Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 33629 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Deifitte, Prisselort
"GPS adalah sebuah sistem navigasi satelit yang dipergunakan untuk menentukan posisi sebuah receiver atau penerima data satelit navigasi. Dengan menggunakan pengamatan posisi yang biasa seperti ini ( GPS standalone ), banyak mengalami error karena berbagai sebab. Untuk mengatasi sebagian besar error tersebut dibutuhkan sebuah metode pengukuran dengan differential GPS (DGPS). DGPS adalah merupakan system dengan peralatan yang lengkap, dan terdiri dari dua stasiun yaitu Stasiun Referensi dan Stasiun Mobile (user). Teknik diferensial ini akan menghasilkan koreksi dari Stasiun Referensiyang akan dikirimkan ke Stasiun Mobile sebagai pengkoreksi posisi yang dihasilkan oleh Stasiun Mobile, agar menghasilkan posisi yang lebih teliti.
Dalam skripsi kali ini dirancang sebuah perangkat sistem yang dapat mengirimkan data ketinggian laut yang diukur melalui GPS yang diterima oleh mikrokontroler dan dikirimkan ke Stasiun Referensi. Stasiun Referensi atau pusat pemantau, memproses data yang diterima dan melakukan koreksi dengan faktor koreksi yang telah terukur sebelumnya dengan receiver GPS referensi. Data hasil pengolahan disimpan di database yang dikelola dengan visual basic.

GPS is a satellite navigation system used to determine the position of a navigation satellite data receivers. By using a common observation that the position like this (GPS standalone), experiencing many errors due to various reasons. To overcome most of these errors requires a measurement by method differential GPS (DGPS). DGPS is a system with complete equipment, and consists of two stations namely Reference Station and Mobile Station (user). This differential technique will produce a correction of Referensiyang Station to be delivered to the Mobile Station as the correction position generated by the Mobile Station, in order to produce a more accurate position.
In this final project, designed a system that can transmit data of sea surface height measured by GPS are received by microcontroller and sent to the Reference Station. Reference or the central monitoring station, processing the data received and made a correction with a correction factor has been measured previously with reference GPS receiver. The data processing results are stored in databases managed by Visual Basic.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51315
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mirawati A. Sukartiko
"ABSTRAK
Sebagai propinsi terpadat ketiga di Indonesia yang sebagian daerahnya
merupakan tanah kritis dan tergolong wilayah khusus, yaitu pada musim hujan
banjir dan pada musim kemarau kekeringan, propinsi Jawa Tengah merupakan
contoh keadaan daerah yang telah melampaui batas daya dukung lingkungannya.
Kondisi kehidupan manusianya yang kurang baik tercermin dari
masih tingginya tingkat kematian Wayi. Berdasarkan hal-hal tersebut maka
yang ingin diketahui adalah faktor apakah yang menyebabkan tingginya
tingkat kematian bayi.
Faktor-faktor yang dibahas mencakup faktor fisik, yaitu iklim, curah
hujan, prospek dan potensi air tanah, dan suniber air minum. Faktor sosial
mencakup pendapatan per kapita daerah, persentase baca tulis latin golongan
perempuan, jumlah puskesmas dan faktor kerapatan jalan. Data yang
digunakan mayortias data tahun 1980 sedangkan data fisik tidak terikat
tahun karena data fisik lainban berubah.
^fa kItX or fiskk omreemlpausniy apie tah udbaunn gakno ryealnagsi tisdtaakt ilsatnigk sudnigp edreonlegha n hatsiinlg kabath wkae maktairaenna
bayi, maka diperoleh hubungan yang lemah antara faktor fisik dan tingkat
kematian bayi. Sebaliknya faktor sosial, khususnya tingkat pendapatan per
kapita suatu daerah cenderung menunujukkan hubungan yang kuat terhadap
tingginya tingkat kematian bayi, yaitu semakin tinggi pendapatan per kaoita
suatu daerah, semakin rendah tingkat kematian bayinya. Hasil lain yang
ditunjukkan ialah bahwa faktor fisik suatu daerah tidak terlalu mempenqaruhi
tingginya tingkat kematian bayi. Bila suatu daerah mempunyai iklim
yang kering, tanah yang kurang subur, potensi air tanah yang rendah dan
hal-hal Tain yang kurang menunjang suatu pertanian yang baik, tetapi bila
daerah tersebut mempunyai pendapatan per kapita yang tinggi, maka tingkat
kematian bayi daerah tersebut tetap akan rendah. Demikian juga bila Ladaan
pertanian baik karena ditunjang keadaan fisik lingkungan yang baik
tetapi karena pendapatan per kapita rendah maka tingkat kematian bavi akan
tinggi juga."
1986
S33303
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
MG Ana Budi Rahayu
"Penelitian dengan topik kesenjangan antarwilayah sudah banyak dilakukan, baik tingkat regional maupun nasional. Namun, demikian sepertinya permasalahan kesenjangan antarwilayah masih menjadi prioritas karena faktor-faktor penyebabnya semakin kompleks dan melibatkan banyak pihak. Tesis dengan judul "analisis kesenjangan wilayah pesisir dan non-pesisir dan pengaruhnya terhadap PDRB di Propinsi Jawa Tengah", disusun dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besarkah tingkat kesenjangan daerah pesisir dan non pesisir serta mengetahui pengaruh tingkat kesenjangan tersebut terhadap PDRB Propinsi Jawa Tengah. Sedangkan hipotesa adalah (1) diduga terjadi kesenjangan di wilayah pesisir dan non pesisir (2) adanya kesenjangan tersebut diduga mempengaruhi PDRB Propinsi ]awa Tengah.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan data time series tahun 1993-2004 dan data cross section 35 kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah (1) mengetahui tingkat kesenjangan dengan penghitungan Indeks Williamson (2) mengetahui pengaruh tingkat kesenjangan terhadap PDRB dengan model regresi data panel Fixed Effect Model. Rancangan model yang digunakan adalah model fungsi produksi Cobb-Douglas (Y = AKaLb). Model dasar tersebut, selanjutnya dimasukkan variabel aglomerasi sehingga menjadi fungsi Y AK~kL~~P~p. Untuk menjawab tujuan, maka model diformulasikan kembali menjadi Y = AK13L L13' Pip . Setelah dituliskan dalam bentuk logaritma untuk menjadi:
LnY,t=InA+RklnKIt+R,InL,t+13plnP,t+TIWft+w, (sudah dimasukkan variabel tingkat kesenjangan).
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa telah terjadi kesenjangan di di tingkat propinsi (0.64) wilayah pesisir utara (0.46) , pesisir setatan (0.22) dan non-pesisir (0.43) Propinsi Jawa Tengah. Kesenjangan di tingkat propinsi lebih besar dibandingkan masing-masing wilayah pesisir dan non-pesisir. Kesenjangan berpengaruh negatif terhadap PDRB. Hal ini sesuai dengan hipotesa Kuznets (hipotesa U) bahwa pada tahap pertumbuhan awal terjadi pemerataan pendapatan yang memburuk sedangkan pada tahap pertumbuhan lanjut pemerataan semakin membaik.
Sedangkan pengaruh aglomerasi, investasi dan tenaga kerja adalah, apabila masing-masing terjadi peningkatan faktor aglomerasi, investasi dan tenaga kerja akan meningkatkan pertumbuhan PDRB Propinsi Jawa Tengah dengan asumsi faktor lain cateris paribus. Walaupun di wilayah pesisir utara dan non-pesisir aglomerasi berpengaruh posistif tetapi tidak signifikan.
Karakteristik wilayah pesisir utara adalah tingkat pertumbuhan tinggi sedangkan tingkat kesenjangan sedang. Nilai intersep yang menggambarkan produktifitas kabupaten/kota sebesar -10.081 sampai dengan -8.7548. Wilayah pesisir utara menunjukkan kondisi increasing return to scale. Karakteristik wilayah pesisir selatan tingkat pertumbuhan tinggi sedangkan kesenjangan rendah. Nilai intersep yang menggambarkan produktifitas kabupaten/kota sebesa! -401,92 sampai dengan -368,03. Wilayah pesisir selatan menunjukkan kondisi increasing return to scale. Di wilayah non pesisir tingkat pertumbuhan sedang, tingkat kesenjangan juga sedang. Nilai intersep yang menggambarkan produktifitas kabupaten/kota sebesar -5,20 sampai dengan -2,49. Wilayah non-pesisir menunjukkan kondisi increasing return to scale.
Kebijakan pemerintah untuk peningkatan pemerataan pendapatan dan PDRB, tentunya berkaitan dengan karakteristik wilayah tersebut. Walaupun pada tesis ini hanya dibatasi analisis dari aspek aglomerasi, investasi dan tenaga kerja."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17159
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endang Indriasih
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39413
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The main objective of bathymetric mapping using multibeam echosounder is to get description about surface morphology of sea bottom with high accucracy and precision, sound wave is sent by the bottom of the sea and when the sound wave hit the bottom...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Reza Aditya Nugroho
"Gerakan tanah merupakan bahaya geologi utama di dunia yang menyebabkan tingginya jumlah korban manusia hingga kerugian harta benda yang sangat besar, serta mengakibatkan kerusakan pada sumber daya alam, ekosistem, dan infrastruktur. Selama periode Januari 2020 hingga Desember 2021, bancana gerakan tanah telah menjadi bencana yang paling rawan terjadi di Kabupaten Wonosobo, yakni sebanyak 238 kejadian. Bahkan, beberapa dari kejadian tersebut memakan korban jiwa yakni satu orang meninggal dunia di Kecamatan Kaliwiro, satu orang meninggal dunia di Kecamatan Kepil, dan dua orang meninggal dunia di Kecamatan Watumalang. Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan agar dapat menentukan zona kerentanan gerakan tanah yang berguna dalam membantu proses mitigasi risiko sehingga segala bentuk kerugian dapat diminimalisasi. Zona kerentanan gerakan tanah pada Kabupaten Wonosobo divisualisasikan dengan peta kerentanan gerakan tanah. Sebanyak 242 titik gerakan tanah dikumpulkan untuk menghasilkan peta inventori. Titik tersebut kemudian dibagi menjadi 168 (70%) sebagai data training dan 74 (30%) sebagai data testing. Parameter yang dipertimbangkan terdiri dari berbagai parameter penyebab seperti aspek lereng, curvature, elevasi, kemiringan lereng, jarak dari sungai, litologi, tata guna lahan dan satu parameter pemicu, yaitu curah hujan. Selain itu, dilakukan pengurangan resolusi terhadap turunan data DEM seperti aspek lereng, curvature, elevasi, kemiringan lereng menjadi 8, 17, 25, dan 40 m untuk melihat pengaruhnya terhadap akurasi model. Semua parameter diolah menggunakan piranti ArcGIS untuk mengasilkan peta parameter. Peta parameter selanjutnya digabungkan dan dianalisis menggunakan metode frequency ratio dan weight of evidence untuk menghasilkan peta kerentanan gerakan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Wonosobo memiliki kecenderungan terhadap kerentanan gerakan tanah dengan tingkatan rendah, sedang, hingga tinggi. Berdasarkan data resolusi DEM 8 m dan 17 m, tingkatan kerentanan didominasi oleh kelas sedang. Namun pada data resolusi DEM 25 m dan 40 m, tingkatan kerentanan didominasi oleh kelas rendah. Peta kerentanan masing-masing resolusi kemudian diuji nilai AUC nya menggunakan success rate curve untuk melihat keberhasilan model dan prediction rate curve untuk mengukur akurasi prediksi model. Setelah dilakukan validasi, resolusi tinggi ternyata tidak berbanding lurus dengan kualitas akurasi model. Akurasi success rate mengalami puncaknya pada resolusi DEM 25 m sedangkan prediction rate pada resolusi DEM 17 m.

Landslide is a major geological hazard in the world that causes a high number of human casualties to enormous property losses, as well as causing damage to natural resources, ecosystems and infrastructure. During the period from January 2020 to December 2021, landslide disasters have become the most prone to disasters in Wonosobo Regency, with 238 incidents. In fact, some of these incidents claimed lives, namely one person died in Kaliwiro District, one person died in Kepil District, and two people died in Watumalang District. Therefore, this research was conducted in order to determine the susceptibility zones of landslide which are useful in assisting the risk mitigation process so that all forms of losses can be minimized. The landslide vulnerability zone in Wonosobo Regency is visualized with a landslide susceptibility map. A total of 242 landslide points were collected to produce an inventory map. These points are then divided into 168 (70%) as training data and 74 (30%) as testing data. The parameters considered consist of various causal parameters such as slope aspect, curvature, elevation, slope, distance from river, lithology, land use and one trigger parameter, namely rainfall. In addition, the resolution of the DEM data derivatives was reduced, such as slope aspects, curvature, elevation, slope to 8, 17, 25, and 40 m to see the effect on model accuracy. All parameters are processed using the ArcGIS tool to produce a parameter map. Then the parameter maps are combined and analyzed using the frequency ratio and weight of evidence methods to produce a landslide susceptibility map. The results of the study show that Wonosobo Regency has a tendency towards low, moderate and high susceptibility to landslide. Based on DEM 8 m and 17 m resolution data, the susceptibility level is dominated by the moderate class. However, in DEM 25 m and 40 m resolution data, the susceptibility level is dominated by the low class. Then the susceptibility map of each resolution is tested for AUC value using a success rate curve to see the success of the model and a prediction rate curve to measure the accuracy of model predictions. After validation, it turns out that high resolution is not directly proportional to the quality of the model accuracy. Success rate accuracy peaks at DEM 25 m resolution while prediction rate at DEM 17 m resolution."
Depok: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Totok Suprapto
"Suhu permukaan laut (spl} merupakan salah satu parameter oseanografi yang sering digunakan untuk memprediksi kondisi cuaca, dinamika air laut, gerombolan ikan, El Nino ataupun La Nina.
Pemetaan spl daerah yang cukup luas dengan waktu yang relatip bersamaan, tidak mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan data dari hasil pengukuran langsung di perairan (insitu). Satu cara yang bisa melakukannya adalah dengan memanfaatkan data penginderaan jauh yang dihasilkan dari sensor yang menangkap spektral inframerah.
Perolehan spl pada penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data satelit NOAA 14 sensor AVHRR kanal 4 (10,3 -- 11,3 µm) dan kanal 5 (11,5 -12,5 pm). Dengan menggabungkan metoda Singh dan metoda Mc Millin & Crosby (1984) pads daerah yang bebas awan nilai spl dari data satelit NOAA rata-rata lebih kecil 1°C dibandingkan dengan spl insitu.
Hasil pemetaan spl secara temporal dan bulan Agustus sampai Nopember 1997, kondisi perairan laut Jawa mengalami kenaikan suhu 0,5 °C setiap bulan dan diperkirakan di perairan pantai selatan Jawa terjadi peristiwa upwelling."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"Telah dilakukan perhitungan penyelesaian secara numerik dua persamaan diferensial dengan syarat batas. Dua persamaan diferensial tersebut adalah bagian radial persamaan schrodinger atom hidrogen masing-masing untuk konfigurasi 1s dan 3p. Metode numerik yang dipilih adalah metode ''shooting''. Hasil perhitungan secara numerik tidak menyimpang jauh dari hasil perhitungan secara analitik"
JURFIN 9:27 (2005)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>