Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 28337 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kristiana Pasau
"Baja galvanis adalah baja yang dilapis seng dengan cara celup panas (hot dip galvanizing) atau dengan electroplating. Lapisan seng akan melindungi baja sehingga relatif tahan terhadap korosi. Baja galvanis dapat dilas dengan menggunakan proses pengelasan Shielded Metal-Arc Welding (SMAW).
Penelitian pada pengelasan baja galvanis ini, menggunakan pelat baja karbon rendah tipe AISI 1010 sebagai logam dasar dan kemudian digalvanis dengan proses celup panas (hot dip). Proses SMAW pada pelat baja galvanis menggunakan logam pengisi E70I6 dan 5 variabel arus yaitu dari 75 amper sampai 95 amper dengan jenis sambungan square butt.
Hasil optimum ditunjukkan pada arus pengelasan 80 amper yang memberikan sifat mekanis tertinggi tanpa adanya cacat dalam struktur mikro. Analisa secara kimia menggunakan EDS (Energy Dispersive Spectrometry) menunjukkan bahwa larutnya seng pada hasil lasan berkurang dari permukaan las yang mencair sampai pertengahan lasan.

Galvanized steel is steel, which has been coated with zinc either through hot dipping or electroplating. Me zinc coating protects the steel by forming a barrier of relatively corrosion resistant material around the steel. Galvanized steel can be welded using the process of Shielded Metal-Arc Welding (SHAW).
Investigation on the weldment of galvanized steel used low carbon steel plate AIS1 1010 as a base metal and then galvanized by hot dipping process. The SMAW process is used to weld galvanized steel plates using E7016 filler metals and 5 variables current from 75 to 95 amperes and a square butt joint type.
The results show that the optimum current on the welding giving the high mechanical properties at 80 amperes without any defects on their microstructure. Chemical analyzing using Energy Dispersive Spectrometry (EDS) shows that solubility of zinc on the weldment decreased from the surface of weld fusion line to the middle of the weldment.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14762
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riza Sativa
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S40772
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Pratiknyo
"Proses pengelasan dengan Shielded Metal Arc Welding banyak digunakan pada dunia industri dewasa ini, misalnya pada pembuatan kapal, tangki atau pipa. Proses Shielded Metal Arc Welding merupakan pengelasan elektroda terbungkus. Keuntungan ulama dari proses Shielded Metal Arc Welding adalah dapal mengelas dengan berbagai posisi pengelasan. Posisi pengelasan tersebut adalah vertikal down, vertikal Up, horizontal, over head, dan down hand. Posisi pengelasan tersebut akan mempengaruhi hasil sambungan las yang diakibatkan adanya pemakaian arus yang berbeda, tegangan ,dan pergerakan elektroda. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perbedaan masukan panas dan jumlah pass yang dilakukan pada masing-masing posisi dan akan mempengaruhi sifat mekanis hasil lasan. Penelitian ini akan membahas pengaruh dari masing- masing posisi pengelasan terhadap sifat mekanis. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan banyaknya jumlah pass maka masukan panas yang diterima logam induk semakin besar sehingga kekuatan tariknya akan meningkat. Hal ini disebabkan adanya efek penghalusan butir (rehealing). Kekuatan tarik perbesar yaitu pada posisi pengelasan horizontal sebesar 503,125 N/mm2."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S41223
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Wibisana
"Elektroda E7016 dan E7013 adalah sama-sarna elektroda hidrogen rendah yang sesuai untuk pengelasan baja struktur. Mengingat bahwa baja struktur sangat Iuas penggunaannya termasuk untuk pembuatan lambung kapal, maka harus dipastikan keamanan sambungan. Keamanan sambungan tenjamin jika kondisi sambungan baik.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat pengaruh pengelasan dengan metoda SMAW mcnggunakan kedua elektroda tersebut dengan vamiabel bentuk sambungan, yaitu V-tunggal dan U-tunggal dan variabel rapat arus dengan harga rapat axus batas rendah, medium dan tinggi.
Dari penelitian dihasilkan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan sifat mekanis dari penggunaan dua macam elektroda tersebut. Pengelasan terbaik adalah menggunakan rapat arus medium yang dapat menghasilkan sambungan berkwalitas baik, kuat dan tidak berpori-pori. Satu hal lagi adalah bahwa akibat panas pengelasan logam induk (bj CP AI-136) tidak mengalami perubahan yang berarti."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S36514
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasudungan, Eric Mamby
"Karakterisasi hasil proses pengelasan dengan metode Gas Metal Arc Welding, Gas Tungsten Arc Welding dan Plasma Arc Welding pada baja lembaran berlapis seng dibandingkan untuk mengetahui pengaruh seng terhadap hasil lasannya. Perbedaan besar butir yang sangat jauh antara daerah fusion zone, yaitu 32 μm, dan daerah HAZ, yaitu 90 μm, pada proses pengelasan dengan metode Gas Metal Arc Welding menyebabkan penggetasan dan perpatahan di fusion line pada pengujian tarik dan pengujian tekuk. Hasil pengelasan dengan metode Plasma Arc Welding memiliki sifat fisik yang paling optimum di antara kedua metode lainnya, dengan kekuatan tarik sebesar 352 N/mm² dan struktur butir mikro yang relatif halus. Terdapat pelarutan seng ke daerah fusion zone, dengan kandungan paling besar pada metode pengelasan Plasma Arc Welding.

The characterization of weldments produced by Gas Metal Arc Welding, Gas Tungsten Arc Welding and Plasma Arc Welding methods in joining zinc coated steel sheet is compared to know the effect of Zinc on the properties of weldments. The grain size difference between the fusion zone, which is 32 μm, and HAZ area, which is 90 μm, on Gas Metal Arc Welding method is causing the brittleness and cracking at the fusion line while testing with tensile and bending test. Weldments produced by Plasma Arc Welding have the optimum physical property among the two other welding process, with tensile strength 352 N/mm² and relatively fine microstructure. There is some zinc dilution in fusion zone, with the biggest concentration occurs in Plasma Arc Welding process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T25122
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Giano Anditya S.
"Salah satu metode pengelasan las busur adalah Gas Metal Arc Welding (GMAW). Metode ini dapat menggunakan baik elektroda habis pakai maupun tidak habis pakai, elektroda yang dipakai pada penilitian ini adalah elektroda habis pakai. Jenis material yang di las adalah baja SPHC karena memiliki kandungan karbon yang rendah, sifat mampu lasnya baik. Salah satu aplikasi pengelasan baja SPHC adalah pada boiler tube, namun harganya sangat mahal nantinya. Jadi melalui penelitian ini akan dihitung parameter-parameter alat yang ada untuk mengetahui dan membandingkan nilai deposition rate dan bead geometry agar diperoleh proses pengelasan yang efisien dari segi biaya dan kualitas produk.
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah baja SPHC yang berdasarkan JIS G 3131 memiliki komposisi kimia (maks.) 0,15%wt C; 0,60%wt Mn; 0,50%wt P; 0,50%wt S. Pengelasan dilakukan menggunakan metode GMAW dengan variasi pada tegangan, arus, dan kecepatan pengumpanan kawat las. Hasil pengelasan ini kemudian akan dihitung nilai deposition rate dan diamati bentuk bead geometry. Dari hasil pengelasan diperoleh nilai deposition rate dan nilai masukan panas. Namun nilai masukan panas sampel ke-4 (0,58375 kJ/min) lebih kecil dari sampel ke-3 (0,6048 kJ/min) yang parameternya lebih rendah. Untuk nilai deposition rate dari sampel ke-1 sampai ke-5 terus meningkat seiring meningkatnya nilai parameterparameter pengelasan yang digunakan, yaitu secara berurutan : 0,000812 lb/s; 0,000812 lb/s; 0,001082 lb/s; 0,001759 lb/s; 0,001971 lb/s..

One of arc welding method the arc Gas Metal Arc Welding (GMAW). This method can use either non-consumable electrodes and consumables electrodes, and the that used in this research is a consumable electrode. Material that used in this research is SPHC steel because it has low Carbon %, and good weldability. One of SPHC steels application is the SPHC steel welding on boiler tube, but the price is very expensive. So through this research the writer will calculated formulas of existing tools to determine and compare the deposition rate and bead geometry of post welding process in order to obtain efficiency in terms of cost and quality of products.
In This study the sample that is used SPHC steel, that based on JIS G 3131 has a chemical composition (max.) 0.15 wt% C; 0.60 wt% Mn; 0.50 wt% P; 0.50 wt% S. Welding is done by using GMAW with variations in voltage, current, and welding wire feed speed. The result of the welding process will be calculated for the deposition rate and the resulting bead geometry From the welding process obtained values for weld deposition rate and heat input values. However, the value of the heat input for sample-4 (0.58375 kJ / min) is smaller than the sample-3 (0.6048 kJ / min) that were using lower parameters. Deposition rate value of sample-1 to sample-5 continues to increase with increasing values of welding parameters that were used, the values namely in sequence: 0.000812 lb / s; 0.000812 lb / s; 0.001082 lb / s; 0.001759 lb / s; 0.001971 lb / s.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S53448
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chrysler Learning Inc., 1983
671.52 BAS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Erwanto
"Pengelasan adalah salah satu cara yang paling mudah dan sederhana dalam menggabungkan rangkaian pipa dalam suatu instalasi. Dibandingkan dengan penyambungan dengan sistem penguliran, pengelasan mampu mengurangi hambatan aliran fluida. dan secara umum mampu mengurangi biaya dalam proses instalasi pipa. Namun proses pengelasan pipa tidak mudah. Dengan bermacam posisi pengelasan 2G, 5G atau 6G, tentunya menambah tingkat kesulitan proses. Penerapan sistem otomatis dalam proses pengelasan mampu menanggulangi masalah posisi pengelasan. Hal tersebut akan meningkatkan efisiensi proses, qualitas hasil manik las dan waktu pengelasan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu peralatan yang dapat membantu dalam proses pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) pada instalasi pipa baja yang mempunyai dimensi minimal 2 inchi. Untuk keperluan tersebut maka dibuatlah sebuah perangkat sebagai peralatan yang dapat digunakan pada semua mesin las GMAW, untuk membantu proses pengelasan secara orbital mengelilingi pipa. Mekanisasi dan otomasi ini dilakukan untuk memperoleh produktivitas yang tinggi pada proses pengelasan pipa dibandingkan dengan manual, manik las yang dihasilkan lebih baik.
Penelitian ini menggunakan material pipa baja lunak, dengan posisi tetap, menggunakan proses las GMAW arus DC, kecepatan kawat pengisi konstan, dalam prosesnya dibantu oleh perangkat yang bergerak orbital secara konstan. Penelitian ini juga menggunakan sistem monitor menggunakan kamera CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) untuk memonitor gambar daerah kolam las pada posisi depan atas. Metoda jaringan syaraf tiruan digunakan dalam proses optimasi lebar manik las. Hasil dari pengamatan yang didapat adalah berupa lebar manik las. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menunjukan keefektifan sistem pengelasan dengan indikator berupa lebar manik las yang bagus dan seragam.

Welding is one of the easiest and simplest methods to join a pipeline installation. Compared with the threading process, weld joint were able to reduce the fluid flow resistance, and generally able to reduce costs in the process of pipeline installation. However, the pipe welding process is not easy. With a variety of welding positions 2G, 5G or 6G, certainly increase the level of difficulty of the process. The application of automated systems in the welding process can resolve the problem of position of welding. This will improve the process efficiency, quality of weld bead and welding time.
This research aims to develop equipment which can assist the process of welding GMAW (Gas Metal Arc Welding) on the installation of steel pipe which has a dimension of at least 2 inches. For this purpose, a device as equipment that can be used on all GMAW welding machine was constructed, to assist in orbital welding process around the pipe. Mechanization and automation was conducted to obtain high productivity in the process compared with a manual pipe welding, and better weld beads.
The research uses mild steel pipe material, in fixed position. By using DC current GMAW welding process, filler wire speed is constant, and the device moves around the pipe constantly. This study also uses a monitoring system using CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) camera to monitor the weld pool area image from the front top position. An artificial neural network method used in the optimization process of welding bead width. A result obtained from observation is a weld bead width. The result of this study shows the effectiveness of the welding system with indicators of a good weld bead width and uniform.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T29776
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sutopo
"ABSTRAK
Baja lapis mempunyai sifat mampu las yang berbeda dengan baja tanpa lapis yang dipengaruhi oleh komposisi dan tebal lapisan. Parameter penting dalam pengelasan adalah arus dan waktu pengelasan. Baja lapis seng dilakukan pengelasan titik, make perlu diketahui kedua parameter tersebut sehingga dapat ditentukan nilai optimumnya.
Dalam penelitian ini ada 9 kondisi pengelasan yang dihasilkan untuk 3 nilai arus dan 3 nilai waktu pengelasan. Setiap kondisi pengelasan tersebut menghasilkan kekuatan tarik, distribusi kekerasan, penampakan makro dan struktur makro. Semua pengujian dalam penelitian ini memakai standar JIS (Japan Industrial Standard).
Dari hasil penelitian, menunjukan bahwa semakin besar nilai arus akan meningkatkan kekuatan las. Kondisi pengelasan yang optimum dari penelitian ini, didapatkan arus sebesar 12000 Ampere dan waktu las 19 cycle dengan diameter las = 5,455 mm dan tebal penetrasi las = 71,75 % dan beban maksimum geser adalah 205 Kg dan tank silang sebesar 264 kg."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1997
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Taryono
"Pengelasan merupakan proses penyambungan logam yang umum dilakukan. Proses ini menyebabkan perubahan sifat mekanis dan struktur logam, sehingga mengakibatkan peningkatan kerentanan terhadap korosi. Untuk mengetahui prilaku korosi lasan baja karbon rendah dan pengaruh pemberian inhibitor organik berbasis amina dalam berbagai konsentrasi serta lamanya pemaparan terhadap penurunan laju korosi, telah dilakukan penelitian dengan menggunakan Metode Elektrokimia - Ekstrapolasi Tafel. Pengujian ini dalam larutan yang mengandung 5000 ppm ion CI- pada kondisi temperatur 60°C dan pengadukan 1000 rpm untuk tiga jenis benda uji yaitu Iogam induk, deposit Las (weld metal) dan lasan (weldment). Secara umum, laju korosi benda uji lasan lebih besar dari pada benda uji deposit las dan logam induk. Temperatur dan pengadukan meningkatkan laju korosi yang signifikan. Penambahan inhibitor organik berbasis amina memperkecil perbedaan potensial korosi antara ketiga benda uji dan mampu menurunkan laju korosi pada tingkat yang berarti, yang besarnya tergantung dari karakteristik benda uji, konsentrasi inhibitor dan lamanya waktu pemaparan (exposure). Pemberian 2 cc/1 inhibitor dengan waktu pemaparan 24 jam dapat memberikan perlindungan optimal untuk ketiga benda uji, dengan efisiensi inhibisi tertinggi sebesar 93,5 % yang terjadi pada benda uji deposit las. Laju korosi benda uji lasan lebih besar dari pada benda uji deposit las dan logam induk, namun efisiensi inhibisinya reiatif lebih kecil.

Welding is a common method of joining metals. This process cause change both of mechanical properties and structures of the metals, therefore increasing of corrosion susceptibility of the metals. To recognize the corrosion behavior of the low carbon steel weldments and effect of addition of amine base organic inhibitor in various concentration and test exposure duration to the corrosion reduction, the laboratory testing has been conducted using Electrochemical Methods -- Tafel Extrapolation. Such test was performed in solution containing 5000 ppm of chloride ion with 60°C in temperature and stirred at 1000 rpm. Generally, the corrosion rate of weldment sample was greater than weld metals and parent metals, Both of temperature and stirring was increasing of corrosion rate significantly. Addition of the amine base organic corrosion inhibitor was decreasing corrosion potential deference of the three samples as well as corrosion rate significantly, which is depend on sample characteristic, inhibitors concentration and test exposure duration. Addition of 2 ccll inhibitor with 24 hours test exposure duration provide the optimum protection for the three of samples and the greater efficiency by 93,5 % occurred in weld metal sample respectively. Corrosion rate of weldment was greater than weld metals as well as parent metals, but lower in inhibition efficiency."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14938
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>