuk menyelesaikan masalah
mereka dengan kembali menggunakan narkotika dan psikotropika
Pentingnya aspek psikologis ini dalam riwayat ketergantungan narkotika
para subyek tampak ketika mereka kembali menggunakan narkotika dan
psikotropika setelah selama beberapa waktu meninggalkannya dan tidak
lagi mengalami gejala putus obat. Saat itu mereka kembali menggunakan
narkotika dan psikotropika karena adanya keinginan yang sangat kuat untuk
kembali merasakan kenikmatan intoksikasi. Sehubungan dengan hasil penelitian ini disarankan agar informasi tentang
penggunaan narkotika dan psikotropika serta ketrampilan sosial untuk
menolak ajakan penggunaan narkotika dan psikotropika diberikan di
sekolah sejak pendidikan dasar sebagai salah satu upaya pencegahan
penggunaan narkotika dan psikotropika Bagi individu yang telah
menggunakan narkotika dan psikotropika diperlukan terapi untuk mengatasi
gejala putus obat serta pembekalan pengetahuan dan ketrampilan dalam
mengatasi ketergantungan psikologis dan mengatasi masalah tanpa bantuan
narkotika dan psikotropika.
Untuk penelitian pada penderita narkotika dan psikotropika selanjutnya
disarankan untuk memperhatikan kondisi fisik dan psikologis para subyek
sehubungan dengan intoksikasi dan gejala putus obat yang mereka alami.
Hal ini penting untuk meningkatkan keakuratan dan kedalaman data yang
didapatkan. Penggunaan narkotika dan psikotropika selama bertahun-tahun
dapat menurunkan kemampuan kognitif sehingga pertanyaan perlu
disampaikan secaras sederhana dan jika perlu dapat diulang-ulang agar
subyek penelitian memahami maksud pertanyaan."
2004
S3420
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dadang Hawari
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2001
362.293 HAW p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Yusran
"Penyalahgunaan obat terlarang di kalangan remaja/pelajar dewasa ini merupakan masalah yang sangat kompleks. Karena tidak hanya menyangkut pada remaja atau pelajar itu sendiri akan tetapi juga melibatkan banyak pihak baik keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, serta aparat hukum, baik sebagai faktor penyebab, pencetus maupun yang menanggulangi. Agar keluarga/orang tua dapat mencegah tindakan penyalahgunaan NAZA yang kemungkinan dilakukan oleh putra-putri mereka, maka orang tua/keluarga perlu dibekali pengetahuan tentang NAZA. Tujuan survei ini untuk mengetahui pengetahuan orang tua murid SLTP tentang jenis, bentuk, cara penggunaan serta ciri-ciri fisik pengguna NAZA.
Survey ini menggunakan rancangan deskriptif analitik yang bersifat cross-sectional untuk mengukur tingkat pengetahuan orang tua murid SLTP tentang NAZA pada sekolah terpilih di Kotamadya Depok. Pengetahuan orang tua murid terhadap jenis, bentuk, cara penggunaan dan ciri fisik anak pengguna NAZA seperti Minuman Keras, Kelompok Sedatin (Pil BK/Magadon/Rohipnol), Ganja/mariyuana, Opium (Heroin/putaw), Amphetamin (Ekstasi/sabu-sabu) serta Kokain masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari sekitar 33.3% diantara orangtua murid hanya mengetahui paling banyak 2 dari 6 jenis NAZA tersebut. Ada 26.5% orangtua murid yang tidak tahu bentuk minuman keras, 49.6% tidak tahu bentuk Pil BK/magadon/rohipnol, 44.4% tidak tahu bentuk Ganja, 62.4% tidak tahu bentuk Heroin, 57,3% tidak tahu bentuk Ekstasi dan 75.2% orang tua murid tidak tahu bentuk Kokain.
Pengetahuan terhadap cara penggunaan NAZA, 13.1% orang tua murid tidak tahu cara penggunaan Minuman Keras, 57.6% Pi1 BK/Magadon/Rohipnol, 44.4% Ganja, 62.6% Heroin, 68,7% Ekstasi dan 78.8% tidak tahu cara penggunaan Kokain. Sedangkan pengetahuan orang tua murid terhadap ciri-ciri fisik anak pengguna NAZA sebagian besar responden tidak dapat mengetahuinya dengan baik. Sebagian besar orangtua murid memperoleh informasi tentang NAZA melalui media majalah/koran atau televisi dibandingkan dengan penyuluhan maupun seminar."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2002
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>