Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 151823 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Diah Anggraini
"Topeng telah digunakan di banyak negara sebagai suatu ornamen dalam ritual. Topeng dianggap sebagai perantara komunikasi antara manusia dan roh nenek moyang. Korea dan Indonesia merupakan salah satu negara yang menggunakan topeng dalam setiap ritual yang dilakukan. Topeng dianggap sakral dan dipuja oleh beberapa wilayah di negara tersebut. Oleh karena itu, topeng mempunyai peranan penting dalam ritual religius karena topeng dipercayai memiliki roh-roh di dalamnya. Kepercayaan ini berasal dari shamanisme yang sudah lama berakar di Korea dan budaya animisme di Indonesia. Ritual yang dilakukan di Korea akan melibatkan peranan mudang (dukun) sedangkan di Indonesia akan terlihat bagaimana budaya animistik mempengaruhi ritual-ritual yang menggunakan topeng. Hal ini dapat terlihat dalam hal pendewaan masyarakat Indonesia terhadap topeng.

Mask has been used for over centuries around the world. The word topeng in Indonesian and tal in Korea literally means mask. It is derived from the root word tup meaning cover, hence something pressed against the face. Topeng or tal as a sacred object used extensively in Korea and Indonesia as ritual devices, being a vehicle to leap into hidden dimension. This can be done by merging with the spirit of the mask, animating the mask through conscius intention, thereby transforming the moment for all involved. Numerous are its ritual uses; healing, fertility, harvest and other sacred rituals. Beside that, the influences of shamanism in Korea and animism in Indonesia makes the using of mask in rituals become important cause of believing the presence of spirit inside of the mask.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ramadhan Karta Hadimadja, 1927-2006
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1996
920.71 RAM s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1995
S5659
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Petrin Redayani Lukman
"Gangguan kepribadian ambang (GKA) merupakan gangguan jiwa dengan dampak psikososial yang bermakna dan umumnya lebih sulit ditata laksana dibandingkan dengan gangguan psikiatri lainnya. Sebagian besar Peserta Program Pendidikan Spesialis Kedokteran Jiwa (PPDS-KJ) menyatakan sulit melakukan psikoterapi pada pasien GKA dan belum ada metode pengajaran psikoterapi psikodinamik yang khusus dan terstruktur untuk kasus GKA. Tujuan penelitian adalah menghasilkan Modul Pendidikan Psikoterapi Psikodinamik untuk kasus GKA (PP-GKA) beserta instrumen untuk mengevaluasi hasil pembelajaran PPDS-KJ setelah mengikuti modul pada domain pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian dilakukan pada Januari–Desember 2023 di sembilan institusi pendidikan psikiatri di Indonesia menggunakan mixed method kualitatif dan kuantitatif dengan desain exploratory sequential, terdiri dari tahap pengembangan modul, pengembangan instrumen evaluasi, dan uji efektivitas modul. Penelitian ini juga mengadaptasi Kuesioner Kirkpatrick level 1 untuk mengevaluasi reaksi peserta terhadap modul. Pengembangan modul dan instrumen dilakukan secara saksama melalui tahapan focus group discussion, survei Delphi, diskusi panel ahli, uji validasi isi modul dan instrumen, serta uji reliabilitas instrumen dengan narasumber dari kalangan PPDS-KJ, psikiater, ahli psikoterapi, dan staf pengajar psikoterapi dari institusi pendidikan psikiatri di Indonesia. Modul yang dihasilkan bersifat valid (S-CVI/Ave = 1), berbentuk pembelajaran daring dengan durasi 12 kali pertemuan. Penelitian juga menghasilkan instrumen evaluasi hasil belajar berupa 50 butir soal pilihan ganda, rubrik penilaian formulasi psikodinamik (RP-FP), dan rubrik penilaian praktik psikoterapi psikodinamik (RP-PPGKA). RP-FP dan RP-PPGKA juga valid (S-CVI/Ave RP-FP = 0,981, RP-PPGKA = 1) dan reliabel (ICC RP-FP = 0,879, RP-PPGKA = 0,727). Uji efektivitas modul dengan pre-test post-test control group design dilakukan kepada 33 orang PPDS-KJ semester 6–7 dari sembilan institusi pendidikan PPDS-KJ di Indonesia yang direkrut berdasarkan stratified random sampling. Berdasarkan hasil analisis instrumen soal pilihan ganda, RP-FP, RP-PPGKA, dan Kuesioner Kirkpatrick level 1 versi Indonesia, Modul Pendidikan PP-GKA efektif memberikan perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor serta mendapatkan reaksi yang positif dari peserta. Modul Pendidikan PP-GKA dapat diimplementasikan pada pendidikan PPDS-KJ di Indonesia sebagai panduan pengajaran dan membantu meningkatkan kompetensi PPDS-KJ dalam melakukan psikoterapi psikodinamik untuk kasus GKA di Indonesia.

Borderline personality disorder (BPD) is a mental disorder with significant psychosocial impacts and is difficult to manage compared to other psychiatric disorders. The majority of psychiatry residents in Indonesia stated that it was difficult to carry out psychotherapy on BPD patients and that there was no specific and structured psychodynamic psychotherapy teaching method for BPD cases. The aim of this study is to produce a Psychodynamic Psychotherapy Module for BPD cases (PP-BPD) along with the instruments to evaluate the residents’ learning outcomes in the cognitive, affective and psychomotor learning domains after receiving the module. The research was conducted in January–December 2023 at nine psychiatric educational institutions in Indonesia using mixed qualitative and quantitative methods with a sequential exploratory design, consisting of module development stages, evaluation instruments development, and module effectiveness testing. This study also adapted the Kirkpatrick Questionnaire level 1 to evaluate participants' reactions to the module. The development of the module and instruments was carried out carefully through the stages of focus group discussions, Delphi surveys, expert panel discussions, content validation testing of the module and scales, as well as inter-rater reliability testing of the scales with psychotherapy experts and teaching staff as participants. The resulting module, in the form of online learning with a duration of 12 meetings, is valid, (S-CVI/Ave = 1). The learning outcomes evaluation instruments were 50 multiple choice questions, Psychodynamic Formulation Competency Assessment scale (PF-CAS), and a Practical Competency Assessment Scale (PC-CAS) for psychodynamic psychotherapy for BPD. PF-CAS and PC-CAS were valid (S-CVI/Ave PF-CAS = 0.981, PC-CAS = 1) and reliable (ICC PF-CAS = 0.879, PC-CAS = 0.727). The module effectiveness test with a pre-test post-test control group design was carried out on 33 PPDS-KJ students in semesters 6–7 from nine psychiatric educational institutions in Indonesia who were recruited based on stratified random sampling. Analysis of the multiple choice exam, PF-CAS, PC-CAS, and Kirkpatrick Questionnaire level 1 Indonesian Version showed that the PP-BPD Education Module was effective in inducing changes in cognitive, affective and psychomotor aspects and received positive reactions from participants. The PP-BPD Education Module can be implemented in resident education in Indonesia as a teaching guide and to help improve residents’ competency in conducting psychodynamic psychotherapy for BPD cases in Indonesia."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Ali Haidar
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1994
297.6 ALI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
M. Ali Haidar
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1998
297.6 ALI n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Epi Sapitri
"Pelayanan kesehatan selama pandemi mengharuskan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk mengurangi penyebaran virus covid-19. Salah satu kondisi yang ditimbulkan akibat covid-19 adalah kekhawatiran akan kesehatan yang berujung pada stres. Stres merupakan perubahan psikologis pada seseorang diantaranya dirasakan oleh pasien ginjal kronis selama menjalani pengobatan hemodialisis di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres pasien ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 99 pasien. Stres pasien diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scale-21. Hasil penelitian menggambarkan sebagian besar pasien mengalami stres. Hasil uji bivariat menggunakan likelihood ratio menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara faktor usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan ekonomi, lama menjalani terapi hemodialisis, adanya modifikasi protokol kesehatan prosedur hemodialisis, dan adanya covid-19 dengan tingkat stres pasien (p value < 0,05). Sementara itu, faktor jenis kelamin tidak terdapat hubungan signifikan dengan stres pasien (p value > 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat stres pasien dipengaruhi banyak faktor baik internal maupun eksternal. Pada faktor penyebab stres yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, ekonomi dapat dijadikan skrinning awal sehingga bisa dilakukan upaya preventif seperti pasien dapat mengkonunikasikan keluhan kepada keluarga atau perawat, melakukan hobi yang bermanfaat,berfikir positif, relaksasi, dan beribadah serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Sedangkan untuk faktor yang dapat dimodifikasi atau diperbaiki dapat diberikan asuhan keperawatan manajemen stres baik dengan memanfaatkan lingkungan ataupun hubungan interpersonal.

Health services during the pandemic require the implementation of new habit adaptations to reduce the spread of the COVID-19 virus. One of the conditions caused by COVID-19 is concern for health which leads to stress. Stress is a psychological change in a person, one of which is felt by chronic kidney patients during hemodialysis treatment during a pandemic. This study aims to determine the factors that influence the stress of chronic kidney patients undergoing hemodialysis at dr. Dradjat Prawiranegara. This study used a quantitative descriptive approach with a cross-sectional design involving 99 patients. Patient stress was measured using the Depression Anxiety Stress Scale-21. The results showed that most of the patients experienced stress. The results of the bivariate test using the likelihood ratio showed that there was a significant relationship between factors of age, education, occupation, economic income, length of time undergoing hemodialysis therapy, modification of the health protocol for hemodialysis procedures, and the presence of COVID-19 with the patient's stress level (p value < 0.05 ). Meanwhile, there was no significant relationship between gender and patient stress (p value > 0.05). These results indicate that the patient's stress level is influenced by many factors, both internal and external. Factors that cause stress that cannot be changed such as age, gender, education, occupation, economy can be used as initial screening so that preventive measures can be taken, such as patients being able to communicate complaints to their families or nurses, doing useful hobbies, positive thinking, relaxation, and worship. and draw closer to God. As for factors that can be modified or improved, stress management nursing care can be provided either by utilizing the environment or interpersonal relationships."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rayhan Mumtaz
"Skripsi ini berangkat dari acara Taylor Swift Karaoke Party, yaitu acara dengan konsep ‘karaoke bersama’ yang mewadahi aktivitas fandom Swifties di Indonesia. Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengalaman yang didapatkan oleh peserta karaoke party merupakan suatu hal yang ‘sakral’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi dan otoetnografi dengan melakukan observasi partisipan selama berlangsungnya acara, wawancara kelompok, serta wawancara mendalam kepada informan yang telah menghadiri acara lebih dari dua kali. Peserta yang juga merupakan Swifties mengaku mendapatkan suatu pengalaman yang ‘unik’ dalam kehidupan mereka ketika bertemu orang lain yang memiliki minat musik yang sama serta dapat berekspresi secara kolektif. Tulisan ini kemudian mengungkap bahwa terdapat pengalaman ‘religius’ yang akhirnya dinilai sebagai hal yang ‘sakral’ (didukung collective effervescence) oleh mereka sehingga menghasilkan frekuensi kehadiran yang tinggi. Pengalaman sakral tersebut dijelaskan melalui makna serta bagaimana mereka menerjemahkannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

The story behind this paper is about the Taylor Swift Karaoke Party event, which is an event with 'karaoke festivities' as a concept to accommodates Swifties fandom activity in Indonesia. This research aims to describe how the experience gained by karaoke party participants is something ‘sacred’. The method used in this study is ethnography and autoethnography by observing participants during the event, group interviews, and in-depth interviews with informants who have attended the event more than twice. Participants who are also Swifties admit that they get a 'unique' experience when they meet other people who have the same musical interests and can express themselves collectively. This paper then reveals that there is a 'religious' experience which is ultimately considered a 'sacred' (supported by collective effervescence) so that they can enjoy the events with a high frequency of attendance. These sacred experiences are explained through their meaning and how they translate them into everyday life."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reuter, Thomas A.
Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005
305.8 REU c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>