Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 65725 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wawan Christiawan
"Teks drama karya dramawan pribumi hingga saat ini tidaklah cukup banyak tersedia sehingga para pekerja teater kita beralih mengkomsumsi teks drama terjemahan asing. Kehadiran teks drama asing yang diterjemahkan cukup diminati oleh kelompok-kelompok teater di Indonesia, membuktikan bahwa teks-teks-drama asing yang disadur turut mendukung pertunjukan-pertunjukan panting dalam panggung teater modem Indonesia. Para sutradara-penulis Indonesia tidak menerima begitu saja kehadiran teks-drama asing dengan konteks budaya sumbernya, dengan daya kreatifnya para pekerja teater kita nencoba untuk berkompromi dan berinisiatif dalam menemukan padanan tafsir budaya yang serasi antara teks drama asing dan teks saduran pribumi pada pertunjukan-pertunjukan mereka.
Dalam konteks tersebut para pekerja teater di Indonesia memiliki kesadaran untuk menggali kembali sumber-sumber budaya yang telah ada. Pandangan tersebut bukanlah sebuah sikap yang negatif pada teks drama asing. Namun hal tersebut penulis pandang sebagai sebuah kepekaan Baru dari pekerja teater modern Indonesia dalam menerima pengaruh budaya sumberlasing maupun terhadap potensi budaya sasaranllokal-tradisionalnya. Meski banyak teks drama asing dipentaskan di panggung teater modern Indonesia namun secara .bentuk mereka tampil dalam bentuk wajah teater pribumi. Dengan kesadaran tetap berpijak pada tradisi milik sendiri, paling tidak mereka sadar bahwa mereka telah melestarikan budaya bangsanya.
The Glass Menagerrie [1944] adalah salah satu adikerya Tennessee Wiliams yang menjadi salah satu kanon sastra drama Amerika. Karya tersebut bahkan telah menjadi adikarya sastra milk dunia, karena teks-drama tersebut bukan saja dibaca dan menjadi kajian, bahkan teks-drama tersebutpun telah dimainkan oleh berbagai kelompok teater di seluruh dunia.
Di tangan ketiga sutradara-penulis Indonesia Teguh karya dari Teater Popular dan Suyatna Anirun dan Jim Urn dari Studikiub Teater Bandung, teks drama The Glass Menagerie [1944] karya Tennesee Williams disadur ke dalam budaya Indonesia. Kajian dalam thesis ini berupaya menguak fenomena di atas dengan menggunakan perdekatan kajian bandingan dan kajian interkultural.yakni memeriksa kekhasan penyaduran Berita kandungan muatan budaya dalam sastra sumber dan sastra sasaran.
Salah satu ciri khas Teguh Karya bersama Teater Popular adalah banyak mengadaptasi teks drama asing dengan mengambil bentuk budaya sasaran dari berbagai sumber etnik di tanah air. Teguh Karya berorientasi pada pilihan bentuk warna lokal Indonesia. Sedangkan Studiklub Teater Bandung mengambil pilihan bentuk warna lokal Sunda dan Jawa. Mereka berkarya dalam semangat teater modern Indonesia namun mereka tetap gigih dalam mempertahankan warna lokal kebudayaan mereka.

Since the plays of indigenous dramatists have not been available on its existence, our theater-workers take over to choose foreign plays. It takes an interesting for some theatre groups in Indonesia by viewed that the adaptation plays have supported any significant performing events in the term of Indonesian Modern Theatre.
Some directors-writers in Indonesia do not accept directly as well as its source culture, but with their creativity, they try to take an initiative to harmonize with the cultural interpretation between foreign plays and indigenous plays. Therefore, the theatre-workers in Indonesia have a conciscousness to re-explore the source of their own culture. This view does not pretend to be negative effect to foreign plays but it is a new sensibility of expression from the theatre-workers in accepting of new influence from foreign culture as a source to indigenous culture as a target. Most of plays have performed in the theatre events, even though as the form, they present in the face of indigenous theatre. With the conciscousness to keep their own tradition, they believe this way can maintain the national culture.
The Glass Menagerrie (1944) is one of the greatest play of Tennessee Williams. It is a canon for American plays and also its influence to the world. It could be read not only in theoritical term, but has been performed by almost theatre groups all over the world.
In hand of three Indonesian directors-writers, Teguh Karya from Teater Popular, Suyatna Anirun and Jim Lim from Studiklub Teater Bandung, the play of The Glass Menagerrie's Tennessee Williams (1944) adapted in Indonesian culture.
The point of this thesis is to create to view its phenomena by using approachment of the comparison studies and intercultural studies, while examining the particular adaptation on source literate and target literate.
One of the characteristic of Teguh Karya and Teater Populer is mostly working in plays adaptation by taking cultural forms from any ethnic source culture in Indonesia. Teguh Karya' has oriented his concern to indigenous forms and Studiklub Teater Bandung takes an inspirations from Sudanese and Javanese culture. They both create in the spirit of Indonesian Modern Theatre and also still keep the consistence in the indigenous culture.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2002
T418
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1991
S29564
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dina Nawangningrum
"Erotisme yang cenderung ditabukan dalam karya-karya sastra modern ternyata banyak dijumpai dalam karya-karya sastra Jawa khususnya Jawa Kuna. Erotisme dalam karya-karya sastra Jawa ,Kuna ternyata muncul juga dalam karya sadurannya.
Berdasarkan pengolahan data dijumpai bahwa erotisme dalam Kakawin Arjuna Wiwaha dan Serat Wiwaha Jarwa menunjukkan adanya keberlanjutan. Dalam keberlanjutan tersebut terdapat pengembangan-pengembangan yang dilakukan oleh pengarangnya, baik itu berupa penambahan atau pengurangan. Selain itu, erotisme dalam Kakawin Arjuna Wiwaha dan Serat Wiwaha Jarwa mengikuti suatu pola tertentu. Berdasarkan kategori isi dalam struktur naratif erotisme terdapat dalam adegan percintaan khususnya pada rasa asmara dan ulah cinta penuh kesenangan. Sementara itu, erotisme dalam Kakawin Arjuna Wiwaha berdasarkan sandhi terdapat dalam pratimukha, vimarsa, dan nirvahana, begitu juga dalam Serat Wiwaha Jarwa. Erotisme berdasarkan empat tujuan hidup muncul dalam kama.
Erotisme dalam Kakawin Arjuna Wiwaha tampaknya tidak terlepas dari tujuan ibadah. Hal tersebut disadari oleh pujangga Serat Wiwaha Jarwa, sehingga sang pujangga cenderung untuk mengikuti pola yang terdapat dalam karya Jawa Kunanya. Walaupun itu tidak menutupi adanya perubahan baik itu pengurangan maupun penambahan erotisme dalam karya gubahannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Jumeiri Siti Rumidjah
Jakarta : Dep P dan K, 1986
927.292 JUM r (1);927.292 JUM r (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Pande Wayan Tusan
Karangasem: Citra Lekha Sanggraha, 2002
701.759 8 PAN s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1993
792.095 98 TEG
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yuyuk Pujiastuti
"ABSTRAK
Tindak direktif tak langsung adalah tindak direktif yang dilakukan secara tidak langsung dengan cara melakukan tindak ilokusioner yang lain. Tindak direktif tak langsung ini sering menyebabkan kegagalan komunikasi karena apa yang dikatakan pembicara berbeda dengan tujuan penggunaan ujaran itu. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk meneliti bagaimana pendengar dapat sampai kepada kesimpulan bahwa ujaran yang ditujukan kepadanya merupakan sebuah perintah (direktif).
Model analisis yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis heuristik. Menurut model analisis tersebut, pendengar menentukan daya pragmatik yang dikan_dung oleh suatu ujaran dengan cara membuat hipotesis-hipotesis. Hipotesis dibuat berdasarkan atas makna satuan-satuan linguistik di dalam ujaran, informasi latar (tentang konteks) dan asumsi latar (bahwa pembicara mem_perhatikan prinsip-prinsip percakapan). Data yang di_analisis merupakan kutipan dialog-dialog dalam drama A Streetcar Named Desire dan The Glass Menagerie karya Tennessee Williams.
Teori yang digunakan untuk menganalisis data ada_lah teori yang berhubungan dengan penggunaan bahasa, yaitu teori pragmatik terutama yang berkaitan dengan tindak tutur (Searle, 1976), implikatur percakapan (Grice, 1975) dan prinsip kesopanan (Leech, 1983).
Dari hasil analisis kita dapat mclihat bahwa dengan berpegang kepada prinsip-prinsip percakapan dan dengan mempertimbangkan konteks, pendengar dapat menarik kesimpulan bahwa ujaran yang ditujukan kepadanya merupakan suatu perintah (direktif). Selain itu kita juga da_pat mengetahui bahwa tindak direktif seperti permintaan, memperingatkan, mendesak, menganjurkan dapat dilakukan secara tidak langsung dengan melakukan tindak ilokusioner yang lainnya seperti pemberitahuan, pernyataan.

"
1990
S14019
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sukandarrumidi
Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1995
662.6 SUK b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
S. Jatimala
Djakarta: Badan Penerbit Kristen, 1965
899.221 DJA h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, A. Hamid Hasan
Bandung Angkasa 1994
RB 403.041 L 422 g
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>